Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Saya Bisa Menyaingi Pengalaman Anda Yang Berharga


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam dari rumah Safira, akhirnya mereka tiba disebuah mall besar yang berada dipusat kota, dimana didalamnya terdapat sebuah wahana bermain salju yang cukup besar.


"Waah ternyata memang ada taman bermain salju disini" Meisya yang berdiri disamping Kenzie menatap arena bermain salju dengan dengan tatapan kagum.


"Lihatlah disana. Kita bisa naik kererta gantung dan disebelah sana kita bisa bermain ski" Kenzie memberitahu Meisya sambil menunjuk kearah kerera gantung dan juga tempat bermain ski


"Aku sudah tidak sabar. Ayo masuk!" Meisya terlihat sangat antusias hingga dia menarik tangan Kenzie agar masuk ke dalam


"Ya, ayo kita ganti baju yang lebih hangat dulu, tapi ingat untuk tidak terlalu menggunakan tangan kananmu. Lukanya masih belum sembuh benar kan?" Kenzie membiarkan Meisya menarik tangannya dan berjalan menuju ruang ganti


"Ren, ayo ke sebelah sana!" Risha yang juga antusias mengajak Rendra agar ikut bermain ke dalam


"Kamu bisa bermain dengan Safira dan Noey, aku akan menunggu kamu sampai selesai bermain di kafe sebelah sana" Rendra menjawab dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut.


Wajah Risha yang sebelumnya ceria seketika berubah muram mendengar jawaban Rendra. Dia tidak ingat kalau sang kekasih masih belum bisa beranjak dari kursi rodanya


"Kalau begitu aku akan menemanimu disana juga!" Ujar Risha setelah cukup lama dia terdiam


"Tidak perlu Sha. Kamu bisa bersenang-senang dengan mereka. Aku akan menunggu disana dengan Billy" Rendra tetap tersenyum dengan nada bicara yang dingin dan tenang


"Tapi kan ..."


"Sudah, tidak perlu khawatirkan aku. Kamu bisa bermain dengan yang lainnya" Rendra menyela Risha sebelum dia selesai dengan kalimatnya dan memintanya untuk bermain salju dengan yang lainnya


Risha terdiam sesaat sebelum dia menjawab apa yang diminta Rendra


"Baiklah, aku akan pergi dengan Kenzie dan yang lainnya. Setelah selesai, aku akan kemari menemuimu"


Rendra menganggukan kepala setuju dengan apa yang dikatakan Risha


"Ya, aku akan menunggumu"


"Baiklah, sampai jumpa. Tunggu aku disana!" Risha berbalik kemudian pergi mengejar Kenzie dan yang lainnya yang sudah masuk lebih dulu


"Apa kamu tidak ingin bermain dengan mereka?" Rendra bertanya dengan sikap yang tenang pada Billy yang berdiri dibelakangnya


"Tidak pak. Aku menemani bapak saja disini. Lagipula membayangkan kalau disana sangat dingin rasanya ..." Billy bicara dengan sikap yang ramah kemudian menggelengkan kepala membayangkan betapa dinginnya berada di dalam sana

__ADS_1


"Ya sudah. Kita bisa minum kopi disana sambil menunggu mereka"


"Baik pak" Billy dan Rendra pun berbalik pergi menuju kafe yang berada di seberang tempat bermain


***


Kenzo langsung menghadiri rapat setelah dia kembali dari rumah Safira


"Om sebenarnya rapat dengan perusahaan mana yang harus aku hadiri?" Tanya Kenzo dengan nada bicaranya yang dingin


"Perusahaan Nugros. Kita akan langsung rapat dengan direktur produksi mereka" Pram menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Kuharap mereka tidak mengirimkan gadis gila seperti perusahaan-perusahaan lain" Ujar Kenzo dengan nada  malas


"Tenang saja. Aku sudah mengatakan pada mereka kalau kita tidak terlalu suka berurusan dengan perempuan" Pram menjawab dengan bangga karena tahu apa yang tidak Kenzo sukai


"Bagus. Ternyata om mengerti apa mauku" Kenzo memuji Pram dengan sikapnya yang dingin dan wajah datar


"Tentu saja. Itu karena aku sudah sangat lama mengenalmu"


"Kalau begitu, apa om sudah memeriksa perusahaan Nugros? Aku tidak ingin berurusan dengan perusahaan yang bermasalah" Kenzo kembali bicara dengan sikap acuh tak acuh


"Bagus, tenaga anak muda memang berbeda" Kenzo mendelik pada Pram hingga membuatnya sedikit salah tingkah


