Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Rencana Bermain Ski


__ADS_3

"Rencana kita semuanya gagal. Padahal aku ingin melihat Kenzo marah. Tapi kenapa dia tidak pernah marah pada kita?" Risha mengeluh karena gagal mengerjai Kenzo


"Sebenarnya apa rencana kalian? Kalian yakin ingin membuat dia marah?" Noey mengernyitkan dahi dan merasa bingung dengan apa yang dikatakan Risha


"Kami memang berencana membuat dia marah lalu memberinya kejutan. Tapi justru malah ketahuan dengan mudah" Risha kembali menjawab dengan nada mengeluh


"Kalian tahu kan bagaimana kalau Zo marah? Kenapa masih ingin membuat dia marah? Benar-benar punya keberanian tinggi" Noey kembali bertanya untuk melihat bagaimana tanggapan mereka. Jelas semua orang tahu meskipun Kenzo pendiam dan tak banyak bicara, namun jika dia marah, bisa saja dia membalikan bumi.


"Kita memang tahu bagaimana kalau Zo marah. Tapi dia tidak pernah benar-benar marah pada kami berdua. Karena itu kami ingin membuatnya marah dan memberi kejutan. Tapi mau bagaimana lagi semua rencananya sudah gagal" Kini Kenzie pun ikut mengeluh mengenai sikap Kenzo pada mereka


"Ya mau bagaimanapun juga dia tidak akan pernah bisa marah pada orang terdekatnya. Meskipun sikapnya dingin dan terkesan tidak peduli, tapi Kenzo adalah orang yang paling pengertian"


"Sudahlah, bagaimana kalau kita pergi keluar saja?  Kita sudah tidak perlu sembunyi karena Kenzo sudah tahu kita ada disini" Risha menyarankan dengan sikap yang tenang dan senyum yang ceria


"Ide bagus. Ra, bukannya kamu akan mencoba gaun pengantin? Dimana itu?" Kenzie bertanya pada Safira mengingat dia sebelumnya mendengar kalau Kenzo menyiapkan gaun pengantin untuk dicoba oleh Safira


"Ya, tapi aku tidak tahu dimana butik yang sudah Kenzo pesan. Dia bilang dia yang akan membawakannya untukku" Safira menjelaskan dengan sikap yang tenang dan sedikit berfikir


"Hmn... Zie kita sudah lama tidak datang kemari. Bagaimana kalau kita main ski saja?" Risha menyarankan dengan penuh harap karena dia sangat ingin bermain ski


"Bermain ski? Memangnya ada tempat bermain? Disini tidak ada salju" Noey menanggapi dengan sikap yang dingin


"Disini ada wahana untuk bermain salju. Itu ada dipusat kota. Sejak kecil kami selalu pergi kesana jika datang kemari" Kenzie menjelaskan tentang tempat yang ingin dikunjungi oleh Risha


"Kalau begitu kita pergi kesana saja. Nanti kita minta Zo untuk menyusul kita" Safira menanggapi dengan dengan senyum antusias


"Baiklah, kita akan pergi kesana. Sebaiknya kita bersiap"


"Yeeaay!!"

__ADS_1


Risha bersorak gembira setelah Safira dan yang lainnya setuju untuk pergi bermain Ski. Mereka pun segera bersiap sebelum berangkat


Setelah beberapa lama akhirnya Kenzie dan yang lainnya telah siap untuk pergi


"Sepertinya kita kekurangan kendaraan. Bagaimana ini?" Safira baru mengingat kalau mobilnya tidak akan  cukup untuk mereka semua


"Kamu benar. Mobil Kenzo juga mobil sport. Bagaimana kita semua bisa pergi bersama?" Rendra pun terlihat bingung setelah menyadari jumlah mereka


"Apa kita sewa mobil saja?" Noey pun menyarakan jalan keluarnya


"Tenang saja. Kita punya showroom mobil yang bisa dengan bebas kita gunakan disini. Sha, mau hubungi nenek Ji atau kakek Bi?" Kenzie pun menyarankan dengan sikap yang tenang dan senyum lembut penuh bangga


"Kamu benar. Kenapa tidak kita hubungi sejak awal? Kurasa 1 mobil sudah cukup karena nanti Zo akan membawa mobilnya, Hubungi kakek Bi saja, lokasinya lebih dekat dari sini" Risha pun menanggapi dengan sikap yang  tenang kemudian dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Bi


