Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kedekatan Risha Dan Panji


__ADS_3

Risha sedang bersama dengan Panji diperpustakaan. Sejak bertemu di perpustakaan dan membicarakan makalah sebelumnya, mereka jadi sering menghabiskan waktu bersama saat dikampus untuk membicarakan materi  makalah.


"Menurut saya susunan ini tidak benar. Harusnya kamu menjelaskan dulu mengenai bisnisnya baru kamu mejelaskan mengenai rincian susunannya" Panji menjelaskan mengenai makalah yang sedang Risha buat untuk tugasnya


"Begitukah? Saya tidak yakin karena ini hanya makalah biasa. Ini bukan makalah resmi yang akan dianjukan untuk lomba" Jawab Risha dengan tenang dan senyum tipis


"Ya, dibagian ini. Kamu harus lebih menjelaskannya" Panji menunjuk bada bagian yang harus direvisi oleh Risha


Drrt drrt drrt


Perhatian mereka teralihkan karena ponsel Panji yang diletakkan di atas meja tiba-tiba berdering. Dilayar ponsel terlihat nama Arumi yang tertera


"Kenapa tidak diangkat pak?" Risha bertanya karena Panji hanya mematikan deringnya tapi tidak menerima telepon tersebut


"Tidak papa. Aku hanya ingin fokus pada pembahasan kita saja. Ayo lanjutkan" Jawab Panji dengan sikap tenang


"Owh" Risha pun tidak menanyakannya lagi dan mereka kembali fokus pada apa yang sedang mereka bahas


Kruwuuuk


Seketika keheningan yang terjadi karena mereka fokus pada masalah makalah menjadi pecah karena perut Risha berbunyi. Dia langsung memegang perutnya dengan senyum canggung


"Maafkan aku pak. Perutku ini sangat tidak sopan"


"Kira terlalu asyik membahas makalah sampai lupa waktu. Ini sudah waktunya makan siang. Ayo kita cari makan dulu!" Panji mengajak Risha makan siang tanpa ada keraguan. Namun Risha justru diam mempertimbangkan ajakan panji


"Ehm ... saya makan sendiri saja. Saya akan hubungi Kenzie untuk makan siang dengan saya" Ujar Risha dengan sikap yang tenang


"Memangnya kenapa kalau makan siang denganku?" Panji bertanya seakan dia tidak mengerti kalau pasti akan ada gosip yang muncul jika mereka makan bersama.


Para mahasiswi lain sudah pasti membicarakan kedekatan mereka karena selalu terlihat bersama diperpustakaan.. Jika mereka juga pergi ke kantin bersama, sudah pasti akan ada gosip miring mengenai hubungan mereka


"Tidak perlu pak, terimakasih. Kenzie pasti sudah menunggu saya untuk makan siang bersama. Kalau begitu saya pergi dulu. Permisi pak. Sampai jumpa" Risha langsung membereskan barangnya dan pergi dari perpustakaan meninggalkan Panji. Dia langsung menghubungi Kenzie

__ADS_1


Tuut tuut tuut


Cukup lama Risha menunggu sampai Kenzie menerima panggilan teleponnya.


"Kemana perginya Kenzie? kenapa teleponku tidak diangkat?" Gumam Risha yang tidak dapat menghubungi Kenzie. Diapun kembali berusaha menghubungi Kenzie


Tuut tuut tuut


"Halo" Terdengar suara Kenzie setelah Risha menghubunginya berkali-kali


"Zie, akhirnya kamu menjawab teleponku. Kamu kemana saja? Kenapa teleponku tidak diangkat dari tadi?" Risha langsung mengajukan banyak pertanyaan begitu Kenzie menerima telepon darinya


"Bukannya kamu sedang sibuk dengan dosen muda itu? Kenapa sekarang ingat padaku?" Kenzie bertanya dengan nada bicara yang sedikit sinis namun tetap tenang


"Apa maksudmu Zie? Aku dan pak panji hanya membahas tentang makalah saja. Jangan bilang kalau kamu cemburu padanya?" Risha bertanya dengan nada menggoda


"Siapa yang cemburu? Aku hanya heran saja. Sejak kemarin kamu selalu sibuk dengannya sampai kamu tidak ada waktu untuk menghubungiku dan sekarang tiba-tiba kamu menghubungiku. Ada apa? Kamu diabaikan olehnya?" Zie bertanya dengan nada bicara yang tenang, namun terlihat jelas kalau dia sedang kesal dan merasa tersaingi oleh Panji


"Aku dia kantin"


