
"Maaf, aku harus pergi. Kak Mona dan aku akan mencoba mencari cara untuk membersihkan nama baik kak Safira. Kami akan menghubungi beberapa media agar mau membantu kami. Apa aku bisa minta tolong?" Kenzo mengangguk pelan menanggapi Tiara
"Tolong temani kak Safira. Aku tidak ingin dia sendirian. Kamu bisa menghubungiku jika membutuhkan sesuatu" Tiara berkata dengan sangat tenang
"Kamu tenang saja. Aku akan menemani Safira disini"
"Terimakasih. Aku pergi dulu"
"Ya hati-hati dijalan" Tiara pun mengangguk dan beranjak pergi dari rumah Safira.
Kenzo terus berada di samping Safira meskipun dia hanya diam saja. Sebenarnya Kenzo ingin menanyakan apa yang terjadi, namun dia takut terlalu ikut campur karena tidak ada hubungan apapun diantara mereka. Jadi Kenzo hanya sekedar menemaninya saja. Dan ingin Safira sendiri yang membicarakan semuanya padanya
Drrt drrt drrt
Karena Kenzo tidak membawa laptop jadi dia main game di ponselnya sambil menemani Safira. Saat itu ponselnya berdering dan itu panggilan dari Rendra. Kenzo langsung berdiri dan sedikit menjauh dari Safira
"Halo, cepat juga kamu!" Ujar Kenzo ketika dia menerima telepon dari Rendra
"Hei, untuk urusan ini jangan remehkan kemampuanku" Rendra menjawab dengan rasa penuh bangga dan Kenzo hanya tersenyum menanggapinnya
"Baiklah, aku percaya. Apa yang sudah kamu dapatkan?" Tanya Kenzo dengan sikap datar
"Dia punya istri dan 1 anak perempuan. Belum lama ini dia mencoba peruntungan sebagai produser dan dari yang aku dapat memang dia cukup genit. Setiap artis yang ingin bekerja sama dengannya harus mau menemaninya dan melakukan apa saja yang dia minta. Sebelum itu dia akan menjebak artis yang dia minta untuk menandatangani kontrak yang tidak mungkin bisa digugat kepengadilan"
"Tunggu. Apa maksudnya kontrak yang tidak bisa digugat?" Kenzo mengernyitkkan dahi bingung dengan poin yang dikatakan Rendra
"Ya, mereka sepakat dengan kontrak. Jika dia melanggar atau membatalkan kontrak maka artis itu harus mengganti kerugian hampir 10 kali lipat"
"Gila! Dia mau jadi produser atau jadi lintah darat?! Tidak masuk akal sama sekali" Kenzo terdengar kesal dengan apa yang dijelaskan Rendra
"Ya, tapi itu bisa dia sembunyikan dengan baik. Jadi tidak semua artis tahu mengenai perbuatannya. Entah bagaimana citranya dalam dunia perfilman tetap terjaga dengan baik"
"Baiklah, aku mengerti. Kirimkan detail informasinya padaku"
"Oke, memangnya siapa yang sedang kamu .... tut tut tut Zo, Kenzo! Lagi lagi dia seperti itu. Menyebalkan!" Ujar Rendra yang kesal dengan Kenzo yang selalu menutup teleponnya secara tina-tiba
"Mungkin Safira juga dijebak seperti itu olehnya?" Pikir Kenzo setelah menutup teleponnya
"Kamu menghubungi siapa? Sepertinya sangat penting?" Tanya Safira dengan wajah yang murung
Kenzo langsung menoleh dan tersenyum dengan lembut
__ADS_1
"Rendra, hanya membahas sesuatu saja. Bagaimana perasaanmu? Apa sudah lebih baik?" Kenzo dan Safira pun duduk di sofa dan saling berhadapan
Safira menundukkan kepala dan memainkan kedua tangannya
"Sebenarnya beberapa hari yang lalu ..."
