Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Rencana Pernikahan Risha Dan Rendra


__ADS_3

“Apa?” Risha sangat terkejut setelah mendengar dari Rendra mengenai gadis yang disukai Noey. Dia memicingkan mata tak percaya dengan tatapan heran.


“Kenapa reaksimu seperti itu?” Rendra tersenyum dengan nada yang lembut setelah melihat reaksi yang ditunjukan Risha.


“Aku hanya merasa … ini seperti tidak masuk akal. Kurasa saat kejadian waktu itu, itu adalah pertama kalinya Noey bertemu dengan Mariana, bagaimana dia bisa langsung menyukainya? Apa cinta pandagan pertama itu


benar-benar bisa terjadi?” ujar Risha dengan nada yang bingung.


“Kenapa tidak mungkin? Tentu saja itu bisa terjadi pada mereka. Noey bukan orang yang akan dengan mudahnya menyukai seseorang. Hanya saja aku ragu, apa dia benar-benar menyukai gadis itu atau hanya iba saja karena apa yang telah gadis itu lalui?” ujar Rendra dengan nada yang murung.


“Entahlah. Aku selalu merasa kalau cinta pada pandangan pertama itu hanyalah sebuah gombalan untuk menarik hati perempuan saja, jadi aku tidak terlaku percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama” ujar


Risha dengan nada yang acuh tak acuh


“Sudahlah. Lupakan tentang masalah cinta pada pandangan pertama itu. Aku ingin tahu seperti apa gadis bernama Mariana itu?” Rendra mengalihkan pembicaraan dan bertanya tentang Mariana


“Ehm … Aku masih belum kenal betul bagaimana orangnya, tapi dari yang aku tahu sepertinya dia adalah gadis yang baik” Risha menjawab dengan sedikit ragu-ragu mengenai Mariana.


“Apa aku bisa mendapatkan jadwal kerjanya? Aku ingin membuat dia dekat dengan Noey” ujar Rendra dengan sikap yang tenang.


“Kamu yakin mau mendekatkan mereka berdua?" tanya Risha dengan nada bicara yang tidak percaya.


“Sayang, Noey itu salah satu teman baikku. Aku tidak bisa melihat dia terus saja murung dan dilanda kebingungan. Aku hanya akan memberikan jadwalnya dan biarkan dia sendiri yang menentukan langkah kedepannya. Aku tidak akan ikut campur dengan berlebihan” Rendra kembali menjelaskan dengan lembut pada sang kekasih mengenai apa yang akan dia lakukan.


“Baiklah, nanti aku akan mengirimkan jadwal kerja Mariana padamu. Tapi ingat untuk tidak ikut campur terlalu jauh. Mariana mungkin masih belum bisa menerima kehadiran pria lain karena kejadian sebelumnya, tapi jika Noey menunjukkan ketulusannya … bukan tidak mungkin jika Mariana akan kembali tergerak untuk membuka hatinya” ujar Risha yang bicara dengan sedikit serius.


“Iya, aku mengerti. Lupakan masalah mereka berdua. Sekarang, kita harus membicarakan masalah kita sendiri”.


Risha memicingkan mata ketika Rendra mengatakan tentang masalah mereka berdua.


“Masalah kita berdua? Memangnya ada masalah apa diantara kita?” Tanya Risha dengan nada bicara yang bingung

__ADS_1


“Masalah pernikahan kita. Aku pernah bilang padamu untuk memikirkan tangggal pernikahan, apa kamu sudah menemukan tanggal yang kamu inginkan? Jika tidak, maka aku yang akan memilih tanggal pernikahan kita” Rendra bicara dengan sikap yang tenang disertai senyum manis dibibirnya.


Risha terdiam dengan jantung yang berdegup kencang.


“Bagaimana aku bisa menentukkan tanggalnya, jika terlalu cepat maka kamu akan berpikir aku sudah tidak sabar, tapi jika terlalu lama


pasti kamu akan bilang kalau aku tidak ingin menikah denganmu” pikir Risha yang tidak tahu harus berkata apa pada Rendra


“Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan?” tanya Rendra lagi karena Risha hanya diam saja.


“Mendengarkan. Tentu saja aku mendengarkan perkataanmu. Aku masih tidak memiliki tanggal yang aku inginkan. Kamu saja yang tentukan. Aku pasti akan setuju" ujar Risha yang memang tidak ingin memutuskan tanggal pernikahan mereka.


“Apa benar aku boleh pilih tanggalnya?” Rendra bertanya dengan seringai tipis dibibirnya seakan dia telah memiliki sebuah rencana.


