Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Operasi Safira


__ADS_3

Noey sangat terkejut mendengar cerita dari Rendra. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Kenzo bisa memiliki pacar seorang artis terkenal.


"Kenapa reaksimu berlebihan seperti itu? Memangnya ada yang salah dengan Kenzo? Dia itu juga masih muda, tampan, cerdas"


"Ya, tapi kepribadiannya buruk" Noey langsung menyela dengan sinis dan mencibir sebelum Rendra selesai bicara


"Aku tidak tahu bagaimana bisa seorang Safira, artis multitalenta yang begitu terkenal bisa suka pada gunung es berjalan seperi itu" Noey bicara dengan sikap acuh tak acuh dan nada yang sedikit heran.


"Kamu tidak tahu bagaimana sikapnya saat bersama Safira. Jika kamu tahu, mungkin saja kamu akan pingsan saat itu juga" Rendra bicara dengan senyum tipis dibibirnya. Dia mencibir sikap Kenzo saat bersama dengan Safira.


"Benarkah? Kamu yakin orang menyebalkan itu bersikap baik pada seorang gadis? Bukan hubungan palsu kan?" Noey masih tidak percaya ketika Rendra menceritakan sikap Kenzo saat bersama dengan Safira


Rendra hanya mengangguk dan menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis saat menanggapi pertanyaan Noey


"Aku jadi penasaran bagaimana sikap gunung es menyebalkan itu. Apa iya dia bisa merubah sikapnya?" Noey masih penasaran dengan bagaimana sikap Kenzo saat bersama dengan gadis yang disukainya


"Ya sudah. Kamu juga akan memiliki kesempatan nantinya"


"Ya sudahlah. Lalu bagaimana dengan kakimu sekarang? Apa sudah lebih baik?" Noey pun kini mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kondisi kaki Rendra


"Ya sudah lebih baik. Aku masih menjalani terapi untuk melatih otot kakiku setiap 2 minggu sekali. Dokter bilang perkembangannya sudah lebih baik" Rendra bercerita dengan senyum tipis dibibirnya


"Syukurlah kalau begitu. Maaf karena aku tidak datang membantumu saat kamu sedang dalam kesusahan" Noey bicara dengan kepala tertunduk dan raut wajah sedaih saat bicara pada Rendra


"Tenang saja. Aku tidak papa. Lagipula Kenzo sudah memberikan imbalan yang setimpal pada Keluarga om Rian itu. Sekarang mereka tidak akan bisa menggangguku lagi"


"Apa yang telah Zo lakukan pada mereka?"  Noey terlihat sangat penasaran dan begitu antusias menunggu cerita dari Rendra


"Hmn ... Zo membuat om Rian jatuh dari balkon restoran, dia juga dipenjara untuk berbagai kejahatan yang telah dia lakukan padaku dan mendiang ibuku. Sedangkan Fredi ... dia lumpuh setelah mengalami kecelakaan saat melakukan balap liar melawan Kenzo. Aku tidak tahu bagaimana dengan Pricilla. Sepertinya Zo tidak melakukan apapun padanya. Lagipula dia tidak melakukan kesalahan apapun padaku. Tapi mungkin ... dia juga mengalami kesulitan karena harus hidup susah dan menanggung kakaknya yang lumpuh, sedangkan Zo hanya memberikan uang 500 juta sebagai hadiah" Rendra menceritakan apa yang terjadi dengan sikap yang tenang

__ADS_1


"Kenzo memang tidak pernah mengenal kata ampun. Lalu, bagaimana dengan kakakmu? Apa dia masih mendekatimu? Setahuku daridulu dia selalu ingin dekat denganmu, hanya saja keinginannya itu justru selalu membuatmu berada dalam masalah"


Noey bicara dengan sikapnya yang acuh tak acuh. Karena dia tidak mengenyam pendidikan yang tinggi, sopan santunnya sangat jauh dari kata baik.


"Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak kejadian itu. Zo menegaskan padanya kalau kami tidak memiliki hubungan apapun dan kedepannya jangan saling mengusik. Dirga Elektronik dan Dirga Motor tidak berada dalam satu perusahaan lagi. Perusahaan ini sekarang memiliki manajemen masing-masing, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk saling bertemu. Sepertinya dia juga malu untuk menemuiku" Rendra bercerita dengan senyum ketir dibibirnya dan sesekali mengangkat kedua bahunya bersamaan.


