Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Siaran Langsung Kenzie


__ADS_3

Video siaran langsung yang dilakukan Kenzie langsung trending dengan ribuan penonton hanya dalam waktu singkat. Dia menunjukkan beberapa sketsa yang dibuat karyawannya untuk mendapatkan desain yang sekarang digunakan Teguh. Seketika dunia maya pun heboh membicarakan mengenai perebutan desain itu.


Tok tok tok


"Masuk!"


"Gawat, Pak!".


Seorang karyawan Teguh masuk dengan tergesa-gesa keruangannya hingga membuat dia sangat penasaran.


"Ada apa sampai kamu tergesa-gesa seperti itu?". Teguh yang tidak tahu situasinya menanggapi dengan sikap yang tenang sambil membaca dokumen ditangannya.


"Kantor kita sedang heboh sekarang. Lihatlah ini, Pak!".


Pemuda itu bicara sambil menunjukkan video siaran langsung yang dilakukan oleh Kenzie diperusahaan mereka.


"Apa ini?!". Teguh sangat terkejut dan bingung dengan apa yang sedang dibicarakan dalam siaran langsung Kenzie. Dia terus menatap ponsel milik karyawananya dan berusaha memahami situasi.


"Ini ... bukankah tempat ini sama persis dengan gedung perusahaan kita?". tanya Teguh berusaha memastikan tempat syuting yang diambil Kenzie.


"Benar, Pak. Ini ruang meeting yang ada dilantai bawah. Resepsionis mengatakan kalau pak Kenzie datang kemari untuk menemui anda, namun seperti yang anda katakan, mereka tidak mengizinkan pak Kenzie masuk dengan alasan kalau anda sedang rapat. Tapi pak Kenzie justru ...".


Pemuda itu menjelaskan dengan rinci dan juga berhati-hati karena takut kalau Teguh akan marah.


"Bodoh! Harusnya beritahu langsung jika Kenzie datang dan membuat keributan! Cepat kita pergi kesana sebelum keributan yang dia timbulkan semakin parah!"


"Baik!".


Teguh dan karyawannya itu langsung bergegas turun kelantai bawah untuk menemui Kenzie. Dia tidak tahu kalau kejutan besar sudah menantikannya disana.

__ADS_1


Tak berselang lama, Teguh pun tiba dilantai bawah, dia berjalan dengan langkah cepat menuju ruang meeting.  Disana ada banyak karyawannya yang berkumpul untuk melihat apa yamg dilakukan Kenzie. Mereka kini menatap Teguh dengan raut wajah khawatir dan penuh tanya, namun Teguh mengabaikannya dan terus saja berjalan keruang meeting.


"Apa-apaan semua ini?!". Teguh langsung masuk keruang meeting dimana Kenzie melakukan siaran langsung dan bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam.


"Oh, rupanya bintang utama kita telah hadir disini. Saya ingin menemui anda, tapi karena anda tidak ingin bertemu dengan saya... jadi saya menyiapkan pesta penyambutan untuk anda disini". Kenzie menoleh setelah mendengar suara Teguh dan menyapa dengan senyum lembut dibibirnya. Dia terlihat sangat tenang meskipun Teguh membawa aura yang seram bersamanya.


"Jika anda ingin bertemu dengan saya, kenapa tidak katakan saja secara langsung tanpa perlu membuat keributan seperti ini?".


Teguh bicara sambil melangkah perlahan mendekati Kenzie. Kenzie pun beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati Teguh tanpa mematikan siaran langsungnya terlebih dahulu. Namun Teguh mengira kalau Kenzie telah mengakhirinya karena semua pengawal Kenzie telah membereskan kamera dan juga proyektor, kecuali kamera tersembunyi yang ada pada Noey.


"Maafkan saya jika mengganggu anda, tapi saya sudah meminta izin untuk bertemu dengan anda pada patugas resepsionis itu, namun mereka bilang anda tidak dapat ditemui. Jadi saya menggunakan cara ini agar anda mau menemui saya". Kenzie menanggapi Teguh dengan sikap yang tenang dan senyum tipis dibibirnya, namun sorot matanya menatap Teguh dengan penuh kebencian.


"Sebenarnya ada perlu apa anda datang kemari? Jangan katakan kalau anda kemari untuk membuat keributan dikantor saya?!" Teguh bertanya dengan sikap yang dingin. Tidak ada keramahan atau senyum sedikit pun yang terlihat dari wajahnya


"Anda benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?" Kenzie tersenyum tipis saat dia bicara, dia bersikap tenang sambil duduk bersandar dengan kaki saling bertumpu dan kedua tangan disilangkan didada. Sorot matanya menatap tajam dengan aura yang mulai mengintimidasi.


"Saya ... saya ..." Teguh mulai terlihat panik dan terbata tidak bisa mengatakan apapun.


"Saya ... Saya ..."


