
Keesokan paginya beberapa tamu di resort berkumpul untuk mengajukan komplain sekaligus meninggalkan resort
"Pelayanan di resort ini sangat buruk. Bagaimana bisa AC dikamar kami tidak berfungsi? Padahal kalian tahu sendiri kalau ini adalah musim panas. Kami tidak bisa tidur semalaman karena kepanasan" Keluh salah seorang tamu
"Kamar kami juga sama sekali tidak nyaman. Pengering rambut yang mereka sediakan rusak, jadi aku harus tidur dengan rambut masih basah dan lagi, piyama yang disediakan untuk kami juga sama sekali tidak layak pakai" Keluh dari tamu kamar lain
"Kalian masih lebih beruntung. Shower di kamarku rusak, aku mandi dengan suhu air yang menyeramkan. Sebantar airnya dingin lalu sesaat kemudian airnya berubah panas. Rasanya sangat menakutkan untuk mandi" Keluh Rendra yang ikut bergabung dengan tamu lain
"Kamarku juga sama sekali tidak nyaman. Seprei yang digunakan dikamarku sobek cukup besar, jadi aku harus tidur tanpa seprei. Rasanya tubuhku gatal karena harus langsung menyentuh kasur" Ujar salah seorang tamu dari kamar lain yang baru saja datang dan bergabung
"Maaf bapak-bapak dan ibu-ibu atas ketidak nyamanannya. Kami akan memperbaiki kamar kalian secepatnya, jadi kami harap anda bisa menikmati liburan kalian" Ujar manajer resort karena pak Tegar masih belum tiba
"Tidak perlu. Aku tidak ingin menginap disini lagi. Aku ingin memiliki kesan liburan yang menyenangkan, bukan kesan liburan yang menyeramkan. Jadi aku memilih check out sekarang juga" Ujar Rendra dengan sikap tegas agar tamu lain juga terhasut olehnya
"Dia benar. Kita disini untuk liburan. Untuk apa menginap di resort yang sama sekali tidak membuat nyaman?" Sahut tamu lain yang terhasut ucapannya Rendra
"Benar juga. Sebaiknya kita Check out hari ini dan mencari resort lain untuk menginap" Ujar tamu lain yang turut jadi korban rencana Rendra
"Benar, ayo kita pergi" Semua tamu mengangguk setuju dan tanpa mereka tahu Rendra menyunggingkan sedikit bibirnya membentuk seringai dingin
"Disekitar sini ada resort lain, sepertinya saya akan kesana saja" Ujar Rendra pada tamu lain
"Benarkah? Kalau begitu kami juga akan kesana" Mereka pun bergegas pergi menuju resort lain yang letaknya tidak terlalu jauh dari resort milik pak Tegar
Kenzo mengunggah komentar mengenai ketidak nyamanan di resort pak Tegar dan membuatnya menjadi trending topik. Tentu tamu resort yang bersama Rendra membaca itu dan ikut mengomentari pelayanan resort tersebut. Pak Tegar pun membaca postingan itu
"Neta, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa resort kita mendapat respon negarif dari orang-orang? Padahal kita selalu memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu yang meninap disini" Tanya pak Tegar pada salah satu bagian layanan kamar
"Kemarin ada kejadian yang memalukan pak. Entah kenapa setiap kamar ada salah satu bagian yang rusak. Padahal kami yakin kalau sebelum ditempati tamu, kamar itu sudah diperiksa dan dipersiapkan sebaik mungkin" Neta menjelaskan dengan wajah bingung dan tidak mengerti
__ADS_1
"Maksudmu resort kita dengan sengaja dirusak reputasinya?" Tanya pak Tegar yang juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi
"Apa kalian sudah mengecek CCTV di resort kita? Jika ini memang disengaja, pasti pelakunya akan terlacak kamera CCTV" Ujar Pak Tegar mendapatkan sebuah kemungkinan
"Baik pak, saya akan segera ke bagian keamanan untuk mengecek CCTV, mungkin saja ada sesuatu yang mencurigakan disana" Ujar Neta yang langsung bergegas ke ruang keamanan
"Kenapa terjadi masalah secara kebetulan seperti ini? Kemarin Arumi yang diancam orang tidak jelas sekarang resort juga mengalami masalah" Guman pak Tegar memikirkan masalah yang dia alami
***
"Zie, aku bosan. Bawa aku keluar untuk berkeliling rumah sakit ya? " Pinta Risha dengan nada bicaranya yang manja pada Kenzie
"Memangnya kamu sudah mendapatkan izin dari dokter?" Tanya Zie dengan sikapnya yang ramah dan senyum yang lembut pada Risha
