
"Kamu sedang dimana Va? Kenapa berisik sekali?" Diaz sedang menghubungi Cheva karena tahu kalau dia masih belum pulang meskipun ini sudah larut malam
"Aku sedang ada di dekat bukit. Ternyata disini masih selalu ramai kak. Dulu kita tidak pernah datang kemari dan bersenang-senang. Jadi aku ingin mencobanya sekarang" Cheva menjawab Diaz dengan nada bicaranya yang manja dan ceria seperti biasa. Ini juga jadi kesempatan Cheva untuk menggoda Diaz
"Apa yang kamu lakukan disana? Setahuku disana banyak anak muda yang berkumpul sambil minum-minuman keras dan juga mengkonsumsi narkoba. Disana juga sering dilakukan balapan liar. Tempat itu sangat terkenal sebagai tempat berbahaya, Va. Hanya saja entah kenapa selalu tidak ditemukan bukti saat polisi melakukan penggerebekan"
Diaz mengeluh kecewa karena tempat seperti itu dibiarkan tetap ada meskipun rumor mengenai bahayanya sudah tersebar luas kemana-mana
"Aku tidak peduli dengan itu. Aku hanya ingin bersenang-senang. Aku ingin kembali mencoba balapan liar, aku yakin ini akan sangat menyenangkan"
Diaz mengerutkan dahi heran dengan apa yang dikatakan Cheva
"Untuk apa kamu ikut balapan Liar? Kamu ingin mencari mangsa kelas teri? memang mereka bisa bayar taruhan berapa? Apa kamu bisa dapat mobil sport terbaru jika taruhan dengan mereka?"
Diaz terus menginterogasi Cheva yang sedang menunggu para pemuda itu berkumpul untuk mulai balapan
"Aku hanya ingin bersenang-senang. Lagipula ... kakak tahu aku melihat siapa disini?"
"Memangnya siapa?" Diaz pun mulai penasaran dengan orang yang di maksud Cheva
"Pras. Dia anak dari Astria dan Petra" Senyum tipis tersungging di bibir manis Cheva
Tok tok tok
Cheva yang sedang berbincang dengan Diaz sambil mengawasi para pemuda itu dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk kaca jendela mobilnya. Cheva pun menurunkan kaca mobil untuk melihat orang itu
"Kak Lian? Apa yang kakak lakukan disini?" Cheva terlihat terkejut dan salah tingkah melihat Lian kini berdiri disamping mobilnya. Sebelah tangannya masih memegang ponsel yang masih tersambung dengan Diaz
"Kak Diaz sudah dulu ya. nanti aku hubungi lagi" Cheva mencoba mengakhiri panggilan teleponnya dengan Diaz namun ditahan olehnya
"Eeh tunggu tunggu. Lian ada disana?"
"Iya, ini kak Lian baru datang"
"Waah bisa-bisanya kalian kembali puber saat anak kalian sudah mulai remaja"
__ADS_1
Diaz menggoda Cheva sambil tersenyum
"Berisik. Sampai jumpa"
"Kak Lian belum jawab pertanyaanku. Untuk apa kak Lian datang kemari?"
"Tentu saja aku mengikuti istriku yang mengalami puber kedua" Lian menundukkan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya di sela kaca jendela mobil Cheva sambil berkata dengan nada menyindir.
"Siapa yang mengalami puber kedua? Aku hanya ingin bermain saja" Cheva tersenyum lembut tanpa membiarkan Lian naik kedalam mobilnya
"Ini sudah tidak cocok jadi mainanmu. Seorang pemimpin perusahaan besar dan juga merupakan istri dari pengusaha juga pelukis ternama melakukan balapan liar, itu sama sekali tidak lucu. Dan apa kata orang nanti jika mereka tahu kalau kamu melakukan balapan Liar?"
