
Seperti yang diperkirakan Kenzo sebelumnya, banyak pengguna dari software miliknya yang meminta ganti rugi pada perusahaan Santoso. Kantor mereka sudah dipenuhi banyak orang sejak pagi hari.
"Kalian harus memberikan ganti rugi untuk perbaikan komputer kami!"
"Kalian harus tanggung jawab!"
"Kami meminta kompensasi atas kerusakan komputer kami!"
Semua orang yanv datang berteriak meminta pertanggung jawaban dari perusahaan Santoso sambil membawa spanduk. Mereka mengancam akan melaporkan hal ini pada polisi jika keinginan mereka tidak dipenuhi.
"Pak, bagaimana ini? Jumlah orang yang berdemo diluar semakin banyak. Saya yakin saat siang hari akan semakin banyak yang datang kemari karena yang menggunakan software ini sudah sangat banyak sekali"Karyawan Santoso bertanya dengan nada yang panik sambil terus mamandang keluar jendela.
"Aku juga sedang berpikir. Apa ini benar-benar tidak bisa diperbaiki?' Tanya Santoso yang masih mengharapkan jalan keluar yang tidak membuatnya rugi sama sekali
"Kami sudah berusaha keras semalaman ini pak. Kami sudah meyerah dengan ini" Karyawan Santoso menjawab dengan wajah tertunduk tak berdaya
"Kalau begitu kita harus mengganti rugi pada setiap orang yang mengalami kerusakan pada komputer mereka" Santoso pun tertunduk lemas karena harus membayar ganti rugi atas software yang baru sehari dia luncurkan.
"Pak, anda benar-benar tidak ingin memberitahu pak Kenzo? Saya yakin kalaui dia pasti bisa membantu kita dan memaafkan apa yang telah kita lakukan padanya" Santoso terdiam mendengarkan saran yang diberikan oleh karyawannya itu
"Sepertinya memang sudah tidak ada pilihan lain. Kita memang harus mencobanya untuk menyelamatkan perusahaan ini. Tidak menutup kemungkinan kalau dia bisa membantu kembali perusahaan ini untuk bangkit" Ujar Santoso dengan raut wajah sedih. Dia pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menghubungi Kenzo
Tuut tuut tuut
"Haah, akhirnya dia menyerah juga ya?" Gumam Kenzo menatap layar ponsel yang bertuliskan nama pak Santoso
"Halo" Kenzo menerima telepon tersebut dan menyapa dengan sikap yang tenang
"Halo" Terdengar suara Santoso yang lemah dan ragu saat menyapa.
__ADS_1
"Ada apa pak Santoso yang terhormat menghubungiku? Apa terjadi sesuatu pada software yang telah ku rancang? Atau lebih tepatnya software yang telah anda curi hak ciptanya dariku" Kenzo bicara dengan nada yang mencibir dan juga senyum yang tak hilang dari wajahnya
"Aku ... aku ingin minta maaf padamu. Aku mengaku kalau aku telah melakukan kesalahan dengan mengambil apa yang menjadi milikmu. Padahal sebelumnya kita sudah sepakat untuk bekerja sama" Santoso bicara dengan nada penuh penyesalan.
"Minta maaf? Jadi sekarang kamu menyesal? Sayang sekali karena sekarang semua orang sudah tahu kalau software itu rancanganmu, jadi aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menonton kehancuran yang kamu sebabkan sendiri" Kenzo bicara dengan nada mencibir Santoso.
"Aku akan segera membuat konferensi pers dan mengakui kesalahanku, tapi aku mohon bantu aku. Aku tidak ingin perusahaan yang selama ini aku bangun, runtuh begitu saja"
Dahi kenzo mengernyit hingga alisnya hampir menyatu ketika mendengar ucapan Santoso
"Kamu ingin selamat sendiri setelah kamu membuat kekacauan? Apa aku tidak salah dengar? Ini seperti kamu sengaja ingin menjatuhkanku ke jurang dan saat kamu sendiri yang hampir jatuh, kamu malah ingin aku membantumu naik ke atas. Kamu pikir aku ini bodoh?" Kenzo yang sebelumnya bersikap tenang, kini terlihat sangat marah.
"Aku tahu aku melakukan kesalahan besar, tapi aku membangun ini dengan susah payah. jika kamu tidak membantuku ... aku tidak tahu siapa lagi yang akan membantuku" Santoso tertunduk dengan linangan air mata yang menggenang dipelupuk matanya
"Lalu kamu pikir bagaimana susahnya aku mengerjakan itu? Aku membuatnya sendiri siang dan malam. Dan saat kita sudah sepakat untuk bekerja sama dan membagi hasil keuntungannya bersama, kamu malah mengambil semuanya sendiri dan membuangku begitu saja. Kamy pikir kamu itu siapa?!"
