
Kenzie dan Risha tiba di mall tempat Lusi berada.
"Kenzie!" Lusi memanggil Kenzie begitu dia melihatnya
"Kenapa kamu mengajak Risha juga? Ku kira kamu kesini sendiri" Ujar Lusi dengan raut wajah kecewa
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Ujar Kenzie dengan raut wajah dingin
"Ada apa? Kenapa sangat serius sekali?" Lusi bertanya dengan sikap manja
"Berhenti mengganggu Risha atau kamu akan menyesal!" Ujar Zie dengan wajah serius
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan pada Risha?" Tanya Lusi yang pura-pura tidak tahu
"Kamu yang menyebarkan gosip tentangku, iya kan?" Kini Risha yang bertanya dengan wajah serius
"Gosip? Bukannya itu fakta? Kamu memang dekat degan pak Panji dan kalian selalu menghabiskan waktu bersama kan? Dan kamu juga selalu menggunakan uang Kenzie untuk memenuhi kebutuhanmu" Lusi bicara dengan terus terang dan lantang
"Jangan sok tahu kamu! Memangnya kamu tahu apa tentangkui? Kamu ini hanya murid pindahan yang bisa dengan mudah aku singkirkan dari kampus. Bahkan aku bisa dengan mudah membuatmu berada dijalanan" Ujar Risha dengan sorot mat mata yang tajam
"Cih, tidak mungkin kamu bisa membuatku berada di jalanan. Aku memiliki banyak penggemar yang selalu melihat vlog milikku dan ayahku juga memiliki perusahaan kosmetik dengan brand ternama. Jadi tidak mungkin aku tinggal dijalan hanya karena gadis sepertimu!" Lusi bicara dengan sikap yang sombong. Dia tidak tahu kalau Risha melakukan siaran langsung dengan meminta seorang tamu mall memegang ponselnya
"Benarkah? Bagaimana kalau fans mu melihat ini? Dan brand kosmetik ayahmu tidak laku lagi dipasaran?" Risha berjalan mendekati orang yang memegang ponselnya dan tersenyum mengambil ponsenya. Dia pun menunjukkan pada Lusi mengenai siaran langsungnya
"Ternyata Lusi itu kasar dan sombong"
"Aku tidak tahu kalau dia orang seperti itu"
"Senyumnya terlalu sempurna untuk dijadikan topeng"
Banyak yang menonton berkomentar negatif mengenai Lusi
"Apa yang kamu lakukan? Kamu menyiarkan ini?!" Lusi terlihat sangat terkejut dan kesal melihat Risha melakukan siaran langsung
"Kamu kan selebgram. Tentu saja fans mu pasti ingin melihat sisi aslimu yang sebenatnya. Mereka tidak hanya ingin melihat kecantikanmu saja, tapi juga ingin mengenalmu lebih dekat" Risha bicara dengan senyum yang manis
"Kamu sudah berkali-kali mempermalukanku. Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menuntutmu ke jalur hukum atas tuduhan pencemaran nama baik. Kamu tidak akan lolos begitu saja Risha!" Lusi yang kesal kembali mengancam Risha sebelum dia berajak pergi meninggalkannya
"Jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal! Kami berbaik hati memberikan peringatan padamu" Kenzie bicara dengan sikapnya yang tenang dan senyum tipis yang terlihat menyeramkan, namun Lusi tetap melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan kerumunan orang
__ADS_1
Risha mengakhiri siaran langsungnya dan menghubungi Diaz
Tuut tuut tuut
"Kamu telepon siapa Sha?" Tanya Kenzie penasaran
"Telepon papi"
"Halo, Sha" Terdengar suara Diaz dari ujung telepon
"Halo, papi. Aku butuh bantuan papi" Ujar Risha dengan sikap tenang
"Bantuan apa? Kalau papi bisa bantu, pasti papi bantu" Ujar Diaz yang terdengar penasaran
"Ada seseorang yang berani menyebarkan gosip buruk tentangku. Aku memang sudah membalasnya dengan menyiarkan langsung sifat asli dia yang sebenarnya. Tapi aku masih merasa itu belum cukup. Ayahnya memiliki perusahaan kosmetik dan dia murid pindahan dikampusku" Risha menjelaskan mengenai Lusi
"Papi mengerti maksudmu. Akan papi urus masalah ini" Ujar Diaz dengan senyum tipis dibibirnya
"Terimakasih pih. Maaf merepotkan papi"
