Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Keluarga Kami Tidak Sembarangan Memilih Pasangan


__ADS_3

Karyawan Kenzie terlihat sangat terkejut setelah mendengar tentang hubungannya dengan Kenzo


“Memangnya kalian tidak bisa melihat kemiripan diantara kami berdua? Kami inikan kembar identik” Kenzie menanggapi dengan senyum lembut dibibirnya sambil menggelengkan kepala. Dia terihat sangat ramah dan menyenangkan.


“Memang terlihat sama, karena itu saya bertanya hubungan Pak Kenzie dengannya. Tapi saya dengar dia itu pebisnis yang menyeramkan”


Kenzie mengerutkan dahi karena mendengar apa yang dikatakan tentang Kenzo.


“Menyeramkan? Menyeramkan bagaimana?” tanya Kenzie lagi dengan raut wajah bingung dan penasaran.


“Saya pernah membaca sebuah artikel kalau pemuda bernama Kenzo itu merupakan pebisnis berdarah dingin. Dia langsung memecat beberapa petinggi sekaligus dan menggantinya dengan karyawan yang dia pilih sendiri. Tapi sepertinya ada yang aneh …"


Semua mendengarkan dengan seksama mengenai penjelasan dari rekannya itu termasuk Kenzie.


“Apa yang aneh?” tanya salah satu dari mereka yang juga sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya.


“Pak Kenzie bekerja di perusahaan Kusuma, pak Kenzo bekerja di perusahaan Anggara. apa itu tidak mencurigakan? Apa kalian memiliki hubungan dengan keluarga Kusuma?” tanya karyawan itu dengan tatapan curiga


“Benar juga. Kita sendiri tahu kalau perusahaan Anggara adalah milik pak Lian yang merupakan menantu keluarga Kusuma”


Kini semua menoleh pada Kenzie dan menunggu jawaban darinya.


“Itu ... Itu karena kami punya kemampuan yang bagus, makanya kami bisa direkrut oleh perusahaan keluarga Kusuma. Jika kami tidak memiliki kemampuan, bagaimana kami bisa mnedapat kepercayaan dari perusahaan besar seperti itu?” ujar Kenzie dengan senyum manis dan kedua alis diangkat bersamaan.


“Benar juga. Tidak mungkin mereka direkrut perusahaan besar tanpa kemampuan”


“Sekarang sudah waktunya bekerja. Cepat kembali keruangan kalian” Kenzie memerintahkan karyawannya dengan sikap yang tenang dan ramah.


“Baik, Pak. Permisi”


“Ya”. Mereka semua mulai beranjak pergi dari hadapan Kenzie untuk kembali ke bagian mereka masing-masing


“Ternyata kamu bisa meyakinkan mereka dengan mudah. Kukira kamu akan dengan sengaja memberikan mereka petunjuk yang tidak-tidak” Noey bicara dengan sikap yang dingin dan acuh tak acuhnya.


“Sebenarnya aku ingin membuat mereka tahu siapa aku, tapi setelah dipikirkan lagi ... mereka bukan siapa-siapa yang harus tahu identitasku” Kenzie menanggapi dengan sikap yang tenang sambil terus menatap punggung para karyawannya yang sedang berjalan menuju ruangan mereka masing-masing

__ADS_1


“Sudahlah, ayo kita pergi keruangan kita” ajak Zie yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Noey


“Selamat pagi, Pak” Deby menyapa Kenzie dengan senyum yang ceria begitu dia melihat atasannya itu datang. Hari ini dia berdandan lebih cantik dari biasanya. Memang tidak menggunakan make up tebal, tapi terlihat jelas


kalau Deby merubah sedikit penampilannya.


“Seamat pagi. Apa ada pesan untukku?” tanya Kenzie pada Deby yang sudah duduk dimeja kerjanya


“Ada pak. Saya akan membawanya keruangan anda dan melaporkan mengenai perkembangan masalah kerja sama perusahaan kita dengan beberapa perusahaan lain”


“Baiklah” Kenzie langsung beranjak pergi meninggalkan Deby dan kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kerjanya bersama Noey yang mengikuti dibelakangnya.


“Sepertinya Deby sedikit aneh. Sebaiknya kamu tidak terlalu dekat dengannya” ujar Noey mencoba mengingatkan Kenzie.


“Aku juga tahu. Entah kenapa tatapannya padaku hari ini terasa aneh juga” Zie menanggapi dengan nada bicara seakan dia sedang berpikir


“Permisi. Saya membawa beberapa dokumen dan jadwal kerja anda untuk hari ini” ujar Deby yang masih berdiri diambang pintu


“Masuklah! Kamu boleh keluar dulu” Kenzie mengizinkan Deby masuk dan membiarkan Noey untuk keluar dari ruangannya


“Anda memiliki jadwal makan siang dengan perwakilan dari perusahaan Nigam dan makan malam dengan direktur dari perusahaan Estin" Deby menjelaskan dengan sikap yang tenang dan nggun.


