Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kepanikan Kenzo


__ADS_3

Kenzo masih menghadiri rapat yang panjang dengan para stafnya yang membahas perkembangan perusahaan


"Harga saham kita mulai stabil. Laporan keuangan kita juga sudah tidak ada masalah lagi saat ini. Jika seperti ini terus, mungkin perusahaan ini bisa kembali beroperasi dengan normal"


"Kenapa dia masih tidak menerima telepon ataupun membalas pesan dariku? Apa yang salah dengannya?" Kenzo terus menatap layar ponsel meskipun stafnya sedang menjelaskan


"Apa yang salah dengan pak Kenzo? Biasanya dia akan fokus pada rapat dan mengomentari setiap laporan kita"


"Sepertinya dia sedang memiliki masalah" Staf Kenzo saling berbisik karena tidak mendapatkan tanggapan dari Kenzo


"Pak! Pak Kenzo!"


"Apa yang terjadi dengan Safira ya? Kenapa hari ini dia sama sekali tidak menghubungiku?" Kenzo masih terus sibuk dengan lamunannya meskipun Zack telah memanggilnya berkali-kali. Akhirnya Zack pun menyentuh tangan Kenzo


"Permisi pak"


'Aku tidak merasa memiliki salah apapun!"


"Hah?"


Kenzo yang terkejut tanpa sengaja mengatakan apa yang ada dipikirannya. Semua staf yang ikut rapat pun menatap Kenzo dengan tatapan bingung


"Haaah ... maafkan aku, sepertinya rapat kali ini kita sudahi sampai disini. Kita akan bahas kembali semuanya nanti" Kenzo menghela napas panjang dan bicara sambil mengusap wajahnya sendiri. Dia terlihat sangat frustasi saat ini


"Baik pak" Satu persatu staf yang mengikuti rapat meninggalkan ruang rapat dan membiarkan Kenzo berada di sana bersama Zack dan Pram


"Zo, apa kamu baik-baik saja?" Pram bertanya dengan raut wajah khawatir pada Kenzo


"Aku baik-baik saja om. Aku hanya mengkhawatirkan Safira saja. Dia sama sekali tidak menghubungiku hari ini" Kenzo menjawab dengan wajah yang lesu


"Kamu sudah menghubungi asistennya?"


"Benar! Tiara!"Pram dan Zack langsung berjingkut dengan mata membelalak karena terkejut begitu mendengar Kenzo berteriak karena senang setelah mendengar saran dari Pram


"Terimakasih om, aku akan menghubungi Tiara sekarang" Ujar Kenzo dengan senyum ceria dan langsung mencari kontak Tiara. Zack dan Pram yang merasa heran masih diam mematung dengan saling menatap satu sama lain


Tuut tuut tuut


Karena Tiara juga sudah diperingatkan sebelumnya oleh Safira, diapun mengabaikan panggilan Kenzo


"Dia juga tidak menerima panggilan teleponku" Wajah ceria Kenzo dalam sekejap kembali berubah menjadi gelap. Seperti gelapnya malam. Ini benar-benar pertama kalinya Pram melihat Kenzo yang seperti sekarang


"Sepertinya dia sangat frustasi" Pram berbisik pada Zack setelah melihat Kenzo yang sedang kacau


"Apa masalahnya sampai serius begitu?" Zack terlihat tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini


"Sepertinya begitu. Lihat saja si raja super dingin yang selalu bersikap tenang kini bersikap seperti orang yang tidak waras" Pram dan Zack terus saja berbisik dibelakang Kenzo yang sedang frustasi

__ADS_1


"Tidak bisa dibiarkan. Aku harus pergi kerumahnya dan memeriksanya sendiri!" Kenzo berdiri dari duduknya dengan penuh semangat


"Hah? Kamu akan kemana?" Pram dan Zack yang terkejut langsung bertanya pada Kenzo untuk memastikan


"Aku akan pergi kerumah Safira untuk memastikan kondisinya. Aku tidak bisa hanya duduk disini dan menunggu dia memberi kabar padaku" Ujar Kenzo yang langsung beranjak pergi dan meninggalkan Pram dan Zack yang masih terkejut


"Apa tidak masalah?" Gumam Zack dengan mata menatap punggung Zo yang semakin menjauh


"Tentu saja masalah. Dia masih ada meeting setelah makan siang. Zo tunggu! Eh. Maksudku pak Kenzo! Anda tidak bisa pergi sekarang. Ada rapat penting yang harus anda hadiri setelah makan siang" Pram berlari mengejar Kenzo yang sedang terburu-buru


"Om Pram yang urus. Aku percaya pada om" Kenzo bicara tanpa menghentikan langkah kakinya. Dia hanya sedikit menoleh dengan senyum tipis dibibirnya


"Selalu saja seperti ini" Pram bergumam setelah mengingat kembali saat Kenzo langsung pergi ketika Safira menjalani operasi


***


Sementara Kenzo sedang kebingungan, Kenzie dan yang lainnya sedang bersenang-senang bersama dirumah Safira


"Ayo Safira, kalahkan Risha!"


