Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kemarahan Kenzo


__ADS_3

"Tiara, apa yang terjadi?" Tanya Kenzo ketika dia baru saja tiba dilokasi hilangnya Safira. Kenzo membawa beberapa anak buah Ji bersamanya.


"Kak Kenzo. Aku tidak tahu bagaimana kejadiannya, tapi kak Gilang bilang kalau kak Safira jatuh kelaut dari tebing yang cukup tinggi ... hiks... hiks... " Tiara bercerita dengan derai air mata dan isak tangis yang tak kunjung berhenti


"Tenanglah, kita pasti akan menemukan Safira" Kenzo menenangkan Tiara dengan sikapnya yang dingin.


"Kalian dengarkan? Berpencar cari Safira dan minta juga tim SAR untuk membantu. Ini sudah sore, apapun yang terjadi, cari Safira sampai ketemu" Kenzo memberi perintah dengan sikapnya yang tegas


"Baik tuan muda" Kenzo tidak mempedulikan panggilan anak buah Ji padanya dihadapan banyak orang. Dia hanya memikirkan keselamatan Safira


"Tuan muda? Siapa dia sebenarnya?" Pikir Manda setelah melihat Kenzo


"Tunggu! Kamu pacarnya Safira? Aku Manda temannya Fira" Manda mendekati Kenzo dan bicara dengan nada yang manja dan senyum yang manis sambil mengulurkan sebelah tangannya. Kenzo hanya menatapnya dengan sinis kemudian berbalik pergi meninggalkan Manda


"Tunggu! Kenapa kamu mengabaikanku? Itu sama sekali tidak sopan!" Manda berteriak dengan kesal pada Kenzo


"Aku tidak punya waktu meladeni omong kosongmu itu!" Jawab Kenzo dengan dingin dan sorot mata yang tajam kemudian beranjak pergi meninggalkan Manda


"Tuan muda, ombaknya cukup besar dan hari sudah semakin gelap, akan sulit bagi kita untuk melakukan pencarian" Salah satu pengawal melapor pada Kenzo dengan ragu-ragu setelah cukup lama mereka mencari.


"Kalau begitu kalian hentikan pencarian, biar aku sendiri yang mencarinya"Jawab kenzo sambil berlalu pergi meninggalkan anak buah Ji


"Tidak tuan muda, kami akan ikut mencari dengan anda" Mereka pun kembali ke laut untuk mencari Safira. Mereka membawa peralatan menyelam lengkap dan senter. Ada sekitar 5 orang anak buah Ji yang ikut dengan Kenzo, dan dibantu dengan tim SAR yang juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian.


Kenzo terus ikut mencari Safira, selain menggunakan perahu boat, Kenzo juga meminta tim sar mencari dengan menggunakan helikopter


"Masih belum ada hasilnya, kita tidak bisa mencari lagi sekarang. Ombak semakin besar dan ini juga sudah sangat larut" Tim sar meminta Kenzo untuk berhenti dulu melakukan pencarian karena sekarang sudah tengah malam dan cuaca juga tidak mendukung" Sesaat Kenzo terdiam. Dia juga tidak bisa membahayakan banyak orang untuk melakukan pencarian, tapi dia juga sangat khawatir pada Safira


"Baiklah, pencarian akan dilakukan lagi saat matahari terbit, kalian istirahatlah dulu" Ujar Kenzo dengan sikapnya yang tenang.


"Baik" Semua tim sar dan anak buah Ji pergi beristirahat ditempat yang telah disediakan . Sementara Kenzo masih terus berada diluar karena dia merasa khawatir dengan Safira


"Kamu dimana Ra? Ini sudah berjam-jam sejak kamu jatuh kelaut. Kuharap kamu tidak papa" Gumam Kenzo yang terus menatap ke laut lepas.


Drrt drrt drrt

__ADS_1


Saat pikirannya sedang kalut, Kenzie dengan kebetulan menghubunginya. Mereka selalu melakukan video call bertiga dengan Risha hampir setiap hari


"Zo, kenapa kamu ditempat gelap? Ada suara ombak juga, kamu dimana?" Kenzie bertanya dengan wajah bingung


"Benar, bukannya tempat tinggalmu jauh dari laut ya? Apa kamu sedang liburan?" Risha pun ikut bertanya dengan wajah penasaran


"Aku ada di lokasi syutingnya Safira. Dia jatuh ke laut dan sampai sekarang belum ditemukan. Padahal aku sudah mencarinya sejak sore tadi" Kenzo menunjukkan wajah yang sedih pada Kenzie dan Risha


"Apa? Safira jatuh ke laut? Bagaimana bisa?" Kenzie dan Risha sangat terkejut mendengar kalau Safira sedang dalam musibah dan saudaranya ini sangat kesusahan


