Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kegilaan Kenzo


__ADS_3

Carlos terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan Kenzo. Dia tahu kalau anak muda ini memang nekad dan juga gila. Dia tidak segan


menembak kakinya dihadapan banyak karyawan. Dia bahkan tidak takut dengan pemikiran dari karyawannya yang mungkin akan mengira kalau dia kejam.


“Huh, kamu akan membunuhku? Memangnya kamu berani? Lihatlah sekelilingmu! Banyak orang yang sedang memperhatikanmu. Kamu tidak takut jika mereka berpikir kalau kamu atasan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan? Kamu tidak takut jika mereka semua memberontak dan menolak untuk menjadi karyawanmu lagi?” Carlos bicara dengan seringai tipis dan nada bicara yang terdengar mencibir Kenzo.


Kenzo terdiam sejenak namun sikapnya tetap tenang dan dingin


“Kamu pikir aku peduli dengan itu? Tidak percaya kalau aku bisa melakukan apa saja yang aku mau?" Kenzo memicingkan mata dengan seringai tipis dibibirnya. Kemudian …


Dor!


“Aah!”


“Kakiku! Dasar kurang ajar!”


Kenzo kembali menembak sebelah kaki Carlos hingga dia dan semua orang berteriak karena suara tembakannya.


“Sudah aku katakan, jika aku mau, aku bisa membunuhmu sekarang juga. Anggap saja aku masih berbaik hati dan hanya menagih atas apa


yang sudah kamu lakukan. Tembakan itu sebagai bayaran karena kamu membuat perusahaanku


rugi dan juga membuat asisten pribadiku terluka parah. Sekarang kita impas”.


Kenzo kembali bicara dengan sikap yang tenang dan dingin. Dari sorot matanya dan juga sikapnya membuat semua orang merasa merinding. Mereka gemetar ketakutan


melihat Kenzo yang sekarang ini. Dia sangat berbeda dari Kenzo yang biasanya.


“Jangan mendekat! Polisi! Dimana polisinya?! Cepat panggil polisi!” Carlos terus mundur dengan tubuh gemetar ketika Kenzo berjalan mendekat padanya dengan langkah perlahan.. Dia terus berteriak dengan sangat panik memanggil polisi agar bisa menolongnya dari Kenzo.


“Kenapa? Apa sekarang kamu takut? Bukankah kamu kesini karena ingin membalas dendam padaku? Tapi kenapa sekarang kamu bersikap seperti tikus yang akan dimangsa? Kalian menyebut diri kalian anggota geng? Huh! Yang seperti ini tidak pantas menjadi geng mafia. Ketua dan anak buahnya sama-sama memiliki nyali seperti tikus. Apa perlu aku ajari kalian bagaimana bersikap seperti seorang mafia?” Kenzo bicara dengan senyum mencibir pada Carlos dan semua anak buahnya sambil memainkan pistol ditangannya.


Carlos dan anak buahnya seketika langsung panik ketika melihat senyum dibibir Kenzo yang terlihat menyeramkan sambil terus menatap kearah mereka.


“Ti-tidak. Anda tidak terlu melakukan itu. Kami akan berlatih sendiri” ujar salah satu anak buah Carlos sambil menggelengkan kepala dan tangan dengan cepat karena panik. Sikapnya juga sangat gugup hingga dia bicara dengan suara terbata-bata.


“Benarkah? Tapi karena aku baik hati, aku akan melatih kalian dengan cuma-cuma” Anak buah Carlos saling menatap satu sama lain dan


menelan salifa mereka dengan  gugup karena mendengar ucapan Kenzo.


Glek


Tak berselang lama, polisi pun akhirnya tiba di perusahaan Anggara.

__ADS_1


“Selamat siang, kami dari kepolisian. Kami datang setelah …”


“Pak polisi, tolong tangkap saya! Saya yang telah membuat keributan disini. Saya yang telah mengacaukan perusahaan ini!”.


Carlos yang mendengar suara polisi langsung berteriak sambil merangkak dan memotong ucapan polisi sebelum polisi itu menjelaskan tujuannya datang keperusahaan Anggara.


“Ada apa dengan kaki anda? Kita harus memberikan mereka perawatan terlebih dahulu” Ujar polisi itu sambil berjalan mendekati Carlos


karena melihat luka tembak dikedua kakinya.


“Saya …”


“Selamat siang pak polisi. Saya Kenzo, direktur utama diperusahaan ini”.


Kenzo langsung mendekati polisi yang sedang berjongkok


dihadapan Carlos dan memperkenalkan dirinya. Dia terlihat sangat tenang saat bicara pada polisi. Lain halnya dengan Carlos yang gemetar ketakutan ketika Kenzo berjalan ke arahnya


“Pak Kenzo, apa anda bisa menjadi saksi untuk menceritakan apa yang telah terjadi diperusahaan anda?” ujar polisi dengan sikap yang tenang sambil menyambut perkenalan Kenzo.


“Tentu saja saya bersedia. Dan sebelum anda bertanya, saya ingin memberitahu kalau saya yang telah menembak kedua kakinya karena dia telah membuat kerusakan diperusahaan saya dan juga membuat asisten pribadi saya terluka parah”.


Kenzo menjelaskan sambil menunjuk pada kekacauan yang dibuat Carlos dan juga menunjuk pada Zack yang  tubuhnya penuh luka.


“Ini. Semua keluargaku memiliki ini. Kurasa izin ini sudah lama didapatkan oleh keluargaku”


“Ah ini …?”