"Tidak akan semudah itu. Risha pasti bisa menang"


"Safira juga tidak akan kalah. Karena ada ini disini, dia pasti sering memainkannya dengan Kenzo"  Safira dan Risha sedang bermain game, saat ini yang lainnya sedang bersorak untuk mendukung kedua gadis itu. Mereka terus saja bermain secara bergantian sejak pagi dengan ruangan yang telah berantakan oleh makanan dan minuman


"Aku tidak bisa kalah begitu saja!" Ujar Risha dengan penuh semangat


"Aku juga tidak berniat kalah darimu!" Safira pun bertekad untuk bisa menang dari Risha. Mereka berdua terlihat sangat berapi-api untuk bisa menang melawan satu sama lain


Ting nong ting nong


"Tolong bukakan pintunya" Ujar Safira yang tidak ingin meninggalkan permainannya


"Ya, baiklah. Siapa yang datang siang-siang begini? Mengganggu kesenangan orang saja!" Noey yang mendapat tatapan mata dari semuanya pun akhirnya bangun untuk membuka pintu. Sebelumnya dia melihat dari CCTV yang tepasang didepan pintu untuk melihat siapa yang berkunjung


"Apa?!" Noey langsung berlari kembali ke dalam begitu melihat wajah orang yang mengetuk pintu


"Gawat! Gawat! Semuanya kacau!" Ujar Noey dengan panik


"Apa yang terjadi? Kenapa bisa gawat?" Rendra yang menonton permainan game Risha dan Safira dari kursi roda bertanya dengan sikap yang tenang


"Itu sigunung es! Heup" Teriak Noey yang langsung menutup mulutnya sendiri


"Apa maksudmu? Katakan dengan jelas!" Kenzie bertanya dengan wajah bingung. Tentu yang lainnya pun terlihat bingung dan menunggu Noey mengatakan apa yang terjadi


"Kenzo ada disini!"


"Apa?!" Semua serempak berteriak dengan wajah terkejut

__ADS_1


Ting nong ting nong


"Fira! Apa kamu didalam? Cepat buka pintunya!" Kenzo berteriak setelah mendengar ada sedikit keributan didalam


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?!" Risha bertanya dengan wajah panik


"Eum ... sembunyi! Kalian harus sembunyi!" Safira juga menanggapi dengan panik


"Dimana kita harus sembunyi?"


Ting nong ting nong


"Terserah yang penting kalian semua sembunyi sekarang!" Safira pun terlihat putus ada dan panik sambil terus menatap kearah pintu yang terus saja terdengar suara bel


"Cepat! Jika terlalu lama Kenzo bisa mendobrak pintu!" Safira pun bicara dengan wajah terlihat gusar


"Bailklah. Jangan biarkan Zo meninggalkan ruangan ini dan pergi keruang lain!" Mereka mulai berlarian untuk mencari tempat sembunyi. Billy mendorong kursi roda Rendra dengan cepat agar tidak tertangkap


"Dasar, Zo bodoh! Untuk apa kamu datang kemari padahal ini belum sampai setengah hari Safira mengabaikanmu?!" Risha terus menggerutu sambll mencari tempat sembunyi


Ting nong ting nong


"Ya, tunggu sebentar!" Safira pun menanggapi setelah dirasa Kenzie dan yang lainnya sudah bersembunyi dengan baik


Ceklek


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang sakit? Kamu tidak terluka kan?" Kenzo langsung bertanya sambil memutar-mutar tubuh Safira begitu dia membuka pintu


"Te-tenanglah Zo, aku baik-baik saja? Ada apa kamu kemari? Ini bahkan baru saja jam makan siang" Safira menanggapi dengan wajah panik dan khawatir jika Kenzo mengetahui rencana saudaranya


"Ada apa katamu? Tentu saja aku khawatir padamu. Kamu tidak memberikan kabar sama sekali, tidak mengangkat telepon dariku, bahkan Tiara pun tidak bisa dihubungi" Kenzo bicara sambil melenggang masuk kedalam rumah Safira


"Ada apa semua ini? Apa disini baru saja terkena sebuah serangan?!"Kenzo sangat terkejut melihat betapa berantakannya rumah Safira. Ada remah makanan dimana-mana. Bahkan bekas minuman kaleng dan botol pun tergeletak dimana-mana. Layar televisi pun masih menampilkan game yang tadi dia mainkan bersama Risha


Glek


"Bagaimana ini? Matilah aku!"


________


Hai Reader semua, makasih udah dukung aku.


Aku mau minta tolong nih, boleh kan?


Klo ada typo, tolong komen di paragrafnya ya jadi nanti aku bisa perbaiki bagian typonya.


Makasih banyak atas bantuan dan pengertian semuanya.

__ADS_1


Maaf karena banyak typo dan bikin kalian ga nyaman baca.


Semoga sehat selalu dan selalu menikmati ceritaku. Love you all


__ADS_2