Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Menghambatku


__ADS_3

Ji dan Kenzo sedang berjalan bersama dari ruang meeting menuju ruangan yang akan digunakan Kenzo.


"Bagaimana menurutmu? Apa kamu takut menghadapi mereka? Kamu tahu sendiri, neskipun mereka menuruti keputusan Nenek, tapi mereka masih meragukanmu. Terlebih lagi mereka pasti menginginkan posisi sebagai direktur utama" ujar Ji dengan senyum tipis dibibirnya.


"Aku? Takut pada mereka? Huh, tidak mungkin, Nek. Mereka tidak bisa mengalahkan aku. Mereka hanya mengetahui cara mendapatkan uang dan membuat masalah saja, tapi mereka tidak tahu cara menyelesaikan masalah. Sedangkan aku, aku bisa membuat masalah dan juga menyelesaikan masalah " Kenzo menanggapi Jingga dengan sikap acuh tak acuh. Nada bicaranya terdengar sangat sombong dan penuh percaya diri. Ji hanya bisa tersenyum dengan sifat sang cucu.


"Nenek kira kamu akan langsung menunjukan taringmu didepan mereka, ternyata kamu malah bersikap polos seperti itu didepan mereka" Ji menggelengkan kepala perlahan menanggapi Kenzo. Sesekali dia menoleh pada sang cucu yang berjalan disampingnya.


"Biarkan saja mereka berpikir kalau aku bodoh. Atau mungkin, Nenek ingin aku menendang beberapa petinggi disini dan menggantikannya dengan karyawan baru pilihanku?" tanya Kenzo dengan tatapan curiga. Kemudian dia kembali melanjutkan kalimatnya


"Aku ingin tahu dulu sejauh mana kemampuan mereka dan langkah apa yang akan mereka ambil untuk membuktikan kelayakanku. Itu akan membuktikan siapa yang setia dan juga tidak" Kenzo memicingkan mata dan bicara pada sang nenek dengan nada yang dingin.


"Terserah padamu. Nenek sudah menjelaskan semuanya, sekarang ini menjadi perusahaanmu. Kamu bisa menggunakan kebijakanmu sendiri. Tidak perlu pedulikan kebijakan yang Nenek terapkan disini sebelumnya" Ji terlihat yakin dan sangat tenang saat dia bicara. Tidak ada kekhawatiran sedikitpun dari wajahnya.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Aku akan melakukan apapun yang menurutku harus dilakukan untuk perusahaan ini tanpa menunggu keputusan dari Nenek" Kenzo pun tersenyum puas penuh percaya diri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ji.


"Ya, Nenek serahkan semuanya padamu. Sudah nenek katakan kalau kamu bebas melakukan apa saja yang kamu mau. Asalkan kamu tidak mengecewakan Nenek"


Kenzo mengangguk dengan senyum menanggapi ucapan Ji


"Tentu saja Nek. Terimakasih karena sudah percaya padaku" Mereka terus melangkah menuju ruang kerja Ji yang mulai sekarang akan ditempati oleh Kenzo.


"Mulai sekarang, ini akan jadi ruang kerjamu" ujar Ji setelah mereka tiba didepan ruangannya.


"Ini kan … ruangan Nenek. Apa aku harus menempati ruangan Nenek juga?" Kenzo terlihat bingung dan heran mendengar ucapan sang nenek. Dia bicara sambil melihat sekeliling ruangan yang akan dia tempati kedepannya.


"Semua ruangan sudah penuh dan karena Nenek sudah tidak menjabat sebagai pemimpin lagi, kenapa tidak Nenek biarkan saja kamu juga menempati ruangan yang sama dengan nenek?" Ji tersenyum tipis dengan kedua alis diangkat bersamaan.


"Cukup katakan saja kalau Nenek tidak ingin memberikan ruangan baru untukku" Zo bicara dengan sikap dingin dan acuh tak acuhnya


“Bisa dibilang begitu. Karena ruangan ini selalu jadi ruangan pemimpin utama, kamu juga harus berada disini agar semua karyawan tahu kalau kamu memang pemimpin utama di perusahaan ini” Ji tetap bersikap tenang sambil duduk di sofa ruangannya.


“Baiklah. Tapi Nek, apa mereka tidak menyadari ya kalau aku pernah bekerja disini? Sepertinya tidak ada yang membahas kalau aku pernah jadi maintenance diperusahaan ini?” Kenzo memicingkan mata dan menatap Ji dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


“Nenek juga tidak tahu. Jika rekan kerjamu, Nenek paham karena kalian belum bertemu satu sama lain, tapi jika itu para manajer atau dewan direksi ... mungkin mereka tidak memperhatikan karyawan bawah yang levelnya jauh lebih rendah dari mereka” Ji memicingkan mata menatap Kenzo.


“Ya, bisa jadi seperti itu. Aku tidak peduli. Yang pasti, siapapun yang menjadi penghambatku, akan aku bereskan secepatnya. Aku tidak suka ada seseorag yang menghalangi jalanku. Apalagi merugikanku” Kenzo bicara dengan sikap dingin sambil memainkan tangannya sendiri.


“Jangan terlalu menyeramkan seperti itu. Kamu juga masih membutuhkan mereka” Ji bicara dengan sikap yang tenang sambil menikmati minuman yang telah disediakan diatas meja.


