
"Senior Zhou haruskah kamu mengeluarkan jurus yang hanya akan merusak alam ini ?" ucap Wu Song penuh wibawa.
Keadaan Wu Song terlihat sangat tidak biasa, dia seperti seorang Bodhisatva yang sedang memperhatikan kenakalan anak manusia.
Tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan, mulutnya tersenyum penuh kesabaran.
Perlahan-lahan tubuhnya naik keatas melayang di udara, semakin lama semakin tinggi, Wu Song sedang mengerahkan ilmu pelindung kekekalan Semesta.
Perlahan-lahan semua energi alam semesta tersedot masuk kedalam tubuh Wu Song, energi ini membentuk pelindung alami yang melindungi tubuh Wu Song dan sekitarnya.
Cahaya yang di pancarkan oleh tubuh Wu Song semakin lama semakin terang, dan menekan kegelapan yang tercipta dari jurus ke 8 dewa pedang Zhou Wei.
Langit yang tadinya gelap kini perlahan-lahan mulai terang.
Hujan es terhenti, petir yang sambar menyambar juga sirna, terganti dengan cahaya emas yang teduh tenang dan lembut.
Membuat semua mahluk hidup merasa nyaman dan tenang, Cahaya biru yang melesat dahsyat saat membentur cahaya ini.
Belum sampai menyentuh pelindung yang tercipta dari kekuatan alam, sinar biru telah tertekan oleh cahaya keemasan dan sirna.
Hanya terlihat sebatang pedang bersinar putih mengkilap terpental kembali kearah Dewa Pedang.
Dewa Pedang menjadi penasaran, dia pun berteriak jurus ke 9 pedang pemusnah iblis level 2.
Kini tanah dan laut bergetar hebat, angin kembali bertiup kencang, akhirnya tanah-tanah di pulau mulai merekah dan terbelah.
Dari dalam rekahan muncul jutaan cahaya merah yang semuanya terserap ketubuh Dewa Pedang, dari tanah tempat Dewa Pedang berada muncul lingkaran cahaya merah berbentuk spiral bergerak berputar-putar membumbung keatas langit.
Kemudian berputar-putar turun lagi menyatu ketubuh Dewa Pedang, bergabung dengan jutaan butiran cahaya merah yang satu persatu masuk ketubuh Dewa Pedang.
Kemudian semua kekuatan cahaya itu di alirkan kepedangnya, yang kini berubah menjadi merah mengeluarkan cahaya api menjilat-jilat di sekeliling batang Pedang.
Dewa Pedang kini menarik pedangnya kebelakang lalu ditusukkan kedepan.
Kearah Wu Song dalam.posisi kuda-kuda
kaki kiri didepan sedikit ditekuk, sedangkan kaki kanan dibelakang sebagai penyangga.
Sebuah cahaya merah berbentuk sebuah Pedang merah raksasa di kelilingi api berbentuk spiral.
Bergerak maju kearah Wu Song secepat kilat, menghantam energi pelindung kekuatan alam semesta yang bercahaya keemasan.
Perisai seperti karet saat tertusuk.dia melesak kedalam, kemudian memantulkan keluar mementalkan cahaya merah kembali membalik kearah Dewa Pedang.
Dewa Pedang terlontar mundur beberapa meter kebelakang.
__ADS_1
Dewa Pedang Kemudian memberi hormat kearah Wu Song dan berkata,
"Luar biasa anak muda, kamu adalah orang pertama yang telah merasakan jurus pedang Penahluk iblis sampai tingkat ke 9."
"Dan kamu juga berhasil mematahkan semuanya dengan mudah, aku Zhou Wei mengaku kalah."
Zhou Wei lalu menoleh kearah temannya Wen Pu dan berkata,
"Ayo Lao Wen, kita jangan mempermalukan diri kita di sini, dan membuang-buang waktu, mari main kerumah ku saja."
"Kita bertanding catur sampai seratus babak, bagaimana...?"
Wen Pu pun tertawa dan mengangguk dan menjawab,
"Setuju, mari kita pergi."
"Oh iya saudara Lo Ih maaf kami pamit duluan, kami tidak bisa bantu banyak silahkan selesaikan masalah diantara kalian dengan baik-baik permisi.." ucap Wen Pu memberi pesan sekaligus mengingatkan Lo Ih.
