
"Pak Kenzo. Akhirnya kita bisa bertemu. Sangat sulit sekali untuk saya bisa bertemu dengan anda secara langsung" Sheila menyapa Kenzo dengan nada bicara yang terdengar lembut dan senyum yang menggoda
"Senang bisa bertemu dengan anda bu Sheila. Anda cukup membuat saya penasaran karena ingin bertemu secara langsung. Kira-kira kerjasama seperti apa yang anda inginkan dengan saya?" Kenzo pun duduk di sofa dan menanggapi dengan sikap yang acuh tak acuh
Sheila duduk dengan elegan di seberang Kenzo. Dia duduk dengan menyilangkan kakinya yang menggunakan rok pendek hingga menunjukkan sedikit pahanya yang terlihat putih mulus.
"Tidak perlu terburu-buru pak Kenzo. Ini pertemuan pertama kita, apa anda akan langsung membahas masakah bisnis dan membiarkan saya pergi begitu saja?"Sheila bicara dengan senyum yang manis dan postur tubuh yang seakan menggoda Kenzo
Melihat tanggapan dari Sheila, dahi Kenzo bekerut dengan dengan senyum yang terlihat heran
"Lantas, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?" Nada bicara Kenzo tetap terdengar tenang dan sedikit menantang Sheila
Sheila berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Kenzo, kemudian dia duduk diatas meja depan Kenzo dengan kaki yang disilang. Dia mencondongkan tubuhnya dan memainkan dasi Kenzo
"Hemn ... disini terlalu kaku, apa kita bisa membahas bisnis di tempat lain? Saya memiliki penawaran untuk anda"
Sorot mata Kenzo terlihat dingin menatap kearah tangan Sheila yang kini memegangi dasinya
"Anda ingin bekerja sama dengan saya atau anda ingin menjadi simpanan saya?" Kenzo bertanya dengan nada bicara yang dingin dan wajah yang tanpa ekspresi
"Simpanan? Setahu saya, anda tidak punya kekasih apalagi istri. Jadi kalau kita dekat, tidak bisa dikatakan simpanan kan?" Sheila menatap Kenzo dengan tatapan heran
"Sepertinya anda mendapatkan informasi yang salah tentang saya. Saya memang tidak punya kekasih ataupun istri, tapi saya sudah punya tunangan" Kenzo menanggapi dengan senyum tipisnya
"Lalu kenapa kalau anda sudah punya tunangan? Bukankah suami istri sekalipun bisa bercerai?"
Sheila terus menggoda Kenzo dengan senyum dan nada bicara yang lembut. Dia memang gadis muda yang cantik dengan tubuh yang cukup menggoda. Bentuk mukanya sedikit lonjong dengan pipi tirus, hidung kecil dan juga bibir yang mungil
Kenzo terlihat semakin kesal dengan tangan yang sudah mengepal keras mendengar perkataan Sheila
"Kualifikasi apa yang anda miliki untuk bisa menggantikan posisi tunangan saya?" Kenzo memicingkan mata menunggu jawaban Sheila
"Ehm ... anda tahu kalau saya memiliki segalanya. Wajah cantik, karir, harta dan tentunya koneksi. Kerjasama kita juga akan terjalin lebih baik lagi. Ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan anda kan?"
__ADS_1
Sheila tersenyum manis dengan nada bicara yang menggoda dan kedua alis yang digerakan bersamaan Dia terlihat begitu percaya diri saat menjawab pertanyaan Kenzo.
"Anda tentu pernah mendengar tentang saya kan? Anda tidak takut pada saya?" Kenzo bertanya dengan nada yang dingin
"Hmn... anda tidak mungkin menyakiti gadis cantik seperti saya kan? Lagipula … seperti yang saya katakan pada anda, saya punya penawaran menarik"
"Penawaran? Penawaran menarik apa lagi yang anda miliki?"
Kenzo memicingkan mata menunggu jawaban Sheila
Sheila tersenyum mencibir. Dia mengira kalau Kenzo termakan rayuannya
"Kenzie Lutherin, bukankah dia saudara kembar anda?"
Raut wajah Kenzo seketika berubah semakin dingin
"Ada apa dengan Kenzie?"
