LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
FORMASI JALA LANGIT DAN BUMI.


__ADS_3

Selain kondisi ruangan yang berantakan Wu Song juga melihat, Tubuh Pai Mei Lau Jen yang terkapar dalam keadaan tak bernyawa.


Sekilas lihat Wu Song sudah dapat menebak apa yang bakal terjadi selanjutnya.


Dia dan Lu Ping Kembali terjebak dalam situasi yang lebih rumit lagi, satu masalah belum beres muncul pula masalah baru membuat Wu Song mengerutkan keningnya.


Benar saja sesuai dugaan Wu Song, tiba-tiba dari arah pintu tetua kedua datang lalu berteriak histeris menghambur memeluk Pai Mei Lau Jen sambil menangis.


"Kakak...kakak...kakak pertama...!"


"Ketua...ketua...ketua bangunlah apa yang terjadi? kenapa bisa begini ?"


Perlahan-lahan tetua Kedua mulai mengangkat kepalanya menatap Wu Song dengan curiga dia bertanya,


"Wu Ta Sia apa yang sebenarnya terjadi kenapa anda bisa ada di sini ?"


Sebelum Wu Song sempat menjawab, dari arah pintu berlari masuk Lima Pendekar Xu San bersama biksu Hong Ti dan kedua saudaranya.


Juga diikuti murid-murid utama Xu San bercampur dengan murid utama biara Shaolin.


Ruangan yang luas kini telah penuh dengan orang.


Lima Pendekar Xu San yang di wakili oleh Pai Sin Cin Jin menunjuk ke arah Wu Song dan Lu Ping lalu berkata,


"Tidak perlu di tanya lagi, tetua kedua.!"


"Pasti dia lah pelakunya, istrinya membunuh tetua ke 5 kita, lalu dia pergi ke Siauw Lim Si membunuh tiga tetua tingkatan Wu dan seorang maha guru tingkatan Hui."


"Jangan terpancing dengan gaya dan sikapnya yang seperti Pendekar, dia adalah biangnya iblis yang harus segera dilenyapkan."


"Dan menjadi musuh bersama dunia persilatan saat ini."


"Jaga mulutmu bajing*n ! jangan asal nuduh dan bicara, siapa biang iblis ? dasar orang bodoh tidak tahu di untung" ucap Lu Ping dengan marah karena suaminya dituduh biang iblis.


Pai Sin Cin Jin hanya menjengek dingin, menanggapi sikap Lu Ping.


Sementara Wu Song sendiri sangat terkejut mendengar 3 tetua dan biksu Hui Neng telah meninggal.


Tanpa memperdulikan perdebatan kecil itu, Wu Song bertanya kepada biksu Hong Ti,


"Maaf biksu Hong Ti benarkah yang dia katakan barusan biksu Wu Ming, Wu Sin, Wu Se dan biksu Hui Neng telah wafat, bagaimana kejadiannya ?"

__ADS_1


Biksu Hong Ti melangkah maju dan berkata,


"Omitofho....San Chai... San Chai...San Chai...!"


"Benar ketiga tetua dan maha guru Hui Neng telah Wafat, dan saat terakhir sebelum mereka meninggal anda lah orang terakhir yang berada di tempat tersebut."


"Jadi anda tidak bisa terlepas dari masalah meninggalnya petinggi agung kuil Siaiw Lim Si."


"Meskipun ilmu anda sangat tinggi, dan kami bukan lawan anda.'


"Tapi kami tidak bisa membiarkan petinggi agung kami mati tanpa kejelasan, meski tubuh terbagi dua, tulang hancur lebur, kami sebagai murid Siauw Lim Si pantang mundur."


ucap biksu Hong Ti tegas.


Wu Song menghela nafas panjang dia tahu sekali ini bicara apapun tidak akan ada yang percaya.


Pertumpahan darah dan permusuhan dengan dua partai terbesar di dunia persilatan tidak akan dapat di hindari lagi.


Wu Song mengeluarkan suling hitamnya dan bersiaga melindungi Lu Ping.


Tetua kedua menatap Wu Song dan berkata,


"Wu Ta Sia benarkah anda yang telah membunuh ketua kami ? apa salahnya? mengapa anda tega berbuat keji seperti itu ?"