"Sudahlah, aku sudah memberikan uang sesuai dengan jumlah yang anda minta, jadi kerjasama kita sudah selesai. Sekarang nona Deby tidak perlu ikut campur lagi dengan apa yang akan aku lakukan dengan desain itu"


"Baik. Kalau begitu anda jangan salahkan saya jika terjadi sesuatu. Seperti yang anda katakan tadi, kerja sama kita telah selesai"


Kenzie memutar rekaman percakapan antara dirinya dengan Deby yang dia dapat saat direstoran. Tentu saja itu tidak luput dari peran Noey yang jadi hacker handal kedua setelah Kenzo.


Teguh terkejut hingga mulutnya ternganga begitu lebar dan matanya membelalak tajam seakan siap melopat dari tempatnya.


"Kamu ...! Kamu menyadap teleponku?!" Teriak Teguh yang sudah mulai merasa tersudut.

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya mengambil rekaman pada bagian ini saja. Jika aku menyadap teleponmu, sudah pasti aku akan memiliki bukti lebih banyak tentang semua kejahatanmu. Sekarang, aku menuntut permintaan maafmu dan juga pengakuan kalau desain itu adalah milik perusahaan Kusuma!".


Kini Kenzie terlihat serius dengan sikap yang tenang dan dingin. Dia terlihat menyeramkam dengan tatapan matanya yang tajam.


"Kamu sengaja melakukan ini, kan?! Kamu hanya iri dan ingin menjebakku, kan?!". Teguh yang merasa panik terus saja mengelak dan berusaha menyalahkan Kenzie.


"Aku iri? Ya, aku iri karena kamu bisa dengan mudahnya mencuri desain orang lain dan menggunakannya tanpa rasa bersalah. Kamu itu pemimpin yang tidak kompeten atau mungkin karyawan disini yang tidak kompeten sampai harus menggunakan ide orang lain untuk membuat produk baru?!" Kenzie memicingkan mata saat dia bicara kemudian dia menatap tajam Teguh sambil menunjuk padanya dan menoleh pada karyawan disekitar mereka.


"Jangan sembarangan bicara! Itu adalah desain milik perusahaan kami. Kamu berusaha menjatuhkan perusahaanku dengan melemparkan tuduhan palsu, kan?". Tanpa memiliki rasa malu, Teguh terus saja berdebat dan berusaha menyangkal tuduhan Kenzie.


"Bodoh! Benar-benar keras kepala. Aku sudah memiliki bukti-buktinya. Lihatlah sendiri!" Kenzie memberikan sketsa awal desain tersebut pada Teguh. Juga beberapa bukti mengenai hubungannya dengan Deby.


"Ini tidak mungkin. Ini semua palsu!"


"Sampai kapan kamu akan terus mengelak? Jika kamu memang tidak becus mengelola perusahaan, maka sebaiknya tidak usah menerima jabatan sebagai seorang penerus. Bagaimana bisa pemimpin bodoh sepertimu memajukan perusahaan, kamu malah akan membuat perusahaan ini hancur!" Kenzie bicara dengan nada mencibir. Dia sama sekali tidak mempedulikan tatapan sinis Teguh padanya.


"Apa maksudmu?! Kamu berani merendahkanku?!" ujar Teguh yang terlihat kesal


"Bukan merendahkan, tapi itu adalah kenyataan. Dengan manajemen yang payah seperti ini dan juga berbagai kecurangan yang terjadi disini, bagaimana bisa para pemegang saham itu percaya padamu?!" Kenzie bicara dengan sinis sambil menunjuk pada dokumen yang telah dia persiapkan


"Ini... darimana kamu mendapatkan ini semua?" Teguh terlihat bingung karena Kenzie memiliki dokumen yang berisi tentang semua kecurangan yang dilakukan Teguh dan juga rekan diperusahaannya.


"Kamu tidak perlu tahu. Yang jelas ini bukan hal yang sulit untukku" Kenzie tersenyum manis dengan sikap yang tenang.


"Apa maumu sebenarnya?!" Teguh kini sudah semakin kesal pada Kenzie


"Sudah ku bilang kamu harus meminta maaf padaku dan juga mengkonfirmasi kalau desain itu adalah milik perusahaanku. Tapi itu tidak terlalu penting juga, karena buktinya sudah jelas kalau kamu dan Deby bekerjasama untuk mencurinya dari perusahaanku" ujar Kenzie dengan sikap acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan.


"Baiklah maafkan aku. Aku memang membelinya dari Deby, tapi tolong jangan sebarkan semua itu di media sosial, karena perusahaanku bisa hancur dalam sekejap" Teguh meminta maaf pada Kenzie dengan raut wajah terpaksa.

__ADS_1


"Eum... sayang sekali aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu. karena percakapan kita telah ditonton oleh banyak orang di negara ini. Bahkan mungkin ditonton di negara lain juga" Kenzie bersikap acuh tak acuh menanggapi Teguh sambil menggelengkan kepala disertai senyum menyeringai dibibirnya.


"Apa katamu?!"


__ADS_2