Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Persiapan Kenzo Kenegara A


__ADS_3

Kenzo sedang sibuk diperusahaan Anggara dan juga JB Company. Dia berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang mendesak agar bisa pergi ke pernikahan Risha dan Rendra tanpa mengkhawatirkan pekerjaan.


“Max, Zack, aku ingin kalian bawakan semua dokumen yang harus aku periksa untuk satu minggu ke depan. Aku tidak ingin sampai ada pekerjaan penting yang tertinggal setelah aku pergi ke Negara A. Tapi mungkin aku akan


mengunjungi kantor cabang Anggara yang ada disana hanya untuk melihat situasinya. Meskipun aku yakin kalau asisten papi sudah menangani perusahaan itu dengan baik, tetap saja aku harus melakukan pengecekan sesekali”.


Kenzo bicara dengan sikap yang tenang sambil bersandar dikursi kerjanya.


“Anda yakin akan mengerjakan semuanya secara langsung, Pak? Pekerjaan anda sangat banyak, tidak mungkin jika pekerjaan selama seminggu bisa dikerjakan hanya dalam waktu 3 hari. Tidak, anda bahkan hanya memiliki waktu 2 hari saja karena akan pergi ketika hari ke 3”.


Zack terlihat sangat khawatir karena Kenzo ingin mengerjakan semua pekerjaan sebelum pergi ke Negara A.


“Aku tahu bagaimana kemapuanku. Kita akan memilih yang lebh penting dulu untuk dikerjakan setelah itu kalian berdua bisa menghendel semua pekerjaanku yang tertunda disini sampai aku kembali"


"Baik, Pak!" Zack dan Max menjawab dengan serempak kemudian berbalik pergi menyiapkan pekerjaan yang diminta Kenzo.


"Max, aku akan kembali ke perusahaan Anggara untuk mengambil pekerjaan pak Kenzo. Kamu tolong bantu pak Kenzo disini. Nanti aku akan kembali kemari" Zack menginstruksikan pada Max untuk selalu berada disisi kenzo


"Ya, aku mengerti"


"Oh iya. Jangan sampai ada yang masuk keruangannya. Dia tidak suka diganggu saat sedang sibuk kecuali oleh istrinya sendiri" Zack kembali berbalik saat dia mengingat ada yang belum disampaikan pada Max.


"Baiklah, kamu tidak perlu khawatir. Aku akan membantu pekerjaan pak Kenzo disini"


"Terimakasih". Zack pun kembali berbalik dan pergi meninggalkan Max untuk pergi keperusahaan Anggara.


"Bagaimana pak Kenzo akan menyelesaikan semua ini? Bukankah ini terlalu banyak? Apa aku juga harus lembur gila-gilaan dan berubah menjadi workaholic seperti Zack?"


Max merenung  sambil melihat tumpukan dokumen yang ada dihadapannya dan hendak dibawa keruangan Kenzo.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk" Max pun melenggang masuk keruangan Kenzo setelah mendapatkan izin.


"Permisi, Pak. Ini dokumen yang anda minta untuk diperiksa lebih dulu. Disini ada laporan keuangan kita dan juga laporan untuk barang baru yang akan diproduksi secepatnya. Ini semua membutuhkan persetujuan dari anda sebelum dilakukan proses selanjutnya"


Kenzo terkejut melihat tumpukan dokumen itu. Dia menatap Max dengan tatapan heran.


"Kamu yakin ini adalah yang penting dalam minggu ini?" tanya Kenzo untuk memastikan apa yang dia lihat.


"Benar, Pak. Saya sudah memilih pekerjaan anda untuk seminggu kedepan, tapi untuk pertemuan dengan klien dan yang lainnya, saya akan menjadwal ulang semuanya dan memundurkannya sampai nanti anda kembali dari negara A".


Max menjelaskan apa saja yang bisa dia lakukan untuk membantu meringankan pekerjaan Kenzo


"Tapi, Pak. Apa sebaiknya kita mengatur ulang semua laporan sampai anda kembali? Jika anda mau, saya bisa mnegatur beberapa dokumen yang bisa dijadwal ulang untuk dikerjakan".


Meksipun ragu tapi Max berusaha mengutarakan pendapatnya agar Kenzo tidak memaksakan diri menyelesaikan pekerjaannya yang sangat banyak bahkan ini belum ditambah dengan dokumen dari perusahaan Anggara


"Tidak perlu. Aku akan memeriksa ini. Untuk yang lainnya kamu tetap harus memilah terlebih dahulu pekerjaan yang penting. Aku tidak ingin sampai terjadi kekacauan saat aku tidak ada nanti".


