
"Bagaimana, Har? Apa Meisya memakannya?" Pak Arseno begitu antusias saat dia bertanya pada Har. Karena tidak sabar, diapun mendekati Har dan melihat sendiri nampan yang kembali dibawanya
"Apa dia tidak memakannya? Sepertinya ini masih utuh?" Pak Arseno yang sebelumnya antusias. kini kembali murung dan menekuk wajahnya.
"Nona hanya memakannya sedikit. Dia terlihat masih sangat sedih karena perpisahannya dengan pak Kenzie. Kenapa anda tidak membiarkan mereka bersama saja? Bukannya anda juga ingin nona bahagia?" ujar Har dengan tatapan penuh tanya.
"Aku memang ingin dia bahagia, tapi aku tidak suka keluarga Kusuma yang diktator itu menjadi besanku. Aku yakin kalau Kenzie juga sama seperti mereka. Dia pasti sama saja seperti keluarganya yang suka menindas dan menghancurkan orang lain. Kini aku kembali berfikir alasan Kenzie berani memasukkan Marina kerumah sakit jiwa, pasti itu karena kekuasaan keluarganya. Tapi ... jika memang itu untuk kebahagiaan Meisya, aku bisa menerimanya, tapi tidak dengan keluarganya itu" Pak Arseno menanggapi Har dengan sikap dingin dan acuh tak acuh.
"Apa maksud anda, Tuan?" Har terlihat bingung dengan pernyataan pak Arseno, namun pak Arseno sama sekali tidak memberikan penjelasan atas kebingungan Har.
***
Meskipun Kenzie sudah memiliki kesepakatan sebelumnya dengan Meisya, namun dia masih terus murung dan memikirkan Meisya karena sudah beberapa hari tidak berkomunikasi. Kenzie yang biasanya ceria dan ramah kini menjadi pendiam karena banyak melamun.
"Kalau anda terus melamun seperti itu, maka sampai kapanpun dokumen ini tidak akan pernah berkurang" Noey bicara dengan sikap yang acuh tak acuh pada Kenzie yang sedang melamun
"Eh? Tadi kamu bilang apa?" tanya Kenzie yang baru saja tersadar dari lamunannya.
"Haah ... aku bilang, sampai kapan kamu akan melamun sambil memegangi dokumen itu? tanda tanganmu tidak akan langsung ada diatas dokumen hanya dengan dilihat begitu saja. Kamu harus menandatanganinya" ujar Noey dengan acuh tak acuh dan sinis.
“Ya, aku akan segera menyelesaikan dokumen yang menumpuk ini” Kenzie pun langsung mengerjakan dokumen yang menumpuk dihadapannya.
“Apa hubunganmu dan Meisya masih belum ada perkembangan?” tanya Noey yang penasaran karena sikap Kenzie berubah akhir-akhir ini.
“Aku masih belum tahu, sampai sekarang dia masih belum menghubungiku. Lalu bagaimana denganmu?” Kenzie langsung bertanya setelah memberikan jawaban untuk Noey.
“Eh? Ada apa denganku?” Noey terlihat bingung dengan apa yang ditanyakan Kenzie.
“Hubunganmu dan Mariana ... apakah sudah ada perkembangan? Bukankah kamu sedang dekat dengannya?”
“Ti-tidak. Siapa yang bilang?” Noey terlihat gugup dan panik ketika menanggapi pertanyaan Kenzie.
“Risha dan Rendra. Kenapa kamu tidak memberitahuku juga?” Kenzie terus saja menggoda Noey yang wajahnya kini telah berubah merah.
“Lupakan. Aku akan memberikan laporan ini pada bagian perencanaan” Noey yang tidak bisa menjawab pertanyaan Kenzie, langsung berbalik dan pergi meninggalkannya menuju ruang perencanaan.
__ADS_1
"Dasar" gumam Kenzie sambil menggelengkan kepala.
Tak lama berselang, Noey kembali keruangan Zie dengan terburu-buru bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Brak
"Zie! gawat!!"
“Ya ampun. Apa yang terjadi sampai kamu membuatku terkejut seperti itu?” Zie yang terkejut hingga berjingkut, menanggapi Noey dengan sedikit kesal.
“Desain kita dicuri orang!” ujar Noey dengan wajah panik.
“Apa maksudmu?" Kenzie masih menanggapinya dengan sikap yang santai karena belum memahami keadaan.
"Desain kita untuk model produk terbaru telah dicuri orang, perusahaan pesaing kita telah membuat konferensi pers terlebih dahulu dan mengumumkan akan mengeluarkan produk baru dengan desain dan bahan yang kita miliki!".
