Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Perdebatan Deby Dan Meisya


__ADS_3

“Sayang, apa kamu sudah lama menunggu?” Kenzie bertanya pada Meisya yang ternyata telah tiba lebih dulu diparkiran mobil.


“Tidak, aku juga belum lama tiba disini. Kita akan makan siang dimana?” tanya Meisya ketika Kenzie membukakan pintu mobil untuknya


“Tidak perlu jauh darisini. Aku hanya ingin menghabiskan waktu makan siang denganmu saja” jawab Kenzie dengan senyum yang manis


“Baiklah. Terserah padamu saja”


“Jadi dia pacarnya pak Kenzie? Bukannya dia dari bagian produksi ya?”gumam Deby yang ternyata mengikuti Kenzie ketika dia akan makan siang bersama dengan Meisya. Dia terus mengikuti Kenzie dan Meisya sampai ke


restoran.


“Bagaimana pak Kenzie mau pacaran dengan karyawan kelas rendah seperti dia? Apa mungkin karena mereka pernah berada dibagian yang sama sebelum jadi direktur? Ya itu tidak menutup kemungkinan kalau mereka saling jatuh cinta saat berada dalam lingkup pekerjaan yang sama” Deby bicara sendiri berusaha menerka


pemikiran Kenzie yang merupakan seorang direktur tapi bisa berhubungan dengan keryawan bagian produksi biasa.


“Sudahlah, yang penting aku sudah tahu pacar pak Kenzie, ini akan memudahkanku untuk tahu seperti apa tipe gadis yang disukai olehnya” gumam Deby yang kemudian beranjak pergi meninggalkan restoran. Namun sebelum dia


pergi, Kenzie dan Meisya sudah terlanjur melihatnya


“Deby? Apa yang sedang kamu lakukan disini?” tanya Kenzie dengan senyum yang ramah


“Oh, Pak Kenzie. Saya hanya ... ingin makan siang saja, tapi sepertinya makanan yang saya inginkan tidak ada disini, jadi saya akan pergi ke restoran lain” ujar Deby dengan senyum yang terlihat kaku


“Memangnya kamu mau makan apa?” tanya Kenzie lagi yang penasaran dengan jawaban sang sekertaris


“Aku ingin makan ... rawon pedas!” Deby menjawab dengan asal bicara


“Disini juga disediakan rawaon pedas” ujar salah satu pelayan restoran yang berada dekat dengan mereka


“Ah” Deby pun tidak dapat berkata apa-apa lagi dan diam dengan wajah memerah.


“Kalau brgitu kita makan bersama saja?Bagaimana, sayang?” Kenzie menawarkan dengan santai karena dia tidak tahu bagaimana kondisi Deby saat ini


“Aku terserah padamu saja, tapi ... dia ini...?” Meisya terlihat ragu saat menanyakan siapa Deby

__ADS_1


“Oh, kalian belum saling kenal ya? Ini sekertarisku, namanya Deby. Dan ini tunanganku, Meisya” Kenzie memperkenalkan Deby dan Meisya. Kedua gadis itu sama-sama terkejut setelah mendengarkan Kenzie memperkenalkan Meisya


“Tunangan?” ujar Meisya dan Deby secara bersamaan


“Aku mengerti kenapa Deby sangat terkejut, tapi aku tidak mengerti kenapa kamu juga terkejut? Bukannya aku pernah bilang padamu kalau


kita akan menikah dan kamu akan jadi pasangan seumur hidupku nantinya?” ujar Kenzie menjelaskan pada Meisya dengan sangat tenang dan senyum yang manis


“Kapan Kak Zie pernah bilang kalau aku akan menikah dengan Kak Zie? Aku sama sekali tidak mengingat hal itu” Meisya menjawab dengan sikap acuh tak acuh namun senyumnya terlihat manis dan sedikit malu-malu


“Setelah pernikahan Kenzo. Jadi kamu tidak ingin menikah denganku? Aku jadi merasa sangat kecewa” Kenzie dan Meisya terus saja mengumbar kemesraan dan membiarkan Deby


semakin kesal melihat kedekatan mereka.


“Aku pergi ketoilet dulu. Kalian berbincanglah dulu” Kenzie mengusap kepala Meisya saat dia beranjak pergi meninggalkannya untuk pergi ketoilet


“Jadi kamu pacarnya pak Kenzie? Apa kamu pikir kamu cocok untuknya?” Deby bicara dengan nada yang sedikit merendahkan Meisya


“Maaf? Apa maksudmu?” Meisya mengernyitkan dahi karena bingung dengan apa yang dikatakan Deby padanya.


dibibirnya


“Apa hakmu bicara seperti itu padaku? Seperti kamu mengenalku dengan baik saja. Lagipula …kamu bukan siapa-siapa kak Zie, tapi kamu


sudah berani mengatur semuanya tanpa memberikan privasi pada Kak Zie sendiri.


