Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Asisten Baru Kenzie


__ADS_3

Kenzo langsung menghubungi temannya setelah dia menutup telepon dari Kenzie


Tuut tuut tuut


"Halo, Zoester. Sudah lama sekali kamu tidak menghubungiku. Apa kamu sudah lupa dengan temanmu ini?" Noey bertanya dengan sikap yang tenang namun terkesan cuek


"Noey, sampai kapan kamu akan memanggilku seperti itu? Jangan sampai namaku tersebar luas karena mendengar panggilan darimu" Kenzo bersikap dingin menanggapi panggilan teman lamanya itu


"Tenanglah Zo. Tidak ada siapapun disini. Kamu tahu kan kalau aku lebih suka dirumah dan disini juga tidak ada siapapun" Noey bicara dengan sikap yang  tenang. Dia menelepon Kenzo sambil memainkan game di layar komputernya


"Kamu masih tidak bekerja?"


"Kerja apa? Aku hanya lulusan SMP saja. Perusahaan mana yang akan mempekerjakan pemuda sepertiku? Saat aku melakukan pekerjaan ringan, mereka malah menindasku karena jadi pekerja level bawah. Aku tidak sepertimu dan Rendra yang berasal dari keluarga kaya raya" Noey bicara dengan sedikit senyum mencibir pada dirinya sendiri.


"Tapi jika kamu menunjukkan kemampuanmu, perusahaan manapun pasti akan berebut untuk menjadikanmu karyawan mereka" Zo tetap tanang sambil membaca dokumen dihadapannya


"Tetap saja itu tidak menyenangkan sama sekali" Noey menanggapi Kenzo dengan sikap acuh tak acuh


"Ngomong-ngomong, ada apa kamu menghubungiku? Ini sudah lama sekali, ku kira kamu lupa padaku dan hanya mengingat Rendra saja" Kini nada bicara Noey terdengar sinis pada Kenzo


"Apa kamu mau bekerja? Aku sedang membutuhkan orang sepertimu untuk jadi asisten pribadi saudara kembarku" Kenzo bersikap tenang dengan nada bicara yang terdengar dingin dan berwibawa


"Saudara kembarmu? Apa kamu yakin ingin aku jadi asistennya? Kamu tidak ingin menjadikan aku sebagai asistenmu saja?"


Noey sangat penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan Kenzo padanya. Kenzo dan Rendra adalah orang-orang yang menghargainya sejak mereka saling mengenal. Mereka saling mengenal ketika Noey ditindas preman jalanan, Kenzo yang kebetulan melintas dengan motor balapnya setelah pulang sekolah tentu saja menolong Noey dan melawan para preman itu. Sejak itu mereka berteman baik karena secara kebetulan Noey juga sangat menyukai game dan belajar hacker secara otodidak.


"Dia pasti setuju jika kamu jadi asistennya. Aku sekarang berada di negara F. Aku tidak ingin merepotkanmu sampai harus pindah kemari dan juga, jika kamu jadi asistenku yang ada aku akan selalu berdebat denganmu. Kamu sama saja seperti Rendra yang selalu banyak bicara sebelum melakukan apa yang aku minta"

__ADS_1


Kenzo menjawab sambil menggelengkan kepala meskipun saat ini Noey tidak dapat melihatnya langsung


"Tidak masalah jika aku harus pindah kesana. Kamu tahu kalau aku tidak memiliki siapapn disini, jadi aku akan dengan senang hati membantumu disana. Aku juga bisa melakukan apapun untukmu. Kamu tahu sendiri bagaimana caraku bekerja" Noey malah bersikeras ingin mengikuti Kenzo daripada ikut dengan Kenzie


"Noey, Kenzie membutuhkan kemampuanmu. Dia tidak terlalu pandai dalam menangani masalah IT. Dan lagi, aku yakin kemampuanmu melacak dan menyelesaikan masalah bisa sangat membantunya" Kenzo terus membujuk Noey agar dia mau bekerja untuk Kenzie


"Tapi aku tidak ingin mengikutinya. Aku ingin bekerja denganmu saja" Noey tetap bersikeras ingin bekerja dengan Kenzo


"Haah... kamu ini. Aku menghubungimu untuk memintamu menjadi asisten Kenzie. Kenapa kamu malah ingin jadi asistenku?" Kenzo menghela napas panjang mendengar kalau Noey malah ingin jadi asiaten pribadinya


"Entahlah, aku tidak tahu bagaimana saudara kembarmu. Aku hanya takut kalau kami tidak cocok saja dan … aku juga berhutang budi padamu bukan padanya , karena itu aku ingin membantumu" Noey menjelaskan alasannya dengan sedikit ragu-ragu


"Noey, kamu tidak berhutang budi apapun padaku. Bukankah kamu bilang kalau kita ini teman? Jadi mau kamu bekerja padaku atau pada Kenzie itu sama saja karena itu sudah membantuku sebagai teman. Aku tidak mengenal orang lain lagi untuk dijadikan asisten Kenzie. Aku merasa kamu cocok untuk membantunya"


"Kamu benar-benar tidak ingin aku jadi asistenmu?" Noey kembali bertanya untuk memastikan apakah yang Kenzo katakan itu benar atau tidak. Meskipun dia sedikit kecewa tapi dia pasti akan menuruti apa yang diminta oleh Kenzo.


