Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Memulai Rencana


__ADS_3

"Selama berada disini, kalian akan tinggal dimana?" Kenzie dan  yang lainnya masih berada ditempat Safira hingga larut malam. Mereka menceritakan banyak hal tentang Kenzo dan keluarga Kusuma


"Hmn ... kami berencana untuk tinggal dirumah nenek selama disini. Tapi karena Kenzo belum mengetahui kedatangan kami, sepertinya kami akan menginap di hotel untuk sementara waktu sampai semuanya terbongkar" Kenzie menjawab dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah


"Bagaimana kalau kalian tinggal disini saja? Disini ada 3 kamar tidur. Kita bisa berbagi kamar? Meisya dan Risha bisa tidur dikamarku dan kalian tidur di kamar lainnya?" Safira menyarankan dengan sikap yang tenang


"Aku tidak keberatan, tapi bagaimana dengan kalian?"Risha menanggapi Safira kemudian menoleh pada yang lain untuk mendapat pendapat mereka


"Boleh juga. Lagipula hari ini aku sangat lelah. Jika masih harus pergi kehotel rasanya ..." Kenzie mengangguk setuju dengan apa yang disarankan Safira


"Bagaimana jika Zo tiba-tiba datang kemari?" Rendra bertanya dengan sikapnya yang dingin


"Kalian tinggal bersembunyi. Lagipula, bukannya kalian memintaku mengabaikan dia beberapa hari ini? Kurasa dia tidak akan sampai datang kemari"


"Bagaimana?" Mereka kembali berunding untuk menentukan keputusan akhirnya


"Baiklah kita tidur disini saja. Kurasa tidak akan ada masalah hanya beberapa hari saja"


"Kalian semua pasti lelah, sebaiknya kalian istirahat. Tiara, tolong antar mereka ke kamar tamu. Meisya dan Risha bisa ikut denganku"


"Baik kak" Tiara mengangguk dengan senyum lembut dan menunjukkan jalan untuk para pria menuju kamar tamu


"Tapi ... kamar tamu ada diatas? Bagaimana anda bisa kesana?" Tiara terlihat ragu saat akan menunjukan kamar pada Rendra dan yang lainnya


"Tenang saja, aku sudah mulai membaik. Kamu bisa bantu aku kan Bil?" Rendra menjawab dengan senyum tipis dan sikap yang tenang


"Tentu pak" Billy pun membantu Rendra berdiri dan memapahnya naik ke lantai 2


"Kamu sudah bisa berdiri Ren?" Noey bertanya dengan sikap acuh tak acuh


"Ya, hanya perlu melanjutkan terapi untuk melatih berjalan dengan benar saja" Rendra kembali menjawab dengan sikapnya yang tenang


"Apa benar itu tidak papa?" Meskipun selalu bersikap seenaknya kali ini Noey terlihat khawatir pada Rendra


Rendra tersenyum melihat sikap Noey


"Ini benar  baik-baik saja. Sepertinya tidak lama lagi aku akan kembali berjalan dengan normal. Benarkan Bil?" Rendra meminta pernyataan Billy mengenai kondisi kakinya yang memang sudah lebih baik dari sebelumnya


"Benar. Kondisi kakinya sudah lebih baik. Hanya tinggal melakukan terapi untuk melatih kekuatan kaki agar bisa berdiri dengan stabil. Mungkin setelah itu pak Rendra tidak membutuhkan kursi roda lagi meskipun harus berganti menggunakan tongkat untuk sementara waktu" Billy menjelaskan kembali mengenai kondisi kaki Rendra

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Jadi aku tidak perlu melihatmu hanya duduk tenang diatas kursi roda itu" Noey kembali bicara dengan sikapnya yang acuh tak acuh


"Sepertinya kamu sangat memperhatikan Rendra? Apa kamu menganggap Rendra dan Zo itu lebih dari saudara? Kamu sangat bergantung pada mereka berdua" Kenzie menggoda Noey dengan senyum yang lembut


"Tidak. Mereka hanya sekedar teman yang banyak berjasa bagiku saja" Noey menanggapi Kenzie dengan sikap acuh sambil memalingkan wajah karena malu. Tentu saja itu membuat Kenzie dan Rendra tersenyum


"Ini kamar kalian. Meskipun tidak pernah digunakan tapi selalu dijaga agar selalu bersih" Tiara sedikit menjelaskan mengenai 2 kamar yang saling berdampingan itu


"Baiklah. Terimakasih" Kenzie menanggapi dengan senyum yang ramah


"Ya, selamat beristirahat" Tiara mengangguk dan pergi meninggalkan para pria itu dan kembali menemui Safira


"Apa kamu sudah mengantar mereka ke kamarnya?" Tanya Safira yang masih duduk diruang keluarga setelah mengantar Meisya dan Risha ke kamar


"Iya kak. Aku akan pulang sekarang. Sepertinya besok aku akan datang sedikit terlambat. Lagipula kakak tidak ada jadwal untuk besok" Tiara bicara sambil meraih tas miliknya


"Kalau begitu kamu tidak perlu kemari. Kamu bisa istirahat dan kemari lusa saat jadwal pemotretanku dengan majalah itu"


