Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Sifat Mami Yang Cerewet Jadi Keluar


__ADS_3

Kenzo sudah tiba di negara F. Dia langsung menghubungi Cheva begitu tiba dirumah yang dia beli


"Halo mih"


"Zo. apa kamu sudah sampai?" Terdengar suara Cheva yang sedang khawatir dari ujung telepon


"Iya mih. Aku sudah sampai. Ini baru saja tiba dirumah sekarang mau membereskan semuanya" Kenzo menjelaskan sebelum Cheva bertanya


"Rumah? Rumah siapa? Kapan kamu membeli rumah?" Cheva terdengar bingung saat Kenzo menjelaskan sudah membeli rumah


"Aku mencari rumah melalui perdagangan online. Jadi saat tiba disini aku langsung lihat rumahnya dan karena merasa cocok, jadi aku membelinya" Jelas Kenzo lagi pada Cheva


"Kamu tidak minta uang pada mami. Darimana kamu punya uang untuk membeli rumah?" Cheva kembali bingung mendengar ucapan Kenzo


"Mami, uang bulanan yang kalian berikan padaku itu cukup besar. Tentu saja aku bisa menyimpan uang itu karena tidak habis aku pakai dalam sebulan. Jadi aku tidak perlu meminta uang lagi pada kalian. Lagipula rumah yang aku beli itu rumah sederhana, harganya juga murah, cuma 250juta saja" Kenzo terus menjelaskan karena Cheva masih tidak tahu apapun


"250 Juta? Memang rumah seperti apa yang kamu beli? Kenapa murah sekali?" Tanya Cheva lagi penasaran


"Aku membeli rumah dengan 2 lantai. Ada 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang makan dan ruang tamu. Ada juga 1 ruangan yang bisa aku jadikan tempat buku dan penyimpanan. Oh disini juga ada balkonnya, jadi aku bisa bersantai sambil main game. Memang rumah ini tidak terlalu besar, tentu ini tidak bisa dibandingkan dengan rumah kita, tapi ini cukup nyaman dan lokasinya juga cukup strategis. Yang lebih penting, tidak terlalu padat penduduk. Jadi aku masih bisa menghindar dari kebisingan tetangga sekitar" Kenzo menjelaskan dengan tenang dan acuh tak acuh


"Tidak terlalu padat penduduk? Bagaimana dengan keamanannya? Bukankah itu malah rawan kejahatan? " Cheva mengernyitkan dahi mendengar penjelasan Kenzo


"Mami, aku bisa beladiri. Terlebih lagi, aku membawa senjata milikku, jadi mami tidak perlu khawatir. Toh selama ini juga aku selalu menang dalam pertandingan beladiri" Kenzo meyakinkan Cheva yang terdengar khawatir padanya


"Tapi disana kamu sendirian. Tidak ada penjaga, pengawal, maupun pelayan" Cheva kembali murung dan khawatir


"Ayolah mami, aku ini laki-laki dan bukan lagi anak kecil. Jadi mami berhentilah bersikap protektif padaku" Ujar Kenzo yang mulai kesal dengan sikap Cheva yang tiba-tiba protektif padanya


"Ya sudah, jika kamu butuh apa-apa segera hubungi mami"


"Baik mami. Mami sudah dulu ya, aku mau bereskan barangku dulu. Sampai jumpa mami" Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Cheva. Jika tidak maka pembicaraan mereka akan semakin panjang dan tidak ada habisnya

__ADS_1


"Huh, disaat seperti ini sifat mami yang cerewet jadi keluar kan. Menyebalkan!" Keluh Kenzo sambil mengehela napas


"Hmn... hubungi Kenzie sekarang tidak ya? Jika memberi kabar padanya sekarang ... sudah pasti pertanyaannya sama saja dengan mami, tidak akan ada habisnya. Tapi jika memberi kabar nanti … itu juga sama saja, bahkan lebih parah. Haah membuatku pusing saja. Mami dan Kenzie kan sama saja cerewetnya" Kenzo yang kebingungan akhirnya langsung menghubungi Kenzie


Tuut tuut tuut


"Halo Zo" Terdengar suara Kenzie setelah beberapa kali dering


"Halo Zie. Aku sudah sampai. Sekarang aku mau membereskan tempat tinggalku" Kenzo langsung bicara pada intinya tanpa basa basi


"Kamu sudah dapat tempat tinggal?"Tanya Kenzie heran


"Ya, sebelum kesini aku sudah mencari rumah. Dan saat aku tiba aku langsung pihat rumah yang sudah aku pesan sebelumnya. Karena cocok, jadi langsung aku bayar" Terang Kenzo pada Kenzie


"Zo, apa kamu baik-baik saja?" Suara Kenzie terdengar khawatir


"Ayolah Zie, ini baru beberapa jam sejak aku meninggalkan negara A. Jangan bilang kalau kamu sudah merindukan aku?" Tanya Kenzo dengan senyum bangganya


