
Noey mulai melacak CCTV disekitar lokasi restoran yang dimaksud oleh Kenzie. Baik itu CCTV yang terpasang disekitar jalan maupun CCTV yang terpasang digedung. Dia mencari kamera yang merekam jelas wajah para pelaku.
"Ketemu! Jadi mereka orangnya? Hanya orang bayaran saja" Noey tersenyum mencibir setelah melihat wajah kelima orang yang menyerang Kenzie. Kemudian dia kembali memainkan laptop miliknya untuk mencari informasi lengkap mengenai mereka. Hingga tak lama kemudian munculah foto dari setiap orang beserta informasi pribadinya.
"Cih hanya preman mata duitan saja!" Noey berdecih kesal setelah membaca setiap informasi dari orang-orang itu. Setelah itu dia beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan kantor
"Eh, kamu mau pergi kemana? Bukannya sebentar lagi kamu harus menghadiri rapat untuk menggantikan pak Kenzie?!" Deby berteriak pada Noey setelah melihat dia pergi tanpa mengatakan apapun padanya
"Haah ... dia selalu saja begitu. Bagaimana sekarang? Apa harus aku yang menggantikannya? Tapi jika anggota rapat yang lain bertanya ... apa yang harus aku katakan? Tapi jika aku bisa menghendel masalah ini maka pak Kenzie pasti akan bangga padaku" Deby berpikir dengan kemungkinan yang mungkin saja terjadi
Sementara itu Noey berkendara dengan keceparan tinggi untuk pergi ke tempat dimana orang-orang itu berkumpul. Dia terlihat sangat menakutkan lebih dari biasanya. Dari sorot matanya yang tajam terlihat jalau dia sangat marah saat ini. Dia mengingat apa yang pernah Zo katakan padanya
"Noey, kamu tahu aku.. Jika ada seseorang yang berani melukai oragku, maka jangan pernah berikan ampun. Kamu bisa melakukan apapun biar aku yang akan mengurus sisanya jika terjadi kekacauan"
"Zo, kamu mempercayakan saudara kembarmu untuk aku lindungi, jadi aku pasti akan melindungi dia apapun yang terjadi. dan sekarang ada yang berani mencoba melukai dia. Aku pasti akan dapatkan orangnya" Noey bicara pada dirinya sendiri sambil memegang mobil dengan sangat erat
Tuut tuut tuut
Dia menghubungi Kenzo saat akan tiba di tempat para pria itu berkumpul
"Ada apa Noey?" Terdengar suara Kenzo yang dingin dan tenang dari ujung telepon
"Kamu pernah mengatakan padaku kalau aku bebas melakukan apapun pada orang yang berani melukai orangmu. Apa aku harus membunuhnya atau hanya mematahkan tangan dan kakinya saja?" Noey bertanya dengan sikap yang dingin
"Tergantung. Bukannya sudah kubilang juga kalau mata dibayar mata. Tentu saja harus memberikan hadiah sesuai dengan apa yang telah dia lakukan. Tapi jika ganjarannya kamu dipenjara, maka itu sama sekali tidak pantas. Kalau kamu ingin membunuh orang, jangan kotori tanganmu sendiri. Tentu kamu mengerti dengan apa yang aku maksud" Zo bicara dengan sikap yang tenang dan dingin
"Memangnya siapa yang ingin kamu habisi? Apa ada hubungannya dengan Kenzie?" Zo kembali betanya dengan sikapnya yang acuh tak acuh
"Aku belum tahu mereka suruhan siapa, tapi mereka berusaha mencelakai Kenzie namun yang celaka justru pacarnya"
Seketika nada bicara Kenzo terdengar semakin dingin dan sinis
"Kalau begitu kamu harus melakukan hal yang sama pada orang yang membuatnya seperti itu. Jika perlu, lakukan lebih dari apa yang mereka lakukan. Aku tidak suka jika ada orang yang berani mengusik kekuargaku"
"Kamu tenang saja. Aku akan melakukannya sesuai dengan apa yang kamu katakan"
"Hati-hati dan kamu tidak boleh gegabah. Jika butuh bantuan hubungi aku, aku akan mencarikan bala bantuan untukmu" Zo bicara dengan senyum tipis yang terlihat menyeramkan.
"Tidak perlu, kurasa aku mampu melawan mereka"
"Baiklah, kalau begitu beritahu aku setelah kamu mengetahui dalang dibalik itu semua. Aku harus membuat mereka hancur sehancur-hancurnya" Nada bicara Kenzo kembali terdengar dingin dan menyeramkan
"Tentu. Sampai jumpa" Noey langsung menutup teleponnya dan kembali fokus bekendara.