“Kenapa nada bicaramu seperti itu?Mencurigakan sekali?” tanya Risha dengan senyum megejek Rendra.


“Tidak ada. Karena kamu sudah membiarkan aku yang memutuskan tanggal pernikahan kita, maka aku akan memberitahumu rencanaku”


“Ya, aku sudah memikirkan tanggal ini cukup lama, jadi aku sudah sangat yakin untuk melangsungkan pernikahan pada saat itu”


“Memangnya tanggal berapa?” Risha bertanya dengan nada yang terdengar menantang.


“22 Juli 2022” jawab Rendra dengan sikap yang tenang dengan senyum yang manis.


“Apa katamu?! Kamu gila?! Itu artinya hanya tinggal 1 bulan. Kamu pikir pernikahan itu begitu mudah?! Ada banyak hal yang harus kita


siapkan. Mulai dari gaun pengantin, tempat resepsi, tamu undangan dan yang lainnya. Apa


kamu berencana untuk melakukan pernikahan tersembunyi seperti Kenzo?”. Awalnya Risha terdengar terkejut sampai dia juga meninggikan suaranya, namun tak lama kemudian dia kembali bersikap tenang.


“Seperti Kenzo? Tentu saja tidak. Aku ingin pernikahan kita dibuat semeriah mungkin. Aku ingin seluruh negeri ini tahu kalau kamu adalah milikku”. Rendra bicara dengan penuh kebanggaan atas apa yang dia katakan.

__ADS_1


Risha tersenyum mendengar ucapan sang kekasih. Kemudian dia kembali bertanya dengan sikap yang tenang.


"Bagaimana kamu akan membuat pesta yang meriah? Sementara identitasku masih belum diumumkan”. Risha terdengar bingung dengan apa yang direncanakan Rendra.


“Kenapa kamu harus bingung? Kamu lupa kalau aku ini Rendra Adelio Dirga, tentu saja bukan hal yang aneh kalau aku menggelar pesta pernikahan yang meriah”. Rendra bicara dengan nada yang sombong


“Kamu ini sangat bangga sekali dengan identitasmu ya?” Risha mencibir sikap Rendra yang sombong karena identitas yang dia miliki.


“Tentu saja. Karena identitasku ini aku tidak merasa terlalu buruk untuk bisa bersanding dengan seorang Arisha Nedzara Kusuma. Meskipun aku tahu siapapun yang akan jadi pasanganmu tetap saja akan dibenci oleh ayahmu” ujar Rendra dengan sikap acuh tak acuh dan kedua bahu diangkat bersamaan.


"Ya, kamu benar. Mau bagaimanapun papi tidak akan suka jika aku menikah. Lalu bagaimana kamu akan membujuk papi supaya setuju dengan pernikahan kita? Terlebih lagi waktu yang kamu tentukan hanya 1 bulan dari sekarang" Risha memicingkan mata saat dia bicara pada Rendra.


"Ehm... aku tidak akan meminta izin pada om Diaz melainkan pada ibumu saja. Karena sampai kapanpun aku tidak akan dapat izin darinya. Aku tidak ingin mengambil resiko untuk kehilanganmu, jadi cari yang aman saja" Rendra bicara dengan sikap acuh tak acuh.


"Dasar tidak tahu malu" ujar Risha yang tersenyum sinis.


"Lebih baik tidak tahu malu daripada tidak memilikimu disampingku" Rendra menanggapi Risha dengan kata-kata gombal sambil tersenyum menggoda Risha


"Haah gombal. Semakin lama kamu semakin pandai menggombal. Bisa-bisa aku terbang tinggi saat berada disebelahmu" Risha tersipu malu mendengar ucapan Rendra


"Tidak perlu takut karena aku tidak akan membiarkanmu terbang menjauh dariku. Aku akan menangkapmu kemanapun kamu pergi"


"Sekarang... aku terdengar seperti burung yang dikurung dalam sangkar emas"


"Bukan cuma sangkarnya saja yang emas. Aku akan menghias semuanya dengan barang mewah, jadi kamu tidak akan pernah memiliki niatan untuk meninggalkan sangkar yang sudah aku siapkan" Rendra menanggapi Risha dengan penuh percaya diri


"Aku harus mulai mempersiapkan diri untuk selalu berada didalam sangkar emasmu mulai dari sekarang" Risha menanggapi dengan nada mengeluh.


"Ini akan jadi tantangan terbesarku agar kamu tidak berusaha kabur dari sisiku"


"Aku tunggu kerja kerasmu" jawab Risha penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2