
Kenzo terdiam beberapa saat. Setelah itu dia menoleh pada sang istri untuk mengamati ekspresi wajahnya
"Jadi maksudmu ... rekan modelmu itu menghubungi rekan bisnisku?" Kenzo bertanya dengan nada bicara yang dingin
"Kemarin ada yang meminta bertemu denganku melalui kak Mona, aku tidak tahu alasan apa yang dia katakan. Aku hanya diminta untuk menemuinya saja, jadi tadi kami menemuinya dikafe dekat lokasi pemotretan. Dia bilang namanya Steve dan dia akan bekerja sama dengan perusahaanmu. Katanya jika aku ingin kerja sama kalian berjalan dengan lancar, maka aku harus melakukan 1 syarat yang dia berikan"
Safira menjelaskan dengan sikap yang tenang dan sikap yang acuh tak acuh. Dia terlihat tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang dikatakan Steve padanya tadi.
Kenzo mendengarkan dengan seksama cerita sang istri. Sesekali dia terlihat mencibir dengan senyum tipis yang terliat dari wajahnya yang dingin.
"Steve? Jadi dia masih ingin membuktikan siapa yang lebih unggul diantara kami meskipun kontrak kerjasama sudah terjalin?" gumam Kenzo dengan sedikit seringai dibibirnya
"Syarat apa yang dia minta darimu?" tanya Kenzo dengan raut wajah penuh tanya
"Entahlah. Aku tidak mendengarkan apa yang dia katakan dan aku langsung pergi meninggalkannya begitu saja tanpa tahu syarat apa yang dia minta. Aku percaya kalau kamu bisa melakukannya sendiri dengan baik. Untuk apa aku ikut campur dalam urusan bisnismu? Lagipula ... kamu sama sekali tidak akan suka jika aku melakukan hal-hal seperti itu untukmu. Iya kan, Zo?" ujar Safira dengan wajah terihat polos dan imut. Dia juga terlihat mengangkat bahunya saat sedang bicara
Kenzo tersenyum mendengar apa yang dikatakan sang istri padanya
"Kamu benar. Aku bisa melakukan apa saja untuk diriku sendiri dan juga untukmu, jadi kamu tidak perlu terlibat hal-hal rumit hanya karena aku. Cukup saksikan saja permainan apa yang aku lakukan untuk membela diri dan juga melindungimu" Kenzo bicara dengan senyum lembut, dengan sebelah tangan membelai rambut Safira dengan sangat lembut
"Ya, aku tidak akan mengambil tindakan bodoh. Aku percaya padamu dan akan selalu ada disampingmu" ujar Safira menanggapi Kenzo dengan senyum lembut dibibirnya yang mungil
"Istri yang pintar" ujarnya lagi memuji sang istri "Oh iya, tadi kamu bilang mereka mencari kawan? Bagaimana kamu tahu?" tanya Kenzo yang kini penasaran bagaimana sang istri bisa lebih jeli dan telit dari sebelumnya
"Tadi setelah aku keluar dari kafe, aku melihat kalau Catherin masuk ke kafe tersebut. Dimana disana masih ada Steve dan juga asistennya. AkuĀ tahu kalau mereka tidak saling kenal, tapi bagaimana mungkin mereka bisa duduk di meja yang sama jika mereka tidak merencanakan sesuatu? Kamu tahu sendiri saat dipesta terakhir kali, bagaimana Catherin membenciku. Aku curiga kalau dia akan melakukan sesuatu untuk memuaskan keinginannya membuatku malu".
"Tidak perlu khawatir. Selama ada aku disampingmu, tidak akan ada yang berani macam-macam denganmu. Aku tidak akan membiarkan siapapun memperlakukan istriku dengan buruk, apalagi mencelakaimu. Jika dia memang merencanakan sesuatu, maka aku pasti akan bisa membalikan keadaan" ujar Kenzo dengan penuh keyakinan
"Tentu saja aku tahu kalau suamiku ini adalah pria paling kuat. Tapi ... jika ada yang mengatakan kalau aku berselingkuh dibelakangmu, atau ada yang bilang kalau aku ini adalah wanita gila, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan percaya dengan apa yang mereka katakan tentangku?" Safira bertanya dengan tatapan penuh tanya. Dia sangat penasaran dengan tanggapan Kenzo mengenai gosip yang beredar tentangnya. Karena profesinya, bukan tidak mungkin kalau gosip seperti itu akan beredar suatu hari nanti.
"Honey, apa kehilangan ingatanmu membuatmu juga kehilangan penilaianmu? Apa kamu pikir aku adalah orang yang mudah percaya dengan ucapan orang lain? Jika kamu berpikir begitu, maka kamu salah besar, sayang. Aku bukan orang yang mudah dipengaruhi oleh orang lain. Aku memiliki caraku sendiri untuk bisa menilai sesuatu. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal tidak masuk akal seperti itu. Cukup lakukan apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu anggap benar, karena aku pasti akan percaya padamu" Kenzo tersenyum lembut dengan nada bicara yang dingin
__ADS_1
"Terimakasih banyak, Zo. Aku tidak akan pernah mengecewakanmu" ujar Safira yang merasa kagum dengan sikap yang Zo tunjukkan padanya. Kenzo hanya tersenyum menanggapi ucapan Safira.
