
Perusahaan Nugros sedang menggelar rapat pemegang saham untuk mengevaluasi pergerakan saham perusahaan mereka ketika polisi datang menjemput Steve. Tidak hanya Steve yang merasa terkejut. Bahkan asistennya dan anggota rapat yang lain pun turut terkejut dengan penangkapan Steve. Mereka saling menoleh pada teman di sebelahnya dan saling berbisik satu sama lain.
"Pak, mungkin ada kesalah pahaman disini? Anda tidak bisa menangkap saya begitu saja" ujar Steve yang berusaha menolak perintah polisi dengan sikap yang panik
"Kami membawa surat penangkapan anda. Anda bisa bersaksi dikantor polisi, jadi sekarang tolong ikut dengan kami". Polisi mengabaikan ucapan Steve dan tetap berniat membawa Steve
"Tidak! Anda tidak bisa membawa saya begitu saja!". Steve meronta ketika polisi mulai membawanya keluar dari kantornya
"Sebaiknya anda tidak melakukan perlawanan" ujar polisi dengan sikap yang tenang
para pemegang saham hanya diam dan memperhatikan saat Steve dibawa polisi
"Bagaimana bisa petinggi perusahaan ini ditahan? Bagaimana dengan nasib saham kita?"
"Kamu benar. Jika pak Steve ditahan … pasti harga saham kita akan terpengaruh. Kita harus mulai menjualnya sekarang sebelum harganya nanti malah turun drastis"
"Ya, aku juga akan mulai menjualnya sekarang"
Para pemegang saham mulai memikirkan kerugian yang akan mereka terima jika mereka tidak menjual saham yang mereka miliki diperusahaan Nugros.
Sementara itu, para karyawan pun mulai berbisik satu sama lain ketika mereka melihat Steve dibawa oleh polisi
"Apa yang terjadi? Kenapa pak Steve dibawa oleh polisi?"
"Entahlah. tapi bagaimana dengan perusahaan kita?"
"Mungkin asisten pak Steve yang akan mengelola perusahaan ini sementara waktu?"
"Mungkin saja, tapi entahlah, aku tidak tahu"
Dari luar perusahaan Nugros, para reporter pun tiba-tiba datang dan langsung menyerbu Steve dengan banyak pertanyaan.
"Pak Steve, bukankah perusahaan Nugros adalah salah satu perusahaan ternama? Bagaimana anda bisa terlibat kasus penyelundupan?"
"Bagaimana nasib perusahaan Nugros kedepannya?"
__ADS_1
"Sejak kapan anda mulai menjadi penyelundup?"
Steve hanya bisa menundukkan kepala dan melewati para reporter dibawah perlindungan polisi saat dia melewati kerumunan para reporter.
"Pemandangan yang menyenangkan" gumam Kenzo dengan seringai tipis dibibirnya. Diapun meraih laptopnya dan mulai memanipulasi data perusahaan Nugros. Kenzo membuat harga saham perusahaan Nugros turun drastis.
"Apa kita akan menemui pak Steve sekarang, Pak?" tanya Zack pada Kenzo
"Tidak. Kita kembali kekantor saja. Biarkan dia sedikit tenang dikantor polisi" ujar Kenzo sambil menggelengkan kepala kemudian memijat pelipisnya sambil memejamkan mata
"Apa anda baik-baik saja, Pak?" tanya Zack yang melihat Kenzo lemas
"Aku baik-baik saja. Kita kembali kekantor. Aku hanya butuh istirahat sebentar. Nanti kita akan menemui Steve dan mengucapkan selamat atas kebangkrutannya" ujar Kenzo yang memejamkan mata sambil menyandarkan kepalanya
"Baik, Pak" Zack tidak bertanya lagi dan mulai menjalankan mobilnya untuk kembali kekantornya
***
Kenzie sedang berada dikantornya dan membaca setiap dokumen yang diberikan Deby padanya
"Biarkan dulu saja. Lakukan saja pekerjaanmu, ini akan jadi pekerjaan untukmu Noey" ujar Kenzie menjelaskan
"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Noey dengan sikap yang dingin.
"Buat sebuah pernyataan di internet mengenai alasan kita mengakhiri kerjasama dengan perusahaan pak Bimo. Katakan yang sebenarnya dan jangan biarkan harga saham kita terpengaruh oleh gosip yang dia sebarkan. Kalau perlu biarkan dia yang terbakar dengan api yang dia nyalakan sendiri" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang
"Baik, Pak. Saya mengerti" Noey dan Deby pun beranjak pergi meninggalkan ruangan Kenzie
"Dia pikir aku akan menyerah padanya begitu saja? Jangan pikir kamu bisa menjatuhkanku dengan mudah" gumam Kenzie dengan sorot mata yang dingin.
