
Kenzo langsung bergelut dengan laptopnya setelah mengantarkan Safira pulang kerumahnya.
"Santoso si sialan itu! Bisa-bisanya dia mengakui apa yang sudah susah payah aku kerjakan selama ini. Dia pikir itu akan berjalan dengan lancar, huh! Kamu berani bermain-main denganku! Lihat saja, akan ku buat kamu berlutut dikakiku" Gumam Kenzo sambil terus menatap layar komputer yang menampilkan banyak rumus dan angka.
Dia mulai mengakses berbagai informasi dari laptopnya, menyimpannya dan merancang virus yang dia buat untuk software yang baru diakui Santoso
Pip pip pip
"Kode keamanan? Seperti ini yang dibilang kode keamanan? Dia pikir aku ini anak SD yang tidak bisa membuka situs mereka dengan hanya menggunakan sandi 2 digit seperti ini? Sungguh mengecewakan! Ingin bermain denganku tapi mereka tidak sadar kalau berada di level yang jauh dibawahku!" Kenzo mencibir saat dia masuk ke software yang hanya dikunci dengan menggunakan pengaman tingkat sedang. Kenzo mulai masuk ke server utama dan dengan mudah merusak jaringan yang ada.
"Wow dalam sehari langsung di gunakan hampir 10.000 pengguna. Mengagumkan! Karyaku memang luar biasa. Aku bisa menjamin kemajuan yang lebih besar lagi jika dia memang tidak menikamku dari belakang" Kenzo tersenyum mencibir Santoso dan melanjutkan apa yang sedang dia kerjakan.
"Baiklah. Sudah selesai. Aku akan menunggu pertunjukan menarik mengenai bangkrutnya perusahaan tekhnologi besar negara ini" Kenzo melipat kedua tangannya di dada sambil melihat perkembangan data yang dikirim pada software perusahaan Santoso. Dia tersenyum ketika virus yang dibuatnya mulai masuk ke dalam software
***
Perusahaan Tekhnologi Santoso
"Ada apa ini? Kita tidak bisa mengontrol software baru ini. Ada yang mengendalikannya dari kejauhan!" Salah satu tim programer yang mengawasi software buatan Kenzo merasa panik saat dia tidak bisa mengontrol sofwarenya dan kursornya bergerak sendiri. Dia tidak masuk dan menghalau kerusakan software.
"Apa maksudmu? Bukannya kita sudah menggunakan sandi pengaman agar tidak ada hacker yang bisa merusaknya?" Tanya rekannya yang lain sambil memeriksa komputer milik temannya itu
"Iya. kita memang sudah membuat sandi keamanan, tapi sepertinya sudah berhasil di bobol dan aku tidak bisa masuk untuk menghentikan kerusakan ini"
"Minggir! Biar aku yang periksa!" Mereka pun bergantian memeriksa server utama software buatan Kenzo
"Terlambat. Kita tidak bisa mengakses server utama lagi. Ini sudah diatur dari jauh"
Mereka berdua hanya bisa menyaksikan kursor bergerak sendiri dan satu persatu data muncul dilayar. Ada peringatan berbahaya yang muncul dilayar mengenai virus yang terdeteksi namun tidak bisa diperbaiki.
"Kita dalam masalah. Ada virus yang terdapat dalam software ini. Semua komputer yang menggunakan software ini akan terkena masalah" Mereka mulai panik melihat perkembangan dilayar komputer mengenai virus pada software.
"Kita harus memberitahu pak Santoso sekarang juga!" Salah satu dari mereka langsung menghubungi Santoso yang memang sudah pulang kerumahnya karena ini sudah beranjak petang
Tuut tuut tuut
__ADS_1
Cukup lama mereka berusaha menghubungi pak Santoso yang tak kunjung menerima telepon dari mereka
"Bagaimana? Apa masih tidak bisa dihubungi?"
"Ya, pak Santoso tidak menjawab teleponnya" Mereka semakin panik karena telepon kantor mulai berdering mengajukan keluhan atas software yang baru saja mereka gunakan.