"Baiklah. Terimakasih. Kamu bisa kembali ke tempat kerjamu" ujar Kenzie yang bicara pada Deby tanpa menoleh padanya lagi. Namun Deby masih tetap berdiri dihadapan Kenzie


"Ada apa? Apa ada yang ingin kamu sampaikan?"l


tanya Kenzie yang kini menatap Deby dengan tatapan penasaran.


“Itu Pak, sebenarnya saya ingin bertanya sesuatu pada anda” Deby bicara dengan sedikit ragu-ragu sambil memainkan tangannya sendiri


“Apa yang ingin kamu katakan padaku?” Kenzie bertanya dengan sikap yang tenang. Kedua tangannya menyangga dagu sambil menunggu apa yang ingin dikatakan Deby padanya. Cukup lama dia melihat Deby berdiam diri dan tidak mengatakan apapun.


Deby menarik napas panjang sebelum dia bicara pada Kenzie.


“Apa saya bisa menemani anda makan malam? Saya ingin menjadi rekan makan malam anda untuk menemui perwakilan dari perusahaan Estin” Deby terlihat berusaha keras untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.

__ADS_1


Kini Kenzie yang terdiam dengan dahi berkerut heran dengan apa yang dikatakan sekertarisnya itu.


“Apa maksudmu?” tanya Kenzie dengan nada bicara yang dingin dan sikap yang tenang.


Degh


Jantung Deby berdetak kencang setelah melihat tanggapan yang diberikan Kenzie padanya. Entah itu gugup karena rasa sukanya, atau gugup


karena rasa takutnya untuk mengatakan keinginannya pada Kenzie.


“Saya ingin jadi pasangan anda dalam makan malam hari ini. Apa bisa, pak?” Deby kembali ragu-ragu saat dia mengatakan keinginannya, diapun menundukkan kepala dengan memainkan kedua tangannya sendiri sambil menunggu tanggapan dari Kenzie


“Hemn ... maafkan aku, tapi aku tidak bisa melakukan itu” ujar Kenzie dengan sikap yang tenang


“Kenapa ... anda tidak bisa pergi dengan saya?’ Deby mengangkat kepala dan menatap Kenzie penuh tanya karena dia sudah menolak keinginannya.


“Karena saya akan pergi dengan Noey” Kenzie tersenyum lembut saat dia menjelaskan alasannya.


“Tapi kan anda juga bisa membawa saya sebagai pasangan anda” Deby sedikit meninggikan suaranya saat memberikan saran pada Kenzie.


Kenzie semakin heran dengan sikap Deby sehingga dia menatapnya dengan tatapan yang tajam.


“Kenapa aku harus membawamu?” tanya Kenzie lagi yang semakin penasaran dengan apa yang diinginkan Deby.


“Karena saya mengerti dengan pekerjaan anda. Saya bisa membantu anda mendapatkan semua kontrak kerja sama yang anda inginkan. Saya


yakin kalau saya akan berguna untuk posisi anda” Deby terlihat sangat percaya diri dengan apa yang dia katakan pada Kenzie. Namun Kenzie justru terlihat semakin mengerutkan dahinya hingga kedua alisnya hampir menyatu.


“Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud. Aku yang jadi direktur disini, tapi kenapa aku harus bergantung padamu untuk mendapatkan proyek yang aku inginkan? Sepertinya kamu terlalu menganggap remeh kemampuanku” Kenzie tetap menunjukkan senyumnya yang manis namun sorot matanya terlihat tajam sehingga senyumnya terlihat menyeramkan.


“Ada apa dengan tatapan mata pak Kenzie? Dia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Apa aku salah bicara?” pikir Deby setelah melihat tanggapan dari Kenzie.


“Bu-bukan begitu maksud saya, Pak. Saya ini sekertaris anda, tentu saja saya lebih tahu bagaimana cara menangani kontrak kerjasama dengan perusahaan lain” Deby terbata-bata saat dia bicara pada Kenzie.


“Sepertinya kamu terlalu meninggikan dirimu sendiri hanya karena aku bersikap baik padamu. Jika kamu berpikir kalau kamu pantas untuk menjadi pendampingku, maka kamu salah besar. Aku sudah memiliki gadis yang jauh lebih pantas untuk bersanding denganku dibandingkan kamu maupun gadis manapun didunia ini. Keluarga kami tidak sembarangan memilih pasangan. Kamu tidak akan bisa menjadi bagian dari keluargaku” Kenzie bicara dengan nada yang dingin dan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2