"Wah wah wah ... ternyata dia melakukan banyak hal untukmu. Aku jadi iri. Sayangnya aku tidak melakukan apapun untukmu. Bahkan aku tidak berada di sampingmu saat kamu berada di ambang kematian"


"Cih. Sejak kapan kamu jadi sentimentil begitu?" Rendra bicara dengan senyum tipis dan nada bicara yang sedikit mencibir


"Kenapa kamu seperti itu? Kamu tidak senang jika aku perhatian padamu? Kalian berdua membantuku saat aku hampir saja mati di keroyok preman jalanan. Kalian berdua juga selalu membantuku saat aku butuh bantuan. Bahkan kalian berdua yang membantuku belajar meskipun itu bukan sekolah resmi. Setidaknya aku jadi tahu mengenai ilmu komputer, game dan bisnis" Noey bicara dengan kedua bahu diangkat bersamaan. Dia terlihat sangat santai saat bicara dengan Rendra.


"Kamu masih saja membahas soal itu. Itu sudah lama sekali terjadi, untuk apa masih mengingatnya sampai sekarang?" Rendra mengernyitkan dahi dan bicara dengan senyum tipis disertai gelengan kepala


"Mana mungkin aku bisa lupa? Saat itu aku benar-benar berpikir kalau aku akan mati, entah itu ditangan para preman jalanan atau mungkin mati karena kelaparan, tapi kalian berdua datang dan menjadi penyelamatku. Aku benar-benar berhutang nyawa pada kalian berdua terutama pada Kenzo" Noey terus saja bicara mengenai hutang budinya pada Kenzo dan Rendra.


"Terserah kamu sajalah mau bicarakan itu sampai kapan. Yang pasti sekarang kita harus memberikan dukungan pada Kenzo karena dia pasti sangat sedih dengan kondisi Safira sekarang ini" Rendra terlihat bingung saat dia mengatakan ingin memberikan dukungan pada Kenzo


"Aku tidak bisa. Zo memintaku mengawasi keluarga Wiguna. Lagipula kondisi kakimu juga belum pulih. Yang ada kamu hanya akan membuat dia marah saka" Noey bicara sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali


"Kamu benar juga. Tapi … keluarga Wiguna? Kenapa?" Rendra terlihat heran dan penasaran dengan alasan Kenzo mengawasi keluarga itu


"Aku juga tidak tahu, tapi dia bilang kalau perusahaannya akan menjalin kerjasama dengan perusahaan itu. Kamu tahu sendiri kan kalau dia itu perfeksionis, jadi semua harus dipersiapkan dari awal. Pemikirannya selalu berada satu langkah di depan orang lain" Noey bicara dengan sikapnya yang sangat santai namun seperti mencibir Kenzo


"Benar juga. Kalau dia sudah meminta untuk menyelidiki sesuatu, itu artinya ada yang sedang dia curigai" Rendra mengiyakan apa pendapat Noey tentang Kenzo


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa iya kita hanya akan berdiam diri saja?"


Noey dan Rendra kembali terdiam dan berpikir mengenai apa yang akan mereka lakukan untuk Kenzo

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita selidiki saja keluarga Wiguna? Zo memintaku memasang CCTV dan mengawasinya. Jika kita bisa mendapat informasi lebih untuknya … pasti akan sangat membantu Zo dalam kerjasamanya"


Noey tidak memiliki ide lain untuk membantu Kenzo. Dia hanya bisa menyelidiki keluarga Wiguna untuk kelancaran kerja sama perusahaan Zo dengan perusahaan Wiguna


"Baiklah. Aku akan membantumu dengan rencana itu. Aku akan minta bantuan orangku agar mereka juga mengawasi keluarga Wiguna"


"Ok, deal" Rendra dan Noey pun saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan mereka berdua


***


Rumah sakit negara L


Tiara masih menunggu Safira yang sedang operasi dengan gelisah. Dia terus saja berjalan kesana kemari karena cemas.


"Kak Fira, kumohon bertahanlah. Jangan tinggalkan aku sendiri" Tiara terus bergumam disela isak tangisnya karena Safira masih terus menjalani operasi setelah hampir 4 jam


"Wali dari nona Safira!"


"Ya" Tiara menghapus air matanya dan berjalan mendekati seorang dokter yang baru keluar dari ruang operasi


"Dokter bagaimana operasinya?" Tiara bertanya dengan sisa air mata di wajahnya


"Operasinya berjalan lancar. Hanya saja … kondisinya masih kritis, jadi kita belum tahu apakah sukses atau tidak"


Air mata Tiara kembali mengalir deras mendengar penjelasan dari dokter


"Lalu … kapan dia akan sadar?" Tiara kembali bertanya disela isak tangisnya


"Kita akan tunggu sampai besok. Setelah pasien sadar baru kita akan tahu operasinya berhasil atau tidak"

__ADS_1


Kaki Tiara terasa lemas hingga dia pun mundur dan terduduk lemas di kursi


"Kak Fira … huuu uu uu ku mohon bertahanlah"


__ADS_2