
Saat ini restoran tidak terlalu ramai karena jam makan siang telah selesai jadi Kenzo mempunyai waktu luang untuk memainkan laptop miliknya.
"Kamu sedang mengerjakan tugas Zo?" Tanya Sita yang melihat Kenzo menggunakan laptop
"Iya, ada sedikit tugas kampus yang harus dikerjakan" Jawab Kenzo singkat kemudian kembali fokus pada laptop miliknya. Sebenarnya dia tidak sedang mengerjakan tugas kampus melainkan sedang mencari informasi mengenai pabrik milik Ilana
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan" Kenzo mengangkat sebelah ujung bibirnya hingga menunjukkan senyum sinis dengan sorot mata yang terlihat licik. Kenzo pun menghubungi seseorang
"Aku punya pekerjaan untukmu. Carikan aku orang yang bisa masuk ke pabrik tas. Aku ingin dia melakukan sesuatu disana" Ujar Kenzo pada orang di ujung telepon
"Tentu, itu bukan hal yang sulit. Tapi apa yang kamu rencanakan? Apa terjadi sesuatu?" Tanya orang itu pada Kenzo
"Ren, sejak kapan kamu mulai banyak bicara?" Tanya Kenzo dengan sikap yang datar
"Itu tergantung siapa yang aku ajak bicara" Rendra menjawab dengan sikap acuh tak acuh
"Sudah, cepat lakukan apa yang aku minta" Kenzo kembali bicara dengan sikapnya yang dingin
"Siap laksanakan!" Rendra pun langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Kenzo
"Jika bukan temanku sudah ku cekik dia"Gumam Kenzo sambil menatap layar ponselnya
***
Keesokan harinya dikampus Kenzo. Banyak orang berkumpul di salah satu taman kampus untuk menyaksikan sebuah proses syuting. Ya, Safira hari ini mulai syuting dan ada beberapa kali adegan diambil di kampus Kenzo
"Safira sangat cantik. Aku tidak tahu kalau aslinya dia begitu cantik bahkan dia juga tidak sombong sama sekali"
"Ya, aku dengar memang dia orang yang ramah. Ku kira itu bohong ternyata memang dia benar-benar baik"
Beberapa mahasiswi membicarakan Safira yang sedang syuting. Kenzo mengernyitkkan dahi mendengar apa yang di bicarakan oleh rekan kampusnya. Dia tidak tahu kalau Safira akan syuting dikampusnya. Terlebih sudah berhari-hari mereka tidak bertemu karena Safira memiliki acara diluar kota dan dia juga sibuk dengan persiapan untuk film baru
"Safira? Dia syuting disini?" Gumam Kenzo dengan raut wajah bingung. Diapun berjalan ke taman untuk melihat benar atau tidak apa yang dikatakan oleh orang-orang tadi
"Aku kesini untuk kuliah. Apa kamu juga harus mengaturku seperti ini?!"
"Aku ini pacarmu! Wajar saja kan jika aku bertanya apa yang kamu lakukan dengan pria itu!"
Terlihat dari sela kerumunan orang, Safira dengan buku-buku ditangannya sedang beradu akting dengan aktor pria
"Cut! Bagus!" Teriak sutradara yang puas dengan pengambilan adegan Safira. Adegan itupun selesai dan Safira terlihat berjalan ke arah sutradara untuk melihat hasil aktingnya.
Kenzo terus memeprhatikan Safira namun dia tidak berani mendekat karena takut akan menyulitkan Safira nantinya. Dia pun meraih ponsel dan mengirimkan pesan padanya
"Rupanya kamu sedang syuting di kampus?" Tulis Kenzo dalam pesannya
__ADS_1
Dari tempat istirahatnya Safira terlihat sedang memainkan ponsel miliknya
"Bagaimana kamu tahu? Apa kamu juga kuliah disini? Kenapa tidak menemuiku?" Balas Safira pada Kenzo
"Ya, aku kuliah dikampus ini. Tadi aku melihatmu saat mengambil adegan. Jika aku menemuimu bisa ada gosip tentangmu nanti" Balas Kenzo lagi sambil tersenyum
"Apa hari ini kamu pergi ke restoran?" Balas Safira lagi
"Ya setelah mata kuliahku selesai, aku pergi ke restoran untuk bekerja"
"Kapan hari libumu? Kenapa setiap hari pergi ke restoran? Apa tidak lelah?" Safira membalas pesan Kenzo sambil mengerucutkan bibirnya
"Aku libur kuliah akhir pekan dan libur bekerja pada hari senin. Meskipun lelah aku tetap harus bekerja untuk biaya kuliah"
"Hah, akhir pekan ini aku libur. tapi aku tidak bisa bermain diluar. Rasanya membosankan sekali menghabiskan liburan sendiri. Bagaimana kalau kamu temani aku main dirumah?"Safira bertanya dengan nada yang manja
"Apa tidak masalah jika aku datang kerumahmu?" Tanya Kenzo dalam pesannya
"Tentu saja tidak. Aku sendirian dan aku bisa meminta asistenku untuk tidak kerumah pada akhir pekan" Safira bicara sambil tersenyum sendiri
"Baiklah, akhir pekan ini aku akan datang kerumahmu" Balas kenzo yang membuat Safira terlihat sangat bahagia
"Yes. Akhirnya dia mau datang" Safira mengepalkan tangan dan melayangkannya ke udara karena senang
"Aku baik-baik saja" Jawab Safira yang kembali bersikap tenang
"Akhir pekan ini kamu tidak perlu kerumah. Kamu bisa pergi dengan keluargamu" Pinta Safira yang membuat Tiara merasa bingung
"Apa ada sesuatu? Biasanya kakak tidak suka sendiri saat akhir pekan" Tiara kembali bertanya pada Safira dengan raut wajah bingungnya
"Tidak papa. Akan ada temanku yang main kerumah, jadi kamu tidak perlu datang"
"Teman? Siapa? Yang mana? Memangnya kakak punya teman?"
