
Keesokan harinya Kenzo datang kerumah Safira pagi-pagi untuk membawa Safira mencoba gaun pengantin yang telah dia pesan dibutik sebelumnya
"Selamat pagi Zo, apa tidurmu nyenyak?" Safira bertanya pada Kenzo yang baru saja tiba dirumahnya
"Sayangnya aku tidak bisa tidur" Kenzo menjawab dengan wajah yang sedikit murung
Safira menatap Kenzo dengan tatapan khawatir kemudian mendekatinya
"Kenapa? Apa kamu tidak enak badan?" Dia langsung memegang kening Kenzo untuk memeriksa suhu tubuhnya
"Bukan badanku yang merasa tidak enak tapi hatiku yang merasa tidak enak karena harus selalau berpisah denganmu" Kenzo menjawab dengan sikap yang tenang dan senyum yang disertai kedua alis diangkat bersamaan menggoda Safira
Safira hanya bisa menghela napas panjang mendengar kata-kata Kenzo
"Haaah … Sepertinya aku harus mulai terbiasa untuk hidup dengan penipu seperti kamu" Ujar Safira dengan nada yang malas
"Aku tidak menipumu. Aku memang tidak bisa jauh darimu" Kenzo terus saja merayu Safira yang kini sudah salah tingkah
"Jangan dengarkan dia! Kamu harus bisa mengimbangi kemampuan dia dalam berbicara, jika tidak kamu akan selalu ditindas olehnya" Risha yang mendengar Kenzo langsung bicara dan memperingati Safira dengan nada yang sinis
"Jangan ikut campur urusanku! Lagipula kenapa kalian malah tidur disini, bukannya dirumah nenek!" Kenzo pun menanggapi Risha dengan nada yang sinis
"Itu urusan kami. Kamu tidak perlu ikut campur!" Risha kembali menanggapi Kenzo dengan sikap yang sinis
"Tentu saja aku akan ikut campur. Dia ini calon istriku" Ujar Kenzo yang tidak ingin mengalah pada Risha
"Dia juga calon sepupu iparku, jadi sudah kewajibanku untuk mengingatkan dan melindungi dia dari pria licik sepertimu!" Risha dan Kenzo terus saja berdebat meskipun ada banyak orang disana. Dia sama sekali tidak mempedulkan Kenzie dan yang lainnya yang sedang berkupul untuk sarapan bersama
"Apa kalian berdua tidak bisa diam? Apa kalian tidak bisa menjaga imej kalian didepan banyak orang ini?"
"Diam! Jangan ikut campur!"
__ADS_1
Kenzie berusaha melerai perdebatan Kenzo dan Risha yang tidak akan ada habisnya namun itu tidak berhasil. Justru dia malah yang jadi sasaran kemarahan Kenzo dan Risha berikutnya. Mereka berdua bicara dengan serempak membentak Zie
"Haah ... ya sudahlah terserah kalian saja!" Ujar Kenzie yang pasrah dengan perdebatan Kenzo dan Risha setelah dibentak kedua saudaranya
"Sudah, jangan berdebat lagi! Bukannya kalian akan pergi kebutik?" Rendra kembali mengigatkan Kenzo kalau dia akan pegi kebutik hari ini
"Benar kita akan ke butik. Ini karena kamu jadi aku lupa!" Kenzo kembali mengajak Risha berdebat
"Kenapa jadi aku yang disalahkan? Kamu sendiri yang salah!"
"Haah... ini tidak akan ada habisnya. Fira, sebaiknya kmau segera bersiap dan bawa gunung es ini pergi. Jika dia terus dekat dengan Risha, perdebatan seperti ini akan terus terjadi. Aku aja tidak bisa menghentikan mereka berdua" Kenzie yang sudah terbiasa dengan perdebatan Risha dan Kenzo akhirnya meminta Safira segera bersiap agar mereka segera berangkat untuk mengakhiri perdebatan Risha dan Kenzo yang tak kunjung ada habisnya
"Baiklah aku mengerti" Safira yang sejak tadi tersenyum melihat Kenzo dan Risha bicara dengan bibir yang masih tersenyum dan beranjak pergi ke kamarnya untuk mengambil tas miliknya.
Benar saja, saat Safira kembali dari kamar, Kenzo dan Risha masih berdebat dengan topik yang berbeda lagi
"Kalian masih belum selesai? Apa karena sudah lama tidak bertemu kalian jadi saling merindukan sampai terus berdebat seperti ini?" Safira yang baru kembali dari kemarnya bicara dengan sikap yang tenang ketika melihat Kenzo dan Risha masih berdebat
"Aku juga senang tinggal jauh darimu, jadi tidak perlu melihat tingkah kamu yang manja itu!"