"Baiklah. Selamat malam kak. Jangan begadang!" Tiara mengingatkan Safira sambil berlalu pergi


"Yah sebaiknya aku juga pergi tidur" Safira beranjak dari sofa dan kembali ke kamarnya dimana Risha dan Meisya berada


Tuut tuut tuut


"Kenapa dia tidak menerima telepon dariku? Biasanya Fira akan langsung menerimanya meskipun hanya sebentar" Seperti biasanya, Kenzo menghubungi Safira pada pagi hari karena mereka tidak bisa bertemu saat Kenzo harus pergi ke kantor pagi-pagi


"Sudahlah, nanti siang saja aku hubungi lagi setelah rapat" Kenzo pun meletakan ponselnya dan mulai mempelajari materi yang akan dibahas ketika rapat


"Ini tidak benar. Rasanya sedikit aneh karena aku terbiasa menghubunginya setiap hari. Apa dia baik-baik saja? Aku kirim pesan singkat saja" Kenzo tidak bisa fokus saat mempelajari dokumen ditangannya. Dia terus memikirkan Safira karena khawatir pada kesehatannya dan juga tidak terbiasa diabaikan oleh Safira


"Sayang, apa kamu belum bangun? Apakah baik-baik saja? Apa kamu memiliki jadwal hari ini? Aku terus menghubungimu tapi kamu tidak menerima panggilanku" Kenzo mulai panik dan terus bertanya dalam pesan singkatnya untuk Safira


"Permisi pak. Rapatnya akan dimulai" Zack memberitahu Kenzo mengenai rapatnya dengan para staf


"Ya, ayo kita kesana" Kenzo pun mengalihkan pandangannya dari ponsel dan membawa dokumen serta ponselnya keruang rapat


***


Ditempat Safira

__ADS_1


Safira sedang sarapan bersama Kenzie dan yang lainnya saat Kenzo menghubunginya


Drrt drrt drrt


"Kenzo meneleponku. Ini biasa dia lakukan karena kami tidak bisa bertemu saat dia harus pergi kekantor" Ujar Safira ketika Kenzo menghubunginya


"Biarkan saja" Kenzie menanggapi dengan tenang


"Jangan diangkat!" Risha pun menjawab dengan cepat


"Baiklah" Safira tersenyum dan menuruti keinginan Kenzie dan yang lainnya. Kenzo berkali-kali menghubungi Safira namun Safira tidak mengangkat panggilan telepon dari Kenzo sekalipun


"Berisik sekali. Bagaimana bisa gunung es itu bersikap berlebihan?" Noey bicara dengan sinis mengetahui kalau Kenzo terus menghubungi Safira


"Kalau begitu akan aku silent saja"


Tring


"Eh" Safira menerima pesan singkat dari Zo ketika dia akan mengganti teleponnya dengan mode silent


"Sayang, apa kamu belum bangun? Apakah baik-baik saja? Apa kamu memiliki jadwal hari ini? Aku terus menghubungimu tapi kamu tidak menerima panggilanku" 


"Apa itu pesan dari Zo? Abaikan saja!" Ujar Risha dengan sikap sinis


"Ya, ini dari Kenzo" Safira menanggapi dengan tenang dan hanya membacanya tanpa membalasnya


"Kalian bisa bayangkan betapa paniknya dia. Kamu ingat Sha saat kecil kita pernah membohonginya dan mengatakan kalau kamu jatuh dan terluka?"


"Ya, aku ingat. Dia meninggalkan konsol gamenya dan datang mencariku. Padahal kalau kita mengajaknya bermain dia selalu mengabaikan kita. tapi konsentrasinya dan ketenangannya akan hancur saat mengatakan kalau kita terluka"


"Ya, kamu akan membesar-besarkannya meskipun itu luka kecil hanya untuk mengganggunya" Kenzie dan Risha sedang membicarakan bagaimana paniknya Kenzo jika seseorang yang dekat dengannya terluka


"Ya, begitupun saat aku jatuh dari balkon waktu itu. Kenzo yang berada disini langsung pulang ke nagara A karena peduli padaku" Rendra pun menambahkan ceritanya tentang Kenzo


"Jadi begitu. Meskipun sikapnya terlihat dingin, dia memiliki hati yang lembut" Safira tersenyum mendengarkan cerita mengenai calon suaminya yang sekarang tidak dia ingat lagi


"Dia bilang kami saling mengenal saat dia masih kuliah dan bekerja di restoran kecil. Itu waktu yang lama, mungkin kami menghabiskan banyak waktu menyenangkan yang tidak bisa aku ingat" Safira terlihat bersedih saat dia harus mengingat kalau semua kenangannya dengan Zo sebelum operasi tidak ada yang tersisa


"Tidak perlu khawatir. Itu hanya kenangan saja. Sekarang kamu sudah sembuh dan kalian bisa membuat banyak kenangan baru bersama nantinya" Kenzie menenangkan Safira yang tertunduk dengan wajah sedih

__ADS_1


"Ya, kamu benar. Kali ini aku tidak akan kehilangan ingatanku lagi" Ujar Safira yang kembali tersenyum


__ADS_2