"Kamu? Butuh bantuanku? Sepertinya itu tidak akan pernah terjadi. Kemampuanmu sebagai hacker jauh diatasku, bagaimana mungkin kamu butuh bantuanku" Noey mencibir perkataan Kenzo yang terdengar mustahil ditelinganya.


"Hentikan berdebat! Kamu mau atau tidak jadi asisten Kenzie? Aku sudah bilang agar dia tidak terlalu mengeksposmu, jadi jika kamu hanya ingin bekerja diluar kantor, maka itu juga tidak akan jadi masalah untuknya. Kamu tinggal langsung bilang saja padanya"


"Hmn ... apa aku punya pilihan lain?" Noey terdengar ragu-ragu saat Kenzo kembali bertanya padanya


"Pilihanmu adalah bersedia atau tidak, itu saja" Kenzo dengan tegas mengatakan pilihannya untuk Noey


"Baiklah, aku bersedia. Kapan aku bisa bertemu dengannya?" Akhirnya Noey setuju dengan tawaran Kenzo untuk jadi asisten Kenzie


"Bagus, kamu bisa langsung ke perusahaannya atau telepon dia saja dulu untuk memastikan kapan kamu akan mulai bekerja dengannya"

__ADS_1


"Baiklah, kirimkan aku nomor teleponnya saja" Noey bicara dengan nada yang malas


"Ya, akan aku kirimkan padamu sekarang. Sekali lagi terimakasih karena telah membantuku"


"Hmn ... sampai jumpa" Kenzo dan Noey pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka


"Yang ku dengar saudara kembarnya memang ramah. Tapi entahlah aku bisa cocok dengannya atau tidak" Noey bergumam sambil memikirkan dia yang akan berkerja dengan Kenzie


***


DItempat lain, Aldo dan dua orang rekannya sedang bimbang memikirkan ucapan Kenzie.


"Pak Mark, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pak Kenzie sepertinya sudah punya rencana untuk menemukan orang dibalik penyebaran gosip itu" Aldo bertanya dengan panik pada Mark. Saat ini mereka sedang berkumpul untuk membahas masalah yang terjadi saat ini.


"Kamu tenang saja. Dia hanya menggertak, tidak mungkin anak ingusan seperti dia bisa menemukan bukti kalau kita adalah dalang dibalik semua ini. Kita sudah merencanakan ini dengan matang dan tidak ada celah sedikitpun" Mark bicara pada Aldo dengan penuh rasa percaya diri.


"Tapi yang kudengar anak ini cukup cerdas. Mengingat saat dia menangani masalah dengan rekan satu departemennya waktu itu, dia membuatnya dipecat dan tidak dapat bekerja dimanapun lagi" Panji menyela perbincangan antara Aldo dan Mark.


"Itu karena kebetulan bu Cheva ikut campur dengan masalah itu. Sekarang tidak mungkin kan kalau bu Cheva juga akan ikut campur lagi? Ini masalah besar yang berhubungan dengan harga saham perusahaan. Bu Cheva tidak akan gegebah dengan mengampuni anak itu" Mark tetap yakin dengan apa yang dia katakan.


"Kamu benar, kita juga harus mendisiplinkan anak muda. Jangan hanya karena dia masih muda bisa bersikap sombong dan bangga seakan dia sudah menguasai semuanya" Aldo pun kembali menimpali Mark dengan nada mencibir


"Sudahlah, kita lihat saja apa yang akan dia lakukan untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah. Meskipun dia bisa tahu kalau kita yang membuat gosip itu, tetap saja dia akan mendapatkan masalah dengan ayah dari gadis bernama Marina itu karena telah memasukkan anaknya ke rumah sakit jiwa"  Mark menyeringai tipis dengan sorot mata yang tajam


"Anda benar pak. Saya jadi penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh ayah dari gadis itu untuk membalas Kenzie? Sepertinya itu bukan perkara sederhana karena yang dia ganggu adalah putri dari seorang konglomerat yang cukup berpengaruh" Panji pun ikut tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi pada Kenzie


"Kita tunggu saja pertunjukannya. Seberapa pintar dia menghadapi masalah ini"

__ADS_1


__ADS_2