
Baru selesai Risha bicara dengan Diaz melalalui telepon. Sekarang telepon Risha kembali berdering
Drrtt drrt drrt
Dilihatnya layar ponsel tertulis nama Kenzo
"Ya, Zo" Sapa Risha saat menerima telepon dari Kenzo
"Bukannya foto itu saat kemarin bertemu dengan papimu?" Kenzo langsung bertanya mengenai foto
"Iya, itu diambil kemarin. Kamu pikir aku akan melakukan hal gila seperti itu?" Risha terdengar kesal membayangkan gosip tidak masuk akal tentangnya
"Mau aku bereskan?" Kenzo bertanya dengan sikap yang dingin
"Tidak. Aku saja yang bereskan. Jika aku tidak bisa, maka kamu boleh turun tangan" Risha menjawab dengan senyum ceria
"Padahal aku akan dengan senang hati menyelesaikan pembuat onar itu" Kenzo terdengar kecewa karena Risha tidak membiarkannya bermain-main
"Tidak. Aku akan menyelesaikan ini sendiri. Kamu cukup jadi penonton saja" Risha bicara dengan suara yang tegas
"Baiklah. Jika kamu butuh bantuan, katakan saja padaku"
"Tentu. Ya sudah, sampai jumpa" Kenzo dan Risha pun mengakhiri panggilan teleponnya
Drrt drrt drrt
Baru saja Risha meletakkan ponselnya diatas meja, ponsel Risha kembali berdering. Kali ini panggilan dari Kenzie
"Haah... dia pasti mau menanyakan hal yang sama" Gumam Risha sebelum menerima telepon Kenzie
"Halo, Zie"
"Sha, gosip itu …"
"Aku akan menyelesaikannya sendiri. Kamu cukup jadi penonton saja" Risha langsung memotong perkataan Kenzie sebelum dia selesai bicara
"Apa? Aku hanya ingin menanyakan siapa yang membuat gosip gila seperti itu?" Kenzie mengerutkan dahi heran dengan apa yang dikatakan Risha
"Kukira kamu akan bilang kalau kamu akan menyelesaikan masalah ini. Tadi papi dan Kenzo menghubungiku, mereka bilang akan menyelesaikan masalah ini. Karena itu aku langsung bilang padamu kalau aku akan menyelesaikannya sendiri" Risha menjelaskan alasan dia langsung bicara
"Owh … jadi mereka sudah menawarkan bantuan padamu? Ya sudah aku tidak akan menawarkan bantuan apapun lagi. Aku hanya akan menunggu cerita yang menyenangkan darimu saja" Kenzie bicara dengan acuh tak acuh
"Tentu, aku pasti menceritakan itu padamu. Aku harus mencari tahu dulu siapa yang telah berani melakukan ini padaku" Risha bicara dengan sorot mata yang tajam
__ADS_1
"Ya sudah aku tutup dulu. Aku akan mulai bekerja"
"Ya, semoga pekerjaanmu lancar"
"Hmn … sampai jumpa" Risha pun menutup telepon dari Kenzie
"Hah selesai, tinggal satu orang lagi. Aku yakin dia akan membicarakan ini saat makan siang nanti" Risha kembali bergumam membicarakan Rendra
"Aku harus tahu dulu siapa yang berani membuat postingan gila semacam ini" Risha pun membuka komputer di meja kerjanya dan mencari alamat IP postingan tersebut
"Ana Maria? Siapa itu Ana Maria?" Risha pun diam dan memikirkan nama pemilik IP tersebut
"Coba aku cari dulu saja informasinya" Risha pun mulai mencari informasinya namun dia tidak berhasil menemukannya
"Haah... tidak ada. Aku minta bantuan Kenzo saja untuk mencari informasinya" Kini Risha meraih ponselnya dan menghubungi Kenzo
Tuut tuut tuut
Risha tak perlu menunggu lama sampai Kenzo menjawab teleponnya
"Halo Sha" Terdengar suara tenang Kenzo daru seberang telepon
"Halo Zo. Apa kamu bisa membantuku?" Risha bertanya dengan nada yang sedikit manja
"Aku sudah mencari alamat IP postingan itu, tapi aku tidak dapat menemukan informasi pemiliknya. Apa kamu bisa mencarikannya untukku?"
"Kirimkan alamat IP-nya aku akan mencarikannya sekarang"
"Kenzo, kamu yang terbaik" Risha memuji Kenzo dengan senyum ceria nan manja
"Berhenti merayuku. Cepat kirimkan sekarang!"
