
Noey langsung pulang kerumahnya setelah dia kembali dari kediaman Kusuma. Dia langsung memeriksa rekaman CCTV yang terpasang dirumah keluarga Wiguna dan juga perusahaannya.
"Ah ada apa ini? Sepertinya sebelumnya tidak banyak pengawal yang ada disini, kenapa sekarang mereka berjaga disini ya? Apa terjadi sesuatu?"
Noey terlihat bingung saat dia melihat banyak pengawal yang berjaga dirumah Wiguna. Dia pun lalu memeriksa CCTV dikantor Wiguna
"Disini juga banyak pengawal, apa yang mereka rencanakan?" Noey terdiam memperhatikan gerak gerik dirumah Wiguna dan juga perusahaannya. Lalu dia menghubungi Rendra untuk menanyakan orang suruhannya yang mengawasi rumah keluarga wiguna di negara F
Tuut tuut tuut
"Ada apa Noey?" Rendra langsung bertanya ketika dia menerima telepon dari Noey
"Apa sudah ada kabar dari orangmu yang ada dinegara F? Aku butuh informasinya sekarang" Noey menjawab Rendra dengan sikap yang acuh tak acuh
"Ada apa? Apa ada masalah serius yang terjadi?" Rendra terlihat bingung saat mendengar Noey yang panik
"Tidak ada. Aku hanya menemukan keanehan dari rumah Berly Wiguna dan juga perusahaannya disini. Aku ingin tahu bagaimana dengan keadaan disana?" Ujar Noey dengan sikap yang tenang
"Aku akan segera meminta mereka menghubungimu. Semoga saja Kenzo bisa cepat pulang jadi dia bisa mengatasi semuanya" Rendra bicara dengan sikap yang tenang dan nada yang sediki khawatir
"Kurasa dia akan segera pulang. Tapi aku akan menyelesaikan masalahnya sebelum Zo pulang. Dia pasti sedang sibuk karena saat dia berangkat itu pacarnya akan operasi" Noey menjelaskan tentang Kenzo
"Baguslah kalau begitu. Kalau kamu bisa tangani sebelum dia kembali, itu pasti sangat membantu Zo" Rendra tetap bersikap tenang saat dia bicara dengan Noey
"Karena itu aku menghubungimu untuk informasi dinegara F, agar aku bisa menangani ini sebelum Kenzo pulang"
"Baiklah-baiklah. Aku akan menghubungi orangku yang ada dinegara F dan meminta mereka langsung menghubungimu"
"Oke kalau begitu. Sampai jumpa" Noey langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Rendra. Diapun kembali memeriksa CCTV
***
Rumah utama keluarga Wiguna
Berly Wiguna menempatkan banyak pengawal karena masalah Marina
__ADS_1
"Kalian harus berjaga disin! Jangan sampai ada orang asing yang masuk kemari. Sudah pasti mereka akan mencari tahu semua kebenaran tentang Marina. Aku tidak ingin dia semakin disulitkan saat berada dirumah sakit."
Berly bicara dengan nada kesal pada pengawalnya. Saat ini dia terlihat tegas dengan sorot mata yang tajam penuh kemarahan.
"Baik pak!" Para pengawal menanggapi Berly dengan serempak
"Ini semua gara-gara pemuda bernama Kenzie itu. Aku harus membuat perhitungan dengannya. Dia seorang direktur baru diperusahaan Kusuma. Tapi perusahaan itu tidak akan ikut campur jika mengenai masalah pribadi kan? Aku hanya harus menyelesaikan ini secara pribadi tanpa mengusik perusahaan Kusuma"
Berly menunjukkan seringai licik saat dia membayangkan apa yang terjadi pada Kenzie. Dia sudah memiliki rencana untuk membalasnya
***
Dinegara F, Sheila meminta anak buahnya untuk mencari tahu mengenai pemuda yang memasukkan Marina ke rumah sakit jiwa.
"Halo, nona. Kami sudah mendapatkan informasi mengenai pemuda yang memasukkan adik anda kerumah sakit jiwa. Saya akan kirimkan datanya langsung pada anda melalui email" Ujar orang suruhan Sheila yang memberitahukan melalui telepon
"Kerja bagus. Akan kuberikan bonusnya nanti" Sheila menanggapi dengan senyum tipis penuh kepuasan
"Terimakasih banyak nona"
Sheila langsung menutup panggilan teleponnya setelah mereka selesai bicara. Diapun mulai membuka email dan membaca informasi yang dikirimkan padanya
Dahi Sheila berkerut karena terkejut dan bingung ketika melihat wajah Kenzie yang sama persis dengan Kenzo. Diapun terus memperhatikan wajah Kenzie seakan mengamati
"Haha … menarik. Aku memiliki urusan kerja sama dengan Kenzo, dan sekarang aku juga memiliki masalah yang harus diselesaikan bersama Kenzie. Sepertinya Kenzie bisa kujadikan alasan untuk menekan Kenzo. Baiklah, Kenzo, kali ini kamu tidak akan bisa menghindariku lagi"
Sheila bicara dengan seringai tipis dibibirnya. Dia sangat yakin kalau dia bisa menaklukkan Kenzo yang telah menolak bertemu secara langsung dengannya untuk membahas masalah bisnis
***
"Ren, ada apa Noey menghubungimu? Apa terjadi sesuatu?"
