
"Zo, kamu kemana saja beberapa hari terakhir ini? Kamu sama sekali tidak menghubungi kami" Tanya Risha dengan nada bicara yang sedikit manja. Saat ini mereka bertiga sedang melakukan video call
"Aku baru saja kembali setelah kemarin dari lokasi syutingnya Safira untuk mencarinya" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang dingin
"Dia sudah ketemu? Bagaimana keadaannya?" Kenzie bertanya dengan senyum ramah
"Untungnya dia baik-baik saja. Jika terjadi sesuatu padanya, mungkin aku sudah menghancurkan kepala orang"
Kenzie dan Risha tersenyum melihat Kenzo yang sedang marah. Ini bukan hal yang aneh kalau Kenzo yang biasa tenang bisa bersikap lebih menyeramkan dari siapapun. Bahkan saat Kenzie dan Risha mengalami masalah, Kenzo yang akan turun pertama kalinya dengan perencanaannya yang matang meskipun dia terlihat acuh dan tidak peduli sama sekali.
"Karena dia baik-baik saja, jadi kamu apakan orang-orang itu? Apa memang hilangnya Safira itu murni karena kecelakaan?" Kenzie bertanya dengan senyum tipis seakan mencibir pada Kenzo
"Aku akan sedikit tenang jika memang itu kecelakaan karena tidak ada yang tahu kapan kita akan terkena musibah, tapi sayangnya itu terjadi karena dicelakai. Jadi aku sedikit bermain dengan mereka, terlebih lagi bukannya mengakui kesalahan, dia malah menggodaku. Jadi ya, aku tidak punya pilihan selain membuangnya dari dunia hiburan. Aku tidak suka mengotori mataku dengan melihat wajah menjijikan seperti mereka" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan ekspresi yang dingin
"Gunung es ini, kalau sudah ada yang menyinggung sesuatu yang dekat dengannya memang menyeramkan ya?" Risha mengejek Kenzo dengan senyum yeng ceria
"Ada apa dengan ekspresi kalian berdua? Yang satu terlihat ceria sedangkan yang satu lagi terlihat sedang kebingungan. Apa terjadi sesuatu yang menarik?" Kenzo menyadari ekspresi Risha dan kenzie yang terlihat berbeda hari ini. Dia tahu pastiĀ telah terjadi sesuatu
"Zo, aku baru tahu, ternyata sahabatmu itu punya ekspresi yang lucu jika didekati gadis" Risha tersenyum ceria saat membicarakan Rendra
"Rendra? Setahuku ... dia hanya bisa bersikap dingin di depan orang yang tidak dekat dengannya. Memang ada apa dengannya?" Kenzo pun semakin penasaran dengan apa yang dikatakan Risha
"Tidak ada. Aku hanya penasaran kenapa dia selalu menolongku saat aku sedang kesulitan jadi aku menanyakan satu hal padanya"
"Apa itu?" Kenzo dan Kenzie terlihat semakin penasaran dengan apa yang ditanyakan Risha
"Aku tanya, apa dia menyukaiku?"
"Apa katamu?!" Kenzo dan Kenzie berteriak dengan serempak karena terkejut
"Hahaha ... aku bisa bayangkan bagaimana wajah Rendra saat kamu menanyakannya"
"Orang yang kaku seperti dia kamu tanya hal seperti itu? Hahaha ... aku yakin dia pasti salah tingkah dan bersikap bodoh" Kenzo dan Kenzie terbahak bersama mendengar pertanyaan Risha. Mereka membicarakan Rendra secara bergantian
__ADS_1
"Zo, kamu jahat sekali. Dia kan sahabatmu, kenapa kamu malah menertawakan dia seperti itu? Bahkan kamu sampai terbahak juga" Risha mencibir Kenzo yang terbahak mendengar ceritanya
"Terimakasih, berkatmu temanku yang kaku itu akan bingung sekarang" Jawab Kenzo dengan senyum tipisnya
"Zo, apa Rendra memang tidak pernah dekat dengan seorang gadis sebelumnya?" Kenzie terlihat sangat penasaran dengan Rendra
"Jangankan seorang gadis. Dia bahkan tidak bisa dekat dengan orang lain selain aku" Kenzo menjawab dengan acuh tak acuh
"Zo, bukankah kamu menilai dirimu terlalu tinggi?" Risha kembali mengejek Kenzo dengan nada mencibir
"Lalu, kamu kenapa Zie?" Kini Risha dan Kenzo menatap penasaran pada Kenzie
"Aku sedang terkena masalah besar" Jawab Kenzie dengan nada malas
