Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Risha Jatuh Dari Kursi Roda


__ADS_3

Keesokan paginya Kenzo dan Rendra bersiap untuk pergi ke bandara dan kembali ke nagara F


"Kalian benar-benar tidak ingin pergi dengan kami? Kalian juga tahu sendiri perjalan akan lebih nyaman dengan jet pribadi" Ji masih berusaha membujuk Kenzo agar mau pergi dengannya menggunakan Jet pribadi milik keluarga mereka


"Tidak perlu nek. Kalian tidak perlu khawatir karena kami juga memesan kelas bisnis, jadi perjalanan kami pasti akan tetap nyaman" Kenzo menanggapi dengan sikapnya yang dingin dan tenang


"Ya sudah kalau begitu. Kalian hati-hati dijalan"


"Zo, kamu harus sering menghubungi mami. Kamu hampir tiap malam menghubungi Kenzie dan Risha, tapi kenapa tidak sekalipun menghubungi mami?" Cheva bertanya dengan nada bicaranya yang manja


"Iya mami. Begitu sampai, aku akan langsung menghubungi mami" Jawab  Kenzo dengan sikap acuh tak acuhnya


"Aku sudah harus berangkat. Sampai jumpa semuanya" Kenzo pamit pada semua anggota Kusuma yang ada disana. Rendra pun pamit kepada mereka setelah Kenzo pamit. Lalu mereka berdua berangkat ke bandara menggunakan mobil yang disiapkan untuk mengantar mereka


"Apa kamu yakin akan ikut denganku ke negara F? Kamu tidak ingin menghabiskan waktumu disini dulu? Selesaikan masalahmu! Sampai kapan kamu akan terus menghindar?" Kenzo bertanya pada Rendra dengan nada bicara yang serius


"Aku masih belum ingin bertemu dengan mereka. Begitu saatnya tiba aku pasti akan bertemu dengan mereka. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku!" Rendra pun menjawab Kenzo dengan sikap yang tenang


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan membahas ini lagi denganmu" Ujar Kenzo dengan sikap acuh tak acuhnya


"Bagaimana dengan rencana pabrik tas itu? Apa kamu akan membiarkan bank memberikan pinjaman pada mereka?" Rendra mengalihkan topik pembicaraan dengan membahas masalah pabrik tas milik pak Rudi


"Lupakan saja. Aku ingin Ilana bertekuk lutut dan meminta maaf padaku. Aku ingin lihat bagaimana reaksinya jika dia tahu siapa aku sebenarnya. Tapi tentu saja, dia tidak boleh kembali kekampus yang sama denganku. Dia bisa saja jadi duri yang merusak semua rencana yang telah aku susun. Aku masih ingin hidup nyaman sebagai mahasiswa biasa" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dan sesekali memandang keluar jendela


"Terkadang aku merasa lucu. Semua orang ingin hidup bergelimang harta dan mendapat perlakuan spesial dari orang lain. Tapi kita justru menghindari nama keluarga asal bisa mendapatkan hidup yang tenang" Rendra bicara sambil tersenyum tipis membayangkan tentang konyolnya dia dan juga Kenzo


"Ya, banyak orang ingin terkenal dan memiliki harta berlimpah. Mungkin karena mereka tidak tahu kesulitan karena memiliki harta, atau mungkin mereka telah menemukan teman sejati dan orang-orang yang tulus dengan mereka tapi mereka kekurangan uang. Aku tidak bisa seperti itu, karena nama besar keluarga, kami harus bertemu dengan orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan pribadi saja. Mereka hanya menggunakan topeng ketika berada dihadapan kita. Lebih baik menggunakan kekuasaan saat kita memang sudah bisa menggunakannya dengan baik. Untuk sekarang, kita masih belum membutuhkan kekuasaan itu" Ujar Kenzo menerangkan dengan sikap yang tenang


Tak berapa lama mereka tiba di bandara internasional dan bergegas menuju pesawat yang akan mereka tumpangi


***


Ditempat lain, Risha dan Kenzie sedang bersiap untuk menunggalkan rumah sakit


"Kemana orang tuamu? Bisa-bisanya mereka membiarkan kamu pulang sendiri" Zie menggerutu kesal karena Diaz, Tania maupun Dhefin tidak datang kerumah sakit. Meskipun hari ini Risha akan keluar


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Padahal aku sudah mengatakan pada papi kalau hari ini aku sudah diizinkan pulang" Risha pun ikut mengeluh menambahkan setiap ucapan Kenzie


"Ya sudahlah mau bagaimana lagi hanya aku saja yang selalu setia disampingmu" Ujar Kenzie dengan sikapnya yang tenang

__ADS_1


"O iya kemana Kenzo dan Rendra, biasanya mereka sudah datang kesini pagi-pagi?" Kenzie kembali bingung karena Kenzo belum datang menemui Risha


"Mereka sudah kembali ke negara F" Risha menanggapi dengan sikap yang acuh tak. acuh


"Apa katamu?! Dia sudah kembali?! Tapi Kenzo tidak mengatakan apapun padaku?" Kenzie sangat terkejut karena Kenzo hanya mengatakan akan kembali kepada Risha


"Kemarin dia mengatakannya padaku. Katanya sudah harus kembali kuliah dan juga bekerja" Risha menenangkan dengan sikap yang tenang


"Tidak bisa dibiarkan. Kenzo seenaknya saja pergi tanpa pamit padaku! Akan ku omeli dia" Kenzie langsung merogoh ponsel didalam sakunya dan melepaskan pegangannya pada kursi roda Risha tanpa mengunci kursi roda agar tidak bergerak


"Zie, apa yang kamu lakukan?"


