Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Akhirnya Aku Mendapatkan Restunya


__ADS_3

Diaz terus saja diam karena merasa dipojokkan oleh semua orang yang ada disana. Dia juga merasa dikhianati karena keluarganya lebih memilih Rendra untuk menikah dengan Risha daripada mendukungnya menjaga Risha.


“Kak Diaz, kenapa kamu diam saja?” Tanya Cheva yang penasaran karena Diaz terus diam dengan wajah ditekuk.


“Jika aku bicara, kalian juga tetap saja akan menyudutkanku” jawab Diaz dengan sikap yang kesal.


“Risha, Rendra, memangnya kalian menetapkan pernikahan ditanggal berapa?” tanya Tania yang mulai penasaran dengan tanggal pernikahan putrinya.


“Kami berencana menikah pada tanggal 22 juli 2022”


“Apa?!” Semua orang sangat terkejut hingga mereka berteriak dengan serempak setelah mendengar jawaban Rendra.


“Kamu gila ya?! Itu sangat mendadak. Bahkan tidak sampai 1 bulan lagi! Itu hanya tersisa 3 minggu. Kamu pikir kita tidak butuh persiapan, hah?!” Diaz kembali mengutarakan kekesalannya pada Rendra setelah mendengar tanggal pernikahan yang mereka putuskan.


“Saya tahu, Om. Tapi kami akan mengatur semuanya” Rendra menanggapi Diaz yang sedang kesal dengan sikapnya yang tenang.


“Mengatur semuanya? Kamu pikir mengatur pernikahan itu mudah? Kamu harus menyiapkan gaun pengantin”


“Gaun pengantin sudah kami pilih”


“Tempat resepsi, itu  juga penting”


“Saya juga sudah mendapatkannya”


“Dekorasi, catering dan yang lainnya?”


“Itu juga sudah saya selesaikan. Saya hanya memerlukan daftar tamu yang akan diundang oleh keluarga Kusuma saja”. Rendra menjelaskan dengan sikap yang tenang. Dia selalu bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh Diaz padanya.


“Untung saja aku sudah punya persiapan mengenai pernikahan ini. Jika tidak, maka itu akan dijadikan alasan oleh om Diaz untuk mempersulitku” pikir Rendra dengan senyum tipis dibibirnya.


“Sepertinya persiapan pernikahanmu sudah hampir selesai. Bagaimana kamu bisa menyelesaikannya sendiri?” Tania bertanya pada Rendra dengan sikapnya yang tenang. Dia sama sekali tidak memperdulikan suaminya yang saat ini terlihat sangat kesal dengan bibir terus saja mengerucut.

__ADS_1


“Saya tahu kalau ini semua membutuhkan waktu yang lama, karena itu saya sudah mempersiapkannya setelah saya melamar Risha”


“Waah … ternyata kamu punya persiapan yang matang untuk melawan calon ayah mertuamu yang sedikit gila ini” Cheva pun menggoda Diaz dengan memuji Rendra, namun matanya mendelik pada Diaz dengan seringai dibibirnya.


“Kamu sengaja Va?!” Diaz terlihat kesal dengan sikap Cheva yang terus menggodanya


“Kalau begitu, apa masih ada yang belum kalian persiapkan? Tante akan bantu semampu tante. Kalian tinggal katakan saja” Cheva bertanya pada Risha dan Rendra. Dia juga mengabaikan Diaz yang terus menatapnya dengan sinis.


“Terimakasih, Tante. Tapi kami sudah menyelesaikan semuanya. Hanya tinggal menyusun daftar tamu yang diundang dan memastikan semuanya berjalan lancar saja” Risha menanggapi Cheva dengan senyum ceria diwajahnya.


“Apa kalian akan menggelar pesta mewah?” tanya Tania yang memperhatikan sejak tadi.


“Iya, tante. Saya akan membuat pesta. Tidak terlalu meriah. Saya hanya ingin agar semua orang tahu kalau Risha akan menjadi pendamping hidup saya” Rendra menanggapi Tania dengan nada bicara yang lembut sambil menatap Risha dengan tatapan penuh kasih sayang.


“Tapi identitas Risha belum diketahui oleh semua orang. Bagaimana kamu akan menyelesaikan semua ini? Kamu ingin mengumumkan kalau kamu


menikah dengan salah satu pewaris dari keluarga Kusuma?” Diaz bertanya pada Rendra dengan sikap yang sinis.


Semua orang saling menatap satu sama lain setelah mendengar penjelasan Rendra. Mereka memang akan segera mengungkapkan identitas anak mereka masing-masing. Karena Kenzo sudah lebih dulu mengungkap identitasnya,


identitas Kenzie pun sudah diketahui banyak orang meskipun belum diumumkan secara resmi. Sedangkan Risha, mereka akan mengumumkannya pada saat yang tepat, karena Risha juga sudah menjabat sebagai direktur diperusahaan Sanjaya.


