
Kenzie masih berada di kantor polisi untuk memberikan kesaksian mengenai kecelakaan dan perlakuan yang tidak menyenangkan yang dialami Risha.
Tak berapa lama, pak Tegar tiba di kantor polisi bersama dengan pengacara terbaik yang dia sewa
"Permisi pak, dimana putri saya, Arumi? Tadi polisi menghubungi saya katanya Arumi di bawa kemari?" Tanya pak Tegar dengan sikap yang panik
"Benar. Saat ini dia sedang berada diruang pemeriksaan. Anda bisa menunggu disini" Ujar petugas yang ada disana
"Dimana ruang pemeriksaannya?" Kenzo datang dengan sikapnya yang tenang dan berwibawa
"Anda siapa? Bukannya anda sedang berada diruang pemeriksaan?" Petugas terlihat bingung saat melihat wajah Kenzo yang sangat mirip dengan kenzie
"Saya saudara kembarnya, karena itu saya bertanya dimana ruang pemeriksaannya" Pak Tegar masih berdiam diri dan memperhatikan Kenzo, hingga tatapan mereka saling bertemu
"Pak Tegar, senang bertemu anda disini" Kenzo berjalan mendekati pak Tegar dan meyapa dengan senyum tipis dan nada bicara yang dingin
"Maaf, apa kita saling mengenal?" Tanya pak Tegar dengan wajah bingung
"Kita memang tidak mengenal secara langsung, tapi saya mengenal anda. Anda adalah ayah dari Arumi, gadis yang telah mencelakai saudara saya" Kenzo bicara dengan sangat tenang, ada senyum tipis yang dia tunjukkan pada pak Tegar
"Apa maksudmu? Tidak mungkin putri saya mencelakai saudaramu" Pak Tegar terlihat bingung dengan apa yang dikatakan Kenzo. Dia tidak tahu apa yang telah dilakukan putrinya
"Tanya saja pada putrimu, kenapa dia menjual mobilnya!" Dengan nada bicara yang mencibir, Kenzo berusaha menyudutkan pak Tegar
"Maksudmu ... putriku sengaja menjual mobilnya setelah menabrak saudaramu?" Pak Tegar mengernyitkan dahi tak percaya mendengar apa yang dikatakan Kenzo.
"Menurut anda apalagi?" Kenzo memicingkan mata dengan senyum mencibir di bibirnya
__ADS_1
"Zo? Sedang apa kamu disini?" Kenzo dan pak Tegar menoleh setelah mendengar suara Kenzie yang memanggilnya
"Tentu saja untuk melihat apa yang kamu lakukan. Apa sudah selesai memberikan kesaksiannya?" Tanya Kenzo pada Kenzie yang berjalan mendekat kearahnya
"Sudah, sekarang Arumi bisa membayar apa yang telah dia lakukan padaku dan Risha" Kenzie mendelik pada pak Tegar saat dia menjawab pertanyaan Kenzo
"Apa hanya ditahan di pengara saja?" Tanya Kenzo lagi dengan senyum tipis
"Cukup dalam penjara saja. Dia akan menerima hukumannya disana" Pak Tegar hanya diam mendengar percakapan Kenzo dan Kenzie. Dia mengira kalau putrinya hanya akan berada dalam tahanan dan akan berusaha mengupayakan hukuman yang ringan untuk putrinya. Dia tidak tahu kalau Kenzie sudah merencanakan dengan sipir wanita kalau selama dalam pernjara, dia akan membuat hari-harinya tidak akan mudah dilalui oleh Arumi
"Ya sudah kalau begitu. Ayo kembali kerumah sakit!" Kenzie menganggukkan kepala menanggapi ajakan Kenzo dan mereka mulai melangkahkan kaki meninggalkan kantor polisi.
