
Tinggal beberapa hari lagi Kenzo dan Safira akan melangsungkan pernikahan mereka. Namun saat ini Safira sedang disibukan dengan berbagai undangan acara yang membahas mengenai penyakitnya dan apa saja yang dia rasakan. Safira hanya bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan saja karena dia sama sekali tidak mengingat bagaimana masa lalunya.
"Kak Fira, apa kamu lelah?" Tiara bertanya sambil memberikan sebotol air minum sesaat setelah dia selesai mengisi sebuah acara
"Ini sangat melelahkan. Apa dulu juga aku bekerja sekeras ini?" Safira meraih botol yang diberikan Tiara sambil berjalan meninggalkan studio
"Ya, sejak dulu jadwal kak Fira memang selalu padat. Tapi kak Mona tetap mengatur jadwal kak Fira agar tetap bisa beristirahat dengan baik. Jika kak Fira ada jadwal pagi, maka itu hanya akan berlangsung sampai sore hari sekitar jam 6. Tapi jika kak Fira ada jadwal sore, maka kak Fira akan beristirahat lebih lama pada pagi hari" Tiara menjelaskan bagaimana Mona mengatur jadwal kerja Safira agar dia tetap bisa beristirahat
"Terimakasih karena kalian berdua selalu ada disampingku" Ujar Safira dengan senyum lembut
"Oh, ternyata sedang ada bintang paling top disini. Beruntung sekali kita bisa bertemu setelah sekian lama. Mungkin kamu lupa bagaimana menyenangkannya pertemanan kita sejak dulu"
Safira dan Tiara menghentikan langkah mereka begitu seorang gadis berdiri tepat dihadapan Safira. Dia terlihat cantik dengan rambut panjang berwarna pirang kecoklatannya yang terurai hingga ke pinggang. Kulitnya putih bersih. Dia mengenakan rok pendek jeans diatas lutut yang dipadukan dengan jaket kulit berwarna hitam dengan sepatu jenggel tinggi dengan hak yang sedikit tinggi juga. Dia juga mengenakan kaca mara hitam dan langsung membukanya begitu Safira terdiam menatapnya dengan ekspresi bingung
"Ra, siapa dia?" Safira menoleh pada Tiara dan bertanya dengan nada sedikit berbisik
"Dia itu Catherin, sejak dulu dia memang selalu berselisih paham dengan kak Fira" Tiara pun menjelaskan dengan berbisi juga
"Oh, aku memang tidak ingat siapa kamu. Tapi jika kita memang berteman dengan baik dan menyenangkan tentu ada rasa dihati kalau kita memiliki hubungan. Tapi sayangnya aku tidak merasakan apapun padamu. Apa memang pertemanan kita kurang menyenangkan atau memang kita tidak harusnya berteman jadi tidak ada kesan menyenangkan?" Safira menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum elegan, dia sama sekali tidak takut atau merasa kalah oleh Catherin
"Oh aku lupa kalau kamu tidak mengingat siapapun lagi. Biar bagaimanapun sekarang kamu tidak bisa lagi memperkenalkan temanmu pada pria yang bisa jadi sponsor, iya kan?" Catherin berbisik dengan seringai yang tak pernah hilang dari bibirnya
"Maaf? Apa maksudnya kamu mengatakan hal itu? Tolong jelaskan padaku!" Safira bertanya dengan sikap yang dingin dan terlihat tegas
__ADS_1
"Tidak ada. Aku hanya ingin menawarkan bantuan saja padamu. Sekarang kan kamu tidak bisa mengingat siapapun, tentu kamu juga tidak bisa lagi mengetahui yang sumber daya besar dibidang ini kan? Mau aku kenalkan pada seorang produser? Dia sangat kaya dan suka sekali dengan artis berbakat sepertimu, aku yakin kalau kamu pasti akan sukses dibawah naungannya" Catherin bicara dengan senyum mencibir dan sikap yang sombong. Asistennya pun ikut menertawakan Safira yang terus di ejek oleh artisnya
Tiara sudah terlihat sangat kesal sekali dengan tingkah laku Catherin yang terus mengusik Safira. Namun Safira tetap terlihat tenang menghadapi Catherin. Justru dia tersenyum saat Catherin bicara kasar padanya
"Sepertinya aku tidak memerlukan itu. Harusnya kamu menggunakan itu untuk dirimu sendiri. Karena mau bagaimanapun aku sudah memiliki sumber daya yang tidak akan pernah bisa terkalahkan. Jika aku mau, aku bisa meminta pada sumberku untuk membuatmu dan sumber yang kamu bilang itu hilang dari industri ini secepatnya. Jadi kesimpulannya aku sama sekali tidak membutuhkan yang lainnya, selain sumberku Terimakasih atas tawarannya" Safira menjawab dengan senyum percaya diri dan sikap yang tetap tenang