Tuut tuut tuut


"Halo cucu kakek yang cantik" Tak berapa lama terdengar suara Bi yang tenang dan lembut dari ujung telepon


"Kakek baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?" Biru bertanya dengan sikap yang tenang


"Aku juga baik. Ehm ... kek, boleh aku minta sesuatu dari kakek?" Risha bicara dengan sedikit ragu dan nada yang manja


"Kakek tahu kalau kamu menghubungi kakek hanya karena menginginkan sesuatu. Apa itu?" Bi tersenyum tipis saat dia bicara pada Risha


"Bisa kirimkan aku mobil kakek? Tapi kalau kakek tidak bisa juga tidak papa, aku akan hubungi nenek Ji dan memintanya mengirimkan mobil untuk kami" Risha bicara dengan nada yang manja. Kenzie hanya bisa menggelengkan kepala dengan senyum tipis dibibirnya melihat Risha yang merayu Biru dengan menggunakan nama Jingga


"Mengirimkan mobil? Apa kamu sudah sampai disini? Bukankah pernikahan Kenzo masih 3 hari ke depan?" Biru kembali bertanya untuk memastikan apa yang dikatakan Risha


"Ya, aku sudah sampai. Sekarang kami ada di rumah calon istri Zo. Kami ingin bersenang-senang tapi kendaraan kami kurang karena Kenzo masih harus bekerja hari ini"

__ADS_1


"Baiklah, kakek mengerti. Kirimkan alamatnya dan kakek akan langsung kirimkan mobil untuk kalian gunakan selama disini" Biru tidak bertanya panjang lebar lagi dan langsung memberikan apa yang diinginkan Risha


"Terimakasih kakek. O iya, jangan kirimkan mobil yang terlalu mencolok mata" Risha mengingatkan untuk tidak menarik perhatian


"Kakek mengerti. Sampai jumpa" Biru dan Risha pun menutup panggilan telepon mereka, lalu Risha mengirim alamat rumah Safira melalui pesan singkat. Safira pun langsung menghubungi bagian keamanan agar mobil yang Biru kirim bisa diizinkan masuk ke dalam area komplek


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya mobil yang dikirim Biru tiba dirumah Safira


Tiin tiin


"Sepertinya itu mobil yang dikirim kakek. Ayo kita langsung berangkat saja!" Semua dan yang lainnya mengangguk setuju dan keluar dari rumah Safira


"Nona Risha, tuan muda Kenzie"


Risha dan Kenzie saling menatap heran begitu pengawal Biru keluar dari mobil dan menyapa mereka semua Satu orang menggunakan motor dan satu lagi membawa mobil yang diminta Risha


"Kenapa mobil ini? Rasanya aku sudah bilang untuk membawa mobil yang tidak mencolok" Risha bicara dengan mata menatap tanpa berkedip pada mobil Bentley Bantayga yang dikirim Biru



"Sepertinya kakek Bi salah mengartikan apa yang kamu katakan" Ujar Kenzie yang juga menatap mobil di depannya tanpa berkedip


"Level orang kaya memang berbeda. Mobil mewah seperti ini dikatakan mobil biasa yang  tidak mencolok. Apa bukan sebaliknya ya?" Noey pun menggelengkan kepala melihat mobil yang dikirim Biru


"Yah, mau bagaimanapun ini lebih baik dari mobil yang lainnya" Kenzie kembali bersikap tenang dan menerima apa yang ada


"Ini bukan hanya lebih baik. Tapi ini tidak bisa dibandingkan dengan mobil lain yang umum digunakan oleh orang-orang" Rendra yang selalu diam pun menanggapi dengan sikap yang tenang


"Bukan dibandingkan dengan mobil milik orang lain. Ini lebih baik karena kakek tidak mengirimkan Rolls Royce atau Lamborghini kemari. Apalagi jika kita meminta pada nenek Ji. Bisa-bisa dia mengirim helikopter kemari. Hahaha" Kenzie pun kembali menambahkan apa yang dia pikirkan

__ADS_1


"Aku tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa. Dunia kalian benar-benar berbeda dengan duniaku yang hanya berisikan kesederhanaan saja" Noey kembali bersuara karena merasa tidak puas. namun dia memang tidak bisa melakukan apapun karena itu sudah jalan mereka masing-masing --


__ADS_2