Safira menatap Tiara dengan sorot mata tajam " Kamu pikir aku tidak punya teman sama sekali, hah? Aku punya teman. Dan kamu tidak perlu tahu siapa itu" Jawab Safira dengan nada sinis yang bercanda
"Teman yang mana? Yang hanya minta makan gratis dan dapat diskon saat shoping? Atau yang menggunakan nama dan foto kakak untuk menarik pelanggan di tokonya? Atau yang numpang terkenal karena jadi teman kakak?"
Safira kembali terdiam dengan tatapan sinisnya "Ucapanmu membuatku terkesan jadi orang yang selalu dimanfaatkan" Jawab Safira dengan sikap acuh tak acuh
"Memang seperti itu. Katanya teman, tapi mereka hanya mendekati kakak saat sedang ada maunya saja"
"Sudah-sudah. Hentikan ocehanmu!aku harus kembali syuting" Safira beranjak pergi meninggalkan Tiara yang masih menggerutu kesal pada teman-teman Safira
***
__ADS_1
"Selamat siang, saya ditugaskan pak Rudi untuk memeriksa stok bahan baku kulit yang akan digunakan untuk proses produksi kali ini" Ujar seorang pemuda pada bagian gudang di pabrik tas pak Rudi
"Ya silahkan. Kami baru saja menerima bahan baru untuk produksi kali ini. Ini bahan berkualitas yang sengaja di impor dari luar negri" Petugas gudang menjelaskan dengan rinci mengenai barang yang memang baru saja dikirim
"Baiklah. Saya akan memeriksanya sendiri. Bapak silahkan kembali bekerja" Ujar pemuda itu pada petugas gudang
"Baiklah, saya tinggal dulu. Saya memang sedang memeriksa bahan lainnya"
"Ya silahkan" Penjaga gudang pun meninggalkan pemuda itu tanpa curiga sama sekali. Setelah penjaga gudang pergi, pemuda itu mengeluarkan sesuatu dari tasnya, dia mengeluarkan sebuah botol sedang dengan cairan putih di dalamnya. Perlahan dan hati-hati dia mulai menuangkan cairan itu pada air yang akan digunakan untuk merendam kulit yang akan dijadikan bahan baku untuk tas nantinya
"Selesai" Gumamnya setelah mencampurkan cairan itu
"Pak, saya langsung pergi ya. Saya sudah memeriksa semuanya dan bahannya memang bagus" Kata pemuda itu pada petugas gudang
"Ya, hati-hati dalam perjalananmu"
"Terimakasih pak. Permisi" Ujar pemuda itu pada penjaga gudang. Setelah dia keluar dari gudang, pemuda itu langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang
"Halo, pak. Saya sudah melakukan apa yang bapak minta. Bahan baku yang digunakan memang berasal dari luar negri dan sulit di dapatkan. Itu berasal dari kulit reptil yang dilindungi. Harganya sangat mahal karena memang langka. Saya sudah mencampur cairan yang dapat merusak semuanya dan sudah pasti dia tidak akan dengan mudah mendapatkan bahan penggantinya lagi nanti"
"Kerja bagus. Nanti aku transfer uangnya ke rekeningmu" Ujar Rendra pada pemuda itu
"Terimakasih pak"
Rendra pun menghubungi Kenzo setelah dia selesai menghubungi pemuda suruhannya
"Halo Zo, perintahmu sudah aku lakukan dengan baik. Kamu tinggal bayar saja orangnya" Ujar Rendra pada Kenzo
"Terimakasih.. Akan aku transfer uangnya padamu" Kenzo menanggapi dengan senyum tipis dibiirnya
"Zo, dimana kamu sekarang? Sudah lama kamu tidak menemuiku" Tanya Rendra pada Kenzo
"Untuk apa aku menemuimu? Aku kuliah dinegara F"
Rendra cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan Kenzo
"Apa kamu tinggal bersama kakek dan nenekmu?"
"Tidak. Aku membeli rumah sederhana dan bekerja paruh waktu di sebuah restoran setelah kuliah"
"Hah, Kenzo Osterin Anggara bekerja paruh waktu? Aku jadi ingin melihatmu dengan celemek restoran" Ujar Rendra menggoda Kenzo
"Berhenti menggangguku! Pergi sana!" Zo menutup panggilan teleponnya dengan Rendra
"Ilana, kamu salah mengajakku bermain trik licik" Gumam Kenzo dengan senyum sinis
__ADS_1