"Cih sombong sekali kamu. Aku tidak percaya jika ada seseorang yang lebih berkuasa. dari produser yang aku maksud" Catherin pun tetap sombong dengan apa yang dia yakini
"Terserah kamu saja, tapi aku tidak tertarik dengan apa yang kamu tawarkan. Ayo Tiara, kita masih memiliki jadwal pemotretan. Tidak baik terlalu lama membuat fotografer menunggu" Safira bicara sambil berlalu melewati Catherin yang terlihat kesal dan penasaran
"Sumber daya yang tidak akan pernah terkalahkan? Memang ada orang seperti itu ya?" Catherin bertanya pada asisten yang ada disebelahnya
"Entahlah, mungkin kalau yang dimaksud itu pebisnis kalangan atas memang bisa, tapi mereka sangat jarang terlibat dengan hingar bingar dunia keartisan" Ujar asisten Catherin dengan ekspresi wajah seakan sedang berpikir
"Sudahlah, nanti saja kita selidiki lagi masalah sponsornya Safira. Sekarang kita juga masih memiliki jadwal lain"
***
Diluar studio, Kenzo sudah menunggu Safira dengan mobil mewah miliknya untuk makan malam bersama sebelum mengantarkan Safira ke lokasi pemotretan terakhirnya
"Ra, aku akan makan malam bersama Kenzo. Kamu bisa pergi ke lokasi lebih dulu, aku akan pergi bersamanya" Safira bicara pada Tiara setelah dia melihat mobil Kenzo terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri
"Baik kak, aku mengerti.. Jika perlu sesuatu, hubungi saja aku. Aku akan langsung ke lokasi pemotretan dan melihat persiapan disana" Tiara menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah
__ADS_1
"Baik, kamu hati-hati dan jangan lupa makan dulu" Safira mengingakan Tiara untuk makan sebelum mereka berpisah
"Iya kak, aku mengerti. Kita akan bertemu di lokasi. Kak Fira jangan lupa ya kalau kita masih ada 1 pemotretan lagi" Tiara tersenyum lembut menggoda Safira
"Apa maksudnya itu? Tentu saja aku ingat kalau setelah ini masih ada pemotretan" Safira bertanya dengan wajah mengernyit bingung
"Tidak, hanya saja aku khawatir karena kakak bersama kak Zo, nanti bisa melupakan semuanya. Aku pergi kak. Sampai jumpa dilokasi!" Tiara langsung berlari pergi sebelum Safira menanggapi ucapannya
"Bocah ini. Apa maksud ucapannya itu? Bisa-bisanya dia langsung kabur setelah mengejekku" Safira tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat Tiara yang berjalan menjauh darinya
Tiin tiin
Safira langsung mengalihkan pandangannya dari Tiara ketika mendengar suara klakson mobil yang seakan memanggilnya. Diapun menoleh ke arah mobil dan melihat Kenzo yang melambaikan tangan padanya memintanya untuk masuk kedalam mobil. Safira pun berjalan mendekati mobil Kenzo dan masuk kedalam
"Apa kamu sudah lama menunggu?" Tanya Safira setelah dia masuk kedalam mobil Kenzo
"Belum lama, lagipula selama apapun itu aku akan tetap menunggumu" Kenzo menggoda Safira dengan senyum yang lembut disertai alis yang terangkat bersamaan
"Cih gombal" Safira berdecil sambil memalingkan wajah dari Zo
"Aku serius" Kenzo bicara sambil terus menatap Risha
"Berisik. Sebaiknya kita jalan sekarang. Aku masih ada satu pemotretan terakhir" Safira bicara dengan nada yang sinis namun sedikit senyum.
__ADS_1
Setelah kepergian mereka Catherin keluar dari studio dan melihat Safira berada dalam mobil mewah itu
"Itu Safira kan? Jadi dia hanya pura-pura jadi gadis lugu saja, tapi pada kenyataannya dia juga mendekati pria kaya untuk dijadikan pijakan. Safira, aku pasti bisa menjatuhkan kamu dari puncak kesuksesan. Baik saat kamu sehat ataupun hilang ingatan, kamu tetap saja jadi penghalang untukku. Lihat saja, aku pasti akan merebut semua yang kamu miliki" Catherin tersenyum sinis dengan nada bicara yang mencibir