"Apa yang kamu dapatkan?" Tanya Kenzo pada Zack agar dia menjelaskannya


"Perusahaan ini bergerak dibidang industri . Sama seperti kita, mereka juga mengimpor sebagian bahan yang mereka butuhkan dari luar, tapi ada beberapa juga bahan langka yang tidak bisa diimpor. Kemungkinan mereka mendapatkannya dengan cara penyelundupan karena barang-barang itu dilarang. Meskipun diizinkan, biaya pajak yang dikenakan sangatlah tinggi" Zack menjelaskan dengan tenang dan rinci kepada Kenzo


Kenzo yang sedang mempelajari dokumen ditangannya langsung meletakannya dan menatap Zack secara langsung dengan dahi berkerut


"Barang seperti apa maksudmu?" Kenzo bertanya dengan raut wajah heran


"Bagian dari hewan langka dan dilindungi, ada juga sari ekstrak hewan" Zack menjawab dengan sedikit ragu-ragu


"Jadi begitu, Mereka menggunakan bagian tubuh hewan langka sebagai bahan produksi" Kenzo menganggukan kepala berkali-kali sebaga tanda mengerti dengan apa yang dikatakan Zack


"Sudah waktunya pak. Kita harus segera pergi untuk menemui perwakilan dari perusahaan Nugros"

__ADS_1


"Baiklah. Ayo pergi" Kenzo beranjak dari kursinya dan meraih jas miliknya sebelum pergi. Tidak lupa dia pun membawa laptopnya yang menjadi barang wajib untuk dibawa kemana-mana


"Om, apa kamu ikut dengan kami?" Tanya Kenzo pada Pram


"Tidak.. Karena sekarang sudah ada Zack, aku bisa lebih bersatai dan bersiap untuk pensiun" Pram menggelengkan kepala dengan bangga


"Baiklah, atur saja sesuai dengan keinginan om. Ayo Zack!" Kenzo pun berjalan pergi dari kantornya diikuti Zack dibelakangnya


"Akhirnya dia pergi. Berada didepannya membuat badanku terasa kaku. Dia terus saja bekerja dengan serius melebihi Lian. Bekerja dengan mereka berdua benar-benar membosankan" Pram terus mengeluh setelah Kenzo dan Zack pergi dari hadapannya


"Aku  tidak sabr untuk segera lepas dari mereka"


***


Zo dan Zack tiba lebih dulu direstoran yang telah dijanjikan . Mereka duduk dengan santai sambil menikmati minuman yang telah  mereka pesan sebelumnya. Zack terus menoleh kesana kemari karena merasa canggung dengan perhatian pada gadis ke arah  mereka, itu semua tentu karena banyak orang mengenal Kenzo setelah peluncuran software miliknya dulu


"Ada apa denganmu Zack? Kenapa kamu terlihat tidak nyaman sekali?" Tanya Kenzo dengan sikap yang tenang sambil mengesap kopi pesanannya


"Tidak papa pak. Saya hanya tidak terbiasa dengan perhatian banyak orang pada saya. Rasanya aneh karena selama ini saya tidak suka jadi pusat perhatian" Zack menjawab dengan canggung namun apa adanya. Dia memang terlihat sangat tidak nyaman dengan tatapan banyak orang ke arah mereka


"Kamu harus mulai terbiasa, karena perhatian seperti itu akan selalu kamu dapatkan selama kamu jadi asistenku" Kenzo menanggapi kegelisahan Zack dengan sikap yang sangat tenang


"Baik pak. Saya akan mencoba beradaptasi dengan itu" Ujar Zack sambil menganggukan kepala


"Selamat siang pak Kenzo. Maaf karena membuat anda menunggu terlalu lama" Kenzo dan Zack langsung menoleh begitu mendengar suara seseorang menghampiri mereka


"Anda ini ..."


"Saya Steve dari perusahaan Nugros. Senang bertemu dengan anda" Steve mengulurkan sebelah tangannya untuk berjabat dengan Kenzo


"Oh senang bertemu dengan anda pak Steve, saya Kenzo, pemimpin dari perusahaan Anggara" Kenzo memperkenalkan diri sambil menyambut uluran tangan Steve


"Ternyata anda lebih muda dari perkiraan saya" Ujar Steve dengan nada yang sinis


"Usia bukan patokan untuk seseorang dalam bisnis" Kenzo membalas Steve dengan nada yang juga sinis


"Benarkah? Saya tidak menjamin itu, karena menurut saya pengalaman adalah patokan utama" Steve kembali menanggapi Kenzo dengan sinis

__ADS_1


"Pengalaman memang penting tapi pola pikir juga tidak kalah penting. Dan saya sangat yakin kalau pola pikir saya tidak kalah dengan pengalaman anda. Saya bisa menyaingi pengalaman anda yang berharga" Kenzo bicara dengan senyum tipis penuh keyakinan


"Benarkah? Saya menantikan itu dalam kerjasama kita"


__ADS_2