"Apa kamu bilang? Manja? Siapa yang manja? Aku tidak manja"
"Haaah … mulai lagi kan. Safira lebih baik kamu cepat bawa Kenzo pergi! Perdebatan mereka tidak akan berakhir disini" Rendra kini mulai merasa sakit ditelinganya mendengar perdebatan Kenzo dan Risha. Diapun meminta Safira untuk segera membawa Zo pergi
"Hahaha … baiklah aku mengerti" Ujar Safira yang mengangguk setuju. Kemudian dia berjalan mendekati Kenzo dan duduk disebelahnya
"Sudah, hentikan! Sebaiknya kita berangkat sekarang! Kita bisa terlambat pergi ke butik jika kamu terus berdebat dengan Risha seperti itu" Safira bicara pada Kenzo dengan sikap yang tenang dan ramah
"Ya kamu benar. Tidak akan ada habisnya bicara dengan bocah ini" Kenzo langsung beranjak pergi sambil menggandeng Safira bersamanya
"Hah?! Bocah?! Hei gunung es kurang ajar! Beraninya kamu bilang aku bocah! Kamu pikir aku takut padamu, hah!" Risha berteriak pada Kenzo yang sudah berlalu pergi dengan Safira
__ADS_1
"Kenapa kamu senang sekali berdebat dengan Risha? Padahal kalau terjadi sesuatu padanya, kamu orang pertama yang akan membantunya?" Safira bertanya pada Kenzo ketika dalam perjalanan ke butik
"Darimana kamu tahu? Apa kamu mengingat itu?" Kenzo menatap Safira dengan heran
"Tidak. Kenzie yang mengatakannya padaku. Dia bilang kamu memang selalu berdebat dengan Risha, padahal kamu selalu jadi orang pertama yang datang menolongnya saat dia mengalami kesulitan" Safira bicara sambil menggelengkan kepala dan tersenyum lembut
"Ku kira kamu ingat sesuatu. Aku hanya lebih suka berdebat dengannya. Aku juga tidak mengerti, kenapa saat bersama Kenzie Risha bersikap manja, tapi saat bersama denganku dia malah bersikap sinis. Haah entahlah" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan sesekali mengangkat kedua bahunya
"Rupanya begitu. Jadi perdebatan itu bentuk perhatian kalian ya?" Safira menganggukan kepala mengerti dengan apa yang disampaikan Kenzo.
"O iya sayang, berapa lama kamu cuti dari kantor?" Safira kembali bertanya dengan senyum lembut
"Sayang? Bagus juga" Safira tersipu malu saat Kenzo menatapnya karena panggilan sayang yang dia ucapkan
"Aku hanya mengambil 3 hari cuti karena masih ada kontrak kerjasama yang belum disetujui. Tapi setelah pekerjaanku tidak terlalu padat. Kita akan pergi bulan madu. Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi untuk bulan madu kita?"
Kenzo terus memperhatikan jalanan didepannya, namun sesekali dia menoleh pada Safira yang ada disampingnya.
"Aku tidak tahu mau pergi kemana. Yang pasti selama itu denganmu, kukira aku akan tetap menyukainya" Jawab Safira dengan senyum lembut dibibirnya
"Haah... kurasa setelah menikah nanti aku harus mengurangi makan makanan manis" Kenzo bicara sambil menghela napas panjang dengan raut wajah seakan kecewa
"Memangnya kenapa? Apa ada sesuatu sampai kamu harus mengurangi makan yang manis-manis?" Safira menatap Kenzo dengan wajah penasaran. Dia terlihat menunggu jawaban Kenzo dengan serius
"Ya, karena setelah menikah nanti aku bisa melihat senyum manismu setiap saat. Jadi jika ditambah dengan makan yang manis-manis lagi … kurasa aku bisa terkena diabetes"
Lagi-lagi Safira menunjukkan wajah menyesal karena ucapan Kenzo. Dia benar-benar tidak bisa mengalahkan Kenzo dalam mengatur kata-kata
"Aku benar-benar harus terbiasa denganmu yang suka bermain kata. Kurasa jika orang lain tahu bagaimana cara Kenzo yang dingin dan menyeramkan ini memperlakukan orang terdekatnya, mereka akan saling bunuh untuk dapat perhatianmu" Safira mengeluh dengan cara bicara dan perlakuan Kenzo padanya
"Kamu tidak perlu khawatir, karena itu tidak akan terjadi. Yang bisa menarik perhatianku hanya kamu saja, tidak ada yang lain"
__ADS_1