Ingat, kalau kamu juga hanya seorang sekertaris saja. Kamu tidak memiliki hak untuk ikut campur dengan urusan pribadi atasanmu” Meisya menanggapi dengan sikap yang tegas dan sinis. Dia sama sekali tidak takut pada Deby, meskipun posisinya diperusahaan lebih tinggi karena dia adalah sekertaris direktur


“Aku hanya ingin mengingatkanmu saja kalau status kalian itu sama sekali tidak cocok. Daripada kamu merasa malu nantinya karena merasa direndahkan statusnya, lebih baik aku yang mengingatkanmu lebih dulu kan?” ujar Deby dengan senyum sinis


“Terimakasih karena sudah berbaik hati megingatkanku, tapi kamu tidak perlu melakukan hal itu. Aku sudah mengenal semua keluarga Kak Zie, dan mereka semua menyambutku dengan baik tanpa mempermasalahkan statusku, jadi kamu tidak perlu merasa khawatir padaku” Meisya menjelaskan dengan baik dan tenang. Senyum tipis juga terlihat terus dari bibir cantiknya


"Apa? Dia sudah mengenal semua keluarga pak Kenzie? Bagaimana mungkin?" pikir Deby mendengar perkataan Meisya, namun dia berusaha sekeras mungkin untuk tetap tenang


“Baguslah jika kamu merasa begitu. Kuharap kesombonganmu itu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun” ujar Deby dengan nada yang sinis. Diapun lalu beranjak pergi dari hadapan Meisya tanpa menunggu Kenzie

__ADS_1


“Deb, kamu mau kemana?” tanya Kenzie yang baru saja akan kembali ke mejanya setelah kembali dari toilet


“Saya harus kembali sekarang, Pak. Ada dokumen yang harus saya tangani sekarang juga” jawab Deby dengan senyum manis dan sikap yang


tenang seakan tidak ada sesuatu yang terjadi antara dirinya dan Meisya.


“Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan menghalangimu. Jika ada sesuatu yang darurat, hubungi saja langsung padaku” ujar Kenzie sebelum Deby pergi


“Baik, Pak. Permisi” Deby pun beranjak pergi setelah Kenzie menganggukkan kepala menanggapinya


“Apa yang terjadi?” tanya Kenzie pada sang kekasih


“Tidak ada. Hanya perdebatan kecil sesama wanita saja” jawab Meisya dengan sikap yang acuh tak acuh


“Kak Zie, apa kamu dekat dengan sekertarismu itu?” Meisya bertanya dengan raut wajah penasaran tentang kedekatan Kenzie dan Deby


“Tidak. Hanya sekedar dekat sesama atasan dan bawahan saja” jawab Kenzie dengan sikap yang tenang


“Kenapa? Apa kamu merasa cemburu padanya?” Kenzie bertanya dengan senyum tipis dan tatapan penuh curiga


“Tidak. Untuk apa aku cemburu padanya?” Meisya menggelengkan kepala dan menjawab dengan nada yang sinis


“Kamu yakin?” tanya Kenzie lagi yang masih tidak percaya dengan jawaban Meisya


“Tentu saja aku yakin. Aku tidak akan mungkin cemburu padanya, karena aku tahu kalau kamu hanya menyukaiku saja” Meisya menjawab


dengan senyum menggoda


“Ya, itu sama sekali tidak salah. Aku memang hanya menyukaimu saja. Aku tidak tahu apa masih bisa menyukai gadis lain selain kamu atau tidak” Kenzie menggelengkan kepala dan menanggapi dengan senyum tipis sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Meisya. Mereka pun saling tersenyum dengan penuh kebahagiaan


Sementara itu, Bimo sedang bingung dengan apa yang terjadi pada perusahaannya


"Apa yang terjadi? Kenapa harga saham perusahaanku terus saja jatuh?" gumam Bimo yang melihat pergerakan sahamnya


"Maaf, Pak. Anda harus lihat ini" Asisten Bimo menunjukkan postingan di internet mengenai perusahaan Bimo

__ADS_1


"Apa ini?! Siapa yang berani melakukan ini?! Aku akan membalas lihat saja!"


__ADS_2