Kenzo memberikan instruksi dengan sikap yang tegas pada Max. Dia terlihat serius dan dingin, tapi karena Max mulai terbiasa, jadi dia tetap bisa bersikap santai menghadapi Kenzo


Kenzo hanya menganggukkan kepala tanpa mengatakan apapun pada Max. Diapun mulai menyibukkan diri dengan tumpukan dokumen dihadapannya. Kenzo memeriksa dokumennya satu persatu. Sesekali dia menyandarkan tubuhnya untuk sedikit meregangkan pinggangnya yang terasa kaku. Dia juga beberapa kali meminum kopi untuk tetap menjaga konsentrasinya.


"Haah... Aku tidak mengira kalau sekarang ini perusahaan menjadi sangat sibuk. Bahkan banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan setiap harinya"


"Max, tolong bawakan aku secangkir kopi lagi" Kenzo menghubungi Max melalui telepon dan meminta dibawakan kopi lagi padanya


Tak lama, Max pun kembali masuk keruangannya


"Ini kopinya, Pak. Pak, apa tidak sebaiknya anda istirahat dulu? sampai sekarang ini, anda sudah menghabiskan 3 cangkir kopi padahal ini belum waktunya makan siang" Max berusaha mengingatkan Kenzo kalau dia sudah berlebihan dengan pekerjaannya.


"Aku tidak mengira kalau pekerjaanku setiap harinya semakin banyak". Kenzo sedikit mengeluh pada Max atas pekerjaanya yang tidak pernah selesai

__ADS_1


"Anda benar, Pak. Saham kita semakin naik. Banyak perusahaan baru juga yang ingin bekerja sama dengan kita. Karena itu banyak proposal dan dokumen yang harus anda pelajari agar bisa segera ditindak lanjuti" Max menjelaskan dengan sikap yang tenang pada Kenzo.


"Benarkah. Apa ada pergerakan yang mencurigakan dari perusahaan itu?". Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang


"Tidak, Pak. Semua perusahaan yang meminta kerjasama adalah perusahaan lama, tapi ada juga beberapa perusahaan yang belum lama didirikan".


Max mejawab setiap peryanyaan Kenzo dengan tepat. Zack sudah banyak memberitahunya mengenai cara kerja Kenzo. Jadi dia akan mencari informasi lengkap mengenai perusahaan yang meminta untuk bekerja sama dengan Kenzo sebelum melaporkannya.


"Kerja bagus. Kamu bisa kembali ke meja kerjamu"


"Baik, Pak. Permisi"


Max pergi setelah Kenzo memberikan izin dengan menganggukkan kepala


***


Sementara itu, Kenzie pun mulai sibuk dengan pekerajaannya sebelum dia mengambil cuti untuk peenikahan Risha dan Rendra. Selain itu dia juga sengaja menjadikan pekerjaan sebagai pelarian atas rasa sakit hatinya setelah putus dengan Meisya.


"Apa kamu akan terus bekerja? Sebentar lagi jam makan siang. Sebaiknya kamu makan siang lebih dulu". Noey yang semakin dekat dengan Kenzie mulai merasa khawatir ketika melihat saudara kembar dari sahabatnya itu menjadi gila kerja tanpa mementingkan kesehatan.


"Aku baik-baik saja. Aku akan makan sebentar lagi. Kamu bisa pergi lebih dulu". Kenzie bicara dengan sikap yang tenang sambil terus menatap pada dokumen ditangannya


"Tidak perlu. Aku juga belum lapar, ada beberapa dokumen lagi yang harus kamu pelajari. Tapi kurasa itu tidak akan ada masalah jika kamu hanya meninggalkannya untuk sekedar makan siang saja" Noey tetap bersikap dingin meskipun dia menunjukkan perhatiannya pada Kenzie


"Baiklah. Sebentar lagi aku akan makan. Hanya tinggal satu dokumen ini saja. Aku tidak sampai hati membuat asisten khusus yang dikirim saudara kembarku kelaparan karena menemaniku bekerja" Kenzie bicara dengan sikap acuh tak acuh disertai senyum yang manis.


Tring


Suara pesan masuk diponselnya membuat Kenzie mengalihkan perhatiannya.


"Kak Zie, bisakah kita bertemu sebentar? Kakak pasti sudah dengar dari papa kalau aku akan melanjutkan sekolah diluar negeri. Anggap saja ini salam perpisahan kita sebelum aku pergi"

__ADS_1


Zie terdiam membaca pesan singkat yang dikirim Meisya


"Haruskah aku pergi menemuinya? Apa yang perlu dibicarakan lagi?"


__ADS_2