
Drrt drrt drrt
Safira sedang sarapan bersama Kenzo sambil menunggu Tiara untuk pergi ke lokasi pemotretan bersama saat tiba-tiba ponselnya berdering. Safira meraih ponselnya yang diletakan diatas meja dan melihat nama yang tertera dilayar ponsel sebelum menerimanya.
"Halo, Ra. Kamu dimana? Kenapa belum sampai?" tanya Safira begitu menerima telepon dari asistennya, Tiara
"Kak Fira, maafkan aku. Hari ini aku tidak bisa menemanimu melakukan photoshoot" terdengar suara Tiara yang lirih dari ujung telepon.
"Ra, apa kamu baik-baik saja? Kenapa suaramu terdengar sedikit ...". Safira memicingkan mata dan terlihat heran dengan nada bicara Tiara yang terdengar sedikit gemetar dan lemah
"Aku mengalami sedikit insiden saat menuju rumah Kak Fira tadi. Tapi aku baik-baik saja. Kak Fira tidak perlu khawatir" Tiara terdengar sedikit ragu saat bicara, namun dia berusaha bersikap biasa agar Safira tidak khawatir padanya.
"Insiden apa? Apa yang terjadi padamu?!" Safira terdengar bingung dan panik sekarang hingga nada bicaranya sedikit meninggi
"Aku ... tidak sengaja terserempet mobil"
"Apa?! Kamu terserempet mobil?! Lalu bagaimana keadaanmu?! Apa lukanya parah?!" Safira bertanya dengan nada yang panik begitu mendengar kalau Tiara terluka.
"Tenang dulu, Kak Fira. Untungnya supir itu berhasil mengerem mobilnya tepat waktu, jadi lukaku tidak terlalu parah. Hanya saja dokter bilang aku harus istirahat dirumah sakit selama beberapa hari, jadi aku tidak bisa menemanimu pemotretan" Tiara menjelaskan dengan nada yang terdengar menyesal karena dia tidak bisa menemani Safira untuk hari ini.
"Dasar bodoh. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku bisa melakukannya sendiri, jadi kamu cukup turuti apa yang dokter perintahkan saja. Setelah pulang nanti, aku akan kerumah sakit untuk mengunjungimu". Safira tersenyum tipis saat dia berusaha menenangkan Tiara
"Baiklah. Maafkan aku" ucap Tiara lagi yang masih merasa tidak enak hati
"Tidak perlu dipikirkan. Jaga kesehatanmu. Sampai jumpa"
"Ya, sampai jumpa". Safira langsung menutup teleponnya setelah Tiara memberikan tanggapannya
"Ada apa dengan Tiara? Apa dia baik-bak saja?" Kenzo yang sejak tadi memperhatikan sang istri, langsung bertanya setelah melihatnya menutup telepon.
"Tiara mengalami kecelakaan. Dia diserempet mobil saat menuju kemari, tapi katanya lukanya tidak terlalu parah. Hanya butuh istirahat beberapa hari saja" Safira menjelaskan dengan sikap yang tenang pada Kenzo
"Jadi ... kamu akan pergi ke lokasi sendiri hari ini?" Kenzo kembali bertany dengan sikap yang tenang.namun terlihat dari wajahnya kalau dia mulai khawatir
"Ya, aku akan pergi sendiri. Aku tidak mungkin membatalkan jadwalku begitu saja" ujar Safira dengan sikap yang tenang disertai senyum dan bibir mengerucut
__ADS_1
"Apa kamu membutuhkan asisten pengganti sementara Tiara izin sakit?" Kenzo menatap Safira dengan sorot mata yang tajam
"Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri. Kamu tidak perlu khawatir" Safira menggelengkan kepala disertai tangan yang bergerak ke kanan dan ke kiri dengan cepat.
"Apa kamu yakin? Aku tidak ingin kamu mengalami kesulitan karena harus mengerjakan semuanya sendiri" ujar Kenzo lagi dengan senyum yang lembut
"Aku yakin. Hanya hari ini saja Tiara tidak bisa mengantarku ke lokasi pemotretan. Dia bilang lukanya tidak parah, jadi sepertinya tidak akan butuh waktu lama untuknya beristirahat. Lagipula ... aku tidak memiliki jadwal mendesak selain hari ini". Safira bicara dengan sikap yang tenang saat dia berusaha menjelaskan pada Kenzo kalau dia tidak papa jika pergi sendiri
"Kalau begitu aku akan mengantarkanmu ke lokasi" ujar Kenzo yang masih tidak tenang membiarkan Safira sendiri.
"Tapi Zo, lokasinya ada diluar kota. Butuh waktu sekitar hampir 2 jam untuk bisa tiba disana. Kamu juga memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan, kan? Aku tidak ingin pekerjaanku malah mengganggu pekerjaanmu" Safira berusaha keras agar Kenzo tidak mengikutinya ke lokasi pemotretan.
"Itu bukan masalah yang sulit" Kenzo bicara dengan sikap yang acuh tak acuh lalu meraih ponselnya untuk menghubungi Zack.
Tuut tuut tuut
"Halo, Pak" Tak lama terdegar suara Zack dari ujung telepon
"Zack, aku butuh bantuanmu hari ini" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang tanpa basa-basi terlebih dahulu
"Anda bisa langsung mengatakannya. Saya akan melakukan apapun untuk anda" Zack pun menanggapi perkataan Kenzo dengan sikap yang tenang dan patuh.
