Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Menjalankan Rencana Risha Dan Kenzie


__ADS_3

"Apa jadwalmu hari ini? Apa kamu sibuk?" Kenzo sedang menghubungi Safira untuk mengajaknya makan siang bersama


"Aku masih ada reality show setelah itu aku masih memiliki janji dengan beberapa tamu penting" Safira menjawab sambil menutup mulutnya dengan 1 jari


"Hmn ... kenapa kamu jadi lebih sibuk dariku? Sudahah, nanti akan aku kirimkan gaun pengantinmu jadi kamu harus mencobanya" Kenzo bicara dengan nada yang malas. Terdengar dari suaranya kalau dia jadi kesal


"Kenapa gaun pengantin? Bukannya kita hanya meresmikannya saja dan tidak merayakannya?" Safira terdengar bingung karena Zo tidak pernah membahas masalah ini


"Honey, bunny, sweety ... meskipun tidak melakukan perayaan besar, tapi kamu akan jadi pengantinku, jadi kamu tetap harus tampil cantik saat hari pernikahan kita" Kenzo berusaha sabar menanggapi Safira saat dia bilang tidak perlu berdandan dengan cantik


"Baiklah baiklah aku salah"


"Kak Fira, sudah waktunya memulai acara!" Tiara yang sejak tadi duduk diam tidak jauh dari Safira sengaja berteriak agar dia menutup telepon dari Zo


"Sudah waktunya aku pergi. Nanti aku akan menghubungimu lagi setelah selesai. Sampai jumpa


"Ya, hati-ha ti" Safira langsung mneutup teleponnya begitu saja padahal Kenzo belum selesai bicara


"Ada apa dengannya? Kenapa dia langsung menutup teleponnya begitu saja?" Kenzo terlihat bingung karena Safira langsung menutup teleponnya begitu saja. Itu tidak seperti Safira yang biasanya


"Mungkin bu Safira sedang terburu-buru karena sibuk" Ujar Zack menanggapi pertanyaan Kenzo. Zack adalah asisten baru yang sedang dilatih untuk menggantikan posisi Pram nantinya


"Mungkin seperti itu. Zack, apa kamu sudah memeriksa jadwal kerjaku awal minggu depan? Kamu tahukan kalau aku akan cuti selama beberapa hari?" Kenzo bertanya dengan sikapnya yang dingin


"Tentu pak. Saya sudah mengatur jadwal anda dan menunda semua pertemuan penting. Pak Pram akan menangani pekerjaan anda selama anda tidak ada" Zack terlihat sopan dan menjawab pertanyaan Zo dengan tenang


"Aku ingin kamu mulai mengerjakan pekerjaanku!"


"Maaf?" Zack sepertinya mulai terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzo padanya


"Kenapa kamu begitu terkejut? Ini kan pekerjaanmu, jadi bukan hal yang aneh kan jika aku memintamu mengerjakan pekerjaanku?" Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang dan beribawa


"Tapi pak, saya belum lama jadi asisten anda dan saya masih belajar. Jika untuk mengerjakan semua pekerjaan anda sendiri, rasanya saya ..." Zack terlihat ragu-ragu saat dia mengatakan apa yang dia pikirkan pada Kenzo

__ADS_1


Kenzo hanya tersenyum tipis sebelum menanggapi ucapan Zack


"Zack, apakamu ingat apa yang aku katakan saat aku menerimamu jadi asistenku?" Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang dengan senyum tipis dan nada  bicara yang dingin


"Tentu pak. Anda bilang, anda bukan orang baik. Anda bisa saja meminta saya sebagai asisten anda untuk mencelakai orang. Yang lebih buruk dari itu, anda bisa saja membuat orang kehilangan nyawa" Zack bicara dengan kepala tertunduk namun dia sangat tenang tanpa ada keraguan atau ketakutan dari matanya


"Kamu ingat itu. Lalu kenapa kamu mau tetap menjadi asistenku?"


"Karena saya terkesan dengan sikap pak Kenzo. Bapak selalu tenang dan bisa menyembunyikan apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan dengan baik. Dan lagi, kakak saya mengatakan kalau anda bukanlah orang jahat. Terlebih lagi anda bersedia menerima saya yang memiliki masa lalu kelam sebagai asisten anda. Itu artinya anda mempercayai saya" Jawab Zack dengan hati-hati


"Itu kamu tahu jawabannya. Karena aku percaya padamu. Aku yakin kalau kamu bisa mengerjakan pekerjaanku dengan baik. Selain itu bukankah sudah ku bilang jika ada sesuatu yang sulit maka kamu bisa memberitahuku?" Kenzo kembali menanggapi dengan sikap dinginnya yang penuh dengan wibawa. Senyum tipisnya membuat dia terlihat tenang namun pemikirannya tetap tajam


"Benar. Saya minta maaf karena meragukan keputusan anda. Saya akan mengerjakan apa yang anda katakan. Tapi, apa anda akan tetap membantu saya jika saya kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaan saya?" Kali ini terlihat kalau Zack sedikit ragu meskipun dia mendapatkan kepercayaan dari Kenzo