Diluar ruangan, Noey mulai memainkan laptopnya dan membuat postingan sesuai dengan yang diinginkan Kenzie
"Bisa-bisanya pak Bimo melakukan hal seperti itu. Dia yang membuat kesepakatan sepihak, dia juga yang malah berusaha menjelekkan orang lain. Perusahaan mana yang mau menerima kerjasama dengan keuntungan secara sepihak seperti dia? Dia mengajukan kesepakatan kerjasama yang berbeda dari sebelumnya dan sekarang dia menyalahkan pihak lain? Benar-benar tidak tahu malu"
Noey dengan sengaja membuat postingan yang menggiring pihak lain untuk menyudutkan perusahaan Bimo, dengan begitu dapat membuat opini kalau Bimo memang bersalah dan perlahan akan mempengaruhi kepercayaan orang lain dan tentunya mempengaruhi harga sahamnya juga
__ADS_1
"Cih, dia yang menyalahi kesepakatan kerja sama. Dia juga yang berteriak kemalingan. Tidak tahu malu!"
"Kenapa jadi dia yang marah-marah padahal dia yang memulai masalah lebih dulu?!"
"Sungguh menyebalkan punya atasan seperti dia. Memalukan! Seperti maling teriak maling. Dia yang salah. Malah dia yang berteriak orang lain yang salah"
Noey tersenyum setelah membaca komentar dari postingan mengenai Bimo. Dia berhasil membuat perusahaan Bimo tersudut hingga semua menganggapnya jelek. Harga sahamnya pun perlahan terpengaruh dan mulai menurun.
"Aku sudah melakukan apa yang kamu minta. Kamu bisa lihat dari postingan di sosial media. Dan harga saham perusahaan Bimo di bursa saham juga perlahan mulai menurun" ujar Noey menjelaskan apa yang telah dia lakukan
"Kerja bagus. Sekarang kita tinggal lihat bagaimana dia jatuh. Ternyata ini sama sekali bukan masalah yang besar" ujar Kenzie dengan senyum tipis dibibirnya
"Ya, karena dia hanya membuat bualan kosong saja. Dia tidak mengambil langkah yang menyusahkan kita" Noey menimpali dengan sikap tenang
"Baguslah. Jika memang dia berani mengambil langkah yang merepotkan, pasti dia akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi" Kenzie pun mencibir dengan seringai tipis
"Sudahlah, lupakan perusahaan Bimo dulu. Apa kamu mau makan siang denganku? Aku akan makan siang diluar bersama Meisya" Kenzie melepaskan statusnya sebagai atasan dan bicara dengan santai pada Noey
"Tidak. Aku tidak mau jadi obat nyamuk kalian. Jika kamu ingin pacaran maka tidak perlu mengajakku juga" Noey menanggapi dengan sikap yang sinis
"Aku berbaik hati mengajakmu makan diluar" ujar Zie lagi dengan santai
"Tidak, terimakasih. Silahkan nikmati waktu kalian bersama. Aku akan menikmati waktu makan siangku sendiri" Noey berbalik dan pergi dari hadapan Kenzie tanpa menunggu tanggapan darinya lagi
"Cih benar-benar menyebalkan. Bagaimana aku mau punya asisten yang tidak menyenangkan seperti dia? Dia hanya pandai dalam bekerja saja dan tidak bisa diajak bermain. Benar-benar kaku. Ya sudahlah aku akan menikmati waktuku bersama Meisya saja
Tuut tuut tuut
"Halo" terdengar suara Meisya dari ujung telepon
"Sayang, ayo kita makan siang bersama! Aku akan menunggmu diparkiran mobil" ujar Zie dengan senyum ceria
"Ya, aku akan segera menemuimu disana" jawab Meisya lembut
"Sampai jumpa" Kenzie dan Meisya pun menutup panggilan telepon diantara mereka
__ADS_1
"Pak Kenzie akan makan siang bersama seorang gadis? Siapa dia? Aku harus tahu siapa yang dekat dengan pak Kenzie. Dia seharusnya jadi milikku" gumam Deby yang tak sengaja mendengar percakapan Kenzie dari luar ruangannya