Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kalian Berdua Terlalu Mempesona Sampai Seorang Pria Jadi Ikut Tergila-gila


__ADS_3

"Sial! Bisa-bisanya aku ketemu orang seperti dia? Bagaimana bisa dia suka padaku?!"


"Ada apa dengannya Ra?"


Kenzie dan Risha bertanya pada Safira dengan nada berbisik karena Kenzo langsung marah-marah ketika dia sampai di rumah Safira setelah membeli gaun pengantin dan juga cincin kawin mereka


"Kami bertemu dengan Salim" Safira pun menjawab Risha dengan suara yang rendah agar Kenzo tidak bertambah marah


"Lalu ada apa dengannya?" Kenzie semakin bingung dengan apa yang dikatakan Safira. Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang menyebabkan Kenzo yang biasanya tenang tiba-tiba marah dan tidak bisa mengontrol emosinya.


"Sepertinya Salim menyukai Kenzo" Safira kembali berbisik memberitahu Kenzie


"Apa katamu?! Kamu bercanda ya?!" Kenzie langsung berteriak karena terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Safira


"Aku serius. Sepertinya dia menyukai Kenzo. Tadi dia bertanya pada Zo apa benar dia sudah yakin mau menikah denganku. Menurutmu apalagi namanya kalau dia bukan suka?" Safira berusaha meyakinkan Kenzie kalau apa yang dikatakannya adalah kenyataan


"Ini sama sekali tidak lucu! Mana mungkin Kenzo yang dingin dan kaku bisa disukai oleh pria semacam itu?" Risha menggelengkan kepala tak percaya saat dia mendengarkan cerita Safira


"Tidak hanya Kenzo. Salim itu sepertinya suka juga pada Kenzie"


"Apa?! Aku?! Tidak mungkin. Tahu darimana kamu?"


"Begini, sejak kamu dan Meisya datang, dia terus saja berusaha mendekati kamu kan? Bahkan kamu tahu sendiri sikapnya padaku dan Risha berbeda jauh dengan sikapnya padamu"


Raut wajah Kenzie kini berubah pucat saat dia mendengar cerita Safira. Risha berusaha keras menahan tawa ketika mendengar kedua saudaranya ternyata disukai oleh pria tidak jelas asal usulnya


"Tidak mungkin dia bisa suka padaku. Orang seperti itu suka padaku yang tampan, cerdas dan kaya ini? Dia pikir aku tidak waras? Mana mungkin aku juga suka padanya?! Cih jangan bermimpi kalau aku mau dekat dengan pria seperti dia. Jangankan dekat, bertemu lagi saja aku tidak mau. JIka dia berani mendekatiku, maka akan aku habisi dia!"


Kenzie pun kini terus menggerutu setelah Safira memberitahunya kalau Salim juga terlihat menyukai Zie, mungkin karena wajahnya mirip dengan Zo atau apalah alasannya


"Kalian berdua itu terlalu mempesona sampai-sampai seorang pria jadi ikut tergila-gila karena ketampanan kalian. Hahaha" Rendra bicara dengan nada yang sedikit mengejek


"Diam Ren atau aku beri kamu pelajaran!" Kenzo yang mendengar ucapan Rendra langsung mengancam dengan nada bercanda


"Memang kamu berani? Aku tahu kalau kamu tidak akan berani menyakitiku ..." Rendra terus saja mengejek Kenzo yang sedang kesal

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Kamu pikir aku tidak akan berani melawanmu hanya karena kamu berada di kursi roda, hah? Kemari kamu! Akan aku tunjukan padamu kalau aku berani melawanmu. Sini!" Kenzo pun mendekati Rendra yang kini telah menghindar dengan mendorong kursi rodanya sendiri


"Mau lari kemana kamu?!" Kenzo terus mengejar Rendra yang berputar-putar mengitari sofa


"Hentikan Zo! Kamu seperti anak kecil saja. Berhenti mengejarku!" Teriak Rendra yang mulai kelelahan karena dikejar Kenzo


"Aku akan berhenti jika kamu minta maaf padaku" Jawan Kenzo yang terus mengejar Rendra


"Sudah sudah. Hentikan. Sebaiknya sekarang semuanya beristirahat karena besok kita akan menghadiri pernikahan kak Kenzo" Meisya menyela setelah melihat kekhawatiran Kenzo dan Kenzie karena ulah Salim


"Meisya benar. Besok adalah hari yang penting buat Kenzo dan Safira. Sebaiknya kita istirahat agar besok terlihat lebih segar. Jangan sampai terlihat kusut dan lelah saat hari penting mereka berdua" Kenzie pun menyetujui apa yang dikatakan Meisya padanya


"Haaah ... ya sudah aku pulang dulu. Kalian akan tetap disini? Kenapa tidak pulang kerumah kakek atau nenek?" Tanya Kenzo dengan sikap  yang sinis pada Kenzie dan yang lainnya


"Tidak. Kami akan tidur disini lagi. Tidak papa kan Ra?" Risha bertanya dengan wajah polos dan manja serta mata yang berbinar agar Safira mengizinkannya