Nada bicara Lian terdengar dingin dan dia juga menatap Cheva dengan raut wajah tanpa ekspresi
"Hubby aku itu kemari"
"Perhatian-perhatian, untuk malam ini kita akan mengadakan pertaruhan besar, dimana pemenang lomba kali ini akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai 25juta. Seperti biasa pertarungan ini dilakukan dengan bebas jadi tidak ada aturan di dalamnya"
Belum juga Cheva menjelaskan tujuannya datang ke bukit pada Lian, panitia sudah memberikan sambutan sebelum dimulainya acara dan itu berhasil mencuri perhatian Cheva karena semua orang mulai berbaris hendak mengikuti lomba
"Kak Lian balapanya akan segera dimulai aku juga harus mulai berkumpul disana" Cheva mulai mengalihkan pembicaraan dan ingin bergegas berkumpul sebelum balapan
"Haah Hubby... aku kan sudah kasih tahu alasannya. Lihat pemuda yang disana" Cheva menghela napas panjang kemudian menunjuk pada seorang pemuda yang berdiri di dekat mobil SUV miliknya
"Dia itu Pras anaknya Astria. Aku akan mulai membalaskan sakit hatiku atas meninggalnya Lea disini. Dibalapan liar ini, karena disini tidak ada aturan umum" Sambung Cheva dengan nada bicara yang dingin dan sorot mata yang tajam
"Oh biar aku ikut denganmu!" Lian membuka pintu mobil dan hendak naik
"Eh tunggu tunggu. Kak Lian tidak boleh ikut! Kakak cukup ikuti aku dari belakang saja, oke?"
Lian tidak dapat berkata apa-apa lagi. Akhirnya dia menganggukkan kepala dengan terpaksa
"Terimakasih hubby. Sampai jumpa muach" Sambung Cheva sambil memberikan kecupan jarak jauh dan langsung mengikuti barisan untuk balapan
"Haah.. istriku ini bisa-bisanya bersikap seperti dia masih muda. memang sih masih belum 35 tahun tapi kan tetap saja bukan waktu yang pas untuk ikit bergaul seperti anak muda"
__ADS_1
Lian terus menggerutu sambil menatap Cheva sebelum dia kembali ke mobilnya sendiri
"Oh sepertinya kita punya anggota baru. Mobilnya cukup mewah. Nona cantik, apa kamu berani ikut bertaruh dengan kami? Kamu tidak takut jika kehilangan banyak uang disini?"
Salah seorang pemuda yang sudah sering ikut balapan ini mendekati mobil Cheva, dan ketika dia melihat yang mengemudikan mobil sport adalah perempuan, dia bicara dengan nada yang mengejek
"Karena aku sudah ada disini, tentu saja aku berani. Dan kehilangan banyak uang... itu bukan masalah buatku, karena aku bisa menghasilkan banyak uang dengan mudah"
Nada bicara Cheva sangat tenang. Senyum tipisnya semakin membuat dia terlihat anggun dan berkelas
"Bagus kalau begitu. Jadi kami tidak akan sungkan dan kamu juga harus berhati-hati karena balapan liar itu berbahaya"
Pemuda itu memperingati Cheva dengan senyum lembut
"Tentu. Terimakasih sudah memperingatiku" Cheva menjawab dengan senyum tipis dan sikap yang tenang
Tidak jauh dari tempat Cheva ada pras yang bersiap di dalam mobilnya
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita itu. Tapi siapa ya? Wajahnya familiar, tapi aku tidak bisa mengingatnya"
Pras terus memperhatikan Cheva dengan raut wajah penasaran sedangkan di belakang mereka dengan jarak yang terhalang beberapa mobil, Lian memperhatikan dengan sorot mata tajam seakan ingin membunuh
"Untuk apa pemuda itu berdiri disamping mobil istriku? Jangan bilang kalau dia lebih suka wanita yang dewasa dan terpesona oleh Cheva? Awas saja, akan ku habisi jika berani macam-macam dengan my princess"
"Tanpa berlama-lama lagi. Kita mulai saja perlombaan kali ini. Kalian akan berkendara mengelilingi bukit dan kembali kemari. Pengendara yang duluan sampai, dialah pemenangnya. Kalian juga harus berhati-hati dan fokus dalam berkendara, karena kita di bukit banyak lokasi yang membahayakan.
"Baiklah, bersedia...
Brom brom
para pembalap mulai menyalakan mobilnya dan menunggu aba-aba
"1 2 3 go!"
Brooommm
__ADS_1
Semua mulai melaju dengan kecepatan tinggi begitu diberikan aba-aba. Cheva menoleh pada Pras dan melempar tatapan tajam padanya
"Ini bukan salahmu, tapi aku ingin orang tuamu merasakan kesakitan yang sama. Aku akan membuat keluargamu perlahan mengalami kesulitan sampai kalian kehilangan semuanya"