"Halo"
"Halo, pak. Kita dalam masalah besar" Karyawan Santoso langsung bicara dengan panik saat teleponnya tersambung
"Tenanglah. Apa yang terjadi?" Tanya Santoso dengan sikap yang tenang karena belum tahu masalahnya
"Software yang baru saja kita luncurkan terkena virus dan itu sudah tersebar luas sehingga kita menerima banyak keluhan dari pengguna software"
"Apa? Ini baru uji coba, mana mungkin banyak keluhan dari mereka?!" Teriak Santoso yang ikut panik
"Benar pak. Mereka tidak bisa uninstal sofware dan juga tidak bisa memperbaiki komputer mereka. Mereka minta pertanggung jawaban dan ganti rugi atas apa yang terjadi pada komputer mereka" Karyawan Santoso menjelaskan apa yang sedang terjadi
"Apa yang kalian lakukan? Perbaiki kerusakannya sekarang!" Santoso berteriak karena panik
"Masalahnya kami tidak bisa mengakses software itu. Aksesnya ditutup dan kami tidak bisa masuk. Itu menggunakan pengaman ganda yang tidak bisa kami terobos"
Beberapa saat kemudian
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa terdapat virus pada sofware yang baru saja diluncurkan? Padalah sebelumnya sudah dipastikan tidak ada masalah apapun" Pak Santoso langsung menggerutu begitu dia tiba dikantor
"Ini pak. Bapak bisa lihat sendiri dilayar komputer! Ada yang mengendalikannya dari kejauhan" Santoso langsung mendekati layar komputer dan melihat kursor yang bergerak sendiri
Pip Pip Pip
It's show time
"Kenzo. Ini pasti ulahnya" Pak Santoso menyadari kalau ini perbuatan Kenzo setelah membaca pesan pada layar komputer
"Apa kalian hanya bisa diam dan melihatnya saja? Bukankah kalian ini lulusan terbaik jurusan IT? Bagaimana bisa kalian tidak mengerti hal seperti ini?!"
__ADS_1
Kring Kring kring
Pas Santoso semakin panik saat mendengar telepon kantor yang tak hentinya berdering
"Pak, kita tidak punya cara lain selain memanggil pak Kenzo. Dia yang merancang software ini, jadi dia pasti mengerti betul apa yang harus dilakukan pada software buatannya" Salah satu karyawannya menyarankan agar menghubungi Kenzo karena mereka tidak bisa memikirkan cara lain
"Tentu saja dia bisa mengatasi masalah ini, karena ini semua adalah perbuatannya!" Santoso menanggapi dengan sikap yang sinis
"Pak Kenzo yang melakukannya? Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita bisa mengalami kerugian besar karena masalah ini. Para pengguna meminta ganti rugi disaat mereka tidak membayar sepeserpun untuk menginstal software ini" Ujar karyawan lain dengan panik
"Kita tidak bisa menghubungi Kenzo, itulah yang dia inginkan. Dia ingin aku mengaku kalah dan meminta maaf padanya. Apa kalian benar-benar tidak ada yang bisa memperbaiki ini?" Santoso tetap bersikeras dengan apa yang jadi keputusannya
"Kami berkata yang sejujurnya pak. Kami sudah mencobanya dari tadi. Anda sudah lihat sendiri bagaimana kita mencobanya"
"Kalau begitu kita tidak bisa lagi melakukan apapun. Kita hanya bisa menunggu sampai besok untuk mendapatkan protes dari para pengguna" Santoso tidak menanggapi ucapan karyawannya lagi karena memang tidak ada yang bisa mereka lakukan
***
Seperti biasanya Kenzo, Kenzie dan Risha akan melakukan video call untuk membicarakan apa yang telah mereka alami hari ini
"Zo, kenapa kamu terlihat bahagia seperti itu? Apa ada hal yang baik terjadi?" Kenzie tanpak penasaran dengan saudara kembarnya
"Apanya hal baik. Katanya rancanganmu di akui oleh orang lain?" Risha menyela dengan nada kesal
"Kamu sudah dengar beritanya dari Rendra? Sepertinya hubungan kalian semakin dekat?" Kenzo bertanya pada Risha mengenai kedekatannya dengan Rendra
"Ya aku mendengar kabar darinya. Lalu bagaimana jadinya? Kamu tidak mungkin mengklaim kalau itu rancanganmu kan? Mereka bisa menuduhmu atas tuduhan penjiplakan" Risha terlihat khawatir pada Kenzo
"Sepertinya kamu sudah menemukan jalan keluarnya ya Zo?" Kenzie bertanya pada saudara kembarnya itu dengan sikap yang tenang
"Tentu saja. Mereka pasti sesang begadang untuk menyiapkan kemunculanku besok. Sepertinya kali ini aku tidak bisa menyembunyikan ketampananku lagi. Aku akan buat mereka berlutut dihadapan semua orang" Kenzo bicara dengan senyum bangga dibibirnya
"Aku senang jika kamu sudah bisa menyelesaikan masalahnya. Tapi aku kesal karena sikapmu yang narsis itu. Zo, Sepetinya semakin lama sikap narsismu itu semakin tinggi juga ya atau mungkin … tingkat percaya dirimu yang berlebihan?" Tanya Risha dengan sikap cuh tak acuh
"Itu bukan narsis atau percaya diri tinggi, tapi itu adalah kenyataan yang tak mungkin terelakkan" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang
__ADS_1
"Sha, kamu tahu kan percuma berdebat dengan Kenzo mengenai hal itu?" Tanya Kenzie yang sejak tadi hanya tersenyum dan memperhatikan
"Kamu benar. Percuma saja berdebat dengan gunung es yang bermuka tembok ini"