Diaz pun terlihat merenung untuk beberapa saat seakan dia sedang merenungkan sesuatu. Barulah dia kembali bicara pada Rendra.


“Aku tidak akan menghalangimu lagi. Aku hanya ingin kebahagiaan putriku saja. Tapi jika sampai dia menangis karena kamu, kamu pasti akan mendapatkan bayaran yang setimpal” Diaz bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam penuh dengan ancaman .


“Terimakasih, Om. Saya janji akan selalu berusaha untuk membahagiakan Risha. Saya tidak akan membuat dia bersedih dan meneteskan air mata meskipun hanya setetes ” ujar Rendra menanggapi dengan senyuman yang ceria disertai anggukkan kepala.


"Akhirnya aku mendapatkan restunya juga"bpikir Rendra dengan  menghela napas lega.


"Terimakasih papi. Aku sayang sekali sama papi" Risha yang sangat senang setelah mendapatkan restu dari Diaz langsung berhambur kepelukan sang ayah. Semua pun kembali ceria dan menikmati kebersamaan mereka.

__ADS_1


***


Kenzie sudah mendengar mengenai rencana pernikahan Risha. Hanya saja mereka belum sempat saling bertemu karena kemarin Kenzie pulang sangat larut dan dia juga harus berangkat lebih pagi karena lokasi kantor cabang yang cukup jauh. Jadi mereka hanya bicara melalui video call disela waktu kerja mereka yang sibuk.


“Sha, mami bilang kamu akan menikah dengan Rendra? Kamu tidak memberitahuku lebih awal? Jahat sekali” Kenzie sedang mengeluh pada Risha karena dia tidak jadi orang pertama yang mengetahui rencana pernikahan Risha.


“Maafkan aku Zie. Aku juga tidak tahu kalau ternyata Rendra sudah merencanakan semuanya. Aku hanya tahu kalau dia memang bertanya padaku mengenai waktu yang aku inginkan untuk pernikahan kami, setelah aku tidak juga memutuskan tanggalnya, jadi dialah yang memutuskan semuanya. Aku tidak tahu


kalau semua persiapannya telah dia selesaikan sendiri” Risha menjelaskan pada Kenzie dengan nada yang mengeluh manja dan polos.


“Baiklah. Untuk kali ini aku percaya padamu, tapi jika kamu menyembunyikan sesuatu lagi dariku, maka aku tidak akan memaafkanmu” Kenzie mengancam Risha dengan nada yang serius dari biasanya namun tetap lembut.


“Ya, aku janji. Zie, bagaimana dengan perkembangan hubunganmu dan Meisya? Apa kalian sudah memiliki rencana untuk menikah?” Kini Risha kembali tersenyum


ceria dan bertanya mengenai perkembangan hubungan Kenzie dan Meisya. Namun Kenzie terdiam dalam waktu yang cukup lama dengan kepala tertunduk dan wajah sedih.


“Kenapa kamu diam saja? Apa terjadi sesuatu dengan hubungan kalian?” Risha pun terlihat khawatir ketika melihat Kenzie yang selalu ceria menunjukkan wajah sedih.


“Aku ingin merencanakan ke jenjang pernikahan, tapi ayah Meisya masih belum menerimaku. Apalagi setelah dia tahu kalau aku merupakan anggota keluarga Kusuma. Sepertinya dia sangat tidak menyukainya” ujar Kenzie dengan raut wajah sedih.


“Dia tidak suka kalau kamu merupakan bagian dari keluarga Kusuma? Kenapa bisa begitu? Bukannya semua orang selalu ingin jadi bagian dari keluarga kita? Kenapa tidak dengan ayah Meisya?” Risha memicingkan mata dengan


banyak pertanyaan yang tidak dia mengerti mengenai hubungan Kenzie dan Meisya


“Sepertinya pak Arseno takut kalau Meisya akan berurusan dengan orang-orang yang merepotkan jika dia menjadi bagian dari keluarga kita. Sudah menjadi rahasia umum kalau kita harus selalu berurusan dengan banyak tikus dan juga lalat yang menjengkelkan dimanapun kita berada. Mungkin saja itu yang dia takuti pada putrinya” Kenzie yang biasanya ceria kini terlihat murung dan sedih saat bicara dengan Risha.


“Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa kamu akan menyerah pada hubungan kamu dan Meisya?” Risha bertanya pada Kenzie dengan senyum tipis dibibirnya


“Cih, tentu saja tidak. Aku akan tetap berusaha menjadikan Meisya pendampingku. Aku tidak akan menyerah pada pak Arseno begitu saja”


Kenzie bicara dengan penuh percaya diri disertai senyum dibibirnya.

__ADS_1


“Baguslah kalau begitu. Itu baru saudaraku."


__ADS_2