Tak berapa lama dia tiba disalah satu rumah yang terlihat tua dan kurang terawat. Noey terdiam sesaat memperhatikan sekitarnya
"Apa ini tempatnya? Dimana mereka?" Noey pun turun dari mobil dan kembali mengawasi sekelilingnya
"Sial! Bagaimana bisa malah kita yang babak belur? Padahal hanya melawan sepasang muda mudi saja!" Salah satu dari pria yang menghadang Kenzie menggerutu kesal karena mereka dikalahkan
__ADS_1
"Kamu benar. Bos bilang kalau dia hanya anak rumahan yang tidak bisa berkelahi. Tapi nyatanya mereka sangatlah ahli" Ujar rekannya menimpali
"Yang jelas kita berhasil melukai gadis itu meskipun tidak berhasil membawa mereka berdua menemui bos. Kita tetap harus hubungi bos untuk memberitahu kabar ini" Teman mereka kembali menimpali
"Siapa yang menyuruh kalian melakukannya?" Tanpa basa basi, Noey langsung masuk dan bertanya pada mereka.
Kelima pria itu langsung menoleh dan bersikap waspada pada Noey
"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan disini?!" Tanya salah seorang pria
"Aku hanya ingin tahu siapa yang meminta kalian untuk melukai Kenzie?" Noey menanggapi dengan sikap dingin dan sorot mata yang tajam
"Kenzie? Kami tidak kenal dia!" Timpa salah satu dari mereka
"Sepasang kekasih yang kalian hadang di depan restoran. Siapa yang menyuruh kalian melakukannya?!" Noey masih terlihat sabar saat dia bertanya
"Oh mereka? Gadis bodoh yang rela terluka demi melindungi pacarnya" Sesorang dari mereka membicarakan Meisya dengan nada mencibir
"Katakan padaku siapa yang menyuruh kalian?!" Noey terlihat semakin kesal melihat sikap dari para pria itu
"Kalau kami tidak ingin memberitahumu, bagaimana?"
"Maka kalian harus terima akibatnya! Hiyat!"
"Hiyaaat!!!"
Bak buk bak buk
"Ternyata kamu tidak bisa dianggap remeh"
"Jangan kalian pikir aku akan takut melawan kalian semua. Kalian ini hanyalah sampah!" Noey mencibir dengan sikap yang tenang
"Kurang ajar! Kamu cari mati? Habisi dia!"
Set
Kelima pria itu akhirnya mengeluarkan pisau belati dari saku celana mereka
"Owh, jadi kalian ingin menggunakan senjata?" Noey kembali mencibir sebelum akhirnya dia mengeluarkan pistol
Ceklek
"Maju satu langkah, kaki kalian akan terkena timah panas ini" Ujar Noey dengan seringai tipis dan tatapan yang sinis
"Kamu … jangan macam-macam!"
"Tidak percaya?"
Dor!
__ADS_1
"Aw!"
Noey menembak kaki salah satu dari mereka hingga tergeletak ditanah
"Masih tidak percaya?!" Ujar Noey dengan sikap yang dingin
"Ti-tidak. Ka-kami …"
"Katakan siapa yang meminta kalian mencelakai Kenzie? Aku sudah tidak punya kesabaran" Kini Noey terlihat mengintimidasi dengan sorot matanya yang tajam dan nada bicaranya yang dingin
"Ber-Berly Wiguna. Kami diminta Berly Wiguna untuk membawa pemuda bernama Kenzie kehadapannya"
"Akan lebih bagus jika kalian mengatakannya dari tadi!" Noey langsung berbalik dan hendak pergi meninggalkan mereka. Namun salah satu dari mereka kembali berlari dan hendak menikam Noey dari belakang
"Jangan harap kamu bisa lolos! Hiyaat!"
Dor
"Awww!!" Noey dengan sigap berbalik dan menembak kaki pria itu
"Ternyata kalian tidak bisa diberi hati. Aku akan dengan adil membiarkan kalian semua merasakannya"
Dor! Dor! Dor!
"Aww!"
Akhirnya Noey menembak sebelah kaki mereka semua dan berbalik pergi meninggalkannya begitu saja
Tuut tuut tuut
"Halo. Apa kamu sudah tahu orangnya?" Kenzo langsung bertanya ketika menerima telepon dari Noey
"Ya, dia Berly Wiguna" Ujar Noey dengan sikap yang dingin
"Bagus. Tidak sia-sia aku memberikan kepercayaanku padamu. Jika tahu kemampuanmu semakin meningkat, aku pasti sudah menghubungimu sejak dulu" Ujar Zo dengan sikap yang dingin
"Kamu bisa sepenuhnya percaya padaku sekarang"
"Tentu, aku pasti akan selalu mencarimu dan Rendra untuk menangani urusanku dinegara A"
Tok tok tok
"Permisi pak Kenzo. Bu sheila sudah tiba disini" Pram memberitahu kedatangan Sheila sambil membukakan pintu untuknya
"Owh. Sepertinya dia akan menyerahkan dirinya sendiri" Ujar Kenzo pada Noey dengan senyum mencibir dan tatapan yang sinis saat melihat Sheila
"Apa?" Noey tampak bingung dengan aoa yang dikatakan Zo
"Tidak papa. Sheila Wiguna ada disini" Jawab Kenzo yang langsung menutup telepon dari Noey
__ADS_1
"Waah Sheila Wiguna malah masuk kandang singa dengan sukarela. Berapa hari keluarga Wiguna akan bertahan?" Noey pun tersenyum mencibir sambil menatap layar ponsel yang telah mati