Lalu kedua kakek itu melesat kearah pantai meninggalkan pulau karang merah dengan perahu mereka.
Lo Ih dan kedua saudaranya tidak berani berkutik, Lo Ih segera memberi perintah pada bawahannya agar menyeret Cun Ming kemari.
Tak lama kemudian seorang pemuda tanggung di bawa kehadapan Lo Ih.
Tanpa basa-basi Lo Ih menamparnya, Kemudian menyeret pemuda itu dan menariknya berlutut bersamanya, di depan Wu Song.
"Pendekar besar anda orang besar harap jangan diambil hati dengan sikap anak angkat ku yang nakal ini."
"Aku berjanji akan memberinya hukuman setimpal agar dia tidak mengulangi perbuatannya lagi."
"Mohon anda sudi memaafkan dan memberikan kami kesempatan bertobat."
Wu Song sengaja memasang senyum dingin dan berkata,
"Lo Ih ini tidak ada hubungannya dengan mu, siapa yang berbuat dia harus berani bertanggung jawab."
"Kamu mundurlah di sini tidak ada urusannya denganmu."
Lo Ih menampar kepala Cun Ming dan berkata,
"Lihat ulah mu, cepat minta maaf dan jangan macam bila masih sayang nyawa."
Sekilas Lo Ih terlihat kasar pada Cun Ming tapi sebenarnya dia ingin menyelamatkan Cun Ming dan di hatinya dia sangat menyayangi Cun Ming.
Cun Ming juga tidak bodoh, dia mengerti maksud ayah angkatnya.
__ADS_1
Dia segera membenturkan dahinya keatas tanah sambil berkata,
"Tuan maafkan saya yang memiliki mata tapi tidak bisa melihat, sehingga tanpa sengaja menyinggung anda."
Wu Song tersenyum dingin dan berkata,
"Angkat kepala mu dan lihat dia."
ucap Wu Song sambil menunjuk istrinya.
"Apakah kamu masih ingat dengan nya ?" tanya Wu Song dingin.
Cun Ming segera menatap Lu Ping dan dia terbelalak tidak menyangka kakak cantik yang pernah dia curi kantong uangnya.
Ternyata kini ada disini, dan sedang melihatnya dengan senyum mengejek.
Cun Ming semakin ketakutan dan langsung membenturkan kepalanya kelantai dan berkata,
"Maafkan aku ...Maafkan aku...Maafkan aku... pendekar besar."
Wu Song kembali berkata dengan dingin,
"Memaafkan mu boleh tapi kamu harus memberitahu ku, siapa orang yang menyuruh mu mencuri kantong uangnya, dan memancingnya ke kuil tua?"
Cun Ming jadi teringat kejadian hari itu, saat dia sedang santai duduk-duduk bermalas-malasan didepan sebuah kedai arak.
Ada yang menghampirinya dan memberikan sejumlah uang kepadanya, dan memintanya merampas kantong uang Lu Ping.
Dan memancingnya kearah kuil tua, di pinggir kota yang sepi.
Cun Ming cepat-cepat menatap kearah Wu Song dan menceritakan semuanya dengan jujur tanpa berani berbohong sedikitpun.
"Jadi maksud mu, yang menyuruh mu memancing istriku kearah kuil di pinggir kota adalah seorang biksu berusia 40 tahun ?" tanya Wu Song memastikan.
Wu Song jadi bingung kenapa sampai melibatkan seorang biksu segala, sebenarnya apa yang terjadi di balik hal ini.
Wu Song kemudian berkata,
"Karena cuma kamu yang mengenali wajah biksu itu, ayo kamu sekarang harus ikut denganku pergi mencari pelakunya."
"Lo Ih saya pinjam putra angkat mu, ikut dengan kami mencari dalang kekacauan kamu tidak akan keberatan bukan.?"
Tanya Wu Song sambil menatap dingin kearah Lo Ih.
Lo Ih sebenarnya agak keberatan dan mengkhawatirkan nasib Cun Ming, tapi dia juga tidak berdaya di hadapan Wu Song.
__ADS_1
Dengan sedikit berat Lo Ih berkata,
"Memang sudah seharusnya ini tanggung jawabnya, tapi harap tuan Pendekar yang mulia mengingat usia Cun Ming yang masih muda."