
"Zack, aku sudah memintamu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai Steve dari perusahaan Nugros. Apa kamu sudah dapatkan informasi terbaru selain informasi yang kamu dapatkan sebelumnya tentang perusahaan itu?" Kenzo sudah kembali masuk kerja. Dia sedang meninjau perusahaan Nugros dan Steve seb?elum memutuskan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan itu.
"Saya belum mendapatkan informasi penting lainnya pak. Selain kalau pak Steve sangat suka berganti pasangan. Dia juga tidak suka terikat dengan suatu hubungan yang serius. Jadi dia hanya suka bermain-main wanita saja" Zack menjelaskan pada Kenzo apa yang sudah dia dapatkan mengenai Steve
"Kurasa itu sudah cukup. Sekarang kamu cari tahu mengenai wanita mana saja yang pernah berhubungan dengannya. Aku yakin kalau kita bisa menemukan pedang tersembunyi yang bisa digunakan untuk menjatuhkannya. Setelah kamu dapatkan informasinya fokuskan pada kerjasama dengan mereka nanti"
Kenzo menanggapi dengan tenang apa yang dilaporkan Zack padanya. Dia juga langsung menentukan langkah pencegahan untuk menghadapi Steve
"Baik pak. Saya mengerti" Zack pun berbalik pergi dan hendak meninggalkan ruangan Kenzo
Karena dirasa kalau informasi yang diberikan Zack masih belum kuat, Zo mulai bergerak sendiri. Dia menggunakan keahliannya sebagai seorang hacker handal. Zo mulai memainkan jari jemarinya diatas laptop dan menerobos masuk pada jaringan keamanan perusahaan Nugros. Kenzo mulai membaca satu persatu laporan keuangan mereka dan perkembangan perusahaannya
"Hmn ... laporannya cukup stabil. Tapi uang untuk bahan baku? Kenapa ada anggaran terpisah untuk ini? Bukannya biasanya ini termasuk pada modal usaha?" Kenzo mencoba meneliti apa yang dia temukan
"Ini masih belum cukup aku masih butuh yang lain" Kenzo kembali mencari data penting perusahaan. Akhirnya dia menerobos pada komputer Steve melalui IP yang terdapat pada email miliknya
"Apa ini? Iiihhh dia mengumpulkan hal-hal gila seperti ini? Menjijikkan!" Kenzo langsung menyalin apa yang dia temukan tanpa melihat isinya lebih lama lagi
"Tunggu saja Steve, jika kamu berani macam-macam denganku maka rahasiamu akan jadi konsumsi publik" Gumam Kenzo dengan senyum mencibir
Tak berselang lama Zack kembali keruangan Kenzo
"Permisi Pak Kenzo. Saya sudah mendapatkan informasi mengenai para wanita yang berhubungan dengan Pak Steve
"Aku sudah memilikinya. Kamu tidak perlu lagi mempermasalahkan itu" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang sambil membaca dokumen ditangannya
"Hah? Tapi pak, anda baru saja meminta saya untuk mencari tahu semuanya, bagaimana anda sudah mendapatkannya lebih dulu dari saya?" Zack terlihat bingung ketika Kenzo sudah mendapatkan informasi lebih banyak mengenai para wanita yang pernah memiliki hubungan dengan Steve
"Bukan hal yang sulit untuk aku dapatkan sendiri. Kamu fokuskan saja pada kerjasama kita dengan mereka. Harusnya mereka sebentar lagi datang kesini untuk membahas masalah kerjasama" Ujar Kenzo dengan sikap yang tenang
"Lalu akan anda apakan dengan infrormasi yang anda miliki?" Tanya Zack yang penasaran
"Tentu saja menyiapkan jebakan sebelum kita dijebak" Kenzo menanggapi dengan seringai tipis dibibirnya
***
__ADS_1
Sementara itu dikantor Steve. Dia juga sedang menyelidiki tentang Kenzo.
"Apa kamu sudah menyelidiki tentang Kenzo? Aku ingin kamu mendapatkan semua informasi tentang anak sombong itu. Aku harus bisa mengalahkan dia bagaimanapun caranya. Aku ingin dia mengakui kalau apa yang aku katakan itu benar. Pengalaman kita yang akan mengalahkannya. Bagaiamanapun caranya aku tidak ingin kalah darinya" Steve bicara dengan sorot mata yang tajam dan penuh emosi
"Saya sudah mengikutinya selama beberapa hari ini. Dia baru saja menikah dengan salah satu artis ternama yang belakangan sedang ramai diperbincangkan karena mengalami hilang ingatan setelah sakit" Asisten Steve menjelaskan apa yang dia tahu mengenai Kenzo
"Dia menikahi seorang artis? Siapa wanita beruntung itu?" Steve terlihat penasaran dengan siapa yang menjadi istri Kenzo
"Dia adalah Safira Tifania Reitama. Artis muda yang mendapatkan banyak penghargaan dalam akting karena kemampuannya. Dia juga menjadi brand ambasador dari beberapa merek ternama"
"Hmn ... aku jadi penasaran dengannya. Kita harus menemuinya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka" Steve bicara dengan senyum tipis dibibirnya
"Baik pak. Saya akan atur waktu untuk bisa bertemu dengannya"
"Bagus kalau begitu sekarang sudah waktunya kita berkunjung keperusahaan Anggara untuk bertemu dengan Pak Kenzo. Kita harus membicarakan masalah kerjasama kita yang tertunda" Steve bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan sambilĀ merapikan jas yang dia kenakan diikuti sang asisten dari belakang
***
Kenzie sedang melakukan meeting dengan salah satu perusahaan yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan perusahaan cabang Kusuma. Hanya saja ini pertama kalinya Kenzie menanganinya langsung setelah dia menjadi direktur.
