
Kenzie dan Risha sangat terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan Kenzo. Mereka langsung berteriak dengan mulut menganga dan mata membelalak
"Zo, katakan sekali lagi tadi kamu mau apa?" Kenzie kembali bertanya pada Zo untuk memastikan apa yang dia dengar
"Benar. Apa tadi aku tidak salah dengar?" Risha pun ikut bertanya sambil mengorek telinganya sendiri dengan jarinya
"Buka telinga kalian lebar-lebar. Aku tidak ingin mengulang untuk ketiga kalinya. Aku akan menikah dengan Safira seceatnya" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan dingin
"Jadi kami tidak salah dengar? Bukannya mami bilang kalau Safira kehilangan ingatannya?" Kenzie masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo
"Memang, dan entah ingatannya itu akan kembali lagi atau tidak. Aku tidak peduli hal itu, yang ingin aku lakukan sekarang adalah membuat kenangan baru yang bahagia dengan Safira" Kenzo menanggapi Zie dan Risha dengan nada bicara yang dingin. Dia tetap tenang mengatakan apa yang sudah dia putuskan
"Zo, apa tidak sebaiknya kamu memikirkan ini lagi? Kamu memang mengenal baik bagaimana Safira, tapi sekarang dia kehilangan ingatannya. Itu sama saja dengan dia tidak mengenalmu sama sekali. Bagaimana kalau ternyata dia merasa kalau kalian tidak cocok nantinya?" Kenzie berusaha meyakinkan Kenzo sebelum dia mengambil langkah penting dalam hidupnya
"Aku tahi ini terdengar gila. Tapi aku ingin menepati janjiku pada Fira yang kami buat sebelum dia melakukan operasi. Aku berjanji padanya, jika dia kehilangan ingatannya karena operasi itu, maka aku akan memberikan kenangan yang lebih indah dari sebelumnya. Kami juga sudah membicarakan masalah pernikahan ini sebelum dia operasi"
Kenzo memang bwrsikap tenang saat dia bicara, namun terlihat jelas dari sorot matanya kalau dia sangat sedih dengan apa yang terjadi pada Fira. Kenzie dna Risha pun tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat kesungguhan Kenzo
"Haah ... ya sudah, kami tidak bisa berkata apa-apa lagi padamu. Kamu pasti sudah mempertimbangkan ini sebelumnya kan?" Kenzie pun tidak bisa lagi menghalangi keinginan saudara kembarya yang memang selalu gila jika sudah menginginkan sesuatu. Kenzie dan Risha kini hanya bisa menghela napas pasrah dengan apa yang akan dilakukan saudara mereka
"Kapan kamu akan melangsungkan pernikahannya?" Risha kembali bertanya dnegan sikap yang tenang
"Minggu ini"
"Apa?!" Lagi-lagi Kenzie dan Risha berteiak karena terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzo
"Kamu ingin membuat kami disini terkena serangan jantung ya?! Pertama mengatakan kalau ingin menikah dengan Safira yang tidak mengingat apapun. Sekarang kamu ingin pernikahan itu digelar dalam waktu 1 minggu? Kamu pikir ini main nikah-nikahan seperti anak kecil, hah?!" Kenzie dan Risha terlihat sangat kesal hari ini. Mereka terus saja berteriak pada Kenzo
"Apa ekspresi kalian tidak terlalu berlebihan ya? Bukannya memiiki niat baik itu seharusnya tidak ditunda-tunda? Kenapa kalian berdua malah marah-marah seperti ini?" Kenzo menanggapi dengan sikap yang dingin dan acuh tak acuh
"Zo, apa kamu dan Safira sudah ....?" Kenzie menggantungkan kalimatnya karena dia yakin kalau Kenzo sudah mengerti dengan apa yang akan dia katakan
__ADS_1
"Hah? Apa itu benar Zo?" Risha pun ikut penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Kenzo
"Ya ampun ... Kalian berdua itu gila ya?! Mana mungkin aku melakukan hal tidak bermoral seperti itu. Terlebih lagi Safira itu seorang artis, jika tersebar gosip buruk tentangnya maka karirnya akan hancur. Aku tidak mau sampai dia terkena masalah, bahkan masalah kecil sekalipun!" Kenzo yang kesal menanggapi dengan sikap yang dingin
"Kamu juga bukan orang biasa. Meskipun tidak dikenal sebagai keturunan keluarga Kusuma, tapi kamu itu seorang programer muda berbakat di negara F. Jangan sampai lupa kalau sekarang kamu juga jadi incaran media gosip. Jika tersebar kalian menikah dalam waktu singkat, apa jadinya nanti?" Risha bicara dengan bibir mengerucut manja pada Kenzo
"Aku lupa kalau sekarang banyak orang yang sudah mengenalku. Yaaah meskipun aku tidak terlalu berbakat tetap saja wajah tampanku ini akan selalu diingat banyak orang. Terutama para gadis"
Kenzo menanggapi ucapan Risha dengan sikap yang sombong. Tentu sikap narsis Zo membuat Kenzie dan Risha terlihat seakan ingin muntah mendengarnya
"Kami tutup dulu teleponnya. Sampai jumpa!" Kenzie langsung menutup telepon Zo tanpa menunggu tanggapan darinya
"Apa-apaan dia itu? Memberitahu kita tepat seminggu sebelum dia menikah. Dia anggap apa kita ini? Biasanya dia selalu memberitahu kita lebih awal mengenai rencananya, kenapa sekarang dia baru membeirtahu kita?" Kenzie terus saja menggerutu kesal bahkan setelah dia menutup telepon dari Zo
"Aku juga tidak tahu. Bagaimana bisa dia menyamakan kita dengan yang lain? Seperinya dia sudah tidak menganggap kita penting lagi sekarang" Risha pun ikut mengeluh mengenai Kenzo
"Kamu benar. Dia harus diberi pelajaran. Tapi bagaimana?" Risha dan Kenzie kini sedang memikirkan cara untuk memberi Kenzo pelajaran
"Hmn ... bagaimana kalau kita ..." Risha berbisik pada Kenzie mengenai apa yang akan dia lakukan pada Kenzo
***
Keesokan harinya Kenzie dan Risha baru selesai sarapan dan mereka akan pergi ke kantor masing-masing
"Sha, mau ku antar ke kantor atau kamu akan pergi dengan papimu?" Kenzie bertanya dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah menggoda. Dan mata mendelik pada Diaz.