"Dengarkan aku baik-baik. Jika kamu merasa menyesal karena ini, kumpulkan media sekarang. Aku ingin klarifikasimu di dengar oleh semua orang di nagara ini" Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Santoso
***
Santoso langsung menghubungi wartawan untuk melakukan konferensi pers setelah dia selesai menghubungi Kenzo
"Selamat siang semuanya. Terimakasih kalian sudah menerima undangan saya untuk datang kemari. Saya memanggil kalian kemari karena ingin menjelaskan mengenai masalah software yang baru kemarin saya luncurkan" Santoso menjelaskan alasannya memanggil para reporter dengan sikap tenang.
"Pak, dari yang kami dengar, software yang anda luncurkan kali ini mengalami masalah, apa itu benar?" Tanya salah satu wartawan
"Yang kami dengar juga kalau software yang anda buat itu tidak real buatan anda, melainkan hasil dari rancangan orang lain"
Santoso terdiam sesaat mendengar pertanyaan dari setiap wartawan yang datang.
__ADS_1
"Aku mengakui kalau aku telah melakukan kesalahan. Sebelumnya aku bekerja sama dengan seorang pemuda dalam pengerjaan software ini. Kami sepakat kalau dia yang merancang dan perusahaan ini yang akan melakukan promosi. Tapi aku Mengkhianatinya diakhir. Aku mengklaim kalau software itu adalah rancangan dari perusahaan kami. Aku tidak menyangka kalau akan terjadi masalah seperti ini, jadi aku ingin meminta maaf kepada pemuda bernama Kenzo Osterin yang telah merancang dan membuat software ini" Santoso menjelaskan dengan kepala tertunduk dan wajah penuh penyesalan.
Ceklek ceklek ceklek
Para wartawan tak henti mengambil foto karena pengakuan Santoso. Mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk sebuah berita besar.
"Dan untuk para pengguna yang mengalami kerugian karena virus yang tersebar ini … saya akan mengganti rugi biasa perbaikan. Kalian bisa mengajukan biaya penggantiannya pada perusahaan" Ujar Santoso yang tidak memiliki pilihan lain
Tak lama Kenzo datang. Dia berjalan dengan elegan ke aula konferensi. Dia menatap Santoso dengan sorot mata tajam dan sedikit senyum tipis mencibir.
"Saya ingin mengundang pak Kenzo untuk datang kemari dan berdiri disamping saya" Semua orang menoleh setelah Santoso menatap Kenzo dan memanggilnya ke depan.
Kenzo menatap dengan tatapan dingin lalu berjalan perlahan ke depan Santoso. Para wartawan pun tak henti mengambil foto Kenzo
Ceklek ceklek ceklek
"Ini bisa jadi berita besar. Ternyata perancang software yang fenomenal itu adalah seorang pemuda yang tampan. Dia bisa jadi idola baru jika saja tidak ada masalah dengan softwarenya"
"Benar. Jika saja tidak ada masalah dengan softwarenya maka dia bisa langsung terkenal"
"Suatu kehormatan karena pak Santoso mengundang saya kemari setelah apa yang telah dia lakukan pada saya" Kenzo bicara sambil mendelik pada Santoso yang tertunduk malu dihadapan semua orang
"Mengenai virus yang ada pada software rancanganku kemarin … kalian tidak perlu khawatir karena aku akan menyelesaikannya dalam beberapa hari dan aku bisa jamin kalau tidak akan ada masalah kedepannya dengan software yang aku perbaiki. Dan untuk ganti rugi … kalian tetap akan mendapatkannya dari perusahaan pak Santoso karena mereka yang meluncurkan itu sebelum aku selesai malakukan uji coba. Jadi tidak perlu khawatir" Semua orang bersorak gembira setelah mendengar kalau komputer mereka akan baik-baik saja dalam beberapa hari
"Tunggu. Apa kamu akan tetap bekerja sama dengan kami? Setidaknya sampai perusahaanku kembali stabil setelah masalah ini" Tanya pak Santoso ketika Kenzo akan turun dari panggung
"Tidak akan. Aku sudah bilang kalau pencuri sepertimu tudak pantas bekerja sama ataupun bersaing denganku. Jadi memang sudah sepantasnya perusahaan seperti ini bangkrut" Jawab Kenzo dengan tegas
"Bagaimanapun kamu baru terjun ke dunia bisnis. Perusahaan ku bisa jadi batu loncatan untukmu menuju kesuksesan" Santoso dengan penuh keyakinan berusaha membujuk Kenzo
__ADS_1
"Sayang sekali, Kenzo Osterin Anggara tidak butuh pengkhianat seperti mu. Aku bisa sukses tanpa bantuanmu" Kenzo langsung melenggang pergi meninggalkan Santoso yang terduduk lemas dilantai setelah mendengar jawaban Kenzo