Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Makan Malam Kenzo Dan Safira


__ADS_3

Kenzo sudah beberapa hari ini mengambil cuti dari kantor karena kesehatannya, tapi dia masih tetap menerima laporan mengenai kantor dari Zack. Dia juga sedang mempersiapkan semuanya untuk segera masuk ke JB Company.


“Zo, bagaimana keadaanmu?” tanya Ji yang sedang menghubungi Kenzo melalui sambungan telepon.


“Aku sudah lebih baik, Nek. Terimakasih” Zo menanggapi Ji dengan sikapnya yang tenang.


“Apa kamu sudah siap untuk masuk ke JB Company?” Ji kembali bertanya dengan nada bicara yang terdengar ragu


“Aku akan mulai masuk JB company sesuai rencana. Nenek tidak


perlu khawatir” Zo tersenyum tipis saat dia bicara. Dia juga sedang makan buah yang dikupas oleh sang istri


“Nenek hanya takut kalau kamu terlalu kelelahan karena semua persiapan yang kamu lakukan. Kamu bersikeras untuk mempelajari semua dokumen perusahaan sebelum masuk. Padahal kamu bisa mempelajarinya lambat laun” Ji berusaha mengingatkan Kenzo agar tidak terlalu keras pada dirinya sendiri.


“Aku tidak papa, Nek. Nenek tidak perlu terlalu khawatir. Aku harus mempersiapkan diri karena aku yakin tidak akan mudah untuk memegang kendali atas 2 perusahaan besar. Jika aku tidak mempelajarinya lebih dulu, maka sudah pasti aku tidak akan bisa melawan mereka yang ingin menjatuhkanku” ujar Kenzo menjelaskan pada Ji dengan penuh keyakinan.


“Baiklah, nenek percaya padamu. Nenek yakin kamu bisa melakukan yang terbaik”


“Iya, Nek”


“Kalau begitu sampai jumpa besok di JB Company” ujar Ji sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.


“Sampai jumpa, Nek” Kenzo dan Ji pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka


“Kelihatannya pembicaraan kalian sangat serius sekali?” tanya Safira sambil menyuapi Kenzo buah yang telah dia kupas


“Nenek hanya menanyakan perihal kesehatanku dan kesiapanku untuk memimpin perusahaan nenek saja” Kenzo menjawab sang istri dengan senyum lembut dibibirnya


“Kapan kamu akan mulai bekerja disana?” tanya Safira dengan suara lembut


“Besok pagi aku akan mulai bekerja di JB Company. Bagaimana kalau sekarang kita makan malam diluar saja?” Kenzo tersenyum lembut saat bertanya pada sang istri. Diapun terus menatap Safira dengan tatapan penuh cinta.


“Baiklah. Aku akan bersiap sekarang” Safira pun langsung beranjak pergi untuk mengganti pakaiannya dan bersiap makan diluar.


Kenzo pun beranjak dari tempat duduknya dan berganti pakaian. Karena persiapan laki-laki lebih cepat dari perempuan, Kenzo selesai lebih dulu. Dia mengkombinasikan setelan jas dengan t-shirt dibagian dalamnya.


“Sayang, apa sudah selesai?” Kenzo yang sudah selesai lebih dulu bertanya pada Safira yang masih belum keluar sambil merapikan rambut dan pakaiannya .


“Sebentar lagi!” Jawab Safira dari balik ruang ganti


“Cepatlah, kamu tidak perlu terlalu cantik. Aku tidak ingin semua orang memperhatikanmu” ujar Kenzo dengan sikapnya yang dingin


“Tunggu sebentar! Jika aku tidak berdandan dengan cantik, maka aku akan malu berdiri disampingmu”  jawab Safira yang tidak ingin kalah dari Kenzo

__ADS_1


Tak lama dia keluar dengan dres cantik selutut dan rambut yang digerai dan hanya menggunakan jepit rambut saja. Kenzo tersenyum menatap sang istri kemudian berjalan mendekatinya.