"Kapan Risha bisa keluar dari rumah sakit?" Tanya Kenzo pada kenzie sambil berjalan keluar dari kantor polisi
"Mungkin beberapa hari lagi, tapi Risha akan tetap menggunakan kursi rodanya sampai dia benar-benar pulih" Jelas Kenzie setelah dia mendengar penjelasan dari dokter
"Apa aku bisa bicara dengan kalian" Tanya pak Tegar dengan napas yang terengah-engah
"Katakan saja, apa yang ingin anda bicarakan!" Kenzo menanggapi dengan sikap dingin
"Sebelumnya, aku minta maaf atas nama Risha. Dia memang melakukan kesalahan tapi … bisakah kalian mencabut tuntunan kalian pada anak saya? Saya akan bertanggung jawab atas semua biaya pengobatan dan akan memberikan Arumi hukuman sendiri" Ujar pak Tegar dengan penuh khawatir akan putrinya. Sebagai ayah, tentu saja dia akan rela melakukan apapun untuk menyelamatkan putri semata wayangnya
"Apa anda rela jika putri anda ditabrak sampai kakinya patah dan mengalami geger otak ringan dengan luka lain yang lebih ringan dibagian tangan dan badannya?" Kenzie yang biasanya ramah terhadap orang tua kini bersikap dingin
"Apa?" Pak Tegar cukup terkejut mendengar jawaban Kenzie
"Itu luka yang dialami saudara kami. Apa anda rela jika putri anda juga mengalami hal seperti itu? Apa yang akan anda lakukan pada pelaku yang menabraknya?" Jelas Kenzie lagi. Pak Tegar terdiam dengan kepala tertunduk ragu
__ADS_1
"Itu... Arumi pasti tidak sengaja melakukannya. Karena itu saya mohon... "
"Dia sengaja melakukannya karena cemburu setelah melihat saudara saya mengerjakan makalah bersama pak Panji. Ini bukan pertama kalinya putri anda menyakiti saudara saya. Sebelumnya dia pernah marah-marah dikampus sampai menampar sepupu saya. Kemarinpun dia datang kerumah sakit bukan untuk minta maaf dan menyesali perbuatannya, melainkan untuk memastikan apakah saudara saya masih hidup atau sudah mati. Jika anda diposisi kami apa yang akan anda lakukan?" Pak Tegar kembali terdiam mendengar kenyataan tentang putrinya. Dia tidak mengira kalau hanya karena cinta, Arumi tega mencelakai orang lain
"Pak Tegar, kami sudah berbaik hati menunggu beberapa hari sebelum masalah ini dilaporkan. Tapi putri anda bukannya menyesal dan mengakui perbuatannya, dia malah menjual mobilnya untuk menghilangkan barang bukti. Lagipula, kami memang tidak berniat melepaskan putri anda begitu saja. Kami akan pastikan putri anda mendekam didalam penjara dalam waktu yang lama" Kenzoe dan Kenzie berbalik untuk meninggalkan kantor polisi
"Berapa banyak yang kalian inginkan?! Saya bisa memberikan berapa saja yang kalian minta" Ujar Pak Tegar yang kembali membuat langkah kaki Kenzo dan Kenzie terhenti
"Lagi-lagi uang. Apa anda kira kami kekurangan uang sampai anda menawarkan uang untuk menyelesaikan masalah ini?" Ujar Kenzo dengan senyum mencibirnya
"Bukan begitu. Anggap saja untuk kompensasi dan tanggung jawab terhadap saudara kalian" Pak Tegar terlihat panik saat Kenzo menanggapi tawarannya
"Uang anda sama sekali tidak ada artinya untuk kami. Kami hanya ingin keadilan untuk saudara kami saja. Dan kami berbaik hati membiarkan Arumi hanya ditahan didalam penjara. Jika kami mau, kami bisa membuat Arumi mengalami luka yang sama dengan saudara kami. Apa anda mau itu?" Kenzo bertanya dengan sikap yang dingin
"Tentu saja anda tidak mau. Jadi tidak perlu membujuk kami lagi dan biarkan Arumi menerima hukuman yang seharusnya dia terima" Ujar Kenzo lagi yang kembali berbalik hendak meninggalkan pak Tegar
"Aku rela memberikan semua hartaku untuk kebebasan Arumi. Tolong maafkan dia untuk kali ini saja" Pak Tegar sampai bersujud dihadapan Kenzo dan Kenzie demi kebebasan putrinya
"Itu tidak akan berguna, karena kami juga bisa dengan mudah menghancurkan usaha anda dan merebut semua yang anda miliki. Untuk menghancurkan bisnis anda, kami hanya perlu menjentikan jari saja. Apa anda masih belum sadar dengan apa yang terjadi pada resort dan restoran yang anda miliki?" Kenzo tersenyum sinis dengan sorot mata yang terlihat licik
"Apa maksudmu?" Pak Tegar kembali bingung dengan apa yang dikatakan Kenzo
"Aku yang membuat kekacauan di dalam resort dan membuat pendapatan kalian menurun"
"Jadi, kamu yang menyabotase resort?"
"Tentu saja. Tidak ada yang boleh menindas bagian dari keluarga Kusuma. Kami tidak akan membiarkan siapapun yang mengusik kami lolos begitu saja" Kenzo tersenyum bangga dengan apa yang telah dia lakukan. Setelah itu Kenzo dan Kenzie pun berbalik pergi meninggalkan pak Tegar yang masih terkejut dengan posisi berlutut.
__ADS_1