"Eeh?" Zack terdengar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzo. Dia masih ragu dan takut jika harus menangani pekerjaan Kenzo sendiri. Namun Pram sudah mulai melepaskan pekerjaannya dan membiatkan Zack mulai mengambil alih semuanya.
"Aku harus keluar kota sebentar, sepertinya aku akan datang terlambat kekantor. Jadi pastikan semuanya baik-baik saja sampai aku kembali" Zo bicara dengan sikap yang tenang dan nada bicara yang terdengar dingin dan tegas.
"Baik, Pak.Saya mengerti" Zack pun menyanggupi apa yang diminta Kenzo
"Ya, terimakasih. Kamu bisa langsung menghubungiku jika ada masalah darurat"
"Baik, Pak" Kenzo dan Zack pun menutup telepon diantara mereka
"Apa kamu sudah selesai sarapan? Kita bisa berangkat sekarang" Kenzo berdiri dari duduknya, merapikan jas yang dia kenakan lalu meraih tas kerjanya sambil bertanya dengan lembut pada sang istri.
"Ya, aku sudah siap" Safira pun meraih tasnya dan berjalan mendekati Kenzo untuk dapat berjalan bergandengan tangan meninggalkan rumah.
__ADS_1
"Silahkan masuk, istriku" ujar Kenzo saat dia membukakan pintu mobilnya untuk Safira
"Terimakasih, suamiku" Safira pun menanggapi dengan senyum lembut saat dia memasuki mobil. Setelah Safira duduk, Kenzo berjalan ke arah kursi kemudi dan mulai berkendara menuju lokasi pemotretan Safira
***
Dilokasi pemotretan, Catherin sudah gelisah menunggu kedatangan Safira
"Kenapa dia belum datang juga?" gumam Catherin yang sedang bimbang.
"Pak, apa Safira tidak jadi pemotretan hari ini?" Catherin sangat khawatir jika rencananya tidak berjalan lancar. Dia bahkan bertanya pada asisten photografer mengenai jadwal Safira.
"Tentu saja jadi. Pemotretan hari ini sangat penting karena akan dicetak untuk edisi bulan depan. Dan jadwal photografernya sangat padat sehingga hanya hari ini waktu yang dia punya untuk melakukan pemotretan ini" ujar sang asisten photografer saat menjelaskan pada Catherin
"Baiklah, terimakasih" Catherin tersenyum canggung saat dia tahu kalau jadwal pemotretan Safira sama sekali tidak berubah
"Baguslah karena dia akan tetap datang dan semua bisa berjalan sesuai rencana
Setelah menempuh perjalan yang cukup panjang, akhirnya Safira dan Kenzo tiba dilokasi pemotretan
"Istriku, kira-kira kamu kapan selesai dengan pemotretannya?" Kenzo bertanya dengan lembut sebelum Safira turun dari mobil
"Entahlah. Aku harus mengambil foto dengan beberapa pakaian yang berbeda. Katanya ada 3 atau 4 pakaian yang akan aku gunakan untuk pemotretan ini. Mungkin akan selesai pada sore hari" Safira bicara dengan nada yang ragu karena dia juga tidak tahu pasti berapa pakaian yang akan dia gunakan nanti.
"Baiklah, kalau begitu kamu harus hati-hati. Ingat untuk tetap waspada pada siapapun dan hubungi aku jika terjadi sesuatu" Kenzo memberikan beberapa nasehat untuk mengingatkan Safira sebelum dia pergi.
"Tentu suamiku, aku akan ingat semua pesanmu. Kamu seperti kakek-kakek saja dengan pesanmu yang banyak itu" ujar Safira dengan nada bicara yang lembut dan senyum yang terlihat begitu manis
"Ya, kakek tua ini terlalu sayang padamu sampai aku sangat khawatir dan tidak bisa meninggalkanmu sendiri. Sudahlah. Cepat keluar sana atau aku harus turun dan membukakan pintu mobil untukmu lalu menggendongmu kesana?" Kenzo tersenyum tipis saat bicara dan sebelah tangannya mencubit lembut sebelah pipi Safira
"Ya ya aku turun. Kamu tidak perlu turun dari mobil. Aku tidak rela jika semua orang melihat suamiku yang tampan. Hati-hati berkendara dan hubungi aku ketika kamu telah sampai nanti" Safira bicara sambil turun dari mobil mewah Kenzo. Dia melambaikan tangan saat berjalan menjauh dari mobil.
Saat Kenzo mulai menyalakan mesin mobilnya, dia melihat sesuatu yang membuatnya menatap dengan tatapan sinis.
"Itu ... bukannya Fira bilang tidak ada pemotretan dengannya? Kenapa dia ada disini?" gumam Kenzo ketika melihat Catherin dengan gerak-geriknya yang mencurigakan karena berjalan mengendap ketika Safira sudah melewatinya. Kenzo pun meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Safira
__ADS_1
"Sayang, kamu bilang Catherin tidak melakukan pemotretan bersamamu hari ini, tapi kenapa dia ada dilokasi yang sama denganmu? Sepertinya dia merencanakan sesuatu, kamu harus lebih waspada" tulis Kenzo dalam pesan singkatnya
"Jadi kamu ingin bermain dengan istriku? Baiklah, aku akan lihat pertunjukan apa yang kamu sediakan. Semoga tidak mengecewakanku, karena aku selalu pandai dalam membuat pertunjukan menarik. Tentu saja kali ini aku akan biarkan istriku yang membuat pertunjukan untukmu" ujar Kenzo dengan seringai tipis dibibirnya