Kenzo menunjukan pistol miliknya dan itu membuat polisi tercengang karena hanya sebagian orang saja yang bisa mempunyai izin untuk memiliki pistol itu. Salah satunya adalah keluarga Kusuma karena Ed sendiri yang mengajukan setiap kepemilikannya. Kenzo tetap diam dan pura-pura tidak tahu apapun.


“Boleh saya tahu, bagaimana anda bisa memiliki ini? Pistol ini hanya diajukan kepemilikannya oleh beberapa konglomerat saja”.


Polisi yang tadi bersikap tenang menanggapi Kenzo, kini bersikap lebih sopan padanya saat bicara.


“Semua keluarga saya memiliki ini. Ini diberikan langsung oleh kakek saya. Kami memilikinya untuk pertahanan diri” ujar Kenzo menjelaskan


dengan sikap yang tenang


“Siapa kakek anda?” Tanya polisi lagi yang masih penasaran dengan identitas Kenzo.


“Edward Josep Krisnajaya” jawab Kenzo dengan sikap yang tenang


"Pak Edward? Jadi anda ini cucu pak Edward?” Tanya polisi lagi memastikan apa yang dia dengar

__ADS_1


“Ya, saya cucunya” Polisi pun semakin terkejut dengan ucapan Kenzo


“Oh anda cucu pak Edward, senang bertemu dengan anda. Beliau banyak membantu kami saat masih jadi tentara. Semoga kedepannya kita bisa menjalin hubungan baik”.


Kenzo tersenyum tipis kemudian menoleh pada Carlos dengan kedua alis diangkat bersamaan.


“Tentu saja. Saya harap anda bisa mengurus mereka dengan baik karena mereka telah membuatku mengalami kerugian besar”


“Anda tenang saja. Kami akan melakukan tindakan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur hukun. Mereka akan membayar dengan setimpal apa yang telah mereka lakukan pada anda”.


Polisi itu terlihat sangat semangat saat Kenzo menitipkan Carlos dan anak buahnya untuk mereka tangani.


“Boleh saya bicara dengan pak Carlos sebentar sebelum kalian membawanya pergi?” tanya Kenzo dengan sikap sopan.


“Oh, tentu saja, Pak” Kenzo langsung berjalan mendekati Carlos setelah polisi memberikannya izin.


“Kamu pikir setelah kalian masuk penjara, semua akan lebih baik? Kamu salah, aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang dalam penjara”


Kenzo bicara didepan Carlos dengan suara rendah seakan berbisik. Namun, apa yang Kenzo bisikkan membuat wajah Carlos seketika berubah pucat. Terlebih lagi setelah melihat senyum manis dibibir Kenzo.


"Kamu melakukan hal sekeji ini hanya karena aku membuat keributan dikantormu?" tanya Carlos yang masih tidak percaya dengan apa yang dia alami


"Bukan hanya karena itu. Kesalahan terbesarmu adalah berani mengusikku. Kamu yang memprovokasiku terlebih dulu. Masih bagus aku hanya menembak kedua kakimu saja, itu masih bisa disembuhkan. Aku bahkan bisa membuatmu hancur dan kehilangan segalanya. Anggap saja aku berbaik hati karena kita tidak saling mengenal" ujar Kenzo dengan sikap yang dingin.


Carlos terdiam mendengar ucapan Kenzo


“Jadi … ini alasan Steve hanya diam seteah dia masuk penjara? Sekarang aku mengerti apa yang dia rasakan. Berhadapan dengan pemuda ini seperti berhadapan dengan iblis yang langsung keluar dari neraka” Pikir Carlos dengan


tatapan mata yang kosong penuh sesal.


“Anda sudah bisa membawa mereka” Kenzo mempersilahkan polisi membawa Carlos dan anak buahnya ke kantor polisi


“Baik pak. Kalau begitu, kami permisi. Selamat siang” Polisi pun mulai meninggalkan perusahaan Anggara setelah Kenzo menganggukkan kepalanya. Mereka membiarkan Carlos dipapah kedalam mobil oleh anak buahnya sendiri.


Sementara itu setelah Carlos digiring oleh polisi, suasana tegang di kantor Kenzo tidak langsung hilang begitu saja. Mereka masih terlihat tegang dan takut pada Kenzo.


“Ada apa dengan kalian? Kalian takut padaku? Kurasa kalian bisa bekerja seperti biasa. Aku tidak akan menghukum orang sembarangan. Kecuali kalian memprovokasiku lebih dulu. Jadi kalian bisa tenang. Jika memang kalian merasa tidak nyaman, maka kalian bisa mengundurkan diri darisini sekarang juga” Kenzo bicara dengan sikap yang tenang setelah dia sedikit menoleh pada karyawannya yang masih memasang wajah tegang.


Karyawan Kenzo saling menatap satu sama lain seakan sedang berkompromi. Setelah beberapa lama, akhirnya mereka mulai bicara


“Kami tidak akan berhenti. Kami akan tetap bekerja disini dengan pak Kenzo” ujar salah satu perwakilan dari mereka menanggapi Kenzo.


“Keputusan yang bijaksana. Sekarang, kembalilah bekerja” Kenzo menanggapi dengan senyum tipis dibibirnya

__ADS_1


“Baik, Pak” Para karyawan Kenzo pun membubarkan diri sementara Kenzo pergi keruangannya bersama dengan Zack yang mengikuti dibelakangnya.


__ADS_2