Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Pencuri Mesum


__ADS_3

"Bagaimana menurut pendapat kalian? Apa pak Kenzie ini pantas menempati posisi sebagai direktur baru di perusahaan ini?"


"Menurutku dia lumayan. Sepertinya dia memiliki wawasan yang luas dan bisa memahami kondisi yang sebenarnya dari perusahaan ini. Ya meskipun begitu, kita juga harus tetap waspada dan mengawasi dia"


"Sepertinya dia cukup cerdas untuk menghadapi  masalah perusahaan kedepannya. Dia juga cukup tenang saat menghadapi kita"


"Tetap saja, dia itu masih muda dan belum punya pengalaman apapun. Dia hanya anak muda biasa yang belum lama lulus kuliah. Memang prestasinya di kampus cukup bagus dan dia juga memiliki kinerja bagus sebagai manajer, tapi untuk jadi seorang direktur ... aku tidak terlalu yakin dengan kemampuannya"


"Tapi posisi direktur operasional sedang kosong dan kita tidak memiliki kandidat lain untuk posisi ini. Kurasa kita harus memberikan dia kesempatan untuk itu. Toh kita juga akan tetap mengawasi kinerjanya di perusahaan ini"


"Kamu benar juga. Lagipula dia memang pantas untuk posisi ini. Jadi aku setuju jika dia yang mengisi posisi ini"


"Baiklah, aku juga setuju


"Aku juga"


Para dewan direksi sedang berunding mengenai pengangkatan Kenzie, Semua orang setuju dengan Kenzie yang menjabat sebagai direktur operasional. Terlebih lagi dia langsung di rekomendasikan oleh Cheva. Hanya ada satu orang yang tidak setuju, dia adalah Aldo. Salah satu pemegang saham dengan nilai yang cukup tinggi diperusahaan cabang ini.


Mereka pun kembali memanggil Kenzie masuk keruang meeting dan menjelaskan hasil keputusan mereka


"Begini pak Kenzie. Kami sudah merundingkan semuanya. Dan kami rasa anda memang cocok dengan posisi ini. Sesuai dengan peraturan sebelumnya, kami akan memberikan masa percobaan selama 3 bulan, setelah itu maka anda akan resmi menjadi direktur operasional"


Mark menjelaskan hasil diskusi mereka pada Kenzie dengan sikap yang tenang. Dia adalah anggota dewan yang selalu bertindak sebagai juru bicara mereka.


"Tentu, syarat apa yang harus aku jaga selama tiga bulan itu? Pasti kalian membuat batasan untukku bukan?" Kenzie bertanya dengan sikap yang tenang


"Kami akan memantau cara kerjamu dan juga setiap pengaturanmu. Jika dalam 3 bulan ini kamu membuat kesalahan maka kami berhak untuk mencabut jabatanmu" Mark kembali menjelaskan peraturan yang harus ditaati oleh Kenzie


"Jika aku melakukan kesalahan? Bagaimana jika kalian yang  melakukan kesalahan? Kalian memang tidak memiliki batas waktu, tapi kalian punya toleransi untuk pekerjaan kalian kan? Bagaimana jika kalian melawan batas itu?" Kenzie memicingkan mata menunggu jawaban yang diberikan Mark


"Ehm ... itu..." Mark langsung menoleh ke setiap anggota dewan yang hadir dalam rapat, seakan meminta jawaban dari mereka


"Kami bersedia melepaskan saham kami dan menjualnya dengan harga pasar"


Kenzie mengangguk berkali-kali menanggapi apa yang dikatakan salah satu anggota dewan itu

__ADS_1


"Ide bagus. Meskipun aku masih direktur sementara disini tapi aku pasti akan mengerjakan pekerjaan ku dengan baik. Kalian juga sebaiknya mengingat tugas kalian. Meskipun anda semua ini adalah dewan direksi, tapi jabatan itu juga bisa lepas dari tangan kalian" Kenzie memperingati dengan senyum yang lembut di bibirnya


"Anda mengancam kami pak Kenzie?" Aldo bertanya dengan nada yang sinis


"Aku tidak mengancam, hanya sekedar mengingatkan kalau kalian juga bisa kehilangan kursi dewan direksi itu kapan saja" Kenzie tetap bersikap tenang dan menanggapi dengan senyum yang lembut dan juga ramah


"Karena ini sudah selesai, sebaiknya kita kembali ke pekerjaan kita masing-masing. Saya masih ada rapat yang harus dibahas dengan bagian produksi sebelum saya beralih tugas. Permisi" Kenzie melenggang pergi meninggalkan ruang rapat dengan sangat tenang


"Apa itu direktur baru yang kita setujui? Baru saja diangkat menjadi direktur operasional tapi sudah bertingkah sombong. Padahal kita bisa saja menolak promosi yang diajukan untuknya" Aldo terlihat kesal dengan Kenzie