"Bodoh, kantormu itu lebih jauh dari kantorku, masa iya kamu mau mengantarkan aku dulu baru pergi kekantor?" Risha menjawab dengan senyum sinis dan manja
"Aku hanya penasaran seperti apa situasi kantormu. Kamu bilang kantormu heboh karena kedatangan Rendra kan? Akan lebih menyenangkan jika menambah deretan pria tampan disekelilingmu. lagipula aku akan pergi ke rumah sakit dulu dan mungkin kekantor itu siang nanti" Kenzie menjawab dengan senyum ramah
"Benarkah begitu? Ya sudah kalau begitu kamu antarkan aku. Aku tidak ingin menyetir mobil sendiri" Risha pun menjawab dengan senyum ceriaa sambil bergelayut manja ditangan Kenzie
__ADS_1
"Kamu mau melupakan papi? Kenapa kamu tidak pernah mau jika pergi ke kantor bersama papi?" Diaz pun merasa iri karena Risha lebih bersikap manja pada Kenzie daripada dirinya
"Papi masih tidak mengerti? Karena aku makan siang dengan papi, satu kantor menggosipkan aku sebagai wanita simpanan papi. Jika aku pergi kekantor bersama papi … sepertinya akan ada sidang disiplin" Risha menjawab Diaz dengan sinis dan manja tanpa melepaskan pegangan tangannya pada Kenzie
"Mami dan papi juga akan berangkat sekarang?" Kenzie bertanya pada Cheva dan Lian yang juga bersiap pergi
"Iya, mami juga adan meeting jadi harus berangkat lebih awal" Cheva menjawab dengan senyum yang manis
"O iya mih, nanti aku dan Risha akan pergi ke negara F lebih dulu. Kami akan pergi bersama Rendra, Noey dan Meisya" Ujar Kenzie ketika dia hendak masuk kedalam mobilnya
"Ya sudah. Kalian bisa pergi menggunakan jet pribadi kita. Nanti akan mami urus dengan pilotnya" Cheva menanggapi dengan sikaap yang tenang
"Teriamakasih mih. Kami pergi dulu" Risha dan Kenzie pun mulai bergerak pergi meninggalkan kediaman utama
"Sha … bagaimana proposalmu? Apa kamu sudah selesai menyusun kerangkanya?" Kenzie bertanya pada Risha disela aktifitasnya mengemudi
"Ya, aku sudah menyusun semuanya semalam. Aku bisa segera menyelesaikannya dan memberikannya pada Rendra" Risha pun menjawab dengan senyum yang ceria dan bangga
"Memberikannya pada Rendra? Jadi kamu akna meminta Rendra untuk jadi investormu?" Tanya Kenzie lagi untuk memastikan
"Tentu saja. Aku punya pacar pebisnis yang kaya, kenapa tidak menggunakannya saja untuk bisnis?" Risha kembali menjawab dnegan senyum yang ceria
"Jadi kamu akan memanfaatkan jabatan dan kekuasaaan yang dimiliki Rendra?" Kenzie memicingkan mata menunggu jawaban Risha
"Tentu saja. Itu adalah keuntungan yang bisa aku guankan dari kekasihku, jadi tidak boleh disia-siakan begitu saja!"
"Cih, dasar gadis yang suka memanfaatkan pria!"
"Bilang saja kalau kamu iri karena tidak bisa memanfaatkan Meisya?!" Risha bertanya dengan sikap sinis dan mengejek
"Aku tidak suka memanfaatkan orang yang aku sayang untuk kepentingan bisnis!" Bantah Kenzie dengan sika tenang
__ADS_1
"Bohong! Kamu tidak bisa memanfaatkan dia karena dia juga menyembunyikan identitasnya iya kan?"
"Hehe kamu pintar! Aku tidak mungkin memanfaatkan Meisya sebagai anak buahku. Itu akan sangat memalukan untik dilihat orang"