“Kamu tidak salah akan keluar seperti ini?” Kenzo berjalan mendekati Safira dan berdiri didepannya menatap wajah lembut sang istri


“Kenapa? Apa dandananku terlihat aneh? Rasanya aku sudah mencocokan semuanya” Safira menundukan kepala memperhatikan penampilannya sendiri, kemudian dia berbalik dan kembali menatap cermin dibelakangnya.


“Tidak ada yang salah dengan penamplanku. Make upku juga tidak terlalu tebal. Mananya yang aneh, Sayang?” Safira terlihat bingung dengan apa yang dikatakan Kenzo. Dia terus memperhatikan penampilannya dari ujung


rambut sampai ujung kaki.


“Maksudku bukan aneh tapi kamu terlalu cantik. Aku tidak ingin semua orang menikmati kecantikanmu. Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Kenzo bicara dengan suara lemah. Dia menunduk dan menyandarkan kepalanya dipundak Safira.


“Kamu membuatku takut. Aku kira ada yang salah dengan penampilanku. Jika masalahnya kecantikanku, maka aku tidak bisa melakukan


apapun. Ini sudah jadi kecantikanku sejak lahir” jawab Safira dengan penuh percaya diri dan kebanggaan.


“Itulah masalahnya. Karena kamu sudah sangat cantik jadi aku tidak ingin kamu dilihat banyak orang lagi. Bisakah aku menyimpanmu hanya untuk diriku sendiri?” Kenzo mengangkat kepalanya dari Pundak Safira dan menatap wajah sang istri dengan tatapan memohon.


“Apa kamu ingin mengurungku dirumah besar ini? sungguh serakah” Safira bicara dengan nada mencibir tapi dia tersenyum lembut pada Kenzo. Mereka pun tertawa bersama dengan Kenzo memeluk Safira dari belakang.


“Sweet heart, apa kamu sudah siap sekarang?” Kenzo bertanya sambil mengulurkan sebelah tangannya pada Safira


“Tentu saja, sayang” Safira menyambut uluran tangan Kenzo dengan senyum lembut dibibirnya. Mereka pun benar-benar berangkat menuju restoran yang sudah Kenzo pesan sebelumnya.


“Dari tadi aku perhatikan kamu terus saja tersenyum, apa telah terjadi hal yang baik?” tanya Safira pada Kenzo yang terus tersenyum selama perjalanan mereka menuju restoran.


papi. Rasanya sangat sesak sampai tidak bisa bernafas, tapi akhirnya aku bisa menghabiskan waktu denganmu sebelum aku sibuk dengan perusahaan nenek" Kenzo menjelaskan dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut


"Ya, tapi mulai besok kamu akan sibuk juga dengan perusahaan milik nenek" Safira pun menunduk dengan raut wajah sedih


Ckiit


Kenzo menepikan mobilnya dan berhenti untuk bicara pada Safira


"Sweet heart aku harap kamu mengerti. Ini hanya sibuk diawalnya saja. Setelah aku berhasil mengambil alih semua pekerjaan nenek, maka aku bisa kembali mengatur waktuku denganmu" Kenzo meraih sebelah tangan Safira dan mencium punggung tangannya.


"Aku tahu. Aku hanya khawatir padamu. Kamu baru saja sembuh dari sakit dan besok kamu harus kembali sibuk. Bagaimana kalau kamu sakit lagi?" Safira bicara dengan nada penuh kekhawatiran.