Noey memberitahu Kenzie dengan sangat gugup. Dia yang biasanya tenang kini terlihat sangat panik.
"Apa kamu yakin kalau desain itu sama persis dengan apa yang telah kita rancang?" tanya Kenzie untuk memastikan ucapan Noey.
"Ayo kita pastikan lagi". Kenzie pun beranjak dari ruangannya menuju ruang perencanaan diikuti Noey dibelakangnya.
"Pak Kenzie"
Beberapa karyawan menyapa Kenzie begitu melihat atasannya itu datang dengan tergesa-gesa keruang perencanaan.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kalian sudah pastikan lagi semuanya?” Kenzie bertanya dengan sikap yang tenang dan berwibawa.
“Anda bisa lihat ini, Pak. Yang dipamerkan disini adalah simulasii dari hasil gambar kita. Kita juga baru akan meluncurkan karya ini tinggal menunggu keputusan akhir perencanaan”. Kepala bagian perencanaan menjelaskan pada Kenzie sambil menunjukkan apa yang menjadi masalahnya.
“Apa desain produk baru kita sudah bocor keluar? Kira-kira siapa yang membocorkannya?” Kenzie bergumam sambil memikirkan segala kemungkinan yang ada.
“Noey, periksa perusahaan itu. Jangan sampai ada informasi yang terlewat. Bila perlu, kamu bisa cari kontak dari orang-orang penting diperusahaan dan selidiki satu persatu. Kita harus persiapkan senjata sebelum perang dimulai”.
Kenzie bicara dengan sikap yang dingin dan serius. Dari sorot matanya terlihat jelas kalau dia sangat marah.
__ADS_1
“Baik, Pak” Noey langsung kembali ke meja kerjanya dan menggunakan laptopnya untuk melakukan apa yang Kenzie perintahkan.
“Kalian bisa periksa kembali pekerjaan kalian. Cari lagi ide yang kalian miliki untuk membuat desain lain. Kita tetap harus memiliki desain cadangan dan rencana lain jika memang desain ini tidak bisa kita gunakan” ujar Kenzie pada karyawan lainnya.
“Baik, Pak”
Kenzie pun berbalik dan pergi untuk kembali keruangannya.
***
Bukan masalah yang sulit untuk Noey jika hanya meretas komputer dan juga ponsel. Dalam sekejap saja, dia sudah menemukan data milik perusahaannlain yang telah mencuri desain milik perusahaan Kenzie.
“Apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku minta?” tanya Kenzie begitu dia tiba didepan meja kerja Noey.
“Tentu saja. Aku sudah mendapatkan semua data yang kamu minta. Aku juga sudah mendapatkan kontak milik para petinggi perusahaan itu”. Noey menanggapi pertanyaan Kenzie dengan penuh percaya diri. Dia sangat yakin kalau apa
yang dia dapatkan sangatlah penting.
“Bagus, ternyata ada gunanya juga kamu ditempatkan Kenzondisampingku” Kenzie memuji dengan senyum tipis dibibirnya.
"Aku lebih bisa diandalkan daripada sekertaris gilamu itu" ujar Noey dengan nada mencibir.
"Tunggu. Sekertaris? Noey, periksa lebih detil mengenai Deby. Aku sedikit curiga padanya" Kenzie seakan teringat Deby yang belum lama ini membuat masalah dengannya. Dia pun meminta Noey untuk mencari semua informasi mengenai Deby.
"Baik. Aku mengerti". Noey pun dengan segera mencari semua informasi mengenai Deby. Dia mencari nomor telepon Deby dan meretas ponsel miliknya.
"Ketemu. Dia memiliki kontak dengan salah satu petinggi diperusahaan pesaing kita. Ada beberapa panggilan telepon yang dilakukan oleh mereka. Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Noey mendapatkan informasi mengenai Deby kemudian bertanya padanya mengenai apa yang akan dilakukan olehnya
"KIta akan temui dia dulu dan menanyakan semua kebenarannya. Kamu juga harus tetap mencari tahu semua mengenai perusahaan yang jadi saingan kita. Aku ingin tahu pembelaan apa yang akan mereka berikan. Setelah semua jelas, kita tinggal pertimbangkan apakah mereka pantas atau tidak berada di dunia industri".
Kenzie bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata tajam, bibirnya sedikit melengkung keatas dan membentuk sebuah seringai licik disana. Noey tersenyum melihat Kenzie.
"Baik, serahkan saja semuanya padaku. Aku pasti akan mendapatkan mereka semua.
"Tentu. Aku yakin kamu bisa menang. Mereka hanyalah sampah tidak berotak"
__ADS_1