
Shi Ma Yen menggelengkan kepalanya menahan tangan Bun Houw dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya tetap memegangi wajah Bun Houw.
Sambil meneteskan air mata Shi Ma Yen berkata,
"Sayang dengarkan aku... jangan sia-siakan tenaga mu... waktuku tidak banyak lagi."
"Jagalah dirimu baik-baik...jangan bersedih untuk kami.. carilah wanita lain untuk... menggantikan aku merawat...dan menjaga mu."
"Apa..apa... maksud mu sayang dengan kata-kata kami...?"
tanya Bun Houw bingung.
Pelayan setia Shi Ma Yen lah yang menjawabnya,
"Tuan,...tuan putri sedang mengandung calon bayi mu.."
ucap pelayan tersebut, tanpa dapat melanjutkan kata-katanya dia pun menangis pilu.
Bun Houw terbengong menatap Shi Ma Yen dengan wajah sepucat kertas.
Shi Ma Yen sambil tersenyum sedih berkata,
"Maafkan aku sayang, aku ...aku...aku..."
Shi Ma Yen tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, tangan yang memegang wajah Bun Houw pun terjatuh kebawah dengan lemas, Kepalanya dengan mata terpejam juga terkulai menghadap kedalam pelukan Bun Houw.
Bun Houw berteriak histeris,
"Yen er....!! arghhh.....!!"
Airmata bercucuran matanya menjadi merah beringas, dia meletakkan tubuh istrinya pelan-pelan kelantai.
Kemudian menoleh ke arah Lu Fan dan berkata,
"Kenapa....?"
Lalu dia perlahan-lahan berdiri dan membalikkan badannya menghadap ke arah Lu Fan.
Dia berjalan mendekati Lu Fan selangkah demi selangkah, seluruh tubuhnya dikelilingi oleh energi Im Yang Sen Kung yang telah mencapai level 20.
Bun Houw seperti di selimuti oleh sebuah gelembung berwarna merah dan biru.
Bun Houw menatap Lu Fan dengan penuh dendam seperti seekor harimau yang sedang terluka.
Sedangkan Lu Fan hanya menanggapinya dengan tersenyum dingin sadis tanpa ekspresi sama sekali.
Lu Fan tadi memang sengaja melemparkan barang yang di bawanya, kearah Bun Houw. Untuk menarik perhatian semua orang di sana.
Agar memudahkan aksinya, untuk menyerang Shi Ma Yen, yang dia anggap sebagai biang yang menyebabkan Bun Houw.
Meninggalkan Yi Yi dan menghianati cinta murni Yi Yi, sehingga Yi Yi hidup dalam kesedihan dan penderitaan.
__ADS_1
Sekalian dengan cara ini Lu Fan, ingin Bun Houw merasakan apa yang dia rasakan saat ini.
Lu Fan juga ingin memancing Bun Houw menyerangnya mati-matian, agar dia bisa merasakan pertempuran sebenarnya, sebelum dia nantinya memusnahkan semua kemampuan Bun Houw.
Membiarkan nya hidup sebagai orang cacat tak berguna, menjalani kehidupannya yang menyedihkan.
Saat Bun Houw sedang bersedih mendekap Shi Ma Yen di saat bersamaan ditempat lain.
Zhou Wei juga menjerit histeris, memeluk putra kesayangannya, yang kini sudah tidak berbentuk manusia.
Di bilang orang bukan orang, di bilang hantu bukan hantu, karena putranya tersebut masih hidup.
Terdengar suara pilu Zhou Xuan berkata,
"Ayah bunuh saja aku...aku tidak sanggup hidup seperti ini.."
Mendengar ucapan putranya, hati Zhou Xuan menangis darah, seperti sedang diremas-remas.
Giginya bergemerutukan, sedang kan matanya terpejam, dari sudut matanya terus mengalir airmata setetes demi setetes.
Seperti hatinya yang sedang terluka dan mengalirkan darah setetes demi setetes.
Dengan tangan gemetar Zhou Xuan membelai kepala dan rambut putranya beberapa kali, dengan tatapan penuh kesedihan.
Zhou Xuan tersenyum sedih dan berkata,
"Maafkan aku ayah... lakukanlah..!"
tapi dari sudut matanya mengalirkan air mata.
Zhou Wei memejamkan matanya, menengadah keatas, dari telapak tangannya mengeluarkan cahaya biru.
Menekan tempurung kepala putra kesayangannya, sampai terdengar bunyi "kreek..!"
