
Dengan bantuan dari Noey yang mengatur klarifikasi itu, saham perusahaan cabang Kusuma perlahan stabil kembali. Karena itu para petinggi perusahaan akan mengadakan rapat untuk kembali membahas perkembangan harga saham.
"Selamat siang, maaf karena aku terlambat" Kenzie datang keruang rapat ditemani Noey dan Deby yang berjalan di belakangnya
"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Rapat kali ini akan membahas mengenai gosip yang tersebar sampai membuat harga saham kita terpengaruh. Sekarang harga saham kita mulai kembali ke tingkat normal. Meskipun belum sampai ke tingkat sebelumnya, tapi ini sudah jauh lebih baik. Dan sekarang waktunya untuk membahas dalang dibalik ini semua" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang dan berwibawa.
"Apa anda sudah menemukan siapa pelakunya?" Salah seorang memberanikan diri bertanya pada Kenzie.
"Ya, aku sudah menemukan pelakunya. Sekarang dia sudah tidak bisa mengelak lagi" Kenzie sesekali mendelik pada Mark, Panji dan Aldo untuk melihat ekspresi mereka.
"Apa anda sudah menemukan bukti yang kuat sampai anda yakin kalau orang itu yang menyebarkannya?" Aldo menanggapi Kenzie dengan nada yang sinis
"Ah iya. Noey, tolong bagikan buktinya, kita harus terbuka dengan semua petinggi yang hadir disini. Aku tidak suka bermain dibelakang" Kenzie bicara dengan senyum yang ramah dan nada yang ceria. Namun saat dia menyebutkan kalimat terkahir, nada bicara dan sorot matanya berubah dingin seakan menusuk.
"Apa ini pak Kenzie?" Salah seorang manajer bertanya setelah melihat foto Mark yang sedang bersama beberapa gadis saat berada di pesta pak Arseno
"Itu foto pak Mark. Dia terlihat sangat tampan kan saat menghadiri pesta? Bahkan pak Mark juga berbincang dengan banyak tamu penting baik itu pria maupun wanita. Dia benar-benar pandai bergaul"
Kenzie tersenyum ceria saat menceritakan pak Mark. Meskipun sebenarnya dia tidak melihatnya langsung, dia hanya mendengarnya dari pak Har saja
"A-apa yang anda bicarakan? Saya sama sekali tidak pernah pergi ke pesta. Saya tidak terlalu suka dengan tempat ramai seperti itu"
Mark berusaha menyangkal apa yang dikatakan Kenzie. Dia tergagap dengan wajah yang terlihat panik
"Oh ya? Lalu apa ini? Noey ..." Kenzie meminta Noey memutar video saat pak Mark berada di pesta pak Arseno dengan menggunakan proyektor. Disana terlihat kalau pak Mark sangat bersenang-senang dengan para gadis
"I-itu ... itu pasti palsu! Kamu hanya ingin membela diri dan menjadikan aku sebagai kambing hitam kan?!" Mark berteriak pada Kenzie saat dia berusaha menyangkal, namun Kenzie tetap tenang dengan senyum dibibirnya yang tak pernah hilang
"Mana mungkin video bisa dipalsukan? Kalau kalian masih tidak percaya, aku masih punya bukti lain untuk menunjukkan kalau pak Mark memang ada disana sebagai tamu undangan. Ini adalah daftar tamu yang hadir disana. Kalian bisa konfirmasi sendiri kalau masih ragu dengan pesta pa Arseno"
Semua orang yang hadir kini mulai ragu pada pak Mark. Mereka saling menatap satu sama lain sambil berbisik. Wajah mereka menunjukkan keraguannya pada Mark.
__ADS_1
"Kalian jangan dengarkan pak Kenzie. Aku sudah lama bekerja di perusahaan ini. Tidak mungkin kalau aku ingin mnejatuhkan perusahaanku sendiri"
"Kalau bukan anda, lalu siapa lagi? Pesta pak Arseno selalu tertutup. Tidak ada media yang hadir disana. Lagipula tidak ada yang mengenalku selain anda, bagaimana mungkin orang yang tidak mengenalku akan membuat gosip buruk tentangku?"
"Ya … mungkin saja ada orang lain yang membenci anda. Mungkin orang tua dari gadis itu?" Mark masih terus berusaha menyangkal atas apa yang dituduhkan Kenzie padanya
"Orang tua gadis itu ingin menjatuhkanku dengan menjelekan putrinya sendiri? Yang benar saja. Gadis itu anak orang kaya, apa anda pikir harga diri mereka sangat rendah sampai rela mengorbankan putrinya sendiri untuk menjatuhkanku?" Kenzie mencibir Mark yang mengatakan semuanya demi membela diri
"Lagipula apa untungnya mereka menjatuhkanku? Bukannya anda yang lebih diuntungkan jika aku meninggalkan perusahaan ini? Anda bisa kembali menjadi direktur sementara dan mengambil semua keputusan untuk bekerja sama dengan perusahaan manapun yang anda inginkan"
Mark semakin panik ketika Kenzie semakin menyudutkannya. Dia menoleh pada Aldo dan Panji seakan meminta bantuan, namun kedua rekannya itu malah bersikap acuh dan tidak menoleh padanya sedikitpun.