"Kita tidak bisa menolak promosinya begitu saja. Terlebih lagi dia direkomendasikan langsung oleh bu Cheva untuk posisi ini. Mana mungkin kita menolaknya. Lagipula dia hanya mengingatkan agar kita tidak membuat kesalahan karena sebagai pemegang saham, kita bisa saja kehilangan saham kita"


Mark menanggapi Aldo dengan sikap yang tenang dan logis. Dia sama sekali tidak menganggap ucapan Kenzie adalah sebuah kesalahan ataupun penghinaan


"Sudahlah, sebaiknya kita pergi sekarang" Mark bicara sambil berlalu pergi lebih meninggalkan dewan direksi lain dan juga Aldo yang masih terlihat kesal


***


"Bagaimana hasilnya?" Meisya langsung mengikuti Kenzie keruangannya begitu melihat dia melintasi meja kerjanya


"Benarkah? Kamu berhasil? Aaaahhh, aku ikut senang mendengarnya" Meisya yang sangat senang langsung bersorak gembira dan berhambur kepelukan Kenzie


"Terimakasih. Ini semua berkat dukungan darimu" Kenzie berbisik dengan lembut saat dia mendekap erat Meisya dipelukannya.


Meisya langsung melerai pelukan diantara mereka dan menatap Kenzie dengan tatapan sinis


"Kamu mesum!" Ujarnya dengan nada kesal


"Aku hanya minta dukungan darimu. Bagian mana yang mesum?" Kenzie memicingkan mata bertanya dengan nada menggoda


"Mana ada meminta dukungan dengan ciuman? Kamu selalu meminta dukungan seperti itu?" Meisya kembali menanggapi dengan bibir mengerucut


"Aku hanya butuh dukungan darimu saja. Jika aku meminta dukungan semua orang seperti itu, maka sudah pasti antriannya tidak akan habis sampai sore. Kamu sendiri tahu kan kalau wajah tampanku ini selalu dikagumi banyak gadis? Jika mereka tahu cara mendukungku dengan ciuman, itu kesempatan untuk mereka dan kerugian besar untukku"


Kenzie menyentuh ujung hidung Meisya dan bicara dengan tenang

__ADS_1


"Kalau begitu, aku yang dirugikan disini. Dasar pencuri mesum! Bagaimana kamu akan memberikan kompensasi untuk pipiku yang sudah kamu cium?" Meisya bertanya dengan nada yang seakan menantang


"Ehm … aku akan memberikan kompensasi yang adil agar pipimu tidak berat sebelah. Muach" Kenzie kembali mencium pipi Meisya yang satunya lagi


"Sekarang sudah seimbang kan?" Kenzie bertanya dengan kedua alis diangkat bersamaan


"Benar-benar pencuri ulung. Aku seharunya melaporkanmu atas kasus pencurian"


"Kalau begitu … sebelum kamu melaporkanku, aku akan mencuri satu hal lagi darimu"


"Hah?"


Meisya memicingkan mata dan menatap Kenzie dengan tatapan heran, kemudian …


"Emph" Kenzie mencium bibir pink Meisya yang mungil hingga dia membelalakan matanya karena terkejut


"Sekarang kamu bisa melaporkanku karena mencuri ciuman pertamamu" Ujar Kenzie dengan senyum penuh kemenangan. Sedangkan Meisya masih terkejut dibuatnya


"Bisa-bisanya aku selalu tertipu olehmu" Gerutu Meisya pada Kenzie yang kini sudah kembali duduk di meja kerjanya


"Itu artinya kamu harus lebih menyiapkan diri dimasa depan. Karena aku akan selalu mengejutkanmu" Kenzie bicara dengan senyum yang manis dan kedua alis diangkat bersamaan


"Sudahlah, aku mau kembali ke meja kerjaku. Tidak akan ada habisnya jika terus meladenimu. Yang ada aku selalu kena tipu" Meisya menggerutu kemudian berbalik pergi dari ruang Kenzie.


Kenzie terus menatap Meisya yang meninggalkan ruangannya dengan senyum yang masih mengembang


***


Kenzo dan Meisya sedang bersiap untuk pergi ke bandara. Mereka juga ditemani Tiara yang akan menemani Safira berobat disana


"Kamu sudah membawa semua yang dibutuhkan disana?" Kenzo bertanya pada Safira sebelum mereka meninggalkan rumahnya


"Ya, aku sudah membawa semuanya. Tiara juga sudah memeriksa ulang semuanya untukku" Safira menjawab dengan tenang dan sesekali menoleh pada Tiara yang ada dibelakang mereka


"Kalau begitu kita berangkat sekarang"

__ADS_1


__ADS_2