"Aku kesana sekarang! Tunggu aku!" Risha langsung menutup teleponnya dan bergegas pergi kekantin setelah kenzie memberitahunya kalau dia ada disana. Dengan langkah yang cepat dan senyum ceria Risha berjalan menuju kantin. Tak Lama dia melihat Kenzie sedang duduk disalah satu kursi dengan makanan dan minuman dihadapannya


"Hai. Kenapa kamu melamun sendirian? Jangan sampai lengah! Kamu tidak lihat wajah binatang buas yang ingin menerkammu itu?" Risha mengejutkan Kenzie yang sedang duduk diam dan menoleh kesekelilingnya untuk memberitahu Kenzie tatapan para gadis terhadapnya


Kenzie ikut menoleh kesekelilingnya. Melihat para gadis menatap kearahnya sambol berbisik ke teman disebelah merek


"Kamu benar. Cepat pesan makanan! Kamu bilang tadi lapar?" Kenzie kembali bicara dengan hangat dan ramah pada Risha


"Iya, aku memang sudah sangat lapar. Cacing dalam perutku sepertinya sudah melakukan demo besar-besaran agar bisa makan" Risha menjawab dengan ceria kemudian dia mulai beranjak memesan makanan.


Saat Risha tidak ada, ponsel Kenzie mendapat sebuah pesan singkat dari Kenzo


"Coba tebak, apa yang aku jumpai hari ini?!"

__ADS_1


Tulis Kenzo dalam pesannya. Kenzie mengernyitkan dahi bingung dengan apa yang ditanyakan Kenzo


"Memangnya apa yanh kamu temui? Sampai membuatmu heboh dan langsung mengirim pesan padaku?" Balas Zie yang sedikit penasaran


"Ilana, aku satu kampus dengannya. Dia juga merupakan mahasiswi sini. Hanya saja kami berbeda fakultas. Dia mengambil jurusan perhotelan" Zo menerangkan dengan panjang lebar


"Apa? Satu kampus? Gila. Bagaimana itu bisa terjadi?" Ujar Kenzie setelah membaca pesan dari Kenzo


"Ada apa? Kenapa dengan tampangmu itu?" Risha terlihat penasaran dengan wajah Zie yang terlihat kesal dan bingung itu


"Ilana, sumber masalah kita. Sekarang dia satu kampus dengan Kenzo"


"Apa? Ilana? Gadis gila yang membuat semua orang memandang kita dengan tatapan aneh dan membenci kita?" Risha tak kalah terkejutnya mendengar apa yang dikatakan Kenzie. Beruntung makanan yang dia bawa sudah diletakkan diatas meja sehingga tidak tumpah karena terkejut


"Lalu, bagaimana sekarang? Bukankah penyamaran Kenzo bisa ketahuan kalau ada Ilana? Terlebih lagi kita tidak tahu apa dia masih terobsesi pada Kenzo atau tidak" Tanya Risha dengan wajah khawatir


"Tenang saja. Kenzo pasti bisa menghadapinya. Haah, harusnya gadis seperti itu dilenyapkan saja dari muka bumi ini" Gumam Kenzie yang masih kesal


"Jangan sembarangan. Jika dia sedang sial dan benar-benar menghilang, kamu bisa saja menjadi tersangka utamanya" Risha tersenyum memperingatkan Kenzie agar hati-hati dengan ucapannya


"Kamu benar. Haah … Saat ini Kenzo pasti kesusahan karena harus menghadapi gadis sialan itu? Kita disini tidak dapat membantu apapun. Lagipula, bisa-bisanya Ilana juga kuliah dikampus yang sama dengan Kenzo? Padahal hidup kita sudah tenang setelah cukup lama tidak bertemu dengannya* Kenzie terdengar khawatir dengan apa yang akan dilakukan Kenzo untuk menghadapi Ilana


"Apa kita harus cari keluarganya?" tanya Risha pada Kenzie


"Tidak perlu. Biarkan saja Kenzo yang menyelesaikan semuanya. Aku tidak yakin bagaimana keadaan keluarga Ilana sebenarnya? Dia sudah m:embuat kesalahan dengan mengusik kita berkali-k:ali


"Mungkin saja dia hidup diantara kekacauan keluaganya, karena itu dihupnya juga kacau" Tebak Risha dengan kedua bahu diangkat bersamaan


"Benar. Mungkin saja emang dia berasal dari keluarga yang kacau. Jadi sekarang lebih bak berhenti membahas dia. Lama -lama aku jadi muak bila terus menbahas keluarga Ilana"


"Baiklah Zie. lebih baik kita mulai makan sekarang. Aku sudah sangat lapar"


"Ya, makan saja sepuasmu. Tidak ada yang akan melarangmu" Ujar Kenzie melihat Risha yang makan dengan lahap

__ADS_1


__ADS_2