"Tidak papa sayang" Diaz dan Risha pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
"Ya, aku perlu menggunakan kekuasaan papi untuk menekan gadis sombong seperti Lusi yang selalu merendahkan orang lain. Dia pikir hanya ayahnya saja yang berkuasa? Dia tidak tahu kalau diatas langit masih ada langit" Risha terlihat sangat kesal saat dia membicarakan Lusi
"Ya terserah kamu saja" Kenzie menjawab dengan sikapnya yang tenang
***
Lusi kembali kerumahnya dengan raut wajah kesal
"Aaahhh!!! Dasar Risha sialan. Awas saja kamu!" Lusi menggerutu kesal karena Risha
"Lusi. kamu kenapa marah-marah sayang?" Tanya sang ibu mendengar anaknya berteriak kesal
"Ada mahasiswi dikampusku yang menyebalkan. Dia merusak nama baikku, bahkan dia juga merebut pria yang aku suka. Aku kesal padanya mah! Hah Aku mau pergi ke kantor papa. Gara-gara Risha followersku jadi menurun drastis. Aku harus menuntut dia!" Lusi melihat ponselnya dan mengecek akun sosial medianya
"Lalu untuk apa kamu kekantor papamu? kalian akan bertemu sore nanti" Ibu Lusi bicara dengan sikapnya yang tenang dan lembut
"Aku akan meminta papa mencarikan pengacara handal yang bisa menuntut Risha agar mengganti rugi karena followersku menurun!" Lusi langsung beranjak pergi meninggalkan sang ibu
__ADS_1
"Anak itu, sampai kapan akan bersikap manja dan seenaknya?" Gumam sang ibu menatap punggung Lusi yang semakin menjauh sambil menggelengkan kepala pelan
Lusi langsung mengendarai mobilnya menuju kantor sang ayah dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hingga tak berapa lama dia tiba dikantor sang ayah
"Apa Papaku ada diruangannya?" Tanya Lusi pada resepsionis begitu dia tiba di kantor
"Iya, pak direktur ada diruangannya" Jawab resepsionis dengan sopan. Lusi pun beranjak pergi ke ruang sang ayah tanpa mengatakan apapun lagi pada resepsionis itu
Tok tok tok
Lusi mengetuk pintu kantor sang ayah kemudian masuk tanpa menunggu izin darinya
"Papa, apa papa sedang sibuk?" Tanya Lusi sambil berjalan masuk mendekati sang ayah
"Tidak sayang. Ada perlu apa kamu kemari? Tumben sekali kamu datang ke kantor papa?" Tanya sang ayah yang berjalan mendekati Lusi yang duduk disofa
"Aku ingin papa menuntut salah satu temanku. Dia membuat video siaran langsung dan membuatku malu. Dia menjebakku agar aku marah-marah padanya. Akibatnya mungkin seluruh dunia sekarang mengira aku gadis sombong dan arogan" Lusi bicara dengan nada yang manja ada sang ayah
"Kenapa kamu sampai terpancing olehnya. Citraku jadi hancur didepan publik" Ujar sang ayah dengan sikap tenang
"Karena itu pah. Aku ingin menuntut dia atas pencemaran nama baik. Aku ingin dia menyesal!" Lusi terus mengeluh agar sang ayah mendukungnya
"Baiklah, papa akan minta pengacara untuk mengajukan gugatan pada temanmu itu. Memangnya siapa temanmu itu? Padahal kamu baru saja pindah kuliah, tapi sudah dapat masalah" Ujar sang ayah sambil menggelengkan kepala
"Bukan aku yang mulai. Dia sendiri yang mencari gara-gara denganku" Jawab Lusi dengan manja
"Ya, papa percaya kalau putri kesayangan papa ini tidak akan menimbulkan masalah yang membuat brand kosmetik kita rugi"
Lusi tersenyum mendengar sang ayah akan mendukungnya dengan menyiapkan pengacara untuk menuntut Risha. Dia tidak tahu kalau Diaz sudah bergerak lebih dulu dengan mencari tahu mengenai perusahaan kosmetik sang ayah
***
"Kamu sudah mencari tahu pabrik kosmetik itu?"Tanya Diaz pada asistennya
"Ya, dia menggunakan model terkenal untuk kosmetiknya"
"Kalau begitu buat semua modelnya mengakhiri kontrak dan jangan biarkan penjualan brand itu melambung. Tahan penjualannya dipasaran" Ujar Diaz dengan sikap yang tenang
"Baik. Aku mengerti"
__ADS_1