“Mereka juga membutuhkanku. Mereka tidak akan mungkin mau kehilangan banyak uang dari perusahaan ini kan, Nek?” Kenzo tersenyum sinis saat dia bicara


“Kamu benar. Mereka pasti akan menurut karena takut kehilangan banyak uang jika keluar dari perusahaan ini” Ji mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Kenzo


“Apa hari ini nenek akan mengawasiku disini?" tanya Kenzo dengan sikapnya yang tenang


"Tidak. Nenek akan menghabiskan waktu dengan kakekmu. Nenek akan pergi ke kantornya dan makan siang bersama" Ji menggelengkan kepala perlahan saat dia menjawab pertanyaan Kenzo. Diapun tersenyum dengan ceria.


“Apa sekarang nenek berusaha menjadikanku sebagai boneka yang menggantikan Nenek untuk kerja rodi?” Kenzo bertanya dengan senyum menggoda sang nenek


“Nenek tidak bermaksud begitu, tapi jika kamu mengartikannya seperti itu ... ya, apa boleh buat. Adel akan menyerahkan pekerjaannya pada asistenmu, dia juga akan ikut pensiun”


“Jadi, nenek dan asisten nenek sudah merencanakan untuk pension bersama? Sungguh sangat kompak” Kenzo menggelengkan kepala dengan nada bicara mencibir


“Hmn ...” Kenzo menanggapi dengan tenang sambil memandang punggung sang nenek yang semakin menjauh.


***


Sementara itu diluar ruangan, Adel sedang memberikan semua pekerjaan yang dia miliki pada Zack.


“Kita ada kerja sama dengan perusahaan ini. Semua sudah berjalan, jadi kalian tinggal  mengawasi saja perkembangannya. Setiap bulannya pak Kenzo harus mengadakan kunjungan untuk mengawasi lapangan dimana proyek kita berlangsung” Zack hanya menganggukan kepala menanggapi setiap penjelasan dari Adel


“Kamu tahu kan identitas pak Kenzo?” tanya Adel dengan raut wajah serius.


“Ya, saya tahu identitasnya” Zack menanggapi Adel dengan sikap yang sopan sambil kembali mengangguk.


“Karena kamu sudah tahu, tentu kamu juga tahu kan apa yang harus kamu lakukan dalam menghadapi setiap masalah? Kamu harus bisa menangani setiap masalah satu langkah didepan. Kamu harus bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh pak Kenzo” Adel bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


“Ya, saya mengerti” Zack pun mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Adel padanya


"Bagus, karena kamu mengerti … kurasa pekerjaan pak Kenzo tidak akan sulit"


***


Perusahaan Kenzie sudah kembali normal setelah rumor jelek tentang anak cabang perusahaan Kusuma tertutup oleh ditangkapnya Bimo. Namun, setelah Kenzie kembali dari perusahaan Bimo ada sebagian orang yang mulai curiga dengan sikap Kenzie dan mengatakan kalau dia memiliki kepribadian ganda.


“Aku dengar waktu itu pak Kenzie pergi keperusahaan pak Bimo dan membuat keributan. Katanya dia marah-marah dan menjadi penyebab pak Bimo ditangkap polisi”


“Pak Kenzie melakukan hal seperti itu? Tidak mungkin. Kita semua tahu sendiri kalau pak Kenzie orang yang ramah dan baik, mana mungkin dia bisa melakukan itu”


“Aku juga tidak percaya, tapi katanya pak Kenzie itu bisa jadi sangat menyeramkan jika dia sudah marah”


"Tentu saja siapapun akan sangat marah jika perusahaan yang mereka pimpin mengalami kerugian atas apa yang tidak mereka lakukan. Kalian tahu sendiri kalau pak Kenzie disalahkan atas kegagalan kerja sama dengan perusahaan Bimo, padahal semua itu salah pak Bimo sendiri yang telah melanggar kesepakatan perjanjian sebelumnya"


Para karyawan itu terus saja saling bergosip tanpa menyadari kedatangan Kenzie dan Noey yang kini telah berdiri dibelakang mereka


"Apa aku memang menyeramkan seperti rumor yang tersebar?" tanya Kenzie dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah.


Semua langsung menoleh kebelakang dan terkejut setelah melihat Kenzie


"Pak Kenzie? Ka-kami tidak bermaksud seperti itu pak. Kami hanya mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain saja" ujar salah satu dari karyawan Kenzie menjelaskan dengan panik.


Kenzie hanya tersenyum menanggapinya


"Tapi pak kenzie, ada yang ingin saya tanyakan" ujar salah seorang karyawan setelah cukup lama memperhatikan Kenzie


"Apa itu?" Kenzie memicingjkan mata menunggu pertanyaan dari karyawannya itu


"Apa anda mengenal Kenzo Osterin? Dia adalah programer muda dari negara F, sepertinya wajah kalian sangat mirip?" karyawan itu terlhat sedikit ragu-ragu saat bertanya pada Kenzie


"Ehm ... tentu saja kami sangat mirip, karena dia adalah saudara kembar saya" jawab Kenzie dengan senyum ceria

__ADS_1


"Apa?"


"Benarkah?"


__ADS_2