"Zie, kita jarang sama-sama. Kita juga sudah dewasa dan saat waktunya nanti, kita juga akan membina rumah tangga masing-masing, tidak mungkin jika kamu terus saja menempel padaku. Disana juga ada Risha yang biasa menemanimu" Kenzo berusaha memberi pengertian pada Kenzie


"Ah, Sejak tiba dikampus, Risha meninggalkan aku sendiri. Katanya dia diperpustakaan. Sejak kamu berangkat sekarang dia mulai mengabaikanku" Kenzie mengeluh pada Kenzo


"Cih, berhenti bersikap seperti itu. Kamu bukan anak gadis yang harus aku lindungi. Dan Risha... mungkin memang tidak membutuhkanmu" Kenzo berdecih kesal dengan sikap manja Zie


"Hei apa maksudmu dia tidak membutuhkanku?!"


Tut tut tut


"Zo! Zo!" Karena tahu kalau Kenzie akan marah, Zo langsung menutup tanpa ada ucapan penutup atau apapun


"Haah... dasar Kenzo, selalu saja menutup telepon padahal aku belum selesai bicara" Gerutu Kenzie sambil menatap ponselnya

__ADS_1


Kenzo membereskan rumahnya yang masih berantakan sebelum dia merapikan barangnya


"Sepertinya aku harus membeli beberapa barang. Tapi nanti saja lah, aku lapar jadi harus cari makanan lebih dulu" Ujar Kenzo setelah melihat sekeliling rumahnya bersih.Diapun bergegas keluar rumah untuk mencari makanan.


Ada sebuah swalayan kecil tidak jauh dari rumahnya. Kenzo membeli beberapa mie instan dan semua kebutuhan yang diperlukannya. Saat Kenzo selesai memilih barang yang akan dia beli. Dia melihat seorang gadis yang gelagatnya terlihat aneh. Kenzo mengernyitkan dahi dan tersenyum tipis melihat gadis itu


"Aneh, kenapa dia berpakaian seperti itu? Apa dia sedang main jadi mata-mata?" Pikir Kenzo melihat gadis aneh itu. Dia memakai dress selutut dilengkapi dengan coat yang sedikit lebih pendek dari dressnya. Memakai kacamata hitam dan juga masker untuk menutupi bagian wajahnya. Dia juga mengenakan topi bulat untuk menutupi rambut hitam panjangnya dan terus menundukkan kepala


Gadis itu membeli minuman dan juga beberapa makanan ringan, dia sama sekali tidak berbicara saat membayar barang belanjaannya. Dia berdiri didepan Kenzo. Karena sedang terburu-buru gadis itu lupa untuk mengambil dompet yang sebelumnya diletakkan diatas meja kasir.


"Eh nona dompetnya" Ujar kasir saat gadis itu sudah melangkah keluar toko dengan cepat


"Biar saya saja, tolong itung punya saya* Kenzo dengan cepat berlari mengejar gadis itu


"Nona tunggu! Dompet anda tertinggal!" Teriak Kenzo pada gadis yang sudah masuk ke dalam mobil


"Oh iya. Terimakasih" Ujarnya dengan suara yang lembut


"Sama-sama" Kenzo kembali berbalik ke toko untuk membayar barang belanjaan miliknya


"Tampan, tapi apa dia tidak penasaran ya dengan wajahku? Kenapa dia langsung pergi begitu saja?" Pikir gadis itu menatap Kenzo


"Memangnya dia mau bertindak tidak sopan dengan memaksa kakak membuka masker dan kaca mata di depannya? Eh memangnya dia tampan ya? Aku tidak melihatnya tadi" Jawab seorang gadis yang duduk di kursi samping supir. Dia tidak terlalu memperhatikan wajah Kenzo


"Dia sangat tampan. Tapi yang kamu katakan itu benar juga. Tidak mungkin dia tiba-tiba memintaku membuka masker dan kaca mataku. Sudahlah. Ayo jalan pak!" Pintanya pada supirnya


"Baik nona" Pak supir langsung menuruti perintah manjikannya dan mulai mengemudikan mobil meninggalkan area swalayan


"Kak, nanti setelah dari jumpa fans disini kita masih ada syuting iklan. Jadi kakak sebaiknya istirahat dulu saja" Ujar sang asisten, Tiara


"Ya beginilah kalau jadi orang cantik. Waktu istirahatku benar-benar tersita untuk menyenangkan orang lain" Ujar gadis yang sebelumnya mengenakan masker dengan menggelengkan kepala dan mengerucutkan bibir manja

__ADS_1


"Cih, kak Safira terlalu narsis" Tiara tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat bosnya


__ADS_2