"Aku akan menghubungi Kenzo" Awalnya nada bicara Risha sangat tenang karena kursi roda berjalan pelan dan Kenzie belum menyadari kalau kursi roda Risha berjalan sendiri


"Tuan muda!"


"Apa?" Kenzie menggapi pengawal yang sebelumnya berdiri dibelakangnya tanpa menoleh pada mereka


"Nona Risha... !" Kedua pengawal berlari melewati Kenzie yang masih menunduk memainkan ponselnya untuk menghubungi Kenzo


"Kenzie ...! Bodoh... ! Kenapa kamu lepaskan kursi rodanya....!" Risha berteriak memaki Kenzie yang kini berjarak cukup jauh darinya


"Aaaaahhhhh awas kamu ya... !" Risha berteriak dengan wajah panik dan mata membelalak


Gubrak...


Kursi roda Risha jatuh ke semak-semak bunga yang ada di pinggir jalan. Kenzie dan kedua pengawalnya menutup mata karena melihat Risha yang akan menabrak semak-semak, beruntung Risha jatuh diantara semak-semak yang menahannya dan tidak tertimpa kursi roda


"Aww, pinggang dan kakiku" Keluh Risha sambil meringis kesakitan


"Risha... Risha... Risha.... "Kenzie berlari kearah Risha setelah kursi rodanya jatuh


"Kamu tidak papa?!" Risha menatap Kenzie dengan sorot mata yang tajam


"Kamu gila ya?! Ingin membunuhku?! Bisa-bisanya melepaskan peganganmu dari kursi roda, hah?!" Risha berteriak sangat keras memaki Kenzie yang melepaskannya


"Iya, Maafkan aku. Aku janji akan berhati-hati. Biar aku bantu naik ke kursi roda"


"Tidak mau!" Risha menepis tangan Kenzie ketika dia akan menggendongnya untuk dipindahkan kembali ke kursi roda

__ADS_1


"Lalu? Kamu kan belum bisa jalan" Tanya Kenzie yang bingung


"Kamu harus tanggung jawab! Gendong aku! Cepat!" Pinta Risha dengan nada yang kesal


"Baiklah, aku akan menggendongmu. Kalian bawa kursi roda Risha ke mobil" Kenzie berjongkok membelakangi Risha agar dia naik ke punggungnya. Tanpa Kenzie tahu, Risha tersenyum tipis dibelakangnya


"Akan ku buat kamu menyesal karena lalai menjagaku!" Pikir Risha dengan senyum licik dibibirnya


Kenzie menggendong Risha ke dalam mobil dan akan membawanya pulang kerumah.


"Stop stop!" Pinta Risha ketika mereka belum lama meninggalkan rumah sakit


"Ada apa?" Tanya Kenzie panik karena Risha minta berhenti secara mendadak


"Itu, ada yang jualan bubur ayam. Belikan aku, aku masih lapar. Jangan terlalu pedas" Risha menunjuk pada gerobak bubur ayam yang terparkir pinggir jalan.


Kenzie menoleh dan sejenak menatap gerobak itu


"Kamu yakin mau itu?" Tanya Kenzie memastikan


"Iya, cepat belikan!" Ujar Risha dengan nada sinis


"Kalian. salah satu turun dan belikan Risha bubur" Pinta Kenzie pada pengawal


"Tidak mau. Aku ingin kamu yang belikan untukku!"


"Hah, baiklah" Mau tidak mau Kenzie turun dari mobil untuk membeli bubur ayam pesanan Risha


"Ini bibirnya. Sekarang kita jalan lagi" Risha tersenyum setelah Kenzie kembali dengan membawa bubur ayam dalam sterofom. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan


"Eh stop lagi, stop stop" Risha kembali menghentikan mobilnya padahal mereka belum lama memulai perjalanan


"Ada ketoprak. Belikan aku itu!" Pinta Risha pada Kenzie


"Kamu baru saja makan bubur ayam, dan itu juga tidak habis semua. Sekarang masih mau ketoprak?" Tanya Kenzie dengan nada heran


"Apa salahnya? Belikan aku cepat! Kamu yang beli, jangan suruh mereka!" Pinta Risha agar Kenzie tidak meminta pengawal yang beli


"Baiklah" Kenzie pun kembali turun untuk membeli apa yang Risha inginkan

__ADS_1


"Lihat saja Zie, aku akan terus mengerjaimu!" Gumam Risha dengan senyum yang terlihat jahat


__ADS_2