"Pak Bimo, ini Pak Kenzie beliau belum lama ini diangkat menjadi direktur baru perusahaan ini" Deby memperkenalkan Kenzie dan Bimo karena dia sudah mengenalnya setelah beberapa kali menangani proyek dengan perusahaan Aster sebelum Kenzie menjadi direktur
"Selamat siang Pak Bimo. Senang bertemu dengan anda" Kenzie mengulurkan sebelah tangan untuk berjabat dengan Bimo
"Saya juga senang bisa bertemu dengan Pak Kenzie. Saya tidak sabar untuk bekerjasama kembali dengan perusahaan ini" Bimo pun menyambut uluran tangan Kenzie dengan senyum yang ramah
"Mari kita bahas masalah kontrak kita" Kenzie bicara sambil mempersilahkan Bimo dan asistennya duduk dengan menggunakan sebelah tangannya.
"Ya terimakasih" Bimo dan asistennya pun duduk disofa dan saling berhadapan dengan Kenzie
"Jadi begini Pak Bimo, selama ini kontrak kita selalu menguntungkan kedua belah pihak, kenapa sekarang syarat yang anda berikan berubah? Bagaimana bisa anda mengajukan pembagian keuntungan 60:40? Ini namanya tidak adil" Kenzie bersikap tenang saat dia bicara. Kenzie yang biasa terlihat ramah dan sopan, kini terlihat berwibawa dengan senyum tipis dibibirnya
"Saya tahu kalau ini terdengar aneh, tapi perusahaan kami sedang dalam situasi yang tidak baik. Lagipula harga bahan baku yang kami gunakan sedang naik dipasaran, jadi saya rasa ini sesuai dan masih tetap saling menguntungkan" Bimo bicara dengan sikap yang tenang dan senyum tipis yang terlihat bangga.
"Sesuai? Bagaimana bisa anda berpikir seperti itu? Kami yang memproduksi ini, tentu kerja kami lebih ekstra dari anda yang hanya menyediakan bahan baku dan memasarkannya saja. Keuntungan 50:50 itu sudah lebih dari cukup untuk perusahaan anda yang tidak memiliki banyak proses pengerjaan"
__ADS_1
Kenzie bersikeras dengan apa yang dia katakan karena itu adalah kenyataannya
"Pak Kenzie meskipun kami hanya menyediakan bahan baku dan melakukan pemasaran, tatap saja itu juga bukan hal yang mudah. Kami masih harus mencarikan bahan baku yang sesuai dan mempromosikan produk kita dengan benar" Bimo pun bersikeras dengan pembagian keuntungan 60:40 dalam kerjasama kali ini
"Kalau begitu mohon maaf, dengan berat hati saya menolak tawaran kerjasama kita kali ini" Kenzie pun dengan tegas menolak tawaran kerjasama yang diajukan Bimo padanya
"Anda menolak ini? Kita sudah lama melakukan kerjasama kita. Dan sekarang anda menolak kerjasama ini begitu saja?" Bimo terlihat tidak percaya karena Kenzie memutuskan hubungan kerjasama diantara mereka begitu saja. Padahal mereka sudah bekerjasama dalam waktu yang lama
"Pak Kenzie, apa anda yakin? Pak Bimo adalah klien lama kita. Bapak tidak bisa menolak kerjasama ini begitu saja. Bagaimana jika para dewan direksi mendengar ini dan malah membuat masalah untuk anda?" Deby berbisik pada Kenzie untuk mengingatkan tentang keputusan yang dia ambil
"Tenang saja. Ini bukan masalah besar. Saya pemimpin disini dan saya berhak memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan anda atau tidak. Untuk apa menjalin kerjasama yang tidak menguntungkan seperti ini? Kita ini berbisnis untuk mendapatkan keuntungan, bukan melakukan badan amal untuk menstabilkan perusahaan anda"
Kenzie bicara dengan sikap yang tenang dan sedikit senyum yang terlihat angkuh
"Sial, katanya dia pemimpin yang tidak kompeten? Kenapa dia bisa bersikap tegas seperti itu?" Bimo terkejut melihat sikap Kenzie
"Apa anda yakin menolak tawaran ini? Seperti yang dikatakan sekertaris anda, kita sudah lama bekerja sama. Anda akan terkena masalah jika memutuskan ini secara tergesa-geda" Bimo masih terus membujuk Kenzie agar tetap bekerjasama dengan mereka
"Saya tidak akan menarik kata-kata itu jika anda tidak merubah pembagian keuntungan kita" Kenzie pun bersikeras dengan keputusannya
"Baiklah, saya akan pikirkan dulu. Nanti saya akan hubungi anda lagi" Bimo bicara sambil beranjak dari duduknya
"Baiklah akan saya tunggu kabar diri anda" Kenzie dan Bimo pun saling berjabat tangan sebelum mereka mengakhiri meeting mereka
"Ya terimakasih. Sampai jumpa" Ujar Bimo sambil berbalik pergi meninggalkan Kenzie
"Ya sampai jumpa. Deby tolong antar tamu kita"
"Baik pak"
"Ck direktur baru saja sudah sombong. Lihat saja berapa lama kamu akan bertahan dengan jabatan direktur" Gumam Bimo yang mencibir saat meninggalkan ruangan Kenzie
"Noey, cari tahu tentangnya. Jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun"
"Baik pak"
__ADS_1