"Tentu, apapun itu kamu bisa mengatakannya langsung padaku" Jawab Kenzo dengan senyum lega karena Zack mau mengerjakan pekerjaannya


"Baik, kalau begitu saya permisi" Zack pergi setelah Kenzo mengizinkannya dengan menganggukkan kepala


***


"Apa benar kita saling mengenal sebelumnya?"  Safira bersikap tenang namun wajahnya terlihat bingung. Meskipun wajah Kenzie begitu mirip dengan Zo, tapi wajah yang lainnya begitu asing baginya


"Tentu saja. Kamu pernah datang saat aku mengalami kecelakaan dan dirawat dirumah sakit. Saat itu kamu mengikuti Kenzo yang langsung pulang ke negara A setelah mendengar aku mengalami kecelakaan" Risha menjawab dengan senyum ceria diwajahnya


"Jika kamu masih tidak percaya, kamu bisa menghubungi mami dan bertanya padanya. Tentu kamu sudah mengenal mami dan papi kan?" Kenzie pun ikut bicara agar dia bisa meyakinkan Safira


"Tidak perlu. Hanya dengan melihatmu saja aku percaya pada kalian"


"Tapi sepertinya ada yang masih tidak percaya dengan keberadaan kita disini" Semua orang menoleh pada Noey yang masih tidak percaya setelah melihat Safira. Dia terus menatap Safira tanpa berkedip dengan mulut menganga


"Noey" Rendra menyenggol lengan Noey dan menyadarkannya dari keterkejutan


"Ekhem ekhem ... Apa benar kamu pacarnya Kenzo? Tidak, maksudku ... kamu calon istrinya Kenzo?" Noey yang biasanya bersikap tenang, kini terlihat sangat antusias penasaran dengan kebenaran mengenai hubungan Safira dan Kenzo

__ADS_1


"Benar, saya Safira calon istrinya Kenzo. Apa ada masalah?" Sementara yang lain berusaha menahan tawa mereka melihat kelakuan Noey, Safira terlihat bingung dan penasaran dengan maksud dari pertanyaan Noey padanya


"Sebenarnya ... bagaimana bisa gadis sepertimu mau pada Kenzo yang dingin seperti gunung es dan tidak punya perasaan itu? Bisa-bisanya dia malah memintaku menjadi asisten dari saudara kembarnya padahal dia selalu meminta bantuanku?" Noey mengeluh dengan penuh semangat. Dia terus mengutarakan kekesalannya pada Safira


"Apakah dia orang yang seperti itu?" Safira bertanya dengan senyum dibibirnya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dikeluhkan Noey padanya. Karena yang dia tahu, Kenzo itu sangat perhatian meskipun terkadang sikapnya dingin


"Hahaha" Semua orang terbahak mendengar keluhan Noey pada Safira


"Tenanglah Noey, jika kamu terus mengeluh seperti itu, Safira akan bingung dengan sifat Kenzo yang sebenarnya" Rendra menegur Noey dengan senyum tipis dan sikap yang tenang


"Kamu tidak perlu khawatir karena kita akan membalas Zo. Kita akan buat dia panik karena tidak memberitahu mengenai pernikahannya " Kenzie menunjukan senyum mencibir ketika dia bicara pada Noey


"Sebenarnya apa yang kalian rencanakan sampai melarangku memberitahu Zo kalau kalian sudah ada disini?" Safira pun terlihat penasaran dengan apa yang direncanakan oleh orang-orang terdekat Zo ini


"Kami ingin kamu mengabaikan Zo. Karena disaat seperti ini dia sangat mudah khawatir. Kami ingin melihat reaksinya yang bingung dan frustasi" Risha menjelaskan bagaimana rencana mereka


"Tapi ini hanya tinggal 3 hari sebelum pernikahan kami. Tentu banyak hal  yang harus kami bicarakan" Safira kembali bertanya dengan wajah panik


"Kamu tenang saja, ini tidak akan lama dan kita akan memberitahukan kebenarannya saat makan malam. Kami akan mengatur makan malam untuk kalian berdua"


"Tapi ..." Safira terlihat ragu saat mendengar rencana mereka


"Kamu tenang saja. Kami tidak akan memintamu melakukan sesuatu yang berlebihan. Cukup jawab teleponnya sesingkat mungkin seolah kamu sedang sibuk dan jangan terlalu memberikan perhatian padanya. Anggap saja kalau kita akan memberikan dia kejutan"


"Aku tidak sabar melihat Kenzo yang frustasi karena diabaikan oleh orang yang dia cintai"


"Ya bagaimana reaksinya nanti? Apa kamu bisa bayangkan bagaimana ekspresi dinginnya berubah kesal?"


"ini akan jadi pelajaran berharga untuknya karena telah mengabaikan kita"


"Bagaimana? Apa kamu mau bekerja sama dengan kami?" Semua kembali menatap Safira dan menunggu jawaban darinya


"Haah ... baiklah, aku akan bekerja sama dengan kalian"

__ADS_1


"Yes. Aku tidak sabar melihat reaksi dari gunung es nanti"


__ADS_2