Setelah telapak tangannya dilepaskan dari kepala Zhou Xuan, kepala itu pun terkulai kebawah.
Zhou Wei berteriak histeris sambil memeluk putra kesayangannya erat-erat.
"Aarrrrggghhh...!!!"
Mendengar suara teriakkan histeris dari Zhou Wei, Bun Houw menoleh melihat kearah Zhou Wei.
Melihat kondisi Zhou Xuan yang berada dalam pelukan Zhou Wei, Bun Houw pun tersadar dan teringat dengan tubuh lain yang diterima nya dari Lu Fan tadi.
Bun Houw buru-buru melesat kearah tubuh yang tergeletak wajahnya tertutup oleh rambut.
Saat Bun Houw menyingkap rambutnya, wajah itu berusaha tersenyum tapi kepedihan yang menyelimuti perasaannya, membuat senyumnya lebih terlihat seperti sedang meringis.
"Sambil berusaha tersenyum dia pun berkata,
"Maafkan aku..tuan, tidak mendengarkan perintah mu, aku lah penyebab semua bencana ini, aku yang telah membangkitkan monster yang sedang tertidur pulas di Xiao Pei..!"
__ADS_1
"Maafkan aku.. tolong bantu hantarkan kepergian ku.."
"Semoga di kehidupan berikutnya aku bisa kembali mengabdi dan membalas Budi besar tuan."
"Sampaikan salam ku buat Yue Fei dan lainnya, aku pergi dulu."
Alung memejamkan matanya menunggu Bun Houw membebaskan seluruh penderitaan nya.
Sambil memejamkan sepasang matanya, Bun Houw mengeksekusi Alung, membebaskan penderitaan nya.
Dengan cakar tengkorak putih yang langsung menembus batok kepala Alung dan menghancurkan isi didalamnya.
Bun Houw terbayang masa-masa pertama kali bertemu Alung di dapur, hingga merekrutnya menjadi Pasukan pertamanya.
Dan mendidiknya hingga menemaninya melakukan berbagai pertempuran hidup mati bersama.
Juga perayaan pernikahan Alung yang belum lama ini di laksanakan, belum seminggu menikah sudah mendapatkan tugas.
Dan Alung menjalankan semuanya dengan setia, tanpa protes bahkan mengernyitkan, alis sekalipun tidak.
Alung langsung menerima tugas itu dan langsung berangkat tanpa penyesalan.
Tak di sangka sungguh tak di sangka, ternyata itu adalah tugas terakhir buat Alung dan istrinya.
Melihat Alung yang cuma kembali sendirian, besar dugaan Bun Houw bahwa istri Alung Yang Chai Ni, tentu telah gugur duluan dalam tugas tersebut.
Saat Bun Houw membuka kembali matanya, Bun Houw melihat Alung meninggal dengan wajah tersenyum puas.
Dengan perasaan hancur Bun Houw meletakkan tubuh Alung yang sudah tidak berbentuk orang lagi.
Setelah itu dia berdiri sambil menghapus dua butir air bening di sudut matanya.
Tanpa perlu melihat Bun Houw juga tahu isi karung itu, adalah kepala saudara-saudara seperjuangannya, yang telah di penggal dan di kembalikan dengan sadis oleh Lu Fan.
Bun Houw tidak menyangka Lu Fan bisa berubah seperti ini, seolah-olah yang di lihatnya sekarang, bukanlah Lu Fan yang dulu pernah di kenalnya lagi.
Dengan sedih Bun Houw menyuruh bawahannya untuk membawa semua karung untuk di kuburkan secara layak termasuk tubuh Alung.
Lu Fan yang melihat hal itu hanya tersenyum tenang dan berkata,
"Tidak perlu repot-repot lagi deh menguburnya, sebentar lagi kalian semua yang hadir di sini, kecuali dia .!!"
"Akan ku buat menyusulnya..!"
Lu Fan menutup ucapan nya dengan tertawa terbahak-bahak penuh kesadisan dan kebencian.
Seluruh tubuh nya di selimuti oleh aura yang membuat orang sulit bernapas dan bergerak.
Perlahan-lahan Lu Fan pun berubah bentuk, kulitnya bersisik kehijauan, begitu juga dengan warna rambutnya, kini berubah menjadi hijau.
Sepasang mata nya merah seperti darah,taring panjang keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
Bahkan kini Kepalanya ditumbuhi sepasang tanduk naga.