Risha bertanya pada Rendra setelah melihat dia menutup telepon dari Noey. Mereka sedang menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan dipantai bersama Billy yang mengikuti mereka berdua dari belakang
"Tidak ada. Dia hanya meminta bantuanku untuk mengawasi seseorang dinegara F" Rendra menjelaskan dengan simgkat
__ADS_1
"Mengawasi seseorang? Siapa?" Risha semakin penasaran dengan siapa yang dimaksud Rendra. Dahinya pun berkerut menunjukan rasa ingin tahunya
"Keluarga Wiguna. Kenzo meminta bantuan Noey untuk mengawasi Sheila Wiguna selama dia berada dinegara L untuk perawatan Safira. Mungkin tidak lama lagi dia akan pulang" Rendra menjelaskan pada Risha dengan sikap tenang. Kini mereka berbincang sambil menikmati pemandangan laut yang indah
"Safira dirawat? Apa dia baik-baik saja?"
"Kurasa begitu. Jika terjadi sesuatu padanya, kita pasti sudah mendengar kabarnya dari Zo"
Risha kini terlihat khawatir mendengar kalau Safira menjalani pengobatan namun Rendra dapat menenangkannya dengan baik
***
Dinegara F. Rendra meminta seseorang untuk memata-matai Sheila. Dia memintanya agar melaporkan setiap gerak-geriknya yang mencurigakan pada Noey
"Halo pak Noey. Saya yang diminta pak Rendra untuk mengawasi Sheila Wiguna di nehara F"
"Ya, katakan informasi apa yang kamu dapatkan?" Noey menanggapi dengan sikap yang dingin dan tegas
"Saya mendengar kalau sekarang dia sedang mencari tahu mengenai orang yang memasukkan adiknya kerumah sakit jiwa. Dia sedang mengawasi orang itu"
Noey mendengarkan apa yang disampaikan dengan seksama
"Orang yang memasukkan adiknya kerumah sakit jiwa? Itu berarti … Kenzie" Pikir Noey sambil terus mendengarkan
"Lalu apa yang akan mereka lakukan?" Noey kembali bertanya dengan sika yang tenang
"Untuk sekarang ini hanya itu yang bisa saya laporkan pak. Saya akan terus mengawasi bu Sheila. Jadi anda tidak perlu khawatir"
"Baiklah. Terimakasih" Noey pun langsung menutup panggilan teleponnya
"Sheila akan mengawasi Kenzie. Dia pasti sudah tahu kalau Kenzo dan Kenzie kembar. Apa yang dia rencanakan? Apa dia akan mengancam Zo agar melepaskan adiknya? Atau sebaliknya? Kalau untuk menekan perusahaan dengan kekuasaan … itu tidak mungkin karena Kenzie bekerja diperusahaan Kusuma. Mereka tidak akan mengambil resiko besar. Tapi karena Kenzo memiliki kerja sama dengannya … apa itu yang akan dijadikan senjata? Aku tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh mereka. Tapi yang pasti, keluarga itu pasti akan melakukan apa saja untuk mengeluarkan adiknya. Mengingat mereka memiliki reputasi yang baik sebagai keluarga konglomerat. Tidak mungkin mereka membiarkan nama baiknya hancur begitu saja hanya karena putri bungsunya berada di dalam rumah sakit jiwa. Kalau begitu aku yang akan mulai langkah lebih dulu dengan berita ini untuk memancing mereka"
Noey yang sejak tadi bingung akhirnya memutuskan untuk bergerak lebih dulu. Diapun mengeluarkan laptop miliknya dan mulai bekerja. Noey membuat sebuah postingan yang disertai foto ketika Marina di bawa kerumah sakit jiwa
Seorang putri dari pengusaha tambang besar dinegara A diketahui telah dibawa kerumah sakit jiwa karena telah membuat keributan disebuah pesta. Tidak hanya itu, diapun terus berteriak histeris dan berusaha mencelakai orang lain disekitarnya
__ADS_1
Noey membuat postingan itu menjadi viral dan menggunakan pelindung agar tidak ada yang bisa menghapusnya ataupun melacaknya.
"Dengan begini, mereka akan dipaksa untuk bergerak" Gumam Noey denyan seringai tipis dibibirnya