Flash back on
"Ra, kamu hari ini ada janji dengan produser film kamu yang baru ya. Tapi aku tidak bisa ikut menemanimu kesana. Aku harus menemui pihak dari brand lain untuk sponsor iklan barumu selanjutnya" Mona sedang menghubungi Safira dan memberitahukan jadwalnya
"Kak Mona, Memangnya yang ini produser baru ya? Aku sama sekali tidak mengenal produser ini. Tiara ikut pergi denganku kan?" Tanya Safira dengan sikap yang tenang
"Kakak juga tidak tahu, tapi katanya disana juga ada artis lain yang akan bertemu dengannya. Dia Yulita dan juga manajernya"
"Yulita? Kakak ingin aku kesana sendiri dan bertemu dengan Yulita? Kakak kan tahu bagaimana hubunganku dengannya?" Safira sedikit merengek manja saat mengetahui artis lain yang berselisih dengannya akan datang bersama
"Aku tahu tapi film ini adalah film yang kamu inginkan. Kita sudah menerima kontraknya dan produsernya ingin bertemu denganmu. Aku ingin menemanimu tapi aku sudah ada janji dengan brand lain yang akan jadi sponsor iklan barumu" Mona bicara dengan nada menyesal
"Baiklah, aku mengerti" Safira pun mengiyakan apa yang dikatakan Mona
"Ingat ya, jangan membuat masalah hingga berselisih dengan Yulita. Anggap saja dia tidak ada, oke?" Mona menasehati Safira sebelum menutup teleponnya
"Aku mengerti. Sudah dulu ya, aku harus bersiap pergi sekarang" Mona dan Safira pun mengakhiri telepon diantara mereka dan Safira mulai bersiap untuk pergi menemui produsernya
Tak berapa lama mereka tiba di hotel yang sudah dijanjikan
Ting nong ting nong
"Oh silahkan masuk!" Disana ada Gustian, Yulita dan juga manajernya
"Kami kira kamu tidak berani datang?" Tanya Yulita dengan nada menyindir sinis
"Aku pasti datang karena aku adalah pemeran utamanya" Safira menjawab dengan bangga namun senyumnya lembut
"Oh, benarkah begitu? Kuharap kamu bisa berperan dengan baik dan kita bisa menjadi lawan main yang baik" Yulita bicara dengan penuh kesombongan
"Ya tentu saja" Mereka pun mulai membahas mengenai peran di film yang akan mereka mainkan
"Bukankah kamu belum pernah bermain film dengan adegan ranjang seperti ini?" Yulita bertanya dengan nada mencibir
"Adegan ranjang? Seingatku dalam naskahnya tidak ada adegan ranjang?" Safira sangat terkejut mendengar kata adegan ranjang, karena dia tidak pernah menerima adegan dilyar seperti itu
__ADS_1
"Ada beberapa adegan seperti itu, mungkin kamu melawatkan membaca adegan itu" Ujar produser mengiyakan
"Aku tidak bisa melakukan itu. Bukankah aku sudah pernah bilang sebelumnya?" Ujar Safira dengan sikap tegas
"Tenang dulu. Kita bisa membahas itu lagi" produsernya kembali menenangkan Safira
Mereka terus berbincang mengenai film dan sebagainya
"Sepertinya kami sudah harus pergi. Yulita masih ada jadwal pemotretan setelah ini" Ujar manajer Yulita dengan sorot mata yang sinis pada Safira
"Oh tentu saja. Aku mengerti kesibukan Yulita"
"Kalau begitu aku juga permisi dulu. Kita bisa bahas detilnya lain kali" Safira pun pamit undur diri
"Tunggu dulu Safira, bukannya masih ada yang perlu kita bahas?" Pak Gustian menahan Safira agar tetap disana
Yulita dan manajernya menatap sinis pada Safira
"Kalau begitu kami permisi" Yulita dan manajernya pun beranjak pergi dari kamar hotel Gustian
"Sekarang hanya kita berdua. Bukannya kamu mau belajar melakukan adegan ranjang?" Mata Safira membelalak terkejut dengan ucapan Gustian
"Anda jangan macam-macam. Anda pikir saya gadis murahan yang bisa dengan mudah menjual tubuh saya untuk sebuah peran?" Ujar Safira dengan sorot mata yang tajam
"Jangan sok jual mahal. Bukannya selama ini kamu mendapatkan peran dengan cara seperti ini?" Pak Gustian bicara sambil mendekati dan membelai pipi Safira. Disalah satu sudut sudah ada seseorang yang akan mengambil foto mereka
Plak!
"Jangan sembarangan bicara! Saya ini menjual bakat saya, bukan tubuh saya!" Fira yang kesal langsung menampar pak Gustian
"Berani kamu menamparku? Kamu pikir kamu siapa? Kamu itu hanya artis yang baru naik daun saja. Aku bisa membuatmu jatuh dan terpuruk saat ini juga!" Ujar Gustian yang tak terima karena ditampar Fira
"Anda pikir saya takut? Saya akan meminta manajer saya untuk membatalkan kontrak saya dengan film anda. Saya tidak sudi bekerja sama dengan produser sinting seperti anda!"
"Oke kita lihat saja bagaimana kamu bisa lepas dari film ini!" Ujar Gustian dengan senyum sinis
Tak berselang lama berita mengenai Safira berlatih adegan ranjang pun beredar dimana-mana.. Bahkan ada foto saat Safira dihotel dengan pak Gustian dan juga video yang menunjukkan kalau Safira melakukannya
Flash back off
"Foto itu diambil saat pak Gustian mencoba merayuku, tapi video yang beredar itu palsu. Aku sudah jelaskan pada kak Mona sebelumnya agar membatalkan kontrak itu. Namun pak Gustian mengatakan pada kami untuk memberikan ganti rugi 10 kali lipat. Karena itulah masalah ini muncul" Safira bercerita dengan kepala tertunduk dan air mata yang mulai mengalir
__ADS_1
"Kita temui pria bernama Gustian itu dan selesaikan sekarang juga!"