
Kenzo dan para petinggi perusahaan sedang mengadakan rapat untuk melaporkan pada Kenzo mengenai keadaan perusahaan dan juga proyek yang sedang ditangani oleh perusahaan Anggara.
"Jadi sekarang ini kita sedang menangani proyek yang bekerja sama dengan perusahaan Wiguna, itu adalah salah satu perusahaan yang dikelola oleh putri sulung dari pak Wiguna, Sheila Wiguna, Dia adalah salah satu orang yang memiliki pengaruh dudunia bisnis. Dia juga memiliki perusahaan tambang sebagai sumber dari kekayaan yang dia peroleh"
Manajer perencanaan sedang menjelaskan mengenai kerjasama yang sedang dilakukan oleh perusahaan Anggara
"Lalu, apa dia sudah lama bekerja dibidang industri? Sudah jelas kalau perusahaan kita bekerja dibidang industri ini sudah cukup lama, meskipun mereka cukup lama bekerja dalam bidang tambang, bukan berarti mereka menguasai masalah industri kan?"
Kenzo dengan sikap tenang dan berwibawanya menanggapi perkataan manajer perencanaan
"Bu Sheila sudah cukup lama bergerak dibidang industri" Ujar manajer dengan sikap yang tenang.
"Hemn ,,,"
Kenzo kembali menanggapi dengan anggukan kepala serta sebelah tangan yang terus memutar balpoinnya
"Yang lain?"
Sambung Kenzo meminta penjelasan dari informasi yang lain
"Saat ini harga saham perusahaan kita sedang turun drastis. Harga jualnya berada di bawah rata-rata dan jika dibiarkan begini terus maka kita akan mengalami kebangkrutan. Banyak pemegang saham yang mulai menjual asetnya karena harga saham yang terus menurun"
Saat ini manajer keuangan yang sedang menjelaskan perihal masalah perusahaan. Kenzo tetap mendengarkan dengan tenang sambil terus memainkan balpoin ditangannya. Sam dan Pram terlihat khawatir karena sikap Kenzo yang terkesan dingin dan tidak peduli.
"Apa anda mendengarkan saya? Ini masalah yang serius tapi anda bersikap acuh tak acuh seperti itu. Apa anda serius untuk menjadi pemimpin disini?"
Salah satu anggota rapat mulai mengomentari sikap Kenzo yang dingin dan acuh tak acuh saat mendengarkan penjelasan
"Dia membangunkan singa muda"
__ADS_1
Sam berbisik pada Pram
"Biarkan saja. Aku memang sudah kesal dengan mereka" Pram menanggapi dengan sikap yang tenang
Kenzo menghentikan gerakan tangannya yang sejak tadi memutar balpoin dan menatap orang yang barusan bicara
"Saham perusahaan menurun karena pengaruh dari kerjasama kalian dengan beberapa perusahaan belakangan ini yang sangat tidak bagus. Bahan baku yang buruk juga menentukan dari hasil kepercayaan vendor.. Meskipun harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan para pesaing, tetap saja hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh vendor. Mereka menginginkan hasil yang bagus dengan harga yang rendah. Itu adalah prinsip dari keinginan seseorang untuk menekan biaya operasional. Harusya kalian bisa menemukan jalan tengah untuk mengatasi masalah dengan keinginan para vendor ini"
Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan serius. Sorot matanya dingin penuh dengan tatapan mengintimidasi
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin menaikan harga saham agar kembali stabil, tapi itu tetap tidak membuat perubahan sama sekali"
Manajer keuangan yang bernama Ali berusaha memberikan penjelasan pada Kenzo.
"Menaikan harga saham? Dengan skandal mengenai produk baru yang kalian rencanakan? Apa itu sudah terwujud? Kalian sudah memikirkan produk baru untuk menarik minat masyarakat?"
Kenzo menanggapi dengan sikap yang dingin. Berbeda dengan tadi yang terlihat santai, kini suasana ruang rapat menjadi mencekam. Aura dingin Kenzo seakan menyebar di seluruh sudut ruangan.
"Kakak benar, tadi mereka terlihat sangat sok karena Kenzo bersikap santai. Sekarang lihatlah wajah mereka yang pucat setelah Kenzo mulai bicara!" Pram pun menanggapi sang kakak dengan seringai tipis menertawakan para anggota rapat.