"Kamu tenang saja. Aku tidak akan apa-apa. Apalagi kalau kamu ada disampingku, itu menjadi penyemangatku untuk bisa mengerjakan semuanya dengan cepat dan tepat. Jadi kamu tidak diizinkan untuk pergi menjauh dariku" Kenzo menjelaskan dengan lembut pada Safira


"Tentu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Safira pun menanggapi Kenzo dengan senyum yang lembut


"Terimakasih" ujar Kenzo sambil kembali mengecup punggung tangan Safira

__ADS_1


"Tapi, sayang. Apa apa kamu tidak ingin menemui kakek dan nenekmu? Mereka pasti sangat merindukanmu” Safira terdiam saat Kenzo bertanya padanya


"Aku ingin menemui mereka. Aku juga ingin dekat lagi dengan mereka, tapi aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Rasanya jadi canggung dan asing saat dengan mereka. Meskipun aku merasakan kehangatan dari perhatian dan kasih sayang kakek dan nenek padaku" Safira menundukkan kepala dengan raut wajah sedih saat dia menjelaskan bagaimana perasaannya pada kakek dan neneknya


"Aku mengerti, nanti kita akan luangkan waktu untuk menemui mereka. Meskipun kamu tidak ingat, tapi mereka selalu mengingatmu. Mereka yang membesarkanmu dan kamu juga sangat menyayangi mereka, ok?" Kenzo mengusap punggung tangan Safira dan bicara dengan nada yang lembut dan senyum yang manis. Dia terus saja mencium punggung tangannya


"Kita jalan lagi?"


"Euh" Safira menganggukan kepala dengan semangat menanggapi ajakan Kenzo. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju restoran


Tak berapa lama, mereka tiba disebuah restoran mewah. Dimana setiap pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu jika ingin makan disana.


"Selamat malam, reservasi atas nama siapa?" tanya pelayan restoran yang membukakan pintu restoran untuk Kenzo dan Safira


"Atas nama Kenzo" jawab Kenzo dengan penuh wibawa


"Silahkan sebelah sini" Mereka pun dituntut ke sebuah meja yang telah disiapkan. Sudah tidak aneh lagi jika mereka menjadi pusat perhatian semua orang.


"Ini meja anda. Silahkan panggil saya jika anda sudah siap memesan" ujar pelayan itu pada Kenzo.


Kenzo yang sedang membantu Safira menarik kursi untuk duduk langsung menanggapi ucapan pelayan


"Ya, terimakasih" jawab Kenzo dengan sikap dingin.


"Disini sangat indah. Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini, sayang" tanya Safira sambil mengagumi restoran dan juga pemandangan indah disekitarnya.


"Sudah lama aku ingin mengajakmu kemari, namun selalu tidak ada waktu" ujar Kenzo dengan senyum lembut. Mereka pun berbincang dengan ceria sambil memilih menu


Tak jauh dari mereka duduk sepasang pria dan wanita yang terus memandangi kearah Kenzo dan Safira.


"Lihat pasangan yang baru saja masuk itu. Bukankah prianya sangat tampan?" ujar sang wanita pada si pria


"Kakak, jangan macam-macam. Dia itu sudah punya pasangan" sang adik laki-laki berusaha mengingatkan


"Mungkin hanya pacar. Bagaimana kalau aku yang malah jadi istrinya?" wanita itu tersenyum manis pada sang adik yang berusaha mengingatkannya


"Terserah Kakak. Aku sudah mengingatkan Kakak sebelumnya. Papa bisa marah kalau sampai Kakak terlibat masalah"


"Tenang saja. Papa tidak akan peduli dengan apa yang kita lakukan, jadi jangan pedulikan dia" sang gadis bicara dengan nada mencibir dan pandangannya terus tertuju pada Kenzo.


"Tapi sepertinya wajah mereka familiar. Dimana aku melihat mereka ya?" gadis itu seperti berpikir mengingat hal mengenai Kenzo dan Safira


"Yang perempuan itu artis terkenal, namanya Safira. Dan yang laki-laki adalah programer handal di negara ini, namanya Kenzo. Kakak pasti belum tahu mereka karena baru kembali dari luar negeri" sang adik menjelaskan dengan sikap yang tenang

__ADS_1


"Kenzo, namanya cocok dengan wajahnya. Aku pasti bisa mendapatkannya"


"Haah... aku sudah memperingatkan Kakak sebelumnya. Aku tidak akan ikut campur"


__ADS_2