"Aku juga tidak tahu. Tadi asistennya yang memberitahuku, karena itu aku langsung minta izin pada nenek untuk tidak bekerja dan langsung datang kamari" Kenzo kembali menjelaskan pada Kenzia dan Risha dengan raut wajah sedih


"Tenanglah Zo. Safira pasti akan baik-baik saja. Tidak akan terjadi sesuatu padanya" Kenzie dan Risha secara bergantian menghibur Kenzo yang sedang sedih


"Manda, bagaimana ini? Sampai sekarang Safira belum juga ditemukan. Ini semua salahmu. Jika saja waktu itu kamu tidak memaksaku untuk membawa Safira pergi, maka ini tidak akan terjadi" Tanpa disengaja, Kenzo mendengar pembicaraan Manda dan Gilang. Sorot matanya langsung berubah tajam dan tangannya mengepal dengan keras


"Hsst ... Pelankan suaramu! Tidak usah membahasnya lagi. Anggap saja kamu tidak melakukan apapun padanya. Lagipula dia yang jatuh sendiri, bukan kita yang dorong kan? Jadi itu bukan salah kita" Manda menutup mulut Gilang dan bicara dengan nada berbisik padanya


"Zo, apa yang terjadi?" Risha bertanya karena Kenzo diam saja


"Tenang dulu Zo. Kamu harus temukan Safira dulu. Urus mereka setelah Safira ketemu!" Kenzie berusaha menenangkan Kenzo agar tidak gegabah


"Kenzie benar. Kamu harus fokus dulu pada pencarian Safira. Urus dua orang itu setelah Safira ditemukan" Risha pun ikut menenangkan Kenzo agar tidak gegabah


"Tidak bisa. Mereka juga harus merasakan apa yang dirasakan Safira. Mereka berdua harus mengakui kesalahan mereka pada Safira" Nada bicara Kenzo dingin dan penuh amarah. Sorot matanya tajam dan tangannya mengepal dengan keras


"Ya sudah, jika kamu butuh bantuan, hubungi kami" Ujar Zie dengan sikapnya yang tenang dan hangat


"Hmn"


"Hoam ... aku sudah mulai mengantuk. Sudah dulu teleponnya, besok aku harus berangkat pagi-pagi"


"Aku juga sama. Semoga Safira cepat ketemu. Sampai jumpa"


"Hmn ... sampai jumpa" Kenzo, Kenzie dan Risha pun menutup telepon diantara mereka bertiga

__ADS_1


"Aku punya pekerjaan untuk kalian" Kenzo menghubungi anak buah Ji untuk meminta mereka melakukan sesuatu


"Ada apa tuan muda" Tanya salah satu pengawal Ji


"Bawa Manda dan Gilang ke villa ku. Jangan sampai ada orang lain yang tahu" Kenzo memberi perintah dengan sikapnya yang dingin dan tegas


"Baik"


Kenzo pun kembali ke villa dan menunggu kedatangan Manda dan Gilang. Sebelumnya dia sudah mendapatkan informasi mengenaii Gilang dari Rendra, kini tinggal informasi mengenai Manda yang harus dia cari tahu


Sambil menunggu kedatangan Manda dan Gilang, Kenzo mencari informasi mengenai Manda. Dia belum lama jadi artis, baru sekitar satu tahun saja dia debut sebagai artis dan setiap peran yang dia dapatkan selalu berdasarkan hasil dari rekomendasi satu orang, yaitu seorang sutrdara senior.


"Ada hubungan apa antara dia dengan sutradara ini? Aneh sekali. Saat semua orang bekerja keras melalui berbagai macam casting, kamu malah dengan mudah melenggang masuk sebagai salah satu pemeran. Menjijikan" Kenzo mencibir Manda dengan tersenyum menyeringai


"Lepaskan aku!"


"Sebenarnya siapa kalian?"


Terdengar Manda dan Gilang meronta saat pengawal membawanya menemui Kenzo


"Tuan muda. Kami sudah membawa mereka kemari" Ujar pengawal yang membawa Manda dan Gilang


"Ikat tangan mereka!" Pinta Kenzo dengan sikap yang tenang dan tangan di masukkan ke saku celana. Kedua tangan Manda dan Gilang pun di ikat ke belakang sesuai dengan permintaan Kenzo


"Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?!" Teriak Gilang sambil terus meronta


"Bukankah kamu yang menyebabkan Safira jatuh kelaut? Aku ingin kalian merasakan bagaimana rasanya jatuh keair!"


"Lempar mereka ke kolam. Biarkan mereka merasakan rasanya tenggelam seperti Safira!"


"Tidak! Kamu gila, melempar kami dengan tangan terikat begini?!"


"Tidak!"


Byuuur

__ADS_1


__ADS_2