"Eum... aku bisa memenjarakan dia karena telah memasukan adikku ke rumah sakit jiwa. Dia membuat usahaku rugi dan nama baik keluargaku tercemar" Sheila bicara dengan sangat percaya diri. Dia sangat yakin kalau Kenzo akan setuju dengan apa yang dia minta
"Pak Kenzo, ini bukan ancaman. Saya berniat baik untuk tidak membawa saudara anda ke meja hijau. Dengan syarat kerjasama kita dan tentu saja anda juga menjadi pendamping saya"
"Huh, anda terlalu percaya diri. Anda juga terlalu memandang rendah saya. Saya bisa dengan mudah menghancurkan perusahaan anda dan keluarga anda saat ini juga" Kenzo bicara sambil beranjak pergi dari sofa dan kembali ke meja kerjanya. Dia meraih ponselnya dan melakukan panggilan telepon pada Rendra dan Noey yang berada di obrolan grup
Tuut tuut tuut
"Halo" Noey dan Rendra pun menerima panggilan teleponnya bersamaan
"Noey, Rendra, aku butuh bantuan kalian" Ujar Kenzo dengan nada bicara yang dingin dan mata masih terus mendelik pada Sheila
"Katakan, kamu butuh bantuan apa?" Tanya Rendra dengan sikap tenang
"Ya kami pasti akan membantumu" Noey menimpali dengan sikap yang tenang
__ADS_1
"Ren, tolong minta orangmu untuk memeriksa rumah sakit jiwa tempat Marina Wiguna dirawat. Pastikan dia tidak akan bisa keluar darisana dan buat dia semakin gila, dan Noey tentu kamu bisa membuat berita kalau Berly Wiguna telah melakukan tindakan kekerasan dan menyebabkan seseorang terluka parah sampai masuk rumah sakit kan? Katakan juga kalau Sheila Wiguna menyalah gunakan kekuasaan yang dia miliki untuk dapat apa yang dia inginkan. Pastikan itu berada dalam daftat teratas dan tidak bisa dihapus oleh siapapun. Masalah perusahaan Wiguna biar aku yang selesaikan"
Nada bicara Zo terdengar dingin, bibirnya membentuk seringai yang terlihat licik dan sorot matanya yang mendelik juga terlihat menyeramkan.
"Tenang Zo, itu masalah gampang"
"Ya, anggap saja ini sudah selesai"
Sheila terkejut dengan apa yang baru saja dia saksikan. Dia tertegun dan tak bisa mengatakan apapun
"Bagus. Terimakasih" Zo pun menutup panggilan teleponnya dengan Noey dan Rendra
"Bagaimana? Anda sudah tahu bagaimana saya menyelesaikan masalah? Anda pikir bisa mengancam saya dengan alasan saudara kembar saya? Itu justru menjadi alasan saya menghancurkan anda. Lagipula saudara saya bukan orang yang lemah seperti yang anda kira. Meskipun saya tidak ikut campur, keluarga anda tetap akan hancur"
Kenzo duduk dengan sangat tenang dikursi kerjanya. Dia menyilangkan kakinya, dengan tubuh bersandar pada sandaran Kursi, kedua tangannya saling berkaitan dengan bertumpu pada pegangan kursi. Auranya kini terasa sangat mengintimidasi sampai tubuh Sheila bergetar hebat
"Tolong jangan lakukan itu. Saya minta maaf. Saya akan mengatakan pada papa agar tidak mengganggu saudara kembar anda lagi. Tapi saya mohon, bebaskan keluarga saya. Jangan hancurkan keluarga saya. Saya tidak akan mengganggu kalian lagi" Sheila memohon pada Kenzo dengan derai air mata yang mengalir deras
"Anda memohon pada saya? Bukankah tadi anda sangat percaya diri untuk menggantikan posisi tunangan saya? Kemana rasa percaya diri anda yang sangat besar tadi? Tidak mungkin anda langsung takut dengan ancaman saya kan?" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dan tenang. Seringai tipis tak pernah hilang dari bibirnya
"Tidak, tidak. Saya salah. Saya tidak bisa dibandingkan dengan tunangan anda. Jadi saya mohon ampuni saya dan papa saya" Sheila terus memohon pada Kenzo
"Sayang sekali, karena saya tidak penah menarik kembali apa yang saya katakan. Terlebih lagi dua orang yang saya perintahkan tadi sudah pasti langsung mengerjakan apa yang saya minta"
"Pak Kenzo saya mohon ampuni saya. Anda juga baru menjabat jadi direktur utama perusahaan ini, tentu anda merasa kesulitan karena tidak memiliki koneksi kan? Saya bisa mengenalkan anda pada pebisnis besar yang saya kenal. Itu akan lebih menguntungkan bagi anda ketimbang menghancurkan keluarga saya" Sheila terus berusaha membujuk Kenzo agar tidak menghancurkan keluarga Wiguna
"Sayangnya, saya sama sekali tidak membutuhkan hal itu. Saya bisa mendapatkan kerja sama dengan kemampuan saya sendiri. Jika memang saya membutuhkan koneksi. Tidak mungkin saya menggunakan koneksi anda, level anda terlalu rendah jika dibandingkan dengan keluarga saya" Kenzo bicara pada Sheila dengan nada mencibir
"Maksud anda level saya terlalu rendah? Saya ini keluarga Wiguna, konglomerat dari pengusaha tambang. Bagiamana bisa level saya terlalu rendah jika dibandingkan dengan keluarga anda? Memangnya siapa keluarga anda?" Sheila mengerutkan dahi karena tidak mengerti dengan apa yang Kenzo katakan. Diapun terlihat penasaran dengan keluarga Kenzo
"Oh anda tidak tahu saya ya? Anda pikir saya orang biasa yang bisa masuk perusahaan ini karena beruntung? Keluarga kami tidak akan mudah menyerahkan kekuasaan keluarga pada orang luar. Perkenalkan, saya Kenzo Osterin Anggara. Saya adalah penerus perusahaan Anggara"
"Apa? Tidak mungkin?!" Sheila sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzo
__ADS_1
"Apanya yang tidak mungkin? Ini adalah fakta. Dengan begini sekarang anda tahu kalau anda salah berurusan dengan saya. Tidak ada yang bisa lepas dari keluarga Kusuma begitu saja"