"Aku tidak melakukan nya, percaya atau tidak terserah kalian."


"Lelaki sejati berani berbuat berani bertanggungjawab, demi kebenaran dan keadilan aku tidak akan mundur selangkah pun.'


"Silahkan yang merasa memiliki kemampuan dan ingin balas dendam majulah."


Tetua kedua kembali berkata,


"Wu Ta Sia maaf bukan kami asal menuduh, tapi semua bukti memang mengarah ke anda."


"Lihat ketua kami tewas dengan kepala pecah tercengkram lima jari yang menembus batok kepala.


"Ini adalah akibat dari serangan ilmu cakar tulang putih, dan pukulan di pelipis kakak pertama terjadi akibat berbenturan dengan benda tumpul seperti suling."


"Dan robekan diperut ketua kami juga di akibatkan oleh tusukan seruling, karena luka berbentuk bulat dan panjang."


Wu Song tersenyum pahit sambil menatap tetua kedua dia berkata,

__ADS_1


"Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, percaya atau tidak terserah kalian, yang penting aku tidak melakukannya dan dapat dipertanggungjawabkan terhadap langit."


Tetua tidak perlu banyak bicara dengan orang seperti itu, ayo kita habisi saja pembawa petaka bagi Dunia persilatan ini..! " teriak Thie Mien Cin Jin lantang.


"Bajingan bermulut besar, tunjukkan kemampuan mu bukan mulutmu. "


Ucap Lu Ping kesal lalu menerjang Thie Mien Cin Jin dengan Tapak es abadi.


Yang membuat seluruh ruangan menjadi sangat dingin, pertempuran sengit pun berlangsung antara Thie Mien Cin Jin melawan Lu Ping.


Sesaat saja baik murid Shaolin maupun Xu San yang kemampuannya kurang baik segera mundur menjauh.


Karena ada beberapa diantara mereka yang terlanggar oleh pukulan nyasar Lu Ping, mereka langsung berubah menjadi patung es.


Wu Song yang belum bergerak selain menjaga Lu Ping juga mengibaskan tenaga 9 matahari mengembalikan mereka yang menjadi patung es kembali normal dan menjauh dari arena pertempuran.


Thie Mien Cin Jin dalam sekejap sudah berada di bawah angin tertekan oleh jurus-jurus Lu Ping yang ganas.


Melihat hal itu keempat rekannya kini melompat kedalam arena pertempuran membantu Thie Mien Cin Jin mengeroyok Lu Ping.


Melihat hal ini Wu Song sudah tidak bisa tinggal diam, dia melompat menghadang didepan Lu Ping dan berbisik,


"Sayang mundurlah jaga kandungan mu, jangan berurusan dengan hal tidak penting ini."


Lu Ping mengangguk dan melompat mundur menjauh berdiri menatap sinis kesemua orang yang sedang mengepung mereka.


5 pendekar Xu San yang pernah merasakan pil pahit melawan Wu Song mereka kini bersikap lebih hati-hati dan tenang dalam melakukan setiap serangan sesuai dengan formasi mereka.


Wu Song yang tidak ingin berlama-lama melayani mereka melepaskan sebuah sabetan suling hitam.


Yang mengeluarkan energi cahaya hitam memanjang menerjang kearah mereka berlima.


Mereka berlima membentuk sebuah benteng pertahanan tenaga gabungan, tapi percuma selisih kekuatan mereka dengan Wu Song terlalu jauh.


Mereka berlima terlempar kebelakang jatuh tunggang langgang tanpa ampun.


Memanfaatkan situasi ini Wu Song menyambar pinggang istrinya, lalu menghilang dari dalam kuil muncul lagi di depan kuil.


Tapi begitu Wu Song tiba di depan kuil dia segera di kepung oleh seribu orang biksu yang dipimpin oleh Hong Ti, Hong Sin dan Hong Se.


Mereka membentuk formasi jala langit dan bumi, mengepung Wu Song dengan ketat.

__ADS_1


Kemanapun Wu Song bergerak selalu dia tertahan oleh tenaga gabungan para biksu.


__ADS_2