"Dokter pasti mengizinkannya" Risha merengek manja pada Zie
"Aku akan tanya dulu pada dokter. Jika diizinkan maka aku akan membawamu keluar, tapi jika tidak, maka kamu tidak boleh memaksa" Zie langsung beranjak pergi meninggalkan Risha untuk menemui dokter dan menanyakan padaya mengenai apa yang Risha inginkan
Tak berapa lama Kenzie kembali dengan mendorong kursi roda
"Aku sudah mendapatkan izinnya, tapi dokter bilang tidak boleh terlalu lama. Kamu masih butuh banyak istirahat" Zie memperingati Risha sebelum membantunya pindah ke kursi roda
"Iya iya, aku mengerti" Jawab Risha dengan nada yang ceria. Zie langsung menggendong Risha dan memindahkannya ke atas kursi roda
"Zie, Kenzo pergi kemana?" Risha terlihat bingung mencari Kenzo yang belum melihat sejak semalam
"Sepertinya dia dan Rendra sedang pergi ke resort milik ayahnya Arumi itu. Mereka berniat untuk sedikit mengganggu resort ayahnya" Jawab Kenzie yang mendorong kursi roda Risha dengan pelan dan hati-hati
"Bagaimana dengan Arumi? Polisi tidak menyelidikinya lagi?" Risha terlihat sangat penasaran dengan apa yng dilakukan polisi. Dia bertanya sambil mendongak pada Kenzie yang berada dibelakangnya
__ADS_1
"Entahlah. Biasanya mereka hanya akan melakukan tugas mereka jika kita mengatakan identitas kita yang sebenarnya atau mungkin mereka sedang melakukan tugas mereka" Jawab Kenzie dengan sikap acuh tak acuh dan kedua bahu diangkat bersamaan
"Ya, aku mengerti maksudmu" Jawab Risha sambil tersenyum
Disaat yang bersamaan terlihat seorang gadis yang mereka kenal berjalan kearah mereka. Dia adalah Arumi
"Oh, jadi kamu masih hidup? Aku kira kamu sudah mati saat itu" Arumi bicara dengan nada yang sinis dan sorot mata penuh kebencian
"Untuk apa kamu datang kesini?" Tanya Kenzie dengan sikap yang sinis
"Aku hanya ingin memastikan sendiri keadaan Risha. Sekarang aku kecewa. Ku kira, aku akan melihat mayatnya yang terbungkus kain kafan, ternyata dia baik-baik saja" Arumi bicara dengan sikap yang sombong dan senyum mencibir diwajahnya diikuti raut wajah kecewa
"Apa katamu?! Berani sekali kamu mengatakan hal seperti itu tentang saudaraku!"Kenzie yang bisanya ramah kini terlihat kesal sampai dia meninggikan suara
"Oh, sepertinya kamu yang selama ini mengancamku dengan teror-teror tidak penting itu kan? Kamu ingin menakut-nakuti aku? Tapi sayang, itu sama sekali tidak berguna!" Kini Arumi bicara dengan siinis pada Kenzie
"Kenapa kamu sangat membenci Risha? Kami tidak pernah mengusikmu" Tanya Kenzie dengan sikap yang dingin
"Tentu saja karena dia telah merusak hubunganku dengan Panji. Jika dia tidak menggoda Panji, maka hubungan kami tidak akan hancur" Rumi bicara dengan sikap acuh tak acuh dan sorot mata yang tajam
"Sudah ku katakan waktu itu kalau aku tidak ada hubungan apapun dengan pak Panji!" Risha menjawab dengan sikap yang tenang, meskipun saat ini dia sangat kesal.
"Jika kamu tidak ada hubungan apapun dengannya, kenapa kalian terlihat sangat dekat? Dia juga memutuskan pertunangan kami, itu pasti karena kamu kan?!" Arumi semakin kesal ketika Risha mengatakan kalau dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Panji
"Kamu tidak sadar kalau pak Panji itu seorang dosen? Tentu saja sebagai mahasiswinya aku pasti dekat dengannya untuk membahas mengenai masalah kuliah. Apa kamu tidak pernah kuliah? Dan masalah dia yang memutuskan hubungan pertunangan kalian, itu sama sekali bukan urusanku. Jadi aku tidak tahu kenapa dia melakukan itu" Ujar Risha dengan sikap yang semakin kesal
"Kenapa kamu tidak tanyakan saja pada Pak Panji alasan dia membatalkan pertunangan kalian?" Ujar Kenzie dengan sikap yang sinis
"Aku tidak percaya. Akan lebih baik kalau kamu tidak muncul lagi dihadapanku!" Ujar Arumi semakin panik
__ADS_1
"Kamu memang tidak bisa diberi perhatian baik-baik. Kalau begitu aku tidak punya pilihan lainnya" Ujar Kenzie yang semakin kesal pada Arumi. Diapun langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya kemudian menghubungi seseorang.
"Halo, kantor polisi"