Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 132 (Pertemuan Kembali Risha Dan Rendra)


__ADS_3

Berita mengenai Kenzo dan Safira heboh dimana-mana. Foto mereka terpampang di media sosial dan menjadi trending topik


Safira Tifania Reitama, seorang artis papan atas yang selama ini tidak pernah terlihat berkencan dengan seorang pria, kini terlihat menggandeng pria dari kalangan non selebriti. Diketahui Pria tersebut baru saja wisuda. Dia berkuliah dengan bantuan beasiswa dan memiliki pekerjaan paruh waktu sebagai waitress


"Zo, apa kamu sudah melihat postingan yang beredar di internet?" Safira sedang menghubungi Kenzo dan bertanya perihal gosip mengenai mereka berdua


"Gosip apa ya? Aku belum buka internet sama sekali" Kenzo terlihat bingung saat Safira bertanya padanya


"Lihatlah sosial media. Gosip mengenai kita menyebar dan jadi trending topik. Memang fotomu diambil dari jarak yang lumayan jauh jadi tidak terlalu jelas. Tapi ... apa ini tidak jadi masalah untukmu?" Safira terdengar khawatir mengingat kalau Kenzo menyembunyikan identitasnya


"Aku akan urus mengeni itu. Kamu ingat kan kalau aku kuliah dibidang IT? Lagipula tidak akan ada yang sadar siapa aku sebenarnya" Kenzo menjawab dengan nada yang terdengar sombong


"Cih, Sombong sekali kamu" Safira berdecih kesal dengan sikap Kenzo lalu menutup teleponnya. Kenzo hanya tersenyum lalu mulai memainkan ponselnya untuk melihat berita yang dimaksud Safira


"Jadi gosip ini yang dimaksudnya?" Ujar Kenzo sedikit mencibir postingan tersebut. Diapun mulai mengeluarkan laptop dan menghapus postingan itu. Saat ini Kenzo sudah tidak bekerja di restoran, dia bekerja dirumah dan mulai mendesain softwere yang menjadi kolaborasinya dengan sebuah perusahaan teknologi yang besar.


Drrt drrt drrt


Sebuah panggilan telepon mengejutkan Kenzo yang sedang fokus menghapus postingan mengenai dirinya dan Safira. Dilihatnya layar ponsel bertuliskan nama nenek.


"Halo nek" Kenzo langsung menyapa sang nenek begitu dia menerima telepon Ji


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Ji bertanya dengan sikapnya yang tenang


"Aku sedang dirumah. mengerjakan sedikit pekerjaan. Ada apa nek?" Tanya Kenzo dengan raut wajah bingung


"Datang ke perusahaan nenek sekarang! Nenek tungggu" Ji langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Kenzo


"Ada apa dengan nenek? Kenapa dia terdengar kesal sekali?" Kenzo bicara dengan wajah bingung sambil menatap ponsel ditangannya


"Sudahlah. Lebih baik bersiap menemui nenek sebelum dia datang kemari dan marah-marah padaku" Kenzo mengganti pakaiannya dan langsung bersiap pergi kerumah Jingga.


Rumah Jingga berjarak lumayan jauh dari rumah Kenzo. Kira-kira membutuhkan waktu satu setengah jam dengan menggunakan motor karena berada di kota yang berbeda.


***


Risha masuk kerja untuk pertama kalinya. Sebelumnya dia sudah melakukan interview saat dikampus dan lagi karena dia lulus dengan nilai yang bagus jadi cukup mudah untuknya langsung diterima kerja.


"Selamat pagi. Permisi, saya karyawan baru. Bagian HRD ada disebelah mana ya?" Risha bertanya dengan sopan pada bagian resepsionis

__ADS_1


"Oh, nona bisa jalan ke sebelah sana. Setelah itu belok kiri. Disitu ruangan HRD berada" Bagian resepsionis menunjukkan arah pada Risha


"Terimakasih" Ujar Risha dengan senyum tipis kemudian berbalik dan hendak menuju ruang HRD. Disaat yang bersamaan, direktur perusahaan tempat Risha bekerja baru saja tiba.


"Pak Direktur datang" Ujar salah seorang bagian resepsionis pada rekannya. Risha pun berbalik dan hendak menunggu hingga direktur naik keuangannya.


"Hah, bagaimana dia?" Mata Risha membelalak tajam melihat pemuda yang baru saja memasuki gedung kantornya


"Permisi, apa itu direktur perusahaan ini?" Tanya Risha pada resepsionis


"Benar, itu direktur perusahaan ini. Pak Rendra Selip Dirga" Resepsionis menjawab dengan sopan


"Bagaimana bisa? Bukannya Rendra ikut ke negara F dengan Kenzo?" Risha masih berpikir dan terlihat bingung.