"Darimana dia tahu? Apa dia sudah menyelidiki semuanya sebelum datang ke perusahaan?"
"Sepertinya begitu. Ku kira tadi dia orang yang tidak akan peduli mengenai perkembangan perusahaan. Ternyata dia memahami situasinya. Sayangnya dia masih belum bisa meyakinkan kita dengan kemampuannya"
Para anggota rapat saling berbisik setelah melihat perubahan sikap Kenzo.
"Kurasa kalian masih harus mempelajari perkembangan saham lagi. Rapat selanjutnya aku ingin mendengar gagasan kalian mengenai cara menaikkan saham. Rapat kali ini kita akhiri sampai disini. Sangat disayangkan padahal aku ingin rapat kali ini terasa santai untuk perkenalan, tapi kalian justru menginginkan rapat yang serius"
Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dan berwibawa. Lalu dia beranjak pergi meninggalkan ruang rapat yang diikuti oleh Pram dan Sam dibelakangnya
__ADS_1
"Zo, apa kamu tidak berlebihan? Ini baru hari pertama dan kamu sudah membuat mereka berkeringat dingin"
Sam bicara dengan nada yang sedikit mengejek Kenzo disertai sedikit tawa mengingat wajah para anggota rapat yang terlihat tegang.
"Bukan aku yang minta. Aku sudah berusaha ramah saat mendengarkan penjelasan mereka, tapi mereka malah memintaku untuk serius. Jadi aku ikuti apa kemauan mereka"
Kenzo menjawab Sam dan Pram dengan sikap yang dingin dan acuh tak acuh.
"Ramah katamu? Mengabaikan mereka saat bicara kamu bilang ramah? Ya ampun Zo … jika bersikap begitu kamu bilang ramah, lantas bagaimana kalau kamu benar-benar mengabaikan mereka?"
Sam bicara sambil menggelengkan kepala berkali-kali menanggapi apa yang dikatakan Kenzo
"Om Pram, Om Sam, apa kalian tidak punya pekerjaan? Sampai kapan kalian akan mengikutiku? Ini sudah berada di depan kantorku" Kenzo kembali bersikap acuh tak acuh pada Pram dan Sam yang tanpa sengaja mengikutinya keruang kerjanya
"Oh maafkan kami, kami akan berada diluar. Kalau ada yang ingin kamu tanyakan, langsung saja hubungi kami" Kini Pram yang tenang mulai bicara dan menarik sang kakak yang selalu saja cerewet
"Ya, aku tahu" Kenzo langsung masuk keruangannya setelah dia bicara dengan Pram dan Sam
"Haah … anak dan ayah sama saja. Mereka berdua seperti gunung es yang terbagi dua" Sam menggerutu setelah Kenzo masuk keruangannya
***
Zo langsung mempelajari dokumen yang menumpuk di atas mejanya begitu dia masuk ke ruangannya . Ada banyak dokumen yang telah disiapkan Pram untuk dia pelajari
"Aku harus mulai darimana? Semua ini terlihat kacau" Kenzo mengeluh begitu mulai membuka dokumennya satu persatu
"Ada yang aneh dengan data dilaporkan padaku. Bagaimana bisa semua data terlihat mirip? Apa perusahaan ini sama sekali tidak berkembang dam 6 bulan terakhir? "
Kenzo terus bicara sendiri saat dia mempelajarinya. Dia memeriksa dengan seksama data yang ada di komputer dan juga data dalam bentuk dokumen. Tanpa dia sadari dahinya berkerut saat dia mulai menganalisa semuanya
__ADS_1
"Aku harus melakukan perombakan besar pada perusahaan ini. Dan sebagai langkah awal, aku harus mulai dengan memeriksa latar belakang dari para petinggi disini. Tidak mungkin perusahaannya ini akan berkembang jika banyak tikus yang hidup didalamnya. Mereka harus segera dibasmi sebelum menggerogoti lebih dalam lagi"
Sorot mata Kenzo terlihat menyeramkan dengan seringai tipis di bibirnya. Dia sudah tahu apa yang pertama kali harus dia kerjakan.