"A-apa maksud anda?"
"Noey berikan itu padanya"
Noey pun memberikan apa yang telah dia temukan pada Mark
"Tidak, aku hanya mencari tahu saja. Dan terbukti kalau kamu menerima uang untuk setiap kerjasama dengan perusahaan lain"
Kenzie bicara dengan senyum dibibirnya. Meskipun begitu, suasana ruang rapat kini terasa mencekam lebih dari sebelumnya
"Ah dan ada yang lain. Pak Aldo dan pak Panji juga bekerja sama dengan pak Mark. Hmn ... jadi karena ini kalian bertiga sangat menentangku?" Kenzie menggeleng-gelengkan kepala melihat apa yang terjadi diperusahaa cabang Kusuma
"Tidak, kami tidak terlibat. Ini semua rencana pak Mark" Panji yang tidak ingin ikut terjerumus langsung membantah dan hanya menyalahkan Mark.
"Hei! Apa maksudmu dengan itu? Kamu ingin melimpahkan semua kesalahan padaku?! Kalian berdua yang merencanakan ini kan? Aku hanya memberitahu kalian kalau aku melihat pak Kenzie" Mark berteriak pada Panji karena dia tidak ingin jatuh sendiri
Kini ketiga orang itu menjadi bahan pembicaraan diruang rapat. Semua orang menatap mereka dengan tatapan mencibir.
"Aku ingin bertanya pada kalian semua. Apa mereka bertiga masih pantas menjabat sebagai manajer diperusahaan ini? Setelah apa yang mereka lakukan dibelakang kalian. Tidak peduli saham perusahaan ini naik atau turun, mereka bertiga tetap mendapatkan keuntungan sendiri. Sedangkan kalian.... tidak sama sekali, kalian hanya mendapatkan uang dari hasil kerja kalian. Sekarang terserah kalian mau diapakan tiga orang ini"
__ADS_1
Kenzie bicara dengan sikap acuh tak acuh saat menyerahkan hukuman untuk Mark, Panji dan Aldo pada anggota rapat.
"Mereka tidak pantas bekerja diperusahaan ini"
"Mereka hanya memikirkan keuntungan mereka sendiri"
"Harusnya mereka berada dijalanan"
"Ya semua itu sudah jelas, mereka pasti dipecat dari perusahaan ini. Aset mereka juga akan ditarik sesuai dengan jumlah uang perusahaan yang telah mereka gunakan. Dan mereka juga harus mendekam dipenjara untuk waktu yang lama sebagai biaya ganti rugi. Satu lagi orang yang tidak jujur sama sekali tidak pantaa berada di dunia bisnis. Itu akan sangat merugikan banyak orang. Noey, kamu mengerti kan dengan apa yang aku katakan?"
Kenzie bicara dengan tenang kemudian bertanya dengan seringai tipis pada Noey
"Aku mengerti, aku akan buat daftar black list untuk mereka agar perusahaan lain bisa mengantisipasi kalau mereka mendaftar masuk keperusahaan lain. Mungkin itu untuk 5 tahun ke depan setelah mereka keluar dari penjara"
Noey bicara dengan sikap acuh tak acuh dengan mata mendelik lada Mark, Panji dan Aldo.
"Pak Kenzie, maafkan kami. Kami tahu kalau kami melakukan kesalahan, tapi tolong jangan laporkan kami pada polisi"
"Benar pak, jika kami dipenjara … bagaimana dengan keluarga kami?"
"Kalian baru memikirkan tentang keluarga sekarang? Selama ini kemana saja? Apa kalian tidak berfikir mengenai keluarga dari karyawan kecil disini? Mereka tidak mendapatkan bonus karena menurut laporan perusahaan sedang rugi, sedangkan kalian bisa menikmati keuntungan sendiri. Dimana hati nurani kalian? Sudahlah, orang seperti kalian tidak akan mengerti dengan perasaan orang lain. Jadi, kalian juga tidak pantas untuk dibela. Noey, panggil polisi dan laporkan mereka bertiga! Buat mereka mendekam dipenjara dalam waktu yang lama!
"Baik pak"
Kenzie kini terlihat kesal setelah mendengar pembelaan dari Mark dan Aldo. Lantas dia berjalan keluar meninggalkan ruang rapat dengan wajah penuh amarah.
Noey mendekati Mark, Aldo dan Panji.
"Hemn... karena kalian menikmati hasil jerih payah kalian bersama keluarga. akan lebih baik kalau kalian juga menanggung hukumannya bersama keluarga kalian"
"Apa yang akan kamu lakukan?!" Mark berteriak pada Noey karena panik
__ADS_1
"Tenang saja, aku hanya akan memperkenalkan keluarga kalian pada semua orang, dengan begitu mereka juga akan terkenal"