"I-iya, tidak papa ko. Ya sudah kalau memang kalian ingin tidur disini. Aku sama sekali tidak masalah dengan itu" Safira bicara dengan sikap yang tenang dan ramah. Dia tidak berani menatap Kenzo karena dia tahu kalau Kenzo akan menatapnya dengan tatapan yang sinis


"Kalian beruntung karena calon istriku sangat baik hati. Untuk kali ini kalian selamat, tapi kalau besok kalian masih ada disini. Kalian akan habis ditanganku!" Kenzo bicara dengan nada yang dingin dan mengancam serta sorot mata yang tajam


"Bagus kalau kamu mengerti" Ujar Kenzo dengan senyum mencibir. Diapun mendekati Safira untuk mencium keningnya sebelum pergi


"Aku pulang dulu. Sampai jumpa besok dikantor catatan sipil" Bisik Kenzo saat dia pamit pada Safira


"Ya, hati-hati dijalan" Kenzo mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan rumah Safira. Diapun bergegas menuju rumah Ji untuk menemui Yudha dan keluarganya. Dia berkendara dengan kecepatan sedang sambil sesekali tersenyum membayangkan pernikahannya dengan Safira


"Akhirnya sebentar lagi aku akan menikah. Meskipun kamu seorang selebriti tapi aku akan tetap memberikan apapun yang kamu inginkan. Bahkan jika itu bintang sekalipun" Gumam Kenzo sambil berfokus pada jalanan disertai senyum tipis  yang selalu terpancar diwajah tampannya


Tak berapa lama pun dia tiba dirumah Ji


"Calon pengantin kita akhirnya datang juga" Diaz langsung menyambut Kenzo begitu dia tiba dirumah Ji


"Selamat malam semuanya" Kenzo menyapa terlebih dahulu kemudian mendekati Yudha dan Gina


"Halo kek, nek. Bagaimana keadaan kalian?" Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang dan duduk didekat mereka

__ADS_1


"Kami baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Apa kamu gugup?" Yudha bertanya dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa


"Aku baik-baik saja meskipun ada agak sedikit gugup" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang dan sedua jari dibentuk hampir menyatu untuk mengisyaratkan sedikit rasa khawatir yang dia rasakan


"Tidak perlu terlalu tegang. Kakek yakin kalau semua akan berjalan dengan lancar. Jika kamu gugup dan panik, itu justru bisa mengacaukan semuanya" Yudah menasehati Kenzo agar dia tetap tenang menghadapi pernikahannya


"Baik kek, aku mengerti. Aku pasti bisa melewati ini semua dan aku yakin semua akan berjalan dengan lancar" Kenzo menjawab Yudha dengan senyum yang lembut dan sikap yang tenang


"Ini sudah malam. Sebaiknya kita semua beristirahat agar besok semua merasa lebih segar" Gina menyarankan agar semuanya istirahat. Itu semua karena Yudha tidak akan mau beristirahat jika masih berkumpul dan akan mengatakan kalau kesempatan berkumpul seperti ini sangat jarang terjadi


"Baiklah mih. Kamar yang akan kalian tempati sudah dibereskan, jadi kalian bisa langsung istirahat" Ji memberitahu pada semuanya agar istirahat dikamar yang telah disediakan


***


Keesokan harinya


Hari pernikahan Kenzo pun tiba. Semua sudah berkumpul dilantai dasar untuk sarapan bersama sebelum pergi kekantor catatan sipil


"Apa kalian semua sudah siap?" Biru Bertanya pada semuanya sebelum mereka pergi ke kantor catatan sipil


"Ya, kami sudah siap. Kita bisa berangkat sekarang" Ji menanggapi ucapan saudara kembarnya dengan sikap yang tenang


"Kalau begitu tunggu apalagi? Kita berangkat sekarang saja" Ujar Cheva yang ikut menyela pembicaraan Ji dan Bi


"Ya, kita pergi sekarang saja"


Semua mengangguk setuju dan bersiap pergi ke kantor catatan sipil. Mereka menggunakan beberapa mobil sehingga membuatnya terlihat seperti arak-arakan mobil mewahkalangan pejabat. Ada 5 mobil yang digunakan. 2 mobil pengawal berada dibagian paling depan dan bagian paling belakang. 3 mobil digunakan anggota keluarga Kusuma. Zo berada di mobil yang sama dengan Cheva dan Lian, Ji dan Ed berada dimobil yang sama dengan  Yudha dan Gina, Bi dan Mili berada dimobil yang sama dengan Diaz, Tania dan juga Dhefin.


Sementara itu Kenzie dan Risha akan berangkat langsung dari rumah Safira. Sedangkan pak Dimaz dan bu Galuh akan menungguu mereka di kantor catatan sipil


"Zo, apa kamu gugup?" Cheva bertanya setelah melihat wajah Kenzo yang tegang


"Ya, aku sangat gugup mih. Bahkan aku lebih gugup sekarang daripada saat aku sedang mengikuti pelelangan tender perusahaanku"


"Tenanglah. Mami yakin kalau kamu pasti bisa melakukannya dengan baik"

__ADS_1


__ADS_2