"Masalah apa?" Tanya Risha yang semakin penasaran
"Aku pacaran dengan seorang gadis"
"Apa?!" Kini Risha dan Kenzo yang berteriak dengan serempak
"Apanya yang cocok? Gadis itu bawahanku dikantor. Dia juga merupakan anak magang" Zie menjawab dengan acuh tak acuh
"Lalu, apa masalahnya?" Tanya Risha heran
"Masalahnya aku tidak memiliki perasaan apapun padanya" Kenzie terlihat frustasi saat mengatakannya
"Jika tidak punya perasaan, kenapa kamu pacaran dengannya? Kamu ingin mempermainkan perasaan seorang gadis?" Kenzo bicara dengan nada yang dingin
"Bukan begitu. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi dia bilang dia butuh bantuanku untuk pura-pura jadi pacarnya" Kenzie menjelaskan dengan wajah bingung
"Pura-pura jadi pacarnya?" Risha dan Kenzo kembali mengulang perkataan Kenzie dengan serempak
"Iya, aku juga tidak mengerti. Aku hanya berharap kalau ini tidak akan menjadi masalah kedepannya"
__ADS_1
"Sepertinya tidak akan semudah yang kamu bayangkan" Kenzo menjawab dengan senyum tipisnya
"Jangan malah membuat pusing Zo. Aku tidak mengharapkan itu" Zie menjawab dengan sinis
"Kamu pikir saja, jika dia memintamu pura-pura jadi pacarnya, itu berarti dia memiliki suatu kondisi yang mendesaknya. Dengan kamu jadi pacarnya maka kamu ikut terlibat mulai sekarang" Kenzo tersenyum menggoda Kenzie
"Wah Zo. Analisamu benar-benar menakutkan" Zie mendelik sambil menggelengkan kepala
"Aku penasaran dengan gadis yang akan merepotkan Zie selain aku" Risha pun ikut mengejek Zie
"Kalian berdua ini bukannya membantuku malah mengejekku. Sudahlah sudah terlalu malam juga. Sampai jumpa" Kenzie yang kesal langsung mengakhiri panggilan video call mereka
"Tidak punya perasaan apa-apa? Mana mungkin kamu mau dekat dengannya kalau tidak punya perasaan apa-apa?" Gumam Kenzo setelah menutup teleponnya
***
Hari ini adalah hari peluncuran software yang dirancang oleh Kenzo. Dia datang bersama Safira disampingnya
"Kamu tidak takut menemaniku ke acara ini? Disini ada banyak reporter yang meliput nanti" Kenzo berbisik menggoda Safira
"Aku sudah pakai masker dan kacamata. Bahkan aku sudah pakai rambut palsu, mana mungkin masih ada yang bisa mengenaliku" Safira menjawab dengan percaya diri
"Tapi aku tidak suka melihatmu pakai rambut palsu seperti itu. Sama sekali tidak natural" Jawab Kenzo dengan acuh tak acuh
"Mau bagaimana lagi? Jika tidak seperti ini maka mereka akan mengira kalau aku datang sebagai sponsor" Safira mengangkat kedua bahu saat menjawab Kenzo
"Sudahlah, ayo masuk, acaranya akan segera dimulai" Kenzo dan Safira yang sebelumnya menunggu diluar ruangan kini mulai mausk ke dalam dan menunggu acaranya dimulai
"Selamat pagi semuanya. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk hadir dalam launching software terbaru dari perusahaan kami. Kami sangat bekerja keras untuk ini. Dan semua karyawan kami juga berkerja keras untuk mencari ide dalam berinovasi dengan software terbaru ini"
Kenzo dan Safira sangat terkejut begitu mendengar sambutan dari pihak perusahaan yang mengklaim kalau software yang diluncurkan kali ini adalah milim mereka
"Zo, apa maksudnya ini? Kenapa mereka mengatakan kalau ini milik perusahaan mereka?" Tanya Safira dengan bingung
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Ini sama sekali tidak sesuai dengan kesepakatan kami saat awal melakukan kerjasama. Aku harus konfirmasi dulu dengan mereka untuk mendengar penjelasannya. Yang pasti apapun yang mereka katakan, itu hanya akan jadi dalih dan pembenaran untuk kelakuan mereka. Aku tidak suka membiarkan orang lain mengambil kesempatan dariku. Mereka harus mengklarifikasi semua ini dan sudah pasti mereka tidak pantas lagi bekerja sama denganku, maupun bersaing denganku"