Rendra berjalan dengan gagah ke dalam perusahaannya. Meskipun tampan tapi dia sama sekali tidak menunjukkan senyum meskipun sedikit. Dia hanya akan menganggukkan kepala menanggapi orang yang menyapanya. Rendra dikenal dengan sebutan bos tampan yang dingin dan galak.


"Apa aku harus menyapanya atau tidak? Nanti bisa gawat kalau semua orang tahu kami saling mengenal" Pikir Risha yang masih berpikir mengenai sikapnya pada Rendra nanti. Dia tidak sadar kalau Rendra semakin mendekat padanya


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Rendra pada Risha yang sedang melamun.


"Pak Rendra kenal gadis itu? Siapa dia? Bagaimana bisa dia membuat pak Rendra yang sangat pelit bicara menyapa terlebih dahulu?"


"Aku juga baru pertama kali melihatnya. Apa dia karyawan baru perusahaan ini?"


Saat semua sedang berbisik karena penasaran dengan hubungan Risha dan Rendra, Risha masih belum sadar dari lamunannya


"Sha! Risha!" Panggil Rendra setelah beberapa kali


"Ah iya. Ada apa?!" Risha sangat terkejut karena Rendra berdiri didepannya, bahkan wajah mereka kini sangat dekat sekali


"Aku tanya, kenapa kamu ada disini?" Rendra kembali mengulang pertanyaannya pada Risha


"Aku karyawan baru disini" Risha menjawab dengan cepat dan sedikit canggung


"Kamu? Karyawan baru disini?" Tanya Rendra lagi yang terlihat tidak percaya


"Benar. Ini hari pertamaku bekerja" Risha menjawab dengan tenang kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Rendra


"Kenapa kamu disini? Bukannya kamu tinggal dengan Kenzo?" Tanya Risha berbisik pada Rendra dengan wajah penuh tanya

__ADS_1


Tentu saja apa yang dilakukan Risha membuat karyawan lain yang ada disana semakin heran dan penasaran dengan hubungan yang dimiliki Risha juga Rendra.


"Kita bicara lagi saat makan siang. Ini sudah waktunya bekerja" Rendra menjawab dengan sikap tenang


"Baiklah. Aku akan keruang HRD" Rendra mengangguk dan berjalan meninggalkan Risha menuju ruangannya.


Risha pun berjalan menuju ruang HRD yang telah diberitahu oleh resepsionis sebelumnya. Dia mengabaikan tatapan penasaran semua orang padanya. Diantara semua orang yang penasaran padanya. Ada salah satu karyawati yang menatapnya dengan tatapan benci.


"Apa hubungan mereka? Apa dia masuk karena koneksi? Aku semakin penasaran bagaimana bisa pak Rendra yang menolakku sebagai sekertaris dan menbatasi diri dengan karyawan wanita, malah bersikap baik padanya?" Pikir Elisa yang terus menatap Risha dengan raut wajah penasaran sekaligus benci


Rendra langsung menghubungi Kenzo begitu dia tiba diruangannya


Tuut tuut tuut


Cukup lama Kenzo menerima panggilan telepon dari Rendra


"Halo"


"Akhirnya kamu mengangkat telepon dariku. Kenapa lama sekali sih?" Rendra langsung menggerutu begitu mendengar suara Kenzo


"Kenapa kamu ngomel-ngomel begitu? Ini masih pagi dan kamu sudah buat telingaku sakit" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang dingin


"Kamu membuatku menunggu lama!" Jawab Rendra lagi dengan kesal


"Aku tadi sedang dijalan. Ini baru saja tiba dirumah nenekku. Jangan menggerutu saja seperti gadis sedang PMS" Jawab Kenzo lagi


"Enak saja kalau bicara. Ada apa pagi-pagi sudah pergi kerumah nenekmu?" Tanya Rendra lagi penasaran


"Aku juga tidak tahu. Tapi ada apa kamu menghubungiku?" Kenzo pun bertanya dengan sikapnya yang dingin


"Apa kamu tahu kalau Risha bekerja dikantorku? Tadi aku bertemu dengannya di lobby. Katanya ini hari pertamanya masuk kantor" Rendra menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Aku tahu kalau dia mulai kerja hari ini, tapi aku tidak tahu kalau dia bekerja diperusahaan mu" Sesekali Kenzo menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Rendra


"Hmn... sepertinya dia sangat terkejut melihatku. Apa selama ini dia tidak tahu siapa aku?" Tanya Rendra dengan ekspresi bingung


"Tentu saja tidak. Keluargaku memang tahu, tapi Risha dan Kenzie sepetinya tidak tahu siapa kamu. Awas saja kalau kamu menindas Risha!"


"Kamu pikir aku orang seperti apa? Aku tidak mungkin menindas sepupu temanku sendiri"

__ADS_1


"Sudahlah. Aku harus menemui nenek. Sampai jumpa"


"Cih. Lagi-lagi dia menutup telepon begitu saja"


__ADS_2