Tuut tuut tuut
"Ah, dia langsung menutupnya begitu saja" Risha menggerutu pada Kenzo tapi kemudian dia mengirimkan alamat IP yang tadi dia dapat padanya melalui pesan singkat.
***
Tring
Kenzo langsung memeriksa pesan singkat yang baru saja diterimanya. Benar, itu adalah pesan singkat yang dikirima oleh Risha. Isinya adalah alamat IP dari orang yang memposting foto Risha dan Diaz. Dengan cepat Kenzo langsung membuka laptopnya.
"Zo, apa yang sedang kamu lakukan? Apa ada pekerjaan penting?" Safira yang duduk tidak jauh darinya bertanya dengan raut wajah bingung
__ADS_1
"Tidak, aku hanya ingin sedikit membantu Risha. Dia sedang mencari orang yang berani membuat cerita omong kosong hanya berdasarkan foto saja" Kenzo menunjukkan senyum tipis saat dia menjelaskan pada Safira. Namun Safira malah semakin bingung karena dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kenzo
"Cerita omong kosong?"
"Kamu belum buka sosial media ya?" Kenzo menatap Safira dengan tatapan curiga
"Hehe, iya. Aku bukan orang yang suka berselancar di jejaring media sosial. Isinya hanya orang-orang yang suka mengeluh dan menjelekkan orang lain saja" Safira menjawab dengan senyum canggung karena merasa tidak tahu apa-apa
"Tidak perlu dibahas. Apa kamu sudah minum obatmu?" Kenzo mengalihkan pembicaraan dan bertanya dengan nada yang lembut
"Sudah. Aku sudah meminumnya tadi. Kamu tidak perlu khawatir" Safira menjawab dengan senyum manisnya dan beranjak duduk disamping Kenzo. Dia memperhatikan jari jemari Kenzo yang bergerak dengan lincah diatas papam keyboard
"Gerakan tanganmu sangat cepat sekali. Bagaimana bisa seperti itu?" Safira terlihat kagum dengan gerakan lincah tangan Kenzo
"Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan laptop sejak kecil, jadi gerakan tanganku juga lebih cepat" Kenzo menjawab dengan sikap acuh tak acuh sambil terus fokus pada layar monitornya tanpa menoleh pada Safira
Safira tidak bicara lagi dan hanya memperhatikan Kenzo melakukan apa yang dia lakukan. Tak butuh waktu lama, dia sudah mendapatkan semua informasi mengenai orang yang membuat postingan tentang Risha
"Haah... Jadi dia orangnya?" Kenzo menunjukkan seringai liciknya sambil membaca informasi mengenai gadis itu. Diapun langsung mengirimkannya pada Risha melalui email
"Aku sudah mengirimkan informasi lengkapnya padamu melaui emai"
Tulis Kenzo dalam pesan singkatnya pada Risha
"Oke, makasih"
Balas Risha pada Kenzo
"Apa sudah selesai? Tanya Safira yang kini bersandar dibahu Kenzo
"Ya, sudah. Hemn... bagaimana kalau kita keluar? Aku merasa bosan hanya berada di kamar hotel saja" Kenzo menutup laptopnya dan menyarankan dengan senyum tipis
"Kita mau kemana? Bukannya kamu juga tidak terlalu mengenal kota ini?" Safira menatap Kenzo dengan tatapan penasaran
"Memang benar, tapi kita bisa cari tahu bersama kan?" Kenzo mengangkat kedua alisnya saat dia bertanya pada Safira
"Jangan menunjukkan ekspresi seperti itu! Aku mulai sedikit curiga jika kamu menunjukkan ekspresi licik begitu" Safira menanggapi dengan bibir mengerucut
"Aku? Ekspresi seperti apa? Maksudnya ekspresi tampan? Ini tidak bisa aku rubah sama sekali. Aku memang sudah tampan sejak lahir" Kenzo menanggapi Safira dengan sikapnya yang tenang dan senyum yang penuh kebanggan
"Cih, aku malas meladenimu!" Safira berdecih dan beranjak pergi meninggalkan Kenzo
"Kamu mau kemana? Kamu tidak bisa meninggalkan pacar tampanmu ini sendiri" Ujar Kenzo sambil berjalan mengikuti Safira dari belakang
__ADS_1
"Terserah. Aku tidak ingin meladenimu lagi" Safira terus berjalan tanpa menghiraukan Kenzo