***
Ditempat lain Catherin sedang bersama dengan Najim setelah dia selesai dengan pemotretannya
"Bagaimana dengan rencanamu? Apa sudah ada perkembangan dengan Safira? Kapan kamu akan membawanya padaku?" kata Najim dengan nada bicara yang dingin
"Anda harus sabar, Pak. Tidak lama lagi saya pasti akan membawa Safira ke pelukan anda. Tapi ... apa anda akan langsung membuang saya setelah berhasil mendapatkan Safira?" Catherin bertanya sambil bergelayut manja dipelukan Najim
"Ho ho tentu saja tidak. Kamu tetap akan berada disampingku" ujar Najim sambil memegang dagu Catherin sambil tersenyum lembut menggoda.
"Apa anda serius dengan apa yang anda katakan?" Catherin kembali bertanya untuk memastikan perkataan Najim.
"Tentu saja aku serius. Kapan aku pernah berbohong padamu?" ujar Najim lagi berusaha meyakinkan Catherin
"Baiklah. Aku percaya pada anda". Catherin tidak lagi membicarakan Safira dan kembali memadu kasih dengan Najim
***
Drrt drrrt drrrt
"Halo, siapa ini?" Steve sedang menerima telepon dari nomor tak dikenal yang masuk ke ponselnya
"Selamat pagi, Pak. Ini saya, Catherin. Maaf mengganggu waktu anda pagi-pagi begini" Catherin bicara dengan sikap yang tenang dan elegan. Dia menghubungi Steve lewat kartu nama yang diberikan olehnya kemarin
"Oh, nona Catherin. Tidak masalah. Karena anda menghubungi saya pagi hari begini ... itu artinya anda memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan pada saya, kan?" ujar Steve dengan sikap yang tenang dan senyum tipis dibibirnya
"Tentu saja. Saya tidak mungkin menghubungi anda tanpa alasan. Kemarin saya sudah bilang kan kalau saya akan melakukan pemotretan bersama Safira? Saya ingin anda melakukan satu hal untuk saya" ujar Catherin dengan seringai tipis dibibirnya
"Apa yang anda inginkan dari saya?" tanya Steve dengan senyum tipis sambil memicingkan mata karena penasaran dengan apa yang akan diminta oleh Catherin
__ADS_1
"Saya ingin anda menjauhkan asistennya Safira terlebih dulu. Bukankah anda kenal dia sebelumnya? Jadi saya rasa, itu akan mudah untuk memberikan dia sedikit menjauh dari Safira untuk beberapa saat" pinta Catherin dengan penuh percaya diri kalau rencananya akan berhasil
"Bukan masalah. Aku akan buat dia tidak bisa menemani Safira hari ini"
"Baiklah. Terimakasih. Anda tinggal menunggu kabar baik dariku saja. Sampai jumpa"
"Ya, sampai jumpa" Steve dan Catherin pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
"Hmn ... membuat dia tidak bisa menemani Safira ya?" Steve tersenyum kemudian menghubungi seseorang
"Halo, aku punya pekerjaan untukmu" ujar Steve ketika panggilannya tersambung
"Apa itu Pak?" tanya seseorang dari ujung telepon.
"Aku ingin kamu melakukan sesuatu pada gadis bernama Tiara. Dia asisten Safira. Akan ku kirimkan fotonya nanti" Steve bicara dengan tenang sambil menikmati menu sarapannya
"Anda ingin aku melakukan apa? Apakah aku harus membunuhnya atau ..."
"Tidak perlu sampai seperti itu. Kamu cukup membuat dia tidak bisa pergi kemana-mana hari ini. Cukup buat dia tidak bisa menemani Safira. Itu saja" Steve bicara dengan sikap tenang disertai senyum tipis yang tidak pernah hilang dari wajahnya.
"Oh. Anda tenang saja. Itu bukan hal yang sulit". Orang itu menyanggupi dengan sikap yang tenang
"Bagus. Aku tunggu kabar baik darimu" Steve langsung menutup teleponnya dan mengirimkan foto Tiara padanya
"Sebenarnya apa yang dia rencanakan? Aku jadi penasaran". Kedua tangan Steve menyangga secangkir kopi yang sedang diseruput olehnya. Dia tersenyum tipis sambil memikirkan rencana yang akan dilakukan Catherin pada Safira.
Sementara itu Tiara hendak pergi ke rumah baru Safira untuk menjemputnya dan pergi ke lokasi pemotretan bersama. Namun saat dia hendak menyeberang jalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan mengarah padanya
Tiin tiin tiiiin
Tiara menoleh dan terkejut dengan mata membelalak menatap mobil yang melaju kencang ke arahnya
__ADS_1
"Aaaahhh!!!"
Bruk