
"Kalian mau pergi kemana?" Cheva yang sedang duduk bersama Lian, Diaz dan kedua orang tuanya bertanya dengan raut wajah penasaran pada Kenzie, Risha dan yang lainnya
"Kami ingin mengganggu pasangan pengantin baru" Jawab Kenzie dengan senyum nakal
"Hei, tidak baik mengganggu mereka seperti itu! Kamu harusnya membiarkan mereka berduaan saja. Mereka itu baru 1 hari menikah. Tentu saja mereka ingin menghabiskan waktu bersama" Cheva menasehati Kenzie dengan wajah sedikit kesal
"Mamimu benar Zie, tidak baik mengganggu mereka. Kamu tidak inginkan jika saat kamu menikah nanti Kenzo balas dendam padamu dan mengganggu waktumu dengan Meisya?" Diaz pun berusaha mengingatkan Kenzie agar dia tidak mengganggu Kenzo sehingga nanti dia tidak membalasnya
Kenzie menoleh pada Risha yang ada disampingnya dan Meisya yang berdiri sedikit lebih jauh darinya sebelum dia memberikan jawaban
"Itu tidak akan terjadi, karena aku akan langsung meninggalkan negara A untuk bulan madu setelah aku menikah nanti" Kenzie bicara dengan menunjukkan senyum ceria diwajahnya
"Haah ... dasar kamu ini!" Diaz dan Cheva menghela napas panjang mendengar jawaban Kenzie
"Kalau begitu kami pergi dulu. Daah mami, daah semuanya ... Ayo cepat sebelum mami bicara yang macam-macam lagi" Kenzie langsung mendorong Risha keluar dari rumah. Sedangkan Meisya dan yang lainnya yang memang berada sedikit jauh dari Cheva hanya bisa menggelengkan kepala disertai senyum tipis
"Kalian yakin akan pergi kehotel untuk menemui Kenzo?" Rendra bertanya dengan ragu pada Kenzie dan Risha.
"Ya, kami akan pergi kesana. Kami ingin menghabiskan waktu bersama gunung es itu setelah cukup lama berpisah. Kita kan tidak tahu kapan akan bertemu lagi. Terlebih lagi aku ingin mengerjainya" Risha menanggapi Rendra dengan nada bicara yang manja dan senyum yang nakal
"Haah ... kamu ini. Bagaimana dengan tanganmu? Apa masih terasa sakit? Rendra mengalihkan pembicaraan dan menanyakan kondisi tangan Risha. Mereka bicara sambil berkendara menuju hotel dimana Kenzo dan Safira menginap
"Ini sudah lebih baik. Sekarang sudah tidak bengkak lagi" Risha menunjukkan tangannya yang diperban kepada Rendra sambil digerakkan berkali-kali
"Baguslah kalau sudah lebih baik. Karena besok aku harus kembali, Alan sudah menghubungiku berkali-kali dan juga, aku masih harus pergi terapi"
Risha langsung diam saat mendengar kalau Rendra akan kembali
"Apa sudah saatnya kita berhubungan jarak jauh lagi?" Risha bicara dengan suara pelan dan kepala tertunduk sedih. Dia juga memainkan kedua tangannya dengan canggung
Rendra memperhatikan Risha yang tiba-tiba berubah murung, kemudian dia meraih tangannya dan memegangnya dengan lembut.
"Tidak perlu khawatir. Aku akan mengunjungimu ketika pekerjaanku tidak terlalu banyak. Kamu juga bisa mengunjungiku jika pekerjaanmu tidak terlalu padat" Rendra bicara dengan nada yang lembut dan jiga tenang, ada senyum manis yang selalu muncul ketika dia bicara dengan Risha.
Risha langsung menoleh dan menatap Renda dengan senyum lembut meskipun ada linangan air mata yang menggenang dipelupuk matanya
"Ya, aku mengerti"
***
"Zo, kita akan pergi kemana?" Safira bertanya pada Kenzo yang sedang mengemudikan mobil mewahnya.
"Untuk menikmati liburan kita yang singkat" Kenzo menjawab dengan singkat dan tetap fokus pada jalanan
"Aku tahu, tapi kita akan pergi kemana? Kenapa berpakaian tertutup seperti ini? Apa tidak membuat orang lain curiga?" Safira telihat bingung karena saat ini mereka mengenakan pakaian yang rapat. Mulai dari jaket, topi, kaca mata dan masker
"Aku ingin mengajakmu pergi ke taman hiburan"
"Taman hiburan?"
__ADS_1
"Dulu aku selalu pergi kesana dengan Zie dan Risha. Karena sekarang aku punya kamu, jadi aku juga ingin mencoba pergi denganmu. Tapi jika kita tidak berpakaian seperti ini maka orang-orang akan langsung mengenali kita" Kenzo menjawab dengan sikap tenang. Sesekali dia menoleh disela waktunya mengemudi
"Jadi ... kamu ingin membuat kenangan ditaman bermain denganku juga?" Safira menatap Kenzo dengan penuh tanya
"Ya, aku juga ingin memiliki kenangan bersamamu disana. Meskipun terlihat seperti anak kecil, tapi aku ingin bermain sepuasnya denganmu" Zo yang sangat jarang menunjukan senyum yang manis, kini terlihat seperti anak kecil yang polos dengan senyumnya yang tulus. Dia menatap Safira dengan tatapan penuh cinta
Sesaat Safira terpesona menatap Kenzo sebelum kemudian dia terlihat kesal
"Apa kamu memang selalu tersenyum seperti itu pada gadis lain?" Safira bertanya dengan tatapan curiga karena melihat senyum Kenzo
"Apa?!"
Ckiit!!!
"Apa maksudmu?" Kenzo sangat terkejut dengan pertanyaan Safira sampai dia menghentikan mobilnya secara mendadak
"Iya, apa kamu menunjukan senyum seperti itu juga pada gadis lain?" Safira menundukan kepala karena ragu dengan apa yang akan menjadi jawaban Kenzo
"Apa yang salah dengan senyumku? Kenapa aku harus tersenyum pada semua gadis?"
"Karena kamu terlihat sangat tampan dan bersinar saat tersenyum, aku tidak rela jika kamu juga tersenyum pada gadis lain" Safira menundukkan kepala karena malu dengan apa yang dia katakan
"Kamu pasti berpikir kalau aku ini aneh dan posesif, tapi memang itu yang aku rasakan. Haah … memikirkannya saja sudah membuatku merasa kesal" Safira kembali mengeluh dengan menarik napas panjang karena kesal
Kenzo tersenyum setelah melihat bagaimana lucunya saat Safira merasa cemburu
"Tidak perlu khawatir. Aku hanya menunjukkan senyumku padamu saja" Kenzo mengusap lembut kepala Safira sambil tersenyum tipis kemudian kembali fokus pada jalanan. Dia terus tersenyum sepanjang jalan.
"Kita sudah sampai sayang" Kenzo memarkirkan mobilnya dan mulai mengenakan topi dan maskernya. Safira pun melakukan hal yang sama. Dia mengenakan topi, masker dan juga kaca mata. Kenzo turun lebih dulu untuk membantu membukakan pintu mobil Safira
"Silahkan sweetheart" Ujar Kenzo saat mengulurkan sebelah tangan untuk membantu Safira
"Terimakasih tuan muda" Safira pun menyambut uluran tangan Kenzo dengan lembut
"Ayo, aku beli tiket masuk untuk kita dulu" Kenzo menggandeng tangan Safira menuju loket pembelian tiket masuk.
Mereka berbincang sambil menunggu antrian. Meskipun sudah menutupi wajah mereka. Kenzo dan Safira tetap saja menjadi pusat perhatian semua orang
"Lihat pasangan itu, mereka terasa sangat familiar"
"Benar. Tapi siapa ya?"
Banyak orang berbisik menebak-nebak Safira dan Kenzo
"Ayo coba naik ini Zo!" Safira menunjuk pada roller coaster"
"Ya"
"Kita naik yang itu"
__ADS_1
"Hmn"
"Bagaimana kalau naik komedi putar?"
"Baiklah" Kenzo selalu menyetujui apa yang diminta Safira. Hari ini dia ingin melakukan apapun yang Safira mau
"Ada permen kapas. Bagaimana kalau kita makan itu juga?" Kenzo terdian saat Safira meminta permen kapas
"Kamu yakin ingin makan itu. Disini banyak orang. Jika kamu memakannya maka semua orang akan mengenali kita" Kenzo menoleh kesana kemari saat bicara. Dia memperhatikan banyak orang yang saat ini berada disekitar mereka
"Ehm … biarkan saja. Rasanya kurang lengkap kalau kita tidak mencoba makan itu"
"Baiklah. Aku akan belikan itu untukmu" Kenzo pun tidak bisa mengalah setelah melihat senyum Safira yang begitu cantik. Dia tidak ingin merusak momen bahagia yang dia buat sendiri untuk Safira
"Ayo kita makan itu di kursi sebelah sana" Kenzo menunjuk pada sebuah kursi yang disiapkan si salah satu sudut. Disana tidak terlalu banyak orang dan mereka juga bisa beristirahat sejenak
***
Sementara itu Kenzie, Risha dan yang lainnya telah tiba dihotel tempat Kenzo menginap. Mereka pun berjalan ke meja resepsionis untuk menanyakan kamar Kenzo
"Selamat siang pak ada yang bisa kami bantu?" Petugas resepsionis menyapa dengan ramah dan sopan
"Selamat siang. Kenzo Osterin berada dikamar nomor berapa ya?" Kenzie langsung bertanya dengan sikap yang tenang dan sopan
"Mohon tunggu sebentar ya pak" penjaga resepsionis pun mengecek daftar tamu setelah Kenzie memintanya
"Maaf pak, tamu atas nama Kenzo Osterin dan Safira sudah cek out tadi pagi"
"Apa?! Mereka sudah cek out?!"
"Benar pak" Kenzie sangat terkejut karena ternyata Kenzo sudah tidak menginap lagi dihotel itu
"Kamu tidak salah? Mungkin mereka pindah kamar?" Kenzie masih penasaran dengan keberadaan Kenzo
"Tidak pak. Mereka benar-benar sudah cek out tadi pagi"
"Ada apa Zie?" Risha menghampiri Kenzie yang terlihat terkejut
"Kenzo dan Safira sudah meninggalkan hotel ini"
"Apa?! Mereka sudah pergi dari hotel ini? Tapi kemana? Apa dia pulang kerumahnya?" Risha pun nampak terkejut mendengar apa. yang dikatakan Kenzie
"Biar aku telepon saja dia" Kenzie mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya
Tuut tuut tuut
"Halo" Tak berapa lama terdengar suara dingin Kenzo
"Halo Zo. Kamu dimana? Kami sekarang ada dihotel tempatmu menginap" Ujar Zie yang langsung bertanya
__ADS_1
"Aku sedang menghabiskan waktu dengan Safira. Tidak akan aku biarkan